Nah ini baru cara orang yg berakhlak, kata maaf sangat mudah dan murah dalam
menyelesaikan persoalan antara sesama muslim. Tidak seperti bahasa mas Agus B.
Rahardjo......lebih menonjolkan sikap angkuhnya ketimbang keikhlasan utk
menerima kenyataan bahwa apa yg dilakukan pihak Al Kautsar kurang etis (tanpa
konfirmasi ke pihak PCI NU Mesir dlm penerbitan VCD).
Bahkan pihak PCI NU Mesir sangat "tawadlu" menerima kekhilafan pihak Al
Kautsar , tanpa tuntutan macam-macam (apalagi yg berbau materi).
Muhkito Afiff <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
--- In [EMAIL PROTECTED], Muchlis Hanafi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ass.
Masalah ini sudah clear dengan adanya klarifikasi terakhir dari
pihak Al-Kautsar yang disebar ke seluruh mailist mahasiswa Kairo.
Fwd. Mas Muhkito kurang lengkap. Terima kasih.
Muchlis M. Hanafi
[EMAIL PROTECTED] wrote: Date: Thu, 9 Feb 2006 11:56:54 +0700
From: [EMAIL PROTECTED]
To: Muchlis Hanafi <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: Klarifikasi Penerbitan CD Dialog Gabungan di Mesir
Kepada Yth,
Ustadz Mukhlis Hanafi, MA
Assalamu?alaikum wr. wb.
Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih atas tanggapan surat kami
tersebut. Kami memahami mungkin hal ini terjadi dikarenakan adanya
miskomunikasi yang ternyata menimbulkan rasa curiga. Untuk itu, kami
mohon maaf jika dampak penggandaan VCD tersebut dapat menimbulkan
masalah yang tidak kita prediksikan sebelumnya. Untuk itu di kemudian
hari, hal ini mudah-mudahan dapat menjadi pelajaran bagi kita agar
lebih berhati-hati lagi. Terlebih lagi jika sampai menyantumkan nama
institusi/pihak lain di produk kita. Meskipun, sebetulnya itu
tidak lebih dari sekadar penghormatan saja tanpa ada maksud apa pun
selain itu.
Sebab, tidak dicantumkan pun kalau pertimbangannya bisnis, tidak ada
pengaruhnya. Namun, bisa jadi apabila nama institusi/pihak yang
terlibat tidak dicantumkan, yang bersangkutan malah akan tersinggung.
Jadi serba salah.
Kami juga mohon maaf karena tidak menghubungi para pembicara dan
berbagai pihak yang terlibat dalam acara tempo hari, baik secara lisan
maupun tulisan. Jujur saja, tadinya kami menganggap bahwa masalah ini
sudah disampaikan oleh Panitia Penyelenggara. Tetapi sudahlah, sekali
lagi ini mungkin soal miskomunikasi saja, terutama antara Pustaka Al-
Kautsar dan para pembicara serta pihak yang terlibat secara langsung.
Semoga surat ini dapat menambal 'lubang' kesenjangan yang sempat
muncul di antara kita ini.
Kami juga berharap agar hal ini tidak mengganggu silaturahim antara
Pustaka Al-Kautsar sebagai institusi dengan teman-teman mahasiswa
Kairo.
Bagaimanapun juga Pustaka Al-Kautsar mempunyai hubungan yang erat
dengan sebagian mahasiswa atau mantan mahasiswa Kairo; baik sebagai
penerjemah, penulis, editor, penyuplai naskah, pertemanan, ataupun
persaudaraan.
Sekiranya Ustadz Mukhlis Hanafi, MA mau bersilaturahim ke Pustaka Al-
Kautsar, maka ahlan wa sahlan wa marhaban. Insya Allah kami sudah
menyediakan hak kenang-kenangan (yang kemarin tidak terbawa oleh Pak
Muslich) dua buah VCD tersebut untuk masing-masing pembicara dan
moderator.
Sekian jawaban kami.
Wassalamu'alaikum wr. wb.
Pustaka Al-Kautsar
= = =
Quoting Muchlis Hanafi
:
> Kepada Direktur Pustaka Al-Kautsar
>
> Assalamu`alaikum Wr. Wb.
> Teriring doa semoga Bapak beserta keluarga besar Al-Kautsar
> dalam lindungan Allah swt.
> Terima kasih atas tanggapan yang disampaikan dengan merujuk
> kepada postingan email sdr. Yusuf Burhanuddin yang 'menyertakan'
> postingan 'keberatan' saya. Karena dalam surat tersebut Bapak
> selalu merujuk kepada ungkapan atau tulisan saya, sehingga tudingan
> atau tuduhan balik diarahkan ke saya, maka perkenankanlah saya
> memberikan klarifikasi sebagai berikut :
> 1. Saya tidak pernah menyampaikan beberapa hal (yang Bapak
> katakan sebagai 'tuduhan', 'upaya mendiskreditkan' dsb), menyangkut
> penerbitan VCD Islam Liberal dalam Sorotan, kepada Bapak atau
> redaksi Al-Kautsar secara langsung. Tulisan saya yang dikirim oleh
> Sdr. Yusuf adalah postingan yang saya sampaikan dalam mailist warga
> NU Mesir beberapa waktu lalu, dalam kapasitas saya sebagai anggota
> sekaligus Katib Syuriah PCI-NU Mesir, sebagai masukan/ bahan
> pertimbangan kepada pengurus tanfidziyah. Sekadar diketahui, sedari
> awal di kalangan NU Mesir banyak pihak yang menentang keras
> keikutsertaan PCI-NU dalam acara dialog dengan Ust. Hartono
mengingat resistensi sebagian anggota terhadap beberapa pemikiran Ust.
> Hartono. Dengan beberapa rekan Syuriah, saya berupaya menengahi
agar PCI-NU justru dapat berpartisipasi aktif dan obyektif dalam
acara tersebut. "Perbedaan pendapat tetap harus kita selesaikan
dalam kerangka dialog 'billati hiya ahsan", demikian yang sering s!
> aya
> katakan kepada teman-teman NU. Maka jadilah hasilnya seperti itu.
> Saya pribadi sangat mengapresiasi sikap lapang dada yang
ditunjukkan
> Ust. Hartono dalam menghadapi teman-teman yang berbeda pendapat
> dengan beliau. Mohon dipahami kontek tulisan saya tersebut.
> 2. Saya tidak menduga postingan tersebut dikirimkan 'apa
> adanya' oleh Sdr. Yusuf sebagai lampiran 'protes' yang disampaikan,
> karena memang sdr. Yusuf tidak memberitahu saya terlebih dahulu.
> Sebelum postingan itu dikirim kepada Bapak (dengan tembusan ke saya
),
> dia hanya memberitahu saya bahwa masalah ini akan dibawa kedalam
> rapat tertutup antar ormas di Mesir. Setelah membaca 'surat
protes'
> Akhi Yusuf kepada Bapak, saya lantas menyarankan kepada beliau,
> agar aksi protes (kalau ingin disampaikan) "sebaiknya dilakukan
> secara kolektif (bukan perorangan); melibatkan pihak-pihak yang
> terlibat dalam penyelenggaran acara tersebut". Saya sangat memahami
> 'nada emosional' akhi Yusuf yang merupakan gelora jiwa mudanya,
> sebagaimana halnya saya sangat memahami 'kekagetan' Bapak menyikapi
> surat tersebut. Kendati demikian, secara pribadi saya memandang ada
> cara/ ungkapan lain yang lebih santun untuk sekadar meminta
> klarifikasi dalam rangka menyelesaikan persoalan ini, t!
> anpa
> emosi dan buruk sangka.
> 3. Sesungguhnya persoalan ini tidak akan mencuat jika sedari
> awal pihak Al-Kautsar memberitahukan terlebih dahulu kepada kami
> (pihak-pihak yang terlibat) perihal penerbitan VCD tersebut. Dan
> itu, dalam pandangan saya, tidak sulit untuk dilakukan seperti
> halnya dengan mudah dan segera Bapak merespon surat sdr. Yusuf.
> 4. Tidak terdetik sedikit pun di hati saya untuk meminta
bagian
> dari penjualan VCD tersebut. Laa as`alukum `alayhi ajran illal
> mawaddata fil qurba. Alhamdulillah, penghasilan saya sebagai dosen
> (PNS) yang sedang tugas belajar (kendati tidak seberapa), ditambah
> donasi sponsor S3 saya (Pusat Studi Alquran di Jakarta) dan hasil
> dakwah keliling atas undangan beberapa KBRI di Eropa setiap
Ramadhan,
> sudah mencukupi kebutuhan saya selama menyelesaikan studi. Karena
> itu saya tidak peduli dan tidak mau tahu, apakah penjualan VCD itu
> menghasilkan untung atau tidak, sepenuhnya kembali kepada
> pertimbangan Al-Kautsar. Bahkan, masukan saya kepada PCI-NU, agar
> dalam klarifikasi ke pihak Al-Kautsar tidak dalam rangka 'meminta
> bagian' (lihat kembali bagian akhir tulisan saya). Seperti halnya
> Ust. Hartono ingin mendokumentasikan acara tersebut, saya pun
> berkeinginan demikian, dan sampai saat ini keinginan tersebut belum
> terwujudkan. Insya Allah saya akan membelinya sekembal!
> i saya ke
> tanah air. Sekadar informasi, Sdr. Abbas Mansur Tamam juga
> menyatakan hal yang sama dengan saya, 'bukankah sebaiknya pihak
> Al-Kautsar memberitahu kita lebih dahulu'.
> 5. Saya pribadi merasa senang dan sangat menghargai upaya
Bapak
> memperkenalkan mahasiswa Kairo dan saya pribadi ke khalayak umum di
> tanah air. Tentunya rasa senang ini tidak bisa saya ungkapkan
kepada
> teman-teman. Karena saya sadar, dibanding nama-nama besar yang
> dimiliki Al-Kautsar (Ust. Hartono, Ust. Adian dll), bahkan nama
besar
> Al-Kautsar sendiri, tentu kami tidak seberapa. Tetapi kami (yang
> sangat tidak sebanding dengan nama-nama beken milik Al-Kautsar)
akan
> sangat lebih bahagia jika kami diberitahu terlebih dahulu. Saya
> sendiri, bahkan Sdr. Yusuf selaku Ketua PERSIS Kairo, dan PCI-NU,
> tidak mengetahui adanya diskusi Bapak dengan panitia penyelenggara
> (sdr Mahir, Faqih dkk) tentang rencana menggandakan rekaman acara
> tersebut.
> 6. Saya sepakat dengan Bapak, bahwa nama mahasiswa Kairo tidak
> otomatis mudah dijual. Adalah Bapak Quraish Shihab (ketika menjadi
> Dubes di Kairo) yang sering menyadarkan bahwa tidak ada yang bisa
> dibanggakan dari nama Al-Azhar atau Kairo kecuali kalau kita bisa
> menunjukkan prestasi atau karya gemilang. Saya hanya mengatakan
(dan
> ini tidak saya nyatakan kepada Bapak), "Di kalangan masyarakat
> "malas membaca" seperti kebanyakan di Indonesia, tayangan CD
> merupakan sarana efektif untuk mendengarkan ilmu dan informasi.
> Karena itu saya menduga, Al-Kautsar tidak akan kesulitan
> memasarkannya, apalagi di situ "dijual" nama "Mahasiswa Kairo".
Saya
> katakan "dijual", karena memang VCD itu untuk dijual (terlepas dari
> untung atau tidak), dan saya katakan "nama mahasiswa Kairo" karena
> di covernya tertulis demikian. Dan mohon dipahami "dugaan saya" itu
> sebagai prasangka baik (karena sebagai Muslim kita dianjurkan
> demikian) sehingga dapat menjelma sebagai doa.
> 7. Tentang kekecewaan saya terhadap hasil editing Al-Kautsar
> (meskipun saya secara pribadi tidak pernah menyampaikannya kepada
> Bapak, melainkan dalam postingan dengan konteks di atas), saya
> menganggap masih dalam batas wajar. Saya yakin, jika Bapak dalam
> posisi seperti saya, pasti Bapak menginginkan penampilan Bapak
> ditayangkan utuh. Tetapi kalau ternyata secara teknis tidak
> memungkinkan (?) saya pun dapat memahami. Saya sendiri tidak tahu
> berapa kaset yang dihabiskan dalam acara tersebut. Saya hanya tahu
> yang dalam VCD itu. Dan kekecewaan saya itu tidak akan terungkap
> sekiranya Bapak menyampaikan itu terlebih dahulu kepada saya, dan
> tidak membiarkan saya bertanya-tanya.
> 8. Saya tidak pernah "menuduh secara tendensius, berlebihan,
> mengada-ada, tidak berdasar dan tanpa bukti" (seperti dalam
ungkapan
> Bapak) Al-Kautsar sering menerbitkan VCD tanpa izin. Saya hanya
> mengatakan (mohon dibaca dengan baik), "Saya pernah mendengar, hal
> seperti ini sering dilakukan Al-Kautsar; mempertemukan Pak Hartono
> dengan tokoh atau komunitas tertentu, kemudian menggandakannya
> secara sepihak. Menurut Aang (salah seorang pengurus NU Mesir), Mas
> Ulil pernah juga mengeluhkan cara-cara seperti itu". Informasi
> serupa pernah saya terima dari Sdr. M. Guntur Ramli, salah seorang
> aktivis JIL di Jakarta, dan sempat menjadi isu di beberapa milist
> warga NU. Informasi itu (sekali lagi bukan tuduhan) tidak saya
> tujukan ke Bapak atau Al-Kautsar (karena saya tidak pernah
> menyampaikannya), tetapi sebagai masukan untuk bahan klarifikasi
> (tabayyun) PCI-NU Mesir kepada pihak Al-Kautsar. Selanjutnya, saya
> ucapkan terima kasih atas penjelasan Bapak. Dan, sekali lagi,!
> ini juga
> tidak akan terjadi, jika seandainya Bapak menyampaikan rencana
> penggandaan tersebut lebih dahulu kepada saya dan pihak-pihak
> terkait.
> 9. Terakhir, saya hanya berharap semoga kita dijauhkan dari
> prasangka buruk dalam menilai segala sesuatu. Sungguh tidak ada
> niatan atau prasangka buruk kami terhadap Al-Kautsar. Kami hanya
> ingin tabayyun. Itu yang saya tangkap dari postingan Sdr. Yusuf.
> Kalau cara tersebut dipandang tidak mengenakkan mohon dimaafkan,
> seperti halnya kami juga memaafkan beberapa ungkapan emosional
dalam
> respon Bapak. Tidak sepantasnya masalah sepele ini menjadikan
> silaturrahmi kita terganggu.
> Demikian, salam saya untuk Ust. Hartono, terima kasih atas
> sikap lapang dadanya, dan juga segenap staf Pustaka Al-Kautsar.
> Wassalam
>
> Muchlis M. Hanafi
>
>
>
>
>
> [EMAIL PROTECTED] wrote: Bismillah...
> Kepada teman-teman mahasiswa Indonesia di Mesir
>
> Sebelumnya kami ucapkan terima kasih atas datangnya surat yang amat
> mengagetkan
> yang ditulis oleh saudara Burhanuddin Yusuf selaku ketua umum
> perwakilan PERSIS
> mesir 2004 ? 2006 dan Ustadz H. Mukhlis Hanafi, MA.
>
> Kami tidak menyangka jika silaturahim yang telah terjalin baik ini
> harus ternoda
> dengan tuduhan tidak berdasar dari sebagian kecil mahasiswa Kairo
yang
> menjadikan VCD ?Islam Liberal dalam Sorotan? yang diproduksi Pustaka
> Al-Kautsar sebagai bahan untuk mendiskreditkan kami. Entah apa
motivasinya,
> yang jelas ini sangat mengganggu hubungan yang selama ini telah
> terjalin baik.
> Seolah-olah setiap orang yang memproduksi VCD pasti untung besar dan
setiap
> produk VCD pasti laku di pasaran. Ditambah lagi anggapan ?menjual
nama besar
> mahasiswa Kairo,? yang bisa jadi hanya perasaan segelintir mahasiswa
Kairo
> yang terlalu bangga dengan dirinya karena belajar di Kairo.
>
> Sungguh, tuduhan-tuduhan yang dilancarkan saudara Yusuf burhanuddin
dan
> Mukhlis
> Hanafi kepada Pustaka Al-Kautsar sangat tergesa-gesa, mengada-ada,
dan tidak
> berdasar. Dan, karena tuduhan telah dilancarkan, maka adalah hak
kami untuk
> menjawabnya:
>
> 1. Penerbitan VCD ?Islam Liberal dalam Sorotan? pada dasarnya
bukanlah
> sesuatu yang direncanakan. Hal ini tak lain merupakan realisasi dari
hasil
> diskusi kami dengan Panitia Penyelenggara (Sdr Mahir, Faqih, dkk.)
yang
> merekam
> acara dialog tersebut. Kami sendiri secara pribadi tidak tertarik
untuk
> menggandakan kaset acara tersebut dalam bentuk VCD dikarenakan kami
telah
> memiliki VCD yang lebih menarik, lebih bagus gambarnya, lebih jelas
suaranya,
> dan dengan pembicara yang sudah mempunyai nama dan bisa dijual,
yaitu Pak
> Hartono Jaiz dan Adian Husaini (meskipun mereka sendiri tidak merasa
> demikian),
> yang berjudul ?Bahaya Islam Liberal dan Pluralisme Agama.? Akan
tetapi, dari
> bincang-bincang kami dengan teman-teman Panitia Penyelenggara,
mereka (mereka
> sendiri; teman-teman mahasiswa/panitia) berharap agar acara ini
dapat
> dipublikasikan/ digandakan sebagaimana beberapa VCD yang telah kami
produksi
> sebelumnya (dan kami bawa juga ke Kairo sebagai oleh-oleh).
>
> 2. VCD dimaksud bukan kami yang merekam/ mensyuting, melainkan dari
pihak
> panitia penyelenggara. VCD itu sendiri selain tidak utuh dan tidak
lengkap,
> mutunya juga di bawah standar, baik dari segi pengambilan gambar
> maupun suara.
> Itu pun juga asli dua CD, bukan tiga CD, seperti kata Al-Ustadz Haji
Mukhlis
> Hanafi MA.
>
> 3. Setelah VCD kami terima dan kami saksikan di Jakarta, menurut
kami, VCD
> tersebut sangat buruk kualitas perekamannya dan tidak lengkap.
Panitia hanya
> memberikan dua VCD yang tidak tuntas, padahal saat itu acara masih
> berlangsung.
> Kata panitia, mereka sudah kehabisan film. Kami pun ragu-ragu untuk
> menerbitkan
> VCD ini karena tidak utuh dan mutunya kurang bagus. Awalnya, teman-
teman
> berpikir untuk tidak usah menggandakan VCD ini. Namun, untungnya Pak
Hartono
> Jaiz masih mempunyai kaset rekaman aslinya, sehingga bisa membantu
efek suara
> yang lebih baik. Tetapi itu pun hanya membantu sedikit.
>
> 4. Proses editing dilakukan dengan seadil dan sefair mungkin dengan
tetap
> menjaga orisinalitas pandangan-pandangan yang berbeda. Pemasukan
gambar
> di sela
> pertanyaan dan cutting adegan dilakukan sebagai konsekuensi sebuah
> editing untuk
> meminimalisir hasil shooting yang buruk. Perlu kami sampaikan, hasil
rekaman
> yang kami terima dari Panitia pun tidak sepenuhnya utuh dan lengkap.
>
> 5. Setelah kami melakukan editing dan tambal sulam, VCD tersebut pun
akhirnya
> jadi juga. Sebelum digandakan, kami menginformasikan kepada
distributol
> tunggal
> kami (khusus untuk marketing VCD), yaitu Meccah Agency (021-7869981/
silahkan
> tanya sendiri). Namun, betapa kecewanya kami, karena menurut pihak/
pemilik
> Meccah Agency, VCD tersebut tidak layak jual dan dia tidak mau
membantu
> menjualkannya karena akan mengganggu citranya.
>
> 6. Satu-satunya sebab yang masih mendorong kami untuk tetap menjual
VCD
> tersebut
> adalah karena menjaga silaturahim dengan teman-teman Panitia
> Penyelenggara yang
> telah meminta kami untuk mempublikasikan aktivitas mahasiswa Kairo
yang
> terekam
> dalam VCD tersebut. Selain itu, Pak Hartono juga menginginkan hal
tersebut
> sebagai dokumen yang cukup bersejarah. Terus terang, dari sisi
bisnis,
> menerbitkan VCD teman-teman mahasiswa Kairo yang sudah ditolak dan
dinyatakan
> tidak layak jual oleh distributor ini sama saja dengan bersiap-siap
> menghadapi
> kerugian di depan mata bagi Pustaka Al-Kautsar. (Maaf kami terpaksa
> mengatakan
> hal ini).
>
> 7. Walaupun belum menemukan distributor yang mau menjualkannya, VCD
tersebut
> tetap kami gandakan, meskipun hanya 2000 pcs. (Sekadar catatan;
> biasanya orang
> membuat VCD antara 5000 s/d 10.000 pcs, bahkan lebih). Praktis,
karena hanya
> digandakan sedikit, ongkos produksinya pun menjadi lebih mahal.
>
> 8. Akhirnya kami menemukan distributor yang ?berani? menjualkannya,
yaitu
> FATAHILLAH, dengan diskon 50%. Itu pun dengan sistem konsinyasi
(titip jual),
> dimana barang baru dibayar jika telah terjual.
>
> 9. Harga Rp 25.000,- adalah harga jual di pasaran. Harga dari
Pustaka
> Al-Kautsar
> adalah Rp.12.5000,- per VCD.
>
> 10. Ongkos penggandaan per VCD adalah Rp 6500,-. Akan tetapi, itu
belum
> termasuk
> biaya editing (editing VCD tidak seperti editing buku, yang mengedit
di
> komputer
> untuk urusan ini adalah orang luar yang profesional), biaya promosi,
> distribusi,
> dan lain-lain. Praktis, jika dihitung-hitung secara keseluruhan,
harga
> jual Rp.
> 12.500,- (netto) belum menutupi ongkos produksinya. Itu pun belum
dihitung
> VCD-VCD yang diberikan secara gratis kepada sejumlah tokoh, rekanan,
dan
> institusi. Itu pun masih dengan catatan; jika VCD tersebut habis
terjual.
>
> 11. Sampai saat surat jawaban ini ditulis, belum ada laporan
penjualan
> dari VCD
> mahasiswa Kairo ini. Dengan kata lain, VCD ini belum mendatangkan
keuntungan
> sedikit pun bagi Pustaka Al-Kautsar secara materi, meskipun modal
> telah keluar
> banyak.
>
> 12. VCD selesai dibuat dan diedarkan pada bulan awal Januari 2006
(awal
> Dzulhijjah 1426), karena target kami adalah membawa VCD tersebut
dalam bentuk
> jadi untuk teman-teman mahasiswa Kairo. Sekiranya Ustadz Mukhlis
> Hanafi pernah
> sudah mendengar desas-desus penerbitan VCD ini pada bulan Ramadhan
di
> milis, ya
> wallahu a?alam.
>
> 13. VCD ini bukan VCD komersial. Dan kami telah memberitahukan
kepada Pak
> Hartono bahwa tidak ada bagian royalti apa pun untuk pembicara dalam
VCD ini,
> karena penerbitan VCD ini bukan untuk tujuan komersial dan memang
tidak ada
> yang bisa dibagi. Walllahu a?lam jika ada pembicara yang ingin
mendapatkan
> bagian, tolong beri tahu kami.
>
> 14. Jika antum-antum tidak mau menyebut penerbitan VCD ini sebagai
syiar atau
> publikasi kegiatan antum-antum di Kairo, silahkan saja cari istilah
lain.
> Faktanya, VCD tersebut sampai detik ini belum menampakkan tanda-
tanda akan
> mendatangkan hasil.
>
> 15. Adalah agak berlebihan jika Al-Ustadz Haji Mukhlis Hanafi MA,
mengatakan
> bahwa Pustaka Al-Kautsar menjual ?nama mahasiswa Kairo? dan bahwa ?
nama
> mahasiswa Kairo? mudah dijual. Biarlah fakta yang berbicara.
>
> 16. Jadi, amat jauh panggang dari api jika penggandaan VCD ini
> bertujuan untuk
> mencari keuntungan sebanyak-banyaknya dengan menjual ?nama mahasiswa
> Kairo.? Bagi kami, bisa balik modal saja sudah lebih dari cukup dan
> alhamdulillah. Kalaupun harus rugi atau tidak balik modal,
setidaknya kami
> telah berusaha untuk mewujudkan keinginan sebagian teman-teman
> mahasiswa Kairo
> yang kemarin menjadi Panitia Penyelenggara dan juga harapan Pak
Hartono Jaiz.
> Silaturahim dan hubungan yang baik itulah yang lebih kami harapkan.
Akan
> tetapi, kok tega-teganya antum berprasangka buruk begitu kepada
Pustaka
> Al-Kautsar tanpa ada bukti sedikit pun?
>
> 17. Sekiranya kami bermaksud buruk dengan penebitan VCD tersebut,
> mana mungkin
> kami datang ke Kairo dengan membawa VCD tersebut (plus uang seratus
dolar)
> untuk teman-teman mahasiswa Kairo? Ibaratnya, mana ada perampok yang
> memamerkan
> hasil rampokannya kepada orang yang dirampok?
>
> 18. Mengenai tuduhan Al-Ustadz Haji Mukhlis Hanafi MA, bahwa Pustaka
> Al-Kautsar
> sering menerbitkan VCD Ulil tanpa izin; kami persilahkan dengan
senang hati
> untuk membuktikan tuduhannya. Sekiranya VCD yang dimaksud adalah VCD
?Debat
> Ada Pemurtadan di IAIN,? maka VCD tersebut direkam, digandakan, dan
dijual
> oleh Jundi Publication. Pustaka Al-Kautsar sama sekali tidak tahu
> menahu, tidak
> bertanggung jawab, dan tidak mendapatkan keuntungan serupiah pun
dari VCD
> tersebut. Adapun jika yang dimaksud adalah VCD ?Membersihkan Makna
Jihad dan
> Terorisme,? maka itu adalah hasil kerja sama dengan IKADI (Ikatan
Dai
> Indonesia) selaku panitia penyelenggara atas sepengetahuan para
pembicara.
> Jujur saja, kami tidak tahu VCD mana lagi yang dimaksud. Kata ?
sering
> menerbitkan VCD tanpa izin? yang dituduhkan Al-Ustadz Haji Mukhlis
Hanafi MA
> (seorang calon Doktor) kepada Pustaka Al-Kautsar adalah terlalu
tendensius,
> berlebihan, mengada-ada, tidak berdasar, dan tanpa bukti. Selama
ini,
> kami baru
> memproduksi delapan buah VCD. Yang enam VCD adalah murni produksi
Pustaka
> Al-Kautsar dan dilakukan di dalam ?studio mini? kantor Pustaka Al-
Kautsar.
> Yang ketujuh adalah proyek kerja sama dengan IKADI, dan yang
kedelapan adalah
> VCD ?Islam Liberal dalam Sorotan? dimana ada Al-Ustadz Haji Mukhlis
Hanafi
> MA di dalamnya.
>
> ?Hai orang-orang yang beriman, apabila datang orang fasik kepadamu
dengan
> membawa berita...?
>
> Demikian jawaban kami. Mudah-mudahan dapat dipahami dan diterima
dengan baik
> oleh teman-teman di Kairo. Memang, tidak semua niat baik mendapatkan
sambutan
> yang baik. Apalagi jika menyangkut uang.
>
> Wassalam,
> Pustaka Al-Kautsar
> = = =
>
>
> Quoting Yusuf Burhanudin :
>
>> Yth.
>> Direktur Penerbit Al-Kautsar
>> Jakarta
>>
>> Salam,
>> Saya dan teman-teman Perwakilan PERSIS benar-benar "menyambut
baik"
>> penerbitan CD Dialog Gabungan Ust. Hartono Ahmad Jaiz dengan Ust.
>> Mukhlis Hanafi dan Ust. Abbas Mansyur Tamam di Kairo yang
>> diselenggarakan atas kerjasama Penerbit Al-Kautsar dengan PCI NU
>> Mesir, PCI Muhammadiyah, PWK. PERSIS, dan Al-Washliyyah Mesir.
>>
>> Namun, tidak adanya konfirmasi sebelumnya kepada pihak-pihak
terkait
>> --dalam hal ini panitia penyelenggara berbagai ormas-- rasanya
>> penerbitan KURANG ETIS (!) Apalagi motif penjualan tersebut
>> jelas-jelas ekonomis. Saya melihat di situs Al-Kautsar CD tersebut
>> dijual Rp. 25.000.
>>
>> Bagi penerbit sekaliber Al-Kautsar, rasanya tidak FAIR menerbitkan
>> hasil dialog keilmuan tersebut yang melibatkan tokoh dan sesepuh
kami
>> di Mesir, Ust. Mukhlis Hanafi dan Ust. Abbas Mansyur Tamam tersebut
>> secara sepihak. Apalagi hasil dari penjualan tersebut penerbit
>> tentunya mraup keuntungan yang tidak sedikit.
>>
>> Bukan, bukan soal perbedaan pandangan. Itu soal lain, melainkan
soal
>> etika penerbitan dan lebih dari itu sebagai seorang MUSLIM. Karena
>> itu, mohon klarifikasi sejelas-jelasnya dari pihak penerbit
terhadap
>> soalan ini. Tidak semestinya, sebagai seorang yang beradab,
>> memraktikkan dakwah seenaknya saja. Menyebarluaskan kebenaran
>> tentunya ada etika yang perlu diperhatikan bersama. Bukan pula soal
>> keikhlasan, jika yang meraih keuntungan adalah sebelah pihak saja.
>>
>> Kalau soal beda pendapat, selama masing-masing didukung oleh
argumentasi
>> yang kuat, saya kira masih bisa dibenarkan dan sama-sama dihargai.
Tapi,
>> sekali lagi, ini soal meraup keuntungan ekonomis yang tentunya
besar.
>> Akan lebih maslahat, jika panitia yang tergabung dalam acara
tersebut
>> termasuk
>> Ormas-ormas di dalamnya, selain diberitahu juga diberi bagian
>> keuntungan yang
>> setimpal. Sekali lagi keikhlasan tidak bisa diukur dari soal ini,
>> jika sementara pihak saja yang menikmati.
>>
>> Kalaupun tidak ditanggapi, secara pribadi, saya merasa TIDAK RIDHA
>> jika nama PWK. PERSIS dicatut dan DIJUAL begitu saja demi
keuntungan
>> pasar.
>>
>> Rencananya, kami dan kawan-kawan ormas Mesir akan membawa soal ini
>> ke rapat tertutup untuk menemukan jalan keluarnya. Sebagai
bandingan,
>> berikut ini saya postingkan juga KEBERATAN salah satu pembicara
Ust.
>> Mukhlis Hanafi atas soal ini.
>>
>> Segitu saja dulu, mohon ada tanggapan sejelas-jelasnya.
>> Wass
>> ~Yusuf Burhanudin~
>> Ketua Umum Perwakilan PERSIS Mesir 2004-2006
>> (+20103770437)
>>
>> =======================
>>
>> --- In [EMAIL PROTECTED], Muchlis Hanafi
> wrote:
>> Ass. Saya baru saja menyaksikan VCD yang diterbitkan Pustaka
Al-
>> Kautsar Jakarta. VCD itu berjudul : ISLAM LIBERAL DALAM SOROTAN;
>> Dialog Ust. Hartono Ahmad Jaiz dengan Mahasiswa Indonesia di
Kairo.
>> Dari judulnya sudah terbayang bahwa itu hasil dialog yang
>> terlaksana atas kerja sama PCI NU, PCIM, Persis dan Al-Washliyah
>> beberapa waktu lalu.
>> VCD itu dibuat dalam kemasan yang cukup bagus, terdiri atas 2
>> keping CD. Nampaknya memang dipersiapkan untuk diperjualbelikan
>> (saya tidak tahu persis).
>> CD pertama memuat presentasi dari Ust. Hartono, saya dan Mang
>> Abbas dengan dihantari dan diselingi oleh Gus Faiz selaku
>> moderator. Hanya itu.
>> CD kedua berisikan sesi dialog yang diselingi dengan gambar-
>> gambar pemandangan Mesir, suasana lebaran di KBRI, suasana diskusi
>> bedah buku di PMIK dll. Tayangan-tayangan itu muncul bersamaan
>> dengan suara beberapa rekan yang mengajukan pertanyaan atau
>> komentar. Suara penanya pertama, yang saya tangkap adalah
>> Mustaghfirin, selanjutnya seorang rekan yang saya tidak kenal
>> namanya, namun pertanyaannya banyak tertuju ke saya karena sikap
>> saya dianggap tidak jelas; "apakah Islam Liberal bid`ah yang hudan
>> atau dhalal". Kemudian terdengar suara seorang perempuan (juga tak
>> saya kenal) yang mengajukan pertanyaan dan diakhiri dengan
>> komentar/ tanggapan saudara Husni. Kesemuanya dibuat secara
>> berurutan. Pertanyaan dan suara Arif Reza dan Subhan Anshori tidak
>> saya dengar dan lihat sama sekali. Disensor barangkali. Setelah
>> beberapa pertanyaan, Ust. Hartono memberikan jawaban secara
panjang
>> lebar dan dibuat berurutan (tanpa diselingi penanya) sampai CD
>> kedua selesai. Demikian hasil
>> editing tim Al-Kautsar terhadap jalannya forum tersebut.
>> Saya memahami niat baik Pustaka Al-Kautsar untuk
>> menyebarluaskan hasil dialog tersebut. Tetapi ada satu hal yang
>> menjadi catatan saya. Penggandaan VCD itu jelas bermotif ekonomi,
>> disamping ilmiah (kalau tidak ingin menyebut ideologi). Terkait
>> motif ekonomi, secara etika seyogianya Al-Kautsar memberitahu
pihak-
>> pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan dialog tersebut,
termasuk
>> dua pembanding yang mendampingi. Saya tidak tahu apakah rencana
>> penggandaan itu pernah disampaikan secara resmi ke panitia atau
>> tidak. Yang jelas saya sendiri tidak pernah diberitahu. Saya hanya
>> tahu lewat sas-sus di milist ini saat saya di Jenewa Ramadhan
>> kemarin. Bahkan setelah digandakan pun tidak diberitahu, apalagi
>> dikirimi kepingan CD nya (yang saya lihat itu milik PCINU yang
>> diterima melalui Aang). Kita di Kairo terbiasa tampil di setiap
>> acara "bibalaasy", lillahi ta`ala. Tapi kalau kemudian ada pihak
>> yang memanfaatkan itu untuk kepentingan bisnis (pribadi atau
>> perusahaan), rasanya
>> gimanaaaa gituuu
?! Di kalangan masyarakat "malas membaca"
>> seperti kebanyakan di Indonesia, tayangan CD merupakan sarana
>> efektif untuk mendengarkan ilmu dan informasi. Karena itu saya
>> menduga, Al-Kautsar tidak akan kesulitan memasarkannya, apalagi di
>> situ "dijual" nama "Mahasiswa Kairo".
>> Terkait sisi ilmiah, saya pribadi merasa kecewa dengan hasil
>> editing tim Al-Kautsar yang tidak memasukkan komentar, tanggapan
>> dan jawaban saya dan Mang Abbas di sesi tanya-jawab. Saya tidak
>> tahu, apa karena di sesi itu banyak ungkapan dan pandangan saya
>> yang berbeda dengan Pak Hartono atau bukan. Atau karena "lakon"
nya
>> hanya Pak Hartono? Kalau alasannya karena tidak muat, mengapa
tidak
>> dijadikan 3 keping CD saja. 2 keping CD itu lebih menggambarkan,
>> Hartono sedang memberi pelajaran di kalangan mahasiswa Kairo.
>> Saya pernah mendengar, hal seperti ini sering dilakukan Al-
>> Kautsar; mempertemukan Pak Hartono dengan tokoh atau komunitas
>> tertentu, kemudian menggandakannya secara sepihak. Menurut Aang,
>> Mas Ulil pernah juga mengeluhkan cara-cara seperti itu.
>> Menurut saya, sangat wajar jika PCINU, selaku salah satu
>> pihak yang terlibat, mempertanyakan tindakan Al-Kautsar secara
>> sepihak. Mempertanyakan bukan untuk meminta "bagian", tetapi
>> sekadar pesan moral. Kekhawatiran kawan-kawan yang menolak
>> keikutsertaan PCINU dalam acara tersebut sekarang menjadi
>> beralasan. Melalui VCD tersebut, terkesan NU Mesir "mengamini"
>> kampanye Hartono. Selanjutnya terserah fungsionaris tanfidziah.
>> Terima kasih
>>
>> Muchlis M. Hanafi
On Wed, 8 Feb 2006 13:20:10 -0800 (PST) [04:20:10 WIT]
Yusuf Burhanudin wrote:
Yth. Direktur Al-Kautsar
Di Jakarta
Salam,
Semoga kita semua senantiasa berada dalam lindungan Allah Swt. Amin!
Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih yang tak terhingga atas balasan
dan klarifikasi dari penerbit Al-Kautsar terhadap email saya
kemarin.
Perlu saya tegaskan di sini, tidak ada sama sekali iktikad buruk
apalagi menuduh dengan alasan yang mengada-ada terkait penerbitan CD
Dialog Gabungan antarormas di Kairo. Apalagi seperti yang Bapak
ungkapkan, ada upaya mendiskreditkan dan berusaha meretakkan upaya
silaturahmi
dengan mahasiswa di Kairo.
Surat saya kemarin tiada lain, sebagai upaya tabayyun dan
klarifikasi agar
tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan berupa kesalahpahaman di
antara
kita. Saya sama sekali tidak menafikan iktikad baik silaturahmi
penerbit
Al-Kautsar dengan mahasiswa Kairo yang saya pandang juga sebagai hal
yang
positif dalam membangun tradisi dialog dan ilmiah. Dalam kerangka itu
pulalah,
saya juga coba turut membangun kerangka yang etis dan profesional
terkait
penerbitan CD dialog tersebut namun dengan tanpa memberitahu terlebih
dahulu
pihak-pihak terkait.
Panitia dalam hal ini hanyalah sebagai penyelenggara dalam kegiatan
tersebut.
Jadi, dalam hal ini saya --sebagai seorang jurnalis dalam hal ini--
tetap
memandang perlu --laku atau tidak laku prediksi di pasaran--
penerbitan CD
tersebut. Lebih jauh, penerbit Al-Kautsar dipandang wajib isti'dzan
(memohon
izin terlebih dahulu semua pihak terkait dalam hal ini) sebelum
akhirnya
menerbitkan CD dialog tersebut. Inilah soal yang saya anggap sebagai
keberatan
tersebut. Apalagi jika sebelumnya penerbit Al-Kautsar bahkan tidak
menganggap
menarik untuk menerbitkan CD tersebut. Dan sayangnya, konfirmasi
seperti yang
diharapkan --dalam postingan email Bapak kemarin-- ternyata baru
datang
setelah
muncul keberatan dari beberapa pihak.
Mudah-mudahan surat keberatan saya kemarin, ditanggapi sebagai upaya
positif
dan membangun guna menuju etika penerbitan yang profesional dan
menghargai
semua nara sumber termasuk ormas yang terlibat dalam penyelenggaraan
dialog
tersebut. Terlebih menyangkut tanggung jawab moral saya sebagai Ketua
Umum
Perwakilan PERSIS Mesir dalam hal ini. Ini, tiada lain taushiyyah
antarsesama
muslim dalam menuju etika jurnalistik dan penerbitan yang profesional
dengan
transparansi yang berkeimbangan. Dalam perspektif ini, saya tidak
memandang aib
upah narasumber tulisan ataupun lisan dalam bidang penerbitan. Karena
itu,
terlebih dalam kerangka syiar dakwah, saling menguntungkan secara
moral maupun
materil. Karena soal itu, adalah sebuah keharusan dan kelazaiman
adanya
di mana
pun.
Terakhir, semoga upaya keberatan kemarin dianggap iktikad baik yang
bisa
menjembatani berbagai kesalahpahaman di antara kita. Karena itu, saya
mohon
maaf yang sebebsar-besarnya --baik kepada penerbit Al-Kaustar dan juga
Ust.
Mukhlis Hanafi yang saya postingkan email beliau kemarin dalam surat
saya tanpa
pemberitahuan sebelumnya kepada beliau-- apabila surat keberatan saya
kemarin
--yang tentunya mewakili warga Persis Mesir, jika tidak berkenan di
hati Bapak.
Insya Allah, uluran silaturahmi warga Persis Kairo senantiasa
terbentang lebar
kepada siapapun.
Salam Takzim,
Yusuf Burhanudin
>>
>>
>> ---------------------------------
>> Bring words and photos together (easily) with
>> PhotoMail - it's free and works with your Yahoo! Mail.
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Bring words and photos together (easily) with
> PhotoMail - it's free and works with your Yahoo! Mail.
---------------------------------
Yahoo! Mail
Use Photomail to share photos without annoying attachments.
[Non-text portions of this message have been removed]
--- End forwarded message ---
______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
Corporate culture Corporate culture change Business culture of
china Corporate culture training
---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS
Visit your group "kmnu2000" on the web.
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
---------------------------------
---------------------------------
Yahoo! Autos. Looking for a sweet ride? Get pricing, reviews, & more on new
and used cars.
[Non-text portions of this message have been removed]
______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/