Karya Lengkap Abdullah bin Abdulkadir Munsyi Diluncurkan JAKARTA--MIOL: Seri pertama dari empat seri Karya Lengkap Abdullah Bin Abdulkadir Munsyi yang penyuntingan naskahnya dilakukan oleh peneliti Eropa, Amin Sweeny diluncurkan di Jakarta, Senin.
Abdullah Bin Abdulkadir Munsyi, sastrawan Melayu abad 19 tersebut dianggap sebagai pembaharu dalam penulisan karya sastra Melayu, dengan salah satu perbedaan yang mencolok adalah dari segi isi dan bahasa. Dalam acara peluncuran karyanya di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, peneliti utama naskah kuno (Pilolog) dari Pusat Bahasa Edward Djamaris menjelaskan alasan karya Abdullah Bin Abdulkadir Munsyi tersebut menjadi salah satu tonggak sejarah pergeseran antara sastra Melayu kuno dan modern. "Dari segi isi sudah jauh berbeda, di mana karya sastra Melayu lama pada umumnya berisi mite, legenda atau dongeng. Sementara dalam buku Abdullah, tidak lagi ditemui hal-hal yang bersifat luar biasa, tokoh dewa atau tokoh ajaib yang bisa terbang," kata Edward. Tetapi penyunting buku tersebut, Amin Sweeny menolak cap "sastra lama" dan "sastra baru" karena menurutnya tidak ada batasan dalam karya sastra dan istilah tersebut hanya merupakan belenggu yang diciptakan oleh ilmu pengetahuan. "Kesinambungan sastra Melayu itu ada, oleh karena itu juga saya tidak akan mengganggu teks karya ini karena saya menghormati teks," katanya, meskipun ia tetap melihat perlunya kerangka teoris dalam mempelajari karya sastra. Komentarnya itu juga muncul atas kritik yang disampaikan oleh Edward mengenai penggunaan seluruh bahasa dari teks asli Abdullah, sementara beberapa dari kata-kata tersebut tidak lagi dikenali di zaman ini, dan sebaiknya dilakukan pemenggalan bagi paragraf panjang agar lebih dimengerti oleh pembaca. "Setiap naskah menjadi saksi dari zamannya. Sastra lama disebut begitu karena tidak dapat dibaca saja," lanjut Sweeny, yang menganjurkan agar para pembaca mempelajari kembali bahasa lama yang digunakan karya sastra lama tersebut agar mengerti maknanya. Suntingan teks karya Abdullah Bin Abdulkadir Munsyi yang diterbitkan dalam jilid pertama itu adalah "Kisah Perjalanan Abdullah ke Klantan" dan "Kisah Perjalanan Abdullah ke Mekkah" yang isinya tidak diubah oleh penyunting. Dari segi bahasa, menurut Edward, pembaharuan yang dilakukan oleh Abdullah terutama terlihat dari tidak digunakannya lagi kata tumpuan kalimat seperti syahdan, arkian dan lain lain, atau tambahan partikel "pun" pada subyek dan "lah" pada predikat yang menjadi ciri khas sastra Melayu lama. Amin Sweeny tidak setuju dengan analisa itu dan melontarkan kritik,"Harus kita pahami intipati bahasa Melayu maupun keluwesannya, tidak hanya hukum-hukum ala Pusat Bahasa." Buku yang diterbitkan bersama oleh Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) dan Ecole Francaise d'Extreme-Orient (OFEO) itu terdiri atas 372 halaman dan dibagi dalam lima bab termasuk komentar penyunting dan satu bab berisi kosa kata Melayu kuno yang digunakan dalam buku tersebut. (Ant/OL-03) http://www.mediaindo.co.id/berita.asp?id=70892 The Mind Advances by Evolution, not by Revolution ---***** --------------------------------- Start your day with Yahoo! - make it your home page [Non-text portions of this message have been removed] ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
