Mas Bukankah kalau menilai suatu pembicaraan atau tulisan itu baik atau
buruk, benar atau salah, menggemparkan atau mensunyikankan bukan dilihat
dari orangnya mas, tetapi nilai tulisan itu sendiri.
Dan bagi saya baik mas Ulil, Pak Dawam, Mbah Idris dan Mbah Faqih ya sama
saja mas, berhak untuk berbicara dan memberikan pendapatnya masing-masing
tanpa kita under estimate dulu mengenai sosoknya, masing -masing punya
kelebihan dan kekurangan serta punya tingkat keintelektualan yang
berbeda-beda jadi nggak bisa diperbandingkan.

Regards,

Oman

-----Original Message-----
From: Nasrull Afandy [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, August 02, 2005 2:06 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [kmnu2000] Kala MUI Mengharamkan Pluralisme



Menurut saya sebagai siswa biasa(bukan mahasiswa).

Kalau yang ngomong demikian adalah Dawam Rahrdjo atau Ulil, itu sich hal
wajar .....

Tapi kalau Mbah Faqih langitan atau Mbah Idris Lirboyo yang ngomong
demikian, baru republik kita gempar...........

Apakah logis ???.......



Estananto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kolom M. Dawam Rahardjo

Kala MUI Mengharamkan Pluralisme
Senin, 01 Agustus 2005

TEMPO Interaktif, : Dalam Musyawarah Nasional VII
Majelis Ulama Indonesia yang berakhir pada Jumat
(29/7), MUI telah mengeluarkan 11 fatwa. Dijelaskan
juga bahwa belum pernah Munas MUI mengeluarkan fatwa
sebanyak itu sebelumnya.

Di antara fatwa-fatwa itu, yang boleh dikatakan
mencerminkan pandangan elite keagamaan Islam
Indonesia, Munas MUI kurang-lebih telah mengharamkan
umat Islam untuk mengikuti tiga paham kontemporer,
yaitu sekularisme, liberalisme, dan pluralisme.

Fatwa ini bisa diartikan sebagai pelarangan
kemerdekaan berpikir, berpendapat, dan berkeyakinan,
yang merupakan bagian dari hak asasi manusia. Kita
bisa berpendapat yang isinya menolak suatu paham.
Namun, jika kita melarang masyarakat menganut suatu
paham, itu namanya mengingkari kemerdekaan berpikir
dan berpendapat.

Latar belakang pengharaman itu agaknya adalah
timbulnya aliran Islam Liberal yang dikembangkan oleh
generasi muda, terutama dari kalangan Nahdlatul Ulama
ataupun Muhammadiyah, dengan tokohnya yang paling
vokal Ulil Abshar-Abdalla.

Unsur-unsur liberal dalam kedua organisasi itu memang
dianggap membahayakan akidah dan syariat, tapi
didukung pula oleh beberapa tokoh senior dari dalam
organisasi itu sendiri, bahkan menduduki posisi
pemimpin.

Aliran ini, berkat kepemimpinan yang dinamis dari
tokoh-tokohnya, makin menarik perhatian masyarakat,
bahkan dinilai telah mempengaruhi cara berpikir dalam
organisasi formal. Gejala inilah yang menimbulkan
kegelisahan kalangan MUI yang secara informal
bertindak sebagai "polisi akidah" atau "menjaga
kemurnian akidah" menurut imbauan Presiden Yudhoyono
ketika membuka musyawarah nasional itu. Padahal wacana
yang mereka lontarkan selalu bersifat pencerahan.

Fatwa MUI kali ini telah menimbulkan tanda tanya:
bagaimana penjelasannya hingga timbul gejala itu?
Mengapa gejala itu baru muncul sekarang yang, antara
lain, ditandai oleh gerakan penyerbuan terhadap Kampus
Mubarak, kantor pusat Jemaah Ahmadiyah?

Mau tidak mau gejala itu dikaitkan dengan merebaknya
terorisme yang bersumber dari kalangan umat Islam.
Apakah ini merupakan gejala radikalisasi gerakan Islam
yang dilatarbelakangi upaya-upaya untuk menghidupkan
kembali Piagam Jakarta baru-baru ini (2002)?

Pertanyaan-pertanyaan itu pada gilirannya menimbulkan
keresahan di kalangan kelompok Islam moderat, yang
umumnya berpandangan liberal dan progresif.

Menurut Bassam Tibi, seorang intelektual muslim Jerman
kelahiran Suriah, umat Islam dewasa ini telah
kejangkitan sikap mental defensif karena "serbuan"
modernisasi dan pembaratan (westernisasi), yang
merupakan buah peradaban dominan dewasa ini dan
menyebar lewat arus deras globalisasi. Budaya defensif
itu terutama ditandai oleh sikap curiga dan menolak
pengaruh asing, khususnya lewat simbol pembaratan,
yang sebenarnya merupakan cerminan dari rasa rendah
diri.

Lebih dari itu, pembaratan dicurigai dilatarbelakangi
peradaban Yudeo-Kristiani, khususnya yang
dimanifestasikan dalam gerakan kristenisasi. Dengan
latar belakang itu, lahir wacana-wacana sekularisme,
liberalisme, dan pluralisme. Sebenarnya tema-tema itu
dulu diusung juga oleh gerakan modernisasi, hingga
gerakan modernisasi yang dicanangkan oleh Nurcholish
Madjid ditolak oleh kebanyakan organisasi dan tokoh
Islam.

Dalam kenyataan, wacana sekularisme, liberalisme, dan
pluralisme memang diusung oleh Jaringan Islam Liberal
yang sebenarnya lebih dulu dipelopori oleh Paramadina.

Di kalangan NU, timbul wacana tentang
Pascatradisionalisme, Islam Emansipatoris, dan Islam
Progresif yang diwadahi, antara lain, dalam organisasi
Perhimpunan untuk Pengembangan Pondok Pesantren dan
Masyarakat (P3M), yang dulu dibentuk oleh LP3ES dan
Lembaga Studi Islam dan Sosial (LKIS).

Di kalangan Muhammadiyah, timbul gerakan kalangan muda
yang diwadahi dalam Pusat Studi Agama dan Peradaban
(PSAP) dan Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah
(JIMM).

Dalam fatwa MUI, liberalisme atau jelasnya aliran
"Islam Liberal" dimaksudkan sebagai "pemikiran Islam
yang menggunakan pikiran manusia secara bebas, bukan
pemikiran yang dilandasi agama".

Yang menjadi masalah: apakah penggunaan pikiran
manusia dalam pemikiran Islam itu bisa dicegah? Jika
dicegah melalui hukum, hal itu sama dengan
pemberangusan kebebasan berpikir. Selain itu, Nabi
Muhammad SAW pernah bersabda yang intinya
mengantisipasi dijumpainya persoalan-persoalan yang
tidak ada petunjuknya, baik dalam Al-Quran maupun
sunah. Dalam kasus yang demikian, Nabi SAW mengizinkan
penggunaan akal bebas, yang disebut ijtihad.

Misalnya masalah pemilihan kepala negara dan suksesi
kepemimpinan. Jika pemikiran yang menggunakan akal
bebas itu tidak diakui, sementara penggunaan akal
bebas tidak bisa dicegah, bahkan merupakan keharusan
dalam hal tidak ada landasan Al-Quran dan sunah,
karena masalah itu merupakan persoalan dunia dan bukan
agama, justru akan timbul sekularisme, yang memisahkan
masalah agama dan dunia atau agama dan negara.

Fatwa yang cukup merisaukan adalah dilarangnya doa
bersama, khususnya doa yang dipimpin oleh orang
nonmuslim. Gejala itu sebenarnya sudah sangat lumrah:
seorang pastor atau pendeta mengucapkan doa, padahal
doa bersama yang diucapkan dalam bahasa Indonesia atau
Jawa itu isinya sama saja dengan doa orang Islam,
misalnya meminta keselamatan atau memohon agar para
pemimpin bisa menghentikan pertengkaran di antara
mereka.

Dengan perkataan lain, doa bersama itu bersifat
universal, bisa diucapkan dan diamini oleh semua orang
dari berbagai agama. Mengapa doa bersama itu, yang
maksudnya jelas baik dan merupakan kebiasaan yang baik
pula, yaitu memohon kepada Tuhan, Tuhan seluruh umat
manusia, diharamkan oleh MUI? Bukankah ini adalah
pemberangusan terhadap kebebasan untuk menjalankan
ibadah menurut keyakinan masing-masing?

Fatwa MUI juga menolak asas pluralisme beragama, tapi
bisa menerima pluralitas karena merupakan realitas.
MUI agaknya membedakan pluralitas dan pluralisme, yang
memang berbeda. Yang satu pemikiran dan yang lain
adalah realitas yang tak bisa ditolak. Namun, keduanya
berkaitan satu sama lain.

Asas pluralisme dianut karena berdasarkan realitas,
yaitu realitas masyarakat yang majemuk. Dalam
masyarakat yang majemuk itu, otoritas, yaitu negara
atau MUI, tidak berhak menyatakan bahwa agama yang
satu benar dan agama yang lain salah atau "sesat dan
menyesatkan" seperti yang dituduhkan kepada Ahmadiyah.

Artinya, semua agama harus dianggap benar, yaitu benar
menurut keyakinan pemeluk agama masing-masing. Sebab,
prinsip ini merupakan landasan bagi keadilan,
persamaan hak, dan kerukunan antarumat beragama. Tanpa
pandangan pluralis, kerukunan umat beragama tidak
mungkin terjadi.

Demikian juga, tanpa pluralisme, di mana keyakinan
masyarakat didominasi oleh keyakinan hegemonik seperti
keyakinan para ulama MUI, kebebasan beragama akan
terberangus dari bumi Indonesia.

Padahal yang mendasari Pancasila itu adalah pluralisme
yang tersimpul dalam istilah "bhinneka tunggal ika".
Pluralisme, lewat Pancasila, adalah infrastruktur
budaya dari persatuan Indonesia, demokrasi kerakyatan,
dan keadilan sosial yang berdasarkan ketuhanan yang
mahaesa dan kemanusiaan yang adil dan beradab.

M. Dawam Rahardjo
Anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah
dan mantan Rektor Universitas Islam 45 Bekasi

Kolom ini juga bisa dibaca di Koran Tempo edisi 1
Agustus.






___________________________________________________________
Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB Speicher kostenlos - Hier anmelden:
http://mail.yahoo.de


______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda
harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]




---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS


    Visit your group "kmnu2000" on the web.

    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]

    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


---------------------------------



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]




______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda
harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h84mmal/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705136382:TM/Y=YAHOO/EXP=1122954318/A=2896125/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>Take
 a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for anyone who 
cares about public education</a>!</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke