JERITAN SEORANG PEREMPUAN (Kesaksian di Balik Jeruji)

Halimi Zuhdy Ls* 


Saya katakan, rahim-rahim kami telah terisi dengan
janin akibat perkosaan yang dilakukan keturunan kera
dan babi itu. Mereka telah menodai tubuh kami,
meludahi muka kami, dan merobek-robek Al-Quran untuk
digantungkan ke leher-leher kami. Allahu Akbar.
(Fatimah) Saya saudaramu karena Allah!!. Mereka
memperkosa saya lebih dari sembilan kali dalam satu
hari. Bisakah kau bayangkan? Bayangkan salah satu
saudaramu diperkosa. Bersama saya ada 13 gadis,
semuanya belum menikah. (Fatimah) 



Sungguh, kata-kata di atas menggungah hati,
membelalakkan mata, mengiris-ngiris dada, betapa berat
cobaan dan siksaan yang ditanggung Fatimah, salah
seorang tahanan Abu Gharib, yang sudah berbulan-bulan
berada dalam sangkar harimau AS. Fatimah, begitu ia
dipanggil, ia ditangkap sebagai umpan saudaranya, agar
menyerahkan diri. Sudah berbulan-bulan AS mencarinya,
namun hanya kekecewaan yang mereka dapat. Saudarannya
itu, dianggap pembangkang, penyebar kerusakan,
pengacau keamanan, mekipun menurut keyakinan dirinya
adalah pejuang sejati (mujahid), karena membela
kehormatan agama dan negaranya dari tangan-tangan
laknat, AS. 


Fatimah dari kalangan terhormat, keluarganya dikenal
kebaikan dan ketakwaannya. Ia salah-seorang perempuan
di antara perempuan-perempuan Iraq yang masih suci dan
perawan. Namun, ia menjadi korban pelampiasan nafsu
bejat tentara AS, ia menjadi pemuas syahwat hewani
mereka, ia menjadi korban kebejatan dan keganasan
keangkuhan mereka. Mereka yang tidak akan pernah puas
dengan meminum darah muslim, mereka yang tidak akan
pernah tunduk dibawah bendera kebenaran, mereka yang
tidak akan pernah takluk oleh jeritan-jeritan anak dan
perempuan-perempuan tak berdosa. Mereka tidak akan
pernah sadar akan kegilaan-kegilaannya, dan
jiwa-jiwanya akan selalu mencari korban-korban demi
pemuas nafsu bejatnya, selama mereka masih berada
dibawah bendera-bendera syaitan. 


Sebagaimana yang disinyalir dalam Al-Qur’an, bahwa
orang Yahudi dan Nasrani, tidak akan pernah (Lan) rela
padamu sehingga kamu mengikuti agama mereka.
(Al-Baqoroh :120) Kebejabatan mereka sudah bukan
rahasia lagi, bukan hanya hari ini mereka berbuat
mungkar, makar, dan kehancuran. 


Perbuatan laknat itu dilakukan sejak dahulu kala, dan
mereka tidak akan pernah berhenti sampai orang-orang
muslim tunduk dibawah kaki mereka. Naghuzubillah.
Fatimah, hanya salah satu dari perempuan-perempuan
muslimah yang kehormatannya ditelanjangi oleh
laknatullah-laknatullah dan sekutu-sekutu syaitan itu.
Seperti di Bosnia, beribu-ribu perempuan suci
ternodai, mereka mengandung keturunan—meminjam
bahasanya Fatimah—babi dan kera. Perempuan-perempuan
yang setiap harinya menjaga kehormatannya, kesuciannya
dan kegadisannya, direnggut dengan paksa, diperkosa
secara massal di depan keluarganya, bahkan kemaluannya
disetrum dengan listrik, dialiri timah, kemudian
berondongan tembakan menyertainya. 


Mari kita resapi jeritan panjang Fatimah, lewat
suratnya, yang sempat menghebohkan Bahgdad. Suratnya
itu berhasil diselundupkan keluar dari penjara Abu
Gharib di tengah malam yang sunyi, di mana para
tentara AS dan sekutunya terbuai dengan anggur,
alkohol dan perempuan-perempuan simpanannya. Fatimah
menulis suratnya dengan tetesan-tetesan keringatnya
yang mulai mendidih karena amarah, ia menulis dengan
air matanya yang mulai mengering karena tak ada
tetesan air yang mengalir ditubuhnya, ia menulis
dengan darahnya yang mulai menghitam karena
kehormatannya dicabik-cabik. 


Salinan suratnya berhasil ditemukan oleh Mafkarat
al-Islam. Yang Isinya sebagai berikut :
Bismillahirrahmanirrahiim. *Say He is God the One; God
the Source [of everything]; Not has He fathered, nor
has He been fathered; nor is anything comparable to
Him.* [Qur*an, Surat 112 *al-Ikhlas*] Saya menulis
surat Al-Ikhlas ini karena mempunyai arti yang
mendalam bagi saya, dan menimbulkan getaran di hati
orang-orang yang beriman. Saudaraku mujahidin di jalan
Allah* Apa yang dapat kukatakan padamu? Saya katakan,
rahim-rahim kami telah terisi dengan janin akibat
perkosaan yang dilakukan keturunan kera dan babi itu.
Mereka telah menodai tubuh kami, meludahi muka kami,
dan merobek-robek Al-Quran untuk digantungkan ke
leher-leher kami. Allahu Akbar. Tidakkah kau mengerti
tentang kejadian yang menimpa kami? Betulkah kau tidak
tahu ini terjadi pada kami? Kami saudaramu, dan Allah
akan meminta tanggungjawabmu tentang kejadian ini
kelak. Demi Allah, tidak semalam pun kami lewatkan di
penjara ini kecuali mereka mendatangi salah satu dari
kami untuk melampiaskan nafsu setannya. Padahal kami
selalu menjaga kehormatan kami karena takut kepada
Allah. Takutlah pada Allah! Bunuhlah kami bersama
mereka! Hancurkan mereka bersama kami! Jangan biarkan
kami di sini agar mereka bisa bersenang-senang
memperkosa kami, sesungguhnya ini adalah sebuah
perbuatan dosa besar di sisi Allah. Takutlah pada
Allah akan urusan kami. Biarkan (jangan serang) tank
dan pesawat mereka. Datanglah pada kami di penjara Abu
Ghurayb. Saya saudaramu karena Allah. Mereka
memperkosa saya lebih dari sembilan kali dalam satu
hari. Bisakah kau bayangkan? Bayangkan salah satu
saudaramu diperkosa. Bersama saya ada 13 gadis,
semuanya belum menikah. Semuanya telah diperkosa
didepan mata kami semua. Mereka melarang kami untuk
sholat. Mereka mengambil pakaian kami, dan membiarkan
kami telanjang. Saat surat ini saya tulis, seorang
diantara kami telah bunuh diri setelah diperkosa
beramai-ramai. Seorang tentara memukulnya di dada dan
paha setelah memperkosanya, lalu menyiksanya. Gadis
itu kemudian bunuh diri dengan memukulkan kepalanya ke
tembok penjara, karena dia sudah tidak sanggup
menerima ini. Meskipun bunuh diri dilarang oleh Islam,
saya memaklumi perbuatannya* Saya hanya berharap,
semoga Allah mengampuninya, sesungguhnya Dia Maha
Pengampun. Saudaraku, saya katakan padamu lagi,
takutlah pada Allah. Hancurkan kami bersama para
tentara itu, agar kami bisa beristirahat dalam damai.
Tolonglah kami, tolonglah kami, tolonglah kami* Waa
Mu’tasimah!. 


Surat ini telah berakhir, namun penderitaan penulisnya
dan para muslimah belum berakhir. Hatta mataa haadza
s-sukuut !! Ini yang sudah kesekian kalinya terjadi..
Entah berapa lagi akan segera menyusul Kemarin, hari
ini dan besok Begitu seterusnya.. Ya Rabb nasyku
ilaika da'fa quwwatina Wa qillata hiilatina Allahumma
n-shurna nashran adziima Allahuma 'alaika bil haaula
l-kuffar Allahuma 'alaika biman adzaa l-muslimin.
Fatimah, dari tahanan Abu Gharib Tetesan-tetesan tinta
Fatimah di atas, sungguh menghentakkan jiwa-jiwa yang
masih punya rasa; rasa kemanusiaan, dan rasa
persaudaraan, persaudaraan Islam. 


Mereka sekutu-sekutu syaitan, dengan kedok demokrasi,
jiwa leberal, nafas kemanusia, menghancurkan masa
depan perempuan-perempuan tak berdosa,
perempuan-perempuan yang selalu menjaga mahkota
terindah dan terhormat, mereka hancurkan begitu saja,
demi kepuasaan hasratnya.. sungguh aneh, tapi itu
adalah sebuah kenyataan pahit yang harus ditelan oleh
umat Islam. Lagi-lagi perempuan yang tidak berdosa
menjadi makanan empuk mereka. 


Sungguh biadab; mereka tidak punya hati nurani, mereka
tidak punya rasa kemanusiaan, mereka yang tidak punya
kehormatan. Mereka yang mengatas namakan HAM, berani
meluluhlantakkan negeri-negeri Islam. Negeri yang
hanya ingin menerapkan hukum-hukum Islam, negeri di
mana penduduknya menginginkan kedamaian dan
ketentraman. Negeri yang ingin menerapkan hukum rajam,
potong tangan, dan hukuman mati, mereka anggap
menyalahi demokrasi, demokrasi paham mereka. Dan
dianggapnya, hukum Islam adalah hukum yang tidak
berprikemanusiaan, prikemanusiaan paham mereka. 


Sungguh aneh, mereka yang selalu berorasi dan
bertindak atas nama HAM, namun di sana sini, mereka
menghancurkan, memperkosa, mencuri bahkan membunuh
dengan sadisnya. Ada orang yang mengatakan kalau
membunuh secara mencicil, namanya teroris. Tetapi
kalau membunuh masal, bukanlah terorisme, melainkan
‘tindakan keamanan’. Jadi, ketika pesawat-pesawat
Israil masuk negara lain dan membunuh masyarakat di
selatan Lebanon, Yordania, dan daerah lain, mereka
tidak disebut teroris, karena pembunuhan bersifat
masal dan demi pengamanan daerahnya. Di samping itu,
tindakan mereka ditolerir dengan alas an melindungi
perdamaian. 


Pembunuhan yang dilakukan mereka tidak hanya dengan
membombardir negara-negara yang dianggap berbahaya
bagi keutuhan mereka, namun mereka membunuh dengan
pelan-pelan seperti yang disinyalir oleh buku American
Shadow Government, “Bahwa mereka menyebarkan
virus-virus penyakit yang mematikan keseluruh dunia,
dan HIV/AIDS adalah salah satu dari jenis virus dan
penyakit itu. Alasan dan landasan dasar untuk
melakukan hal ini adalah untuk dengan sengaja
melakukan “seleksi khusus” dalam upayanya mengurangi
penduduk dunia. Kemudian dalam buku itu juga,
“berhati-hatilah dengan program Organisasi Kesehatan
Dunia/World Health Organization (WHO) dalam programnya
memberikan imunisasi”, ketika mereka menjelajah dunia
dengan program vaksinasinya, maka disitulah tersebar
wabah AIDS atau pun wabah lainnya”. Lagi-lagi mereka
yang tidak berdosa menjadi makanan empuk mereka. 


Rintihan Fatimah, adalah bukti kebobrokan demokrasi
mereka, demokrasi yang digembar gemborkan mereka
sebagai ediologi kedamaian, tapi nyatanya adalah
pemerkosaan hak-hak dan kehormatan. Kalau kita sadar,
masih banyak Fatimah-fatimah lain yang menjadi
korban-korban keganasan mereka (oknum AS, Eropa,
Ziones, salibis dan sekutu-sekutunya). 


Sebagaimana yang dinyatakan Herak, prajurit Serbia
berusia 21 tahun, dalam pernyataanya; “disebuah ladang
di luar kota Vogosca, satu pasukan Serbia menembaki
ratusan orang, termasuk perempuan dan anak-anak.
Mayat-mayat mereka diangkut truk sampah, dionggokkan
di sumur besar dekat rel kereta api di Rajlovoc.
Bensin disiramkan di atasnya, dan tubuh-tubuh
muslim-muslimah itu berubah menjadi nyala api. Masih
dengan wajah tanpa emosi, Herak menceritakan kejadian
di Donja Bioca. Orang-orang Islam ditembaki dan
dilemparkan ke tungku api pabrik baja. Sebagian di
antara mereka dimasukkan ke sana hidup-hidup. (The New
york times, 1992). 


Yang paling mengerikan adalah kisah kamp-kamp yang
menyimpan kaum muslimat. Kamp-kamp dibuat oleh Serbia
dan Kroasia, para prajurit diperintahkan untuk
memperkosa mereka di depan umum, sering di depan
keluarga mereka. “Lakukan apa saja terhadap
perempuan-perempuan itu semau kalian. Kalian boleh
bawa mereka ke mana pun, tapi jangan bawa mereka
kembali ke sini,” perintah komandan kamp kepada para
prajurit seperti masih diingat dengan jernih oleh
Herak. Mereka menggiring tawanan Muslimah itu ke mana
saja, memperkosanya (sering dengan cara yang kejam,
seperti dengan membakar rambutnya), dan membunuhnya. 


Menurut Nina Kadic dan Yelijka Mrkic dari Zagreb,
lebih dari 120. 000 muslimat mengalami nasib yang
mengenaskan. (Kang jalal, 164 ). Bandingkan cerita
Herak, prajurit Serbia Yerussalem 15 Juli 1099, yang
berjudul Gesta Francorum : “ segera saja pasukan kami
menguasai seluruh kota, merampas emas dan perak, kuda
dan keledai, dan rumah yang penuh dengan segala macam
kekayaan. Semua anggota pasukan kami bergembira dan
menangis bahagia ketika berdoa di Gereja. Pagi hari,
orang-orang kami menaiki atap rumah, menyerang semua
muslim, laki-laki dan perempuan, dan memotong kepala
mereka dengan pedang. Basah dengan darah dari ujung
keujung, pedang kami menebas dan menancap sampai
kepuasan menghentikannya.” 


Masih ingatkah pembantaian-pembantaian lain yang
dilakukan oleh mereka (yang tidak rela melihat Islam
jaya), pada 1552, pasukan Rusia di bawah pimpinan Ivan
the Terrible menyerbu Kazan dan menyembelih 30.000
orang muslim. Pada permulaan abad 18, pembantaian
besar-besaran umat Islam terjadi di Monenegegro,
orang-orang Islam disuruh memilih: dibunuh atau masuk
Kristen. Peristiwa ini, dikenal dengan sebutan Istraga
Poturica (pemusnahan Islam). Pertengahan abad 19
pembantaian besar juga dilakukan oleh Serbia,
pembantaian massal juga terjadi pada bulan Maret 1807,
ketika Serbia memperoleh status otonomi. Ketika Perang
Dunia II meledak, pasukan kerajaan Yugoslavia
berkampanye untuk memusnahkan kaum muslimin di seluruh
Yugoslavia. Sejak tahun 1941 sampai 1943, lebih dari
103.000 orang Islam dibunuh. 


Siapa dibelakang mereka?. Anda sudah dapat menebak.
AS, Eropa, dengan salibis dan zionisnya dengan
mengendarai PBB ada dibelakang mereka. Lagi-lagi
mereka!!! Sampai detik ini, mereka terus beraksi
menghancurkan, mengobrak-abrik, membrangus,
rasa-rasanya, mereka tidak senang melihat umat Islam
hidup dalam ketenangan, kedamaian, dan kesejahteraan.
Rotasi kejahatan mereka sekarang berada di tanah suci
agama-agama langit, Baitul Muqoddas. Dan di tempat
beradaban umat Islam berkembang, Iraq. Sudah berapa
nyawa melayang, sudah berapa perempuan dan anak-anak
yang menjadi tumbal keganasan mereka. 


Mungkin mereka (zionis) ingin bernostalgia,
sebagaimana salibis-salibis sembilan ratus tahun
silam, menjadikan Bait Muqoddas dengan banjir darah,
sehingga tak ada satu jengkal tanah pun yang tanpa
aliran darah Muslim-muslimah. Mereka benar-benar tidak
akan rela umat Islam jaya dan merdeka, kapan pun dan
di mana pun. Senyum mesra politis tampak dari
mulut-mulut mereka, namun hasrat mereka tetap ingin
menghancurkan umat Islam, lan tardho, tidak akan
pernah rela umat Islam jaya di Dunia. 


Apakah kita rela berdamai dengan mereka (AS dan Eropa
dengan salibisnya, Israil dengan zionisnya), sedangkan
mereka bebas menghancurkan saudara-saudara kita
(muslim), apakah kita rela bermesraan dengan mereka,
sedangkan saudara-saudara kita di bantai
habis-habisan, apakah kita rela bernostalgia dengan
kedok kemanusiaa, sedangkan mereka selalu mencari
kelemahan kita dan menghancurkan kita, relakah kita
melihat saudara-saara kita diperkosa, diinjak,
disembelih, diluluh lantakkan dan disingkirkan dari
tanah kelahiran mereka, bahkan perdabannya tak lagi
tampak. Hanya orang yang tidak punya hati nurani, yang
bergembira melihat saudaranya dianiaya. 


Sungguh!!! betapa rendahnya kita, kita yang tidak
dapat berbuat apa-apa untuk membantu saudara-saudara
kita yang dibantai, malah kita bekerjasama dan
mendukung gerakan mereka dengan kedok penumpasan
teroris, menyuarakan kedamaian nisbi yang sengaja
digulirkan mereka untuk menutupi kebejatannya, dan
mendukung demokrasi bejatnya. 



Akankah kita terus bergembira dengan ketenangan,
kedamaian, dan ketentraman kita, sedangkan
kepala-kepala mereka dipenggal, kehormatan mereka
dinodai, harta-harta mereka dirampas, dada mereka
dicabik-cabik, lidah-lidahnya dipotong, kakinya
dilepas, anak-anaknya dibakar, rahim-rahimnya dilumuri
kehinaan sampai mengandung anak babi dan kera (bal hum
adhl). Menggunakan bahasa Kang Jalal, kita ternyata
hanya mampu berdo’a. itu pun kita lakukan diam-diam,
sering kali tanpa disertai setes air mata pun. Tetapi,
apakah doa saja cukup? Dapatkah Anda membela diri di
hadapan Allah nanti hanya dengan doa itu saja? Tuhan,
ampunilah kami semua. Tulisan ini bukan untuk
mempropaganda agar membenci kaum salibis dibawah AS
dan Eropa, Zionis dibawah yahudi Israel. Tapi memang,
ini adalah sebuah kenyataan, mereka yang selalu
menyulut api, dan membakar kita. apakah kita akan
selalu rela kulit-kulit kita hangus, tubuh-tubuh kita
dicincangnya, aqidah kita dibrangus, prempuan-prempuan
kita ditelanjangi dan dicabuli. Jangan selalu
meneriakan kedamaian nisbi, kalau jantung-jantung kita
dirobek. “Kedamain di bumi”, hanya sebagai selogan,
namun konspirasi-konspirasi penghancuran umat Islam
terus mereka lakukan. Tapi sering kali kita tidak
sadar, bahwa hari demi hari mereka semakin ganas,
tidak hanya fisik yang mereka luluhlantakkan, namun
kultur-kultur kita sudah diaduk-aduk kultur-kultur
bejat mereka. 


 


Halimi Zuhdy Ls adalah Pengurus Wilayah GPMI (Gerakan
Persaudaraan Muslim Indonesia) Biro Informasi,
Komonikasi dan Media Massa . (2003-2006). Salah satu
partisipan harokah-harakah Islamiyah penentang AS dan
Sekutunya, mereka yang selalu bernafsu dan bersyahwat
untuk menghancurkan Islam sampai keakar-akarnya. Di
belakang mereka Zionis-zionis dan salibis laknat yang
terus ingin mengendalikan dunia agar tunduk pada
ajaran sesat mereka. Allah Akbar. Wallahul musta’an
wailai tuklan. Email = [EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED] Tetesan-tetesan tintanya dapat dilihat
di beberapa situs internet, tentang
konspirasi-konspirasi kaum-kaum penghancur Islam.


Mahasiswa Pasca Sarjana UIN Malang. Murabby Ma'had ALi
Sunan Ampel Malang. Alumni PP. An-Nuqoyah. 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 




______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke