INTISARI KITAB
Mau'izhatul Mu'minin min
"IHYA' ULUMIDDIN"
==Hujjatul Islam Al Imam Al Ghazali==
(Bimbingan Mu'min dari Menghidupkan Ilmu-ilmu Agama)

--------------------------------------------------------------------------------

Bismillah, Walhamdulillah Wassholatu Wassalamu
`Ala Rasulillah, Wa'ala Aalihie Washohbihie Waman Walaah
amma ba'du... 

KITAB ADAB PERGAULAN, PERSAUDARAAN DAN PERSAHABATAN (3/15)

Sifat yang harus diperhatikan dalam memilih sahabat. 
        
      Ketahuilah, bukan semua manusia patut dijadikan sabahat, Rasulullah 
s.a.w. 
      telah bersabda: 
        
        "Seseorang itu atas agama (perjalanan) rakannya, maka hendaklah 
        seseorang kamu memerhatikan siapa yang harus dipilih menjadi rakan."

      Sayugialah hendaknya rakan yang dipilih itu mestilah mempunyai beberapa 
      sifat dan kelakuan yang istimewa, yang menyebabkan anda memilihnya untuk 
      dijadikan rakan atau sahabat. Kesimpulannya hendaklah sabahat itu seorang 
      yang waras fikiran, baik budi pekerti, tidak fasik, dan tidak terlampau 
      mementingkan hal-hal keduniaan. 
       
      Adapun sifat waras pemikiran itu menjadi modal atau pokok dalam 
kehidupan, 
      kerana tidak ada gunanya membuat sahabat pada orang yang ahmak atau 
kurang 
      akalnya, sebab yang demikian itu akan membawa kepada perasaan tidak 
      tenteram dan perselisihan, sekalipun persahabatan itu berjalan begitu 
      lama. Ada pula yang berkata bahawasanya memutuskan persahabatan dengan 
      orang yang ahmak itu, adalah suatu pengorbanan (mendekatkan diri) kepada 
Allah. 
       
      Adapun perihal budi pekerti yang luhur itu, maka setiap orang patut 
      bersifat dengannya. Sebab tidak ada gunanya bersahabat dengan orang yang 
      sering dikuasai oleh perasaan marah, suka dipengaruhi oleh nafsu syahwat, 
      atau orang yang bersifat kikir dan pengecut atau orang yang selalu 
      menurutkan segala hawa nafsunya yang buruk itu. 
       
      Adapun orang yang fasik dan tetap pula dengan kefasikannya, tidak mahu 
      bertaubat dan tidak mengendahkan nasihat orang supaya mengubah sikapnya, 
      maka orang ini juga tidak ada faedah untuk bersahabat dengannya. Malah 
      melihat kelakuannya saja akan mendorong jiwa kepada perkara-perkara 
      maksiat, serta memadamkan rasa benci kepada maksiat yang sudah dipunyai 
      oleh hati. Begitu pula biasanya, orang yang tidak takut kepada Allah, 
      tidak dapat dipercayai persahabatannya dan tidak dapat ditolak 
      kecurangannya, bahkan biasanya ia memang suka bertukar-tukar sikap dengan 
      pertukaran keadaan dan pendirian. 
        
      Allah berfirman: 
       
        "Dan jangan lah engkau menurut orang yang telah Kami lalaikan hatinya 
        dari mengingati Kami, lalu ia mengikutkan hawa nafsunya." (al-Kahf: 28)

      Allah berfirman lagi: 
        
        "Maka berpalinglah engkau dari orang yang tiada mempedulikan peringatan 
        Kami, dan ia hanya menginginkan kehidupan dunia semata-mata".           
 
            (an-Najm: 29)

      Allah berfirman lagi: 
        
        "Dan ikutilah jalan orang yang suka kembali (bertaubat) kepadaKu."   
        (luqman: 15) 

      Dalam ayat-ayat tersebut ditunjukkan larangan bersahabat dengan 
      orang-orang yang fasik. 
       
      Alqamah berpesan kepada puteranya katanya: Wahai anakku! Kiranya engkau 
      merasakan perlu bersahabat dengan seseorang maka hendaklah engkau memilih 
      orang yang sifatnya seperti berikut: 
       
        Jika engkau membuat bakti kepadanya, ia akan melindungimu. 
        Jika engkau rapatkan persahabatan dengannya ia akan membalas baik 
        persahabatanmu itu. 
        Jika engkau memerlukan pertolongan daripadanya berupa wang dan 
        sebagainya ia akan membantumu. 
        Jika engkau menghulurkan sesuatu kebaikan kepadanya ia akan menerima 
        dengan baik. 
        Jika ia mendapat sesuatu kabajikan (bantuan) daripadamu, ia akan 
        menghargai atau menyebut kebaikanmu. 
        Jika ia melihat sesuatu yang tidak baik daripadamu, ia akan menutupnya. 
        Jika engkau meminta sesuatu bantuan daripadanya, ia akan 
        mengusahakannya. 
        Jika engkau berdiam diri (kerana malu hendak meminta), ia akan 
        menanyakan kesusahanmu. 
        Jika datang sesuatu bencana menimpa dirimu, ia akan meringankan 
        kesusahanmu (membuat sesuatu untuk menghilangkan kesusahan itu). 
        Jika engkau berkata kepadanya, niscaya ia akan membenarkanmu. 
        Jika engkau merancangkan sesuatu, niscaya ia akan membantumu. 
        Jika kamu berdua berselisih faham, niscaya ia lebih senang mengalah 
        untuk menjaga kepentingan persahabatan.
  
      Demikian pesanan Alqamah kepada puteranya dalam menggambarkan perilaku 
      sahabat yang sejati. 
        
      Berkata Saiyidina Ali r.a: 
        
        Saudaramu yang sebenar ialah orang yang sentiasa berada di sampingmu. 
        Ia sanggup membahayakan dirinya demi kemaslahatanmu. 
        Orang yang setiap masa bekerja untuk keperluanmu. 
        Sanggup mengorbankan segala-segala untuk kepentingan dirimu. 
        
      Abu Sulaiman ad-Darani rahimahullah berkata pula: jangan sekali-kali 
      engkau bersabahat melainkan dengan salah seorang dari dua orang berikut:
       
        Orang yang engkau merasa senang dengannya dalam menguruskan hal-ehwal 
        keduniaanmu. 
        Orang yang engkau dapat menambah faedah dan manfaat dalam hal-ehwal 
        keakhiratanmu. 
       
      Memasyghulkan diri dengan bersahabat selain dari dua orang yang tersebut 
      di atas itu, akan menyebabkan kerugian dan menunjukkan kebodohan yang 
      besar. 
       
      Adapun berkawan dengan orang yang sangat mementingkan perkara keduniaan 
      semata-mata, adalah semacam meminum racun yang membinasakan. Kerana 
tabiat 
      manusia itu sentiasa terpengaruh untuk meniru-niru dan mengikut sikap 
      kawan. Dan memang sudah ternyata, bahwa tabiat manusia selalu meniru 
      tabiat rakannya tanpa disedari oleh yang lain. Jadi bercampur-gaul atau 
      berkawan dengan orang amat mementingkan hal-hal keduniaan semata-mata, 
      akan menarik hati kepada sifat tamak dan sayangkan dunia. Begitu pula 
      bercampur gaul atau berkawan dengan orang yang zahid atau orang yang 
      mementingkan hal-hal keakhiratan, akan menarik hati kepada cintakan 
      kezahidan. Oleh itu dimakruhkan persahabatan dengan penagih dunia atau 
      pencinta dunia, dan dianjurkan persahabatan dengan para ulama dan para 
      bijaksana dan cendekiawan. 
       
      Luqman memberikan nasihat kepada puteranya katanya: Wahai anakku! 
      Dampinglah para ulama dan hubungkanlah kedua lututmu dengan mereka, 
kerana 
      hati itu akan menjadi hidup dengan diresapi hikmat sebagaimana bumi yang 
      mati itu akan hidup semua dengan diresapi air hujan.

(Bersambung)


[Non-text portions of this message have been removed]



______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke