Mas Nasrul, maaf kalau saya termasuk awam dlm tasawuf, tapi saya pernah denger
bahwa seorang shufi adalah mereka yang mensucikan/membersihkan dirinya dari 
segala perbuatan yang tidak berguna, termasuk diantara caranya adalah dengan 
banyak berdzikir.
 
Barangkali mungkin baik juga ya untuk kita, meski tidak seratus persen sufi, 
tapi belajar dikit-dikit untk meninggalkan yang tidak berguna, seperti 
menjelek-jelekkan orang yang merayu Tuhan dengan cara shadaqah, padahal 
hartanya tidak jelas dari mana. Atau mungkin kalau kita melihat dan 
mendengarkan peristiwa itu, boleh nggak kita mendoakan semoga orang itu 
bertobat dan kembali ke jalan yang baik sambil terus bersedekah dan 
mengeluarkan zakat bangun masjid.... bagus nggak ya

Nasrull Afandy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Respon atas ide awal mbak Azmah Z  di kedokteran UGM 



Terlebih dulu perlu diketahui. Saya bukan seorang mahasiswa, tetapi siswa 
biasa. Karena saya tidak punya ‘’maha’’ apa pun, kecuali maha lemah di hadapan 
sang ‘’Maha’’ segalanya.



Perlu disadari, selain bangsa kita lagi terserang flu burung baru-baru ini, 
bangsa kita juga telah lama terjangkit ''flu tasawwuf'', yang luar biasa 
kronisnya. Bahkan cukup ngetrend akhir-akhir ini, dari ''atap langit'' sampai 
''akar bumi'', termasuk orang-orang yang dlohirnya memakai yukensi, juga rawan 
terjangkit kronis "flu dan batuk tasawwauf".



Saya berpendapat, Indonesia saat ini yang paling dominan adalah politis, jadi 
sangat mungkin di tengah jangkitan ''flu tasawwuf'' pun, juga akan lahirnya 
para ''sufi politis'' dengan berbagai kepentingan yang menuntungkannya, sesuai 
proyek masing-masing. Apakah logis ?.......



Kenapa demikian ?. Saya siswa biasa, tidak bisa melihat maha sufi, atau maha 
wali, apalagi realitas sekarang, orang yang dlohirnya sebagai pemain band atau 
gitaris, atau juga seperti inul yang menerut saya(siswa biasa), jelas sikap 
inul adalah bertentangan dengan norma agama dan kultur kita( kecuali orang yang 
punya kepentingan sama dengan inul). 



Di sisi lain. Menurut saya, manusia setelah menyadari kesalahannya, tidak perlu 
‘’menyogok’’ tuhan dengan membangun masjid megah atau menyumbang pengajian 
dengan duit miliaran, dengang menggunakan harta hasil dari pengerukan duit 
rakyat atau hasil pamer keindahan anggota badan di berbagai media massa, yang 
jelas-jelas merupakan larangan agama dan bertentangan dengan budaya manusia, 
kecuali kultur kambing.



Yang penting adalah, bagaimanakah kita sebagai manusia biasa, selalu berusaha 
untuk menjauhi perbuatan ‘’pidana tuhan’’, sehingga kita tidak perlu 
mengeluarhan duit untuk menyogok tuhan, setelah kita sadar melakukan kesalahan 
??. 



Di sisi lain, kita tidak perlu dan memang tidak mungkin untuk menjadi ‘’panitia 
surga’’, tetapi biarlah Allah yang menentukan rahman-rahimNya, kepada semua 
anak manusia. Meskipun kita berkewajiban untuk menunjukan sesama manusia, bahwa 
ada rambu-rambu Tuhan yang tidak boleh dilanggar.



Tidak hanya hadits yang dikutip oleh mas Amman melalui milis ini, sudah maklum, 
al-Quran juga tegas menyatakan : ‘’Kalau Alloh menghendaki semua manusia 
beriman, maka semuanya akan beriman’’.



Esensi persoalannya, sebagai Mukminin, bagaimanakah kita selalu berusaha untuk 
semaksilnya meninggalkan larangan Alloh dengan berbagai rekayasanya, dan 
sekuat-kuatnya berusaha menjalankan kewajiban kita. Menurut saya, ‘’Inilah 
kiranya merupakan point terpenting dan sangat sulit dijalankan’’.



Ironinya, seperti di atas tadi, manusia cenderung lebih suka ‘’menyogok Tuhan’’ 
dengan membangun masjid megah dan sejenisnya, menggunakan  duit hasil korupsi 
atau pamer aurat badan yang jelas di larang tuhan.



Padahal sudah maklum,  selain rukun, dalam ibadah juga ada syarat. Logikanya, 
kenapa kita meski sholat memakai pakaian bagus dibeli dengan uang hasil 
mencuri, sedangkan masih banyak rizqi halal yang bisa kita raih untuk membeli 
pakain solat ?........



Apa pendapat saya, sebagai siswa biasa(bukan mahasiswa), cukup ilmiah, logis 
dan bisa diterima ?.....



Salam

Renungan Nasrul Afandi, siswa NU(bukan mahasiswa) di Maroko





Aman FatHa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Menurut saya, tidak usahlah kita memberikan penilaian general terhadap 
prilaku parsial. Mungkin artis seperti contoh Dewa misalnya, menginjak 
lafazh Jalalah adalah salah, tapi perbuatan yang baik lainnya juga tetap 
diukur dengan ukurannya. Artis yang banyak menyumbang dalam membangun masjid 
bukan sesuatu yang tercela hanya karena mereka artis. Barangkali itulah cara 
mereka meraup sepiring intan pahala. Soal diterima apa tidak itu sudah bukan 
urusan kita. Kalau bisa, lebih bagus tanyakan langsung pada Raqib Atid. 
Salah dan benar itu bukan figur atau kelompok sehingga kalau pada satu kita 
katakan bagus dan benar maka akan benar selamanya. Bahkan orang yang disebut 
wali sekalipun.. bahkan juga Nabi dengan segala perbedaan statusnya.

Seperti Dewa yang salah menginjak lafazh Jalalah tersebut, saya berkali-kali 
mengatakan kepada kawan-kawan bahwa itu salah, tapi juga jangan lupa kalau 
Dewa mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Padahal kasus serupa sangat 
banyak terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari dan bahkan tanpa kesadaran 
kita akan suatu kesalahan itu. Kalau kita sepakat Lafazh Jalalah adalah 
sakral dan agung karena substansi yang ditunjukkan kata itu, maka tidak ada 
beda apakah tertulis dalam bahasa Arab atau bahasa apa saja dan berbentuk 
kaligrafi atau apa saja. Silahkan perhatikan uang Riyal Saudi, silahkan 
perhatikan lambang HT dalam selebaran-selebaran mereka.. silahkan perhatikan 
ikat kepala mereka yang demo-demo itu. Bagaimana dengan novel-novel "Islami" 
yang juga seringkali tidak lepas dari lafazh Jalalah itu.. Tapi persoalan 
Dewa ini sudah lewat. Mungkin lebih baik jika kita camkan kembali hadits 
keempat Arbaín Nawawiah ini:

Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas'ud radiallahuanhu beliau berkata : 
Rasulullah saw menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar 
dan dibenarkan : Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di 
perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah 
menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal 
daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat 
lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat 
perkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau 
kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada ilah selain-Nya, sesungguhnya 
diantara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli syurga hingga jarak antara 
dirinya dan syurga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya 
ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam 
neraka. sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli 
neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi 
telah ditetapkan baginya ketentuan, ternyata dia melakukan perbuatan ahli 
syurga maka masuklah dia ke dalam syurga.

(Riwayat Bukhari dan Muslim)

Terima Kasih

Aman



----- Original Message ----- 
From: "Azzmah Z. Misykiyah" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, July 27, 2005 12:47 AM
Subject: [kmnu2000] Ralat Profil Sufi Kontemporer Abad ini ?



Merespon mas Mukhlisin



Katanya, di antara etika diskusi adalah dilarang insulting ?....



Mas Mukhlisin.......

Alloh maha tahu, sombong adalah dosa,  menganggap orang lain sombong juga 
dosa. Dan katanya tidak mengetahui tentang kewalian sesorang, kecuali sesama 
wali. Yang jelas Muslimin dunia akrab dengan nama  ''wali'' abdul Qodir 
jaelani dan sejenisnya, yang pasti Ia dikenal dunia bahwa  ''dlohirnya'' 
bukan seorang pemain band atau gitaris.



Maaf, Mungkin juga mas Mukhlisin ini, adalah seorang wali abad ini, tetapi 
karena saya bukan wali, maka saya tidak tau kalau mas mukhlisin adalah wali 
atau bukan ?..... katanya ''la ya'riful wali ilal wali''



Ketika dewa mencantumkan lafadz jalalah pada kaset lagu terbarunya beberapa 
waktu lalu, juga menjadikan lafadz jalalah sebagai alas kaki dalam 
konsernya. Saya sangat tidak yakin ketika itu, dani cs dengan berjoged dan 
memegang gitarnya, ia sedang zadab atau hanya ingat Alloh dengan 
menginjak-injak lafadz jalalah itu, terbukti akhirnya GROUP DEWA pun takut 
kehilangan penggemarnya dan akhirnya mohon maaf secara terbuka di mana-mana. 
'jelas ia menyadari kesalahannya''.



Mas mukhlisin. ...

Dewan juri dalam vestival film, pasti aspek penilaiannya sesuai dengan 
''kode etik'' hiburan bukan kadar ibadah".  Panggung film adalah sandiwara 
sesaat yang dijalankan atas komando sutadara.



Artis yang terang-terangan menyatakan diri beragama kristen pun, bisa tampil 
memakai jilbab, melakukan sholat, berdikir di masjid "itulah sandiwara 
film". Dan memang demikianlah profesi artis, berubah action setiap detik 
''sesuai peran yang menguntungkan'', apa bisa di paham ?.....



Celakalah, Orang-orang yang tertipu oleh film. Dengan berkesimpulan bahwa 
tayangan dalam film adalah kenyataan dan tanpa menyadari itu adalah 
sandiwara( meski ada sedikit film kisah nyata). Seperti orang-orang desa 
yang ''menelan mentah-mentah'' tayangan televisi, sehingga dengan mudah 
mereka terjangkit virus hedonis, atau juga anak-anak SEKOLAH DASAR yang 
meniru film melakukan bunuh diri.



Ketika inul baru tampil, BANYAK GADIS-GADIS INGUSAN LANGSUNG BERPAKAIN 
yukensi dan celana mini ketat.  Ketika ditanya kenapa berpakain demikian ?. 
Jawabannya DENGAN POLOS. "meniru inul artis idola yang lagi naik daun".

Alloh maha tahu. Tetapi yakinkah anda dengan sikap demikian itu, Inul punya 
misi dakwah Islam, dan ketiKa inul pamer pantatnya di hadapan ribuan orang, 
ia sambil berdizkir dengan melafalkan kalimat tahlil atau tauhid......?. 
Saya sebagai orang awam yang bukan wali, bukan pula sufi, tidak yakin hal 
itu.

Apalagi dani DEWA GROUP,  yang secara kasat mata beberapa waktu lalau 
konser, lafadz jalalah dijadikan alas berjoged. Saya sebagai orang awam, 
tidak yakin dani adalah seorang wali dengan menginjak lafadz jalalah adalah 
berdikir hakiki, meskipun dengan tindakannya itu, ia tambah populer dan 
disebut ''sufi'' versi majalah syir'ah.. ?..... yang mungkin redaksinya 
butuh suntikan dana dari group dewa ?...

Adapun mas mukhlisin berkesimpulan lain, itu hak sampean....

Bahkan inul dalam salah satu lagunya yang berjudul ''mencari penggemar'', 
inul pun ''menampar wajah'' pelaku liberalisme Islam Indonesia.

Dengan ungkapan ; ''bermacam-macam cara orang mencari penggemar, di 
antaranya harus berani melakukan sesuatu yang belum dilakukan oleh orang 
lain. Seperti inul punya goyang panas ..., ada pula yang mendebat agama demi 
popularitas, ada pula yang mendekati orang bermassa'' .   mafhum ...??.

Maaf, untuk study banding, dengan faktor saddu-addharo'i , bisa mas 
mukhlisin istifadah dengan menganalisa lagu inul berjudul ''mencari 
penggemar" itu...................maka akan tau jawabanya. Kenapa banyak 
artis membangun masjid, pada waktu tertentu berjilbab dan seterusnya.......

Saya tetap yakin, inul bukan seorang wali, karena saya manusia awam yang 
tidak faham tentang ciri-ciri wali....sekali lagi, mungkin juga mas 
mukhlisin ini adalah sufi sekaligus komandan para wali abad ini. ? wallohu 
a'lam ?....

Salam dari campus UGM DJOGDJA By.............

Mukhlisin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Dibawah ini salah satu bukti dan fakta bahwa artis dan seniman juga punya 
kesempatan dan kalau ada kemauan mereka bahkan jauh lebih "Isalmi" dibanding 
kita.
Mari kita lihat kesalehan orang lain bukan dari 'profesi' luar semata....dan 
mari hilangkan sifat takabur kita bahwa kita adalah orang yang paling bersih 
dan paling islami dibanding orang lain ...

Salam
Mukhlisin

                  Film 'Rindu Kami PadaMu' Terbaik Asia



     AUDITORIUM Sirifort, yang dipenuhi 5.000 tempat duduk, menjadi saksi 
film Rindu Kami PadaMu (2004) yang disutradarai Garin Nugroho meraih The 
Best Film pada Festival Film Asia Osian's Cinefan ketujuh di New Delhi, 24 
Juli 2005. Festival ini diikuti 30 negara Asia. Dalam seksi kompetisi 
diikuti sutradara dari China, Korea, Iran, dan Jepang.

            Penghargaan diberikan sutradara terkemuka India Mrinal Sen 
kepada Dalton Sembiring, Staf Penerangan KBRI New Delhi, karena Garin 
Nugroho tidak bisa hadir mengingat kesibukan menyelesaikan film terbarunya 
tentang Aceh.

            Festival ini yang terbesar di India, sebuah festival yang 
terselenggara oleh majalah Cinemaya. Majalah ini adalah majalah terkemuka 
dan tertua di dunia yang mengupas soal-soal film Asia.

            Juri dalam kompetisi ini, antara lain Micahel Khelifi, yang 
meraih Critic Award di Cannes dan pengajar di The Institute National 
Superior des arts du Spectacle (Brussel), Mani Kaul (India) penulis buku 
terkemuka tentang estetika kontemporer bertajuk Seen From Nowwhere , Keiko 
Araki (Jepang) koordinator PIA (organisasi film independen Jepang).

            Dewan juri dalam konferensi pers menyebutkan alasan memilih 
Rindu Kami PadaMu sebagai film terbaik. Disebutkan, secara tematik Rindu 
Kami PadaMu dipilih sebagai film terbaik karena aspek humanisme dan 
religiositas sehari-hari yang menawarkan toleransi dengan bersahaja, lewat 
kisah sederhana serta penuh humor yang langka dalam sinema dengan tema 
Islam.

            "Film ini dibuat dengan unsur-unsur sinema yang matang dan 
assemble pemain yang baik. Secara teknik, film ini menarik karena melawan 
bentuk-bentuk sinema masa kini, dan kembali ke sinema lama yang diaktualkan 
kembali film ini menjadi penting dalam dunia penuh konflik sekarang ini," 
papar Micahel Khelifi, seperti yang dipaparkan di situs www.cinemaya.net, 
kemarin.

            Sementara itu, Garin sendiri melihat penghargaan film ini 
sebagai respons dunia luar, yang masih menghargai film-film seni. "Saya 
membuat Rindu Kami PadaMu dengan kisah humor bersahaja, karena film-film 
bertema Islam dalam 10 tahun ini, terutama di festival-festival 
internasional, selalu tentang kekerasan, kemiskinan, peran wanita, 
pengungsian, dan kehidupan generasi islam di Eropa, yang disajikan tanpa 
humor. Islam menjadi keras dan tanpa humor," papar sutradara kelahiran 
Yogyakarta, 6 Juni 1961.

            Film ini didukung tiga pemain terkenal, Didi Petet, Neno 
Warisman, dan Jaja Miharja. Selain itu, tampil pula Nova Eliza dan Reza 
Bukan, dua artis yang untuk pertama kalinya main film. "Film ini memang ada 
adegan lucunya, juga adegan sedihnya. Skenarionya yang menulis saya sendiri 
bareng Armantono, yang dulu pernah menulis skenario sinetron Noktah Merah 
Perkawinan," ungkap Garin.

            Selain film Rindu Kami PadaMu, film Fear of the Cold (Iran) 
meraih aktris terbaik, sementara film Peacock yang disutradarai Guchangwei 
(China) meraih aktor terbaik. Special Jury Prize diraih film The Forsaken 
Land, dengan sutradara Jayasundara dari Sri Lanka. (Eri/H-3)

--------------------------------------------------------------------







----- Original Message ----- 
  From: Azzmah Z. Misykiyah
  To: [email protected]
  Cc: [EMAIL PROTECTED]
  Sent: Monday, July 25, 2005 8:43 PM
  Subject: [Kebangkitan_Bangsa] Frofil Sufi Kontemporer



  Mungkin sebentar lagi, Inul diangkat jadi Tokoh Sufi, "hati orang siapa 
tau"....

  Terbukti, Setelah bekas raja goyang dangdut Rhoma Irama jadi 
DAI/Mubaliigh.   Kini giliran raja Dewa Dani, jadi "sufi kolosal" versi 
Islam demi dolar........he....he.....

  enak ya "jadi artis", pantesan banyak cewek-cewek yang melacurkan diri 
pada produser film demi ingin jadi artis,  meskipun banyak yang impiannya 
gagal setelah dikibuli produser atau produser palsu..............

  Sebab dengan popularitas nama bisa jadi apa 
saja.....he...he.......................

  Lihat MAJALAH SYIR'AH



  Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

  [Non-text portions of this message have been removed]



  --- PKB dari Ulama oleh Ulama untuk Umat ---
           Dulu 35 sekarang 3x5 = 15
  --- Maju tak Gentar Membela Yang Benar ---




  SPONSORED LINKS American politics  Conservative politics  Organizational 
politics
        Politics


------------------------------------------------------------------------------
  YAHOO! GROUPS LINKS

    a..  Visit your group "Kebangkitan_Bangsa" on the web.

    b..  To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

    c..  Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service.


------------------------------------------------------------------------------




[Non-text portions of this message have been removed]



--- PKB dari Ulama oleh Ulama untuk Umat ---
         Dulu 35 sekarang 3x5 = 15
--- Maju tak Gentar Membela Yang Benar ---




SPONSORED LINKS
American politics Conservative politics Organizational politics Politics

---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS


    Visit your group "Kebangkitan_Bangsa" on the web.

    To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]

    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


---------------------------------




Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]



--- PKB dari Ulama oleh Ulama untuk Umat ---
         Dulu 35 sekarang 3x5 = 15
--- Maju tak Gentar Membela Yang Benar ---





Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]





______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda 
harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links












______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 




SPONSORED LINKS 
Hawaiian culture Corporate culture Jewish culture Hispanic culture 
Organizational culture 

---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS 


    Visit your group "kmnu2000" on the web.
  
    To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


---------------------------------




            
---------------------------------
Start your day with Yahoo! - make it your home page 

[Non-text portions of this message have been removed]



______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 




---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS 


    Visit your group "kmnu2000" on the web.
  
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
  
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


---------------------------------



                
---------------------------------
 Start your day with Yahoo! - make it your home page 

[Non-text portions of this message have been removed]






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hif5nbi/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705136382:TM/Y=YAHOO/EXP=1122935406/A=2896129/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>DonorsChoose.
 A simple way to provide underprivileged children resources often lacking in 
public schools. Fund a student project in NYC/NC today</a>!</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke