Assalamu 'alaykum wrwb
Al-Habib 'Umar bin Hafiz seorang kekasih Allah dan 'aalim yang salih tengah
berkunjung ke Indonesia. Berikut sedikit laporan pandangan mata dari teman yang
sempat menghadiri majelisnya.
wassalam,
dedy van delft
===========================
Sedikit yang bisa Fidri sampaikan dari intinya, bahwa adalah Beliau.rd
Al-Habib Umar Daiillallah berwasiat. Bahwasanya zaman atau saat sekarang ini,
sudah setiap hari akan selalu timbul sesuatu hal yang baru (fitnah) yang bisa
menyesatkan, menyeret dan merusak, akidah-thariqah ahlus Sunnah wal Jamaah
bagi kaum beriman. Maka adalah jalan keluar untuk menyelamatkan diri adalah
selalu berpegang teguh pada jalan akidah al-Ahl Sunnah wal Jamaah ala arba
madzhab (mazhab yang empat) yang diakui dan mempunyai hubungan serta manhaj
yang jelas sampai kepada Baginda Nabi Rasulullah Muhammad SAW. Tidak ada jalan
lain, selain mengikuti, menteladani mereka Ahl-Haqq, Para Awliya-Salaf
Shalihin. Seperti Imam Ahmad Al-Muhajir, Ali Khali Qatsam, Imam Syadzili, Imam
Al-Faqih Muqaddam, Imam Al-Ghazali, Imam Abdul Qadir Al-Jilani, Imam
Naqshbandi, Imam Abdurrahman As-Seqqaf, Imam Umar al-Mukhdor, Imam Abdullah
Al-Idrus, Imam Abu Bakar al-Adani Al-Idrus, Syekh Abu Bakar bin Salim, dsb dari
kalangan mereka Ahl- Haqq para Awliya Allah Azza Wa Jalla.
Mengikuti manhaj, akhlak dan adabnya seperti mereka para Ahl-Haqq yang selalu
mengutamakan serta mengagungkan Allah SWT, menginginkan Kerajaan Yang Abadi
dari kerajaan-kerajaan yang ada di muka bumi ini yang sungguh kecil lagi
menghinakan, yang membuat lalai penghuni dunia ini (orang-orang) untuk
berebut dan sibuk mengejar serta mencari kedudukan-pangkat-kekuasaan-harta
diatas bumi ini yang tidak abadi di-sisiNYA, beliau-beliau para Ahl Haqq tidak
terlena dengan kerajaan dunia, lebih mencintai dan merindukan serta
menginginkan dengan sangat kelezatan bermesraan dengan Allah SWT. Rindu untuk
bangun malam meninggalkan suami/istri serta anak serta kesibukan & kelezatan
dunia, menjauhi kasurnya serta kenikmatan tidur untuk ber-munajat
ber-mesra-an dengan Allah SWT menjalin hubungan batin dengan Baginda Nabi
SAW, dengan bershalawat (berdzikir atas Nabi) serta mengikuti Sunnah
an-Nabawiyah SAW. Mengikuti akhlak-adab dan amalannya Rasulullah SAW.
Beliau-beliau beribadah di muka
bumi ini dengan Tawadhu, ikhlas dan ihsan kepada ALLAH. Dirinya baik lahir
dan batinnya selalu diliputi dengan kerinduan,kenikmatan, keyakinan serta
kelezatan untuk beribadah hanya semata kepada dan untuk ALLAH SWT. Beribadahnya
bukan saja dalam bentuk amalan lahiriah semata, tetapi yang membedakan antara
mereka para Ahl Haqq para Wali Allah dengan kita adalah di dalam lubuk
sanubarinya sanggup merasakan kerinduan,kenikmatan, keyakinan serta kelezatan
untuk beribadah hanya semata kepada dan untuk ALLAH SWT. Mereka selalu berbaik
sangka kepada Allah SWT dan seluruh makhluk-Nya. Mereka tidak pernah sibuk,
berpaling hatinya dari bertautan dengan ALLAH SWT. Tidak sibuk dengan urusan
dengan makhluk yang mana bagi orang ihsan bahwasanya kejahatan makhluk,
gangguan, godaan kepda mereka itu merupakan ujian Allah bagi dirinya dalam
bersungguh-sungguh Tawadhu dan Ikhlas kepada ALLAH, mereka para Ahl Haqq selalu
ber-Itikad kepada dan untuk ALLAH semata, berinteraksi dengan seluruh
makhlukNya, manusia dengan baik dan ihsan kepada ALLAH SWT. Karena apapun
mereka manusia adalah ciptaan ALLAH SWT, baik yang beriman maupun yang tidak
beriman. Wajib bagi mereka untuk menghormati segala ciptaanNYa. Karena
kedekatan hubungan mereka para Ahl Haqq dengan Sang Pencipta Allah Azza Wa
Jalla. Kenalilah mereka para Ahl Haqq, mereka para kekasih-kekasih (Awliya)
Allah SWT. Mereka mencintai dan dicintai Allah serta Rasul-Nya. Penuhilah hak
mereka atas diri kita, yakni bahwa kita berkewajiban mengikuti suri teladan
mereka. Jadilah bersama, duduk bersama dalam firman Allah SWT dengan
orang-orang Shidiqqin (orang yang benar), karena mereka para Salaf shalihin
bersambung dan berhubungan sanadnya kepada Rasulullah SAW kepada ALLAH Azza Wa
Jalla. Tumbuhkanlah sanubari kita seperti halnya beliau-beliau para Ahl Haqq,
yang sanggup merasakan kelezatan dalam bermunajat kepada ALLAH, bisa merasakan
kelezatan Iman dan Islam, mereka yang tidak menginginkan kehormatan dan
kedudukan di muka
bumi, tetapi kehormatan Abadi, Daerah Akhirah, seperti halnya diperlihatkan
oleh al-Imam Sayidina Ali Khali Qatsam, yang beliau sholat tiap waktu, ketika
salam kepada Baginda Nabi Rasulullah SAW, maka selalu dijawab Rasulullah SAW
yang dapat didengar dengan jelas Waalaykum Salam yaa Syekh. Seperti Imam
Al-Faqih Muqaddam yang setiap harinya disibukan untuk berdzikir mengingat Sang
Penciptanya, dengan kalimah Laa ilaaha ilaallah Muhammadur Rasulullah SAW
124.000 kali setiap harinya. Imam Ali Zainal Abdiddin yang setiap malamnya
shalat sunnah dengan niat hanya untuk Allah semata, 1000 rakaat. Bahkan Imam
Syekh Abu Bakar bin Salim selama 40 tahun sampai wafatnya selalu duduk dalam
keadaaan tasyahud akhir karena Selalu merasakan terus menerus kelezatan
berhadapan dihadapan Sang Maulana Azza Wa Jalla dsb.
Adalah didikan Rasulullah SAW untuk selalu untuk mengutamakan Allah SWT atas
segalanya, seperti halnya yang dicontohkan Nabi SAW terhadap puteri
kesayangannya Sayidah Fathimah az-Zahra pemimpin kaum wanita di surga. Suatu
ketika Rasulullah mendatangi kerumah Sayidina Ali-Sayidah Fathimah. Lalu
diperlihatkan kepada beliau SAW tangan Sayidah Fathimah yang kasar karena
banyak melakukan pekerjaan rumah tangga. Maka Sayidah Fathimah puteri
kesayangan Baginda Nabi Saw tersebut meminta kepada ayahnya untuk bisa
memberikan budak untuk dijadikannya pembantu, agar bisa membantu mengurusi
keperluan dan pekerjaan rumah tangganya. Tetapi ajaran dan akhlak serta teladan
yang dicontohkan Baginda Nabi kepada puterinya dicintainya itu, justru
memberikan jawaban bahwasanya Yaa Fathimah bacalah Subhanallah 33x
Alhamdulillah 33x Allahu Akbar 33x (ada riwayat takbir ini 34x) sebelum tidur
adalah lebih baik dan lebih pantas dari pada yang engkau minta dariku, sabda
Baginda Nabi SAW. hal ini merupakan
contoh dan teladan bagi kita, untuk bagaimana bersikap terhadap orang yang
kita cintai, bahkan sangat dicintai. Karena Rasulullah SAW bukankah pernah
bersabda Barangsiapa yang menyakiti puteriku Fathimah, maka ia telah dengan
nyata dan jelas menyakitiku. Dan barangsiapa yang membuat ridha puteriku
Fathimah maka ia telah membuat ridhaku dan Ridho-NYA, menunjukkan bagaimana
sangat Rasulullah mencintai puterinya, tetapi mengajarkan kepada kita untuk
bagaiman bersikap terhadap yang cintai.
Suatu saat pernah Rasulullah ketika itu membagikan kambing-kambing (ratusan)
kepada para sahabatnya dan fakir miskin. Pada waktu itu datanglah Sayidah
Fathimah.ra ke rumah baginda Nabi Muhammad SAW. Mengetuk pintu rumah beliau,
ketika dibuka dan diketahui bahwa itu adalah puteri kesayangannya yang datang,
maka Rasulullah SAW punh bangun dari tempat duduknya untuk menyambut Sayidah
Fathimah lalu mendudukan puterinya itu ke tempat duduk Baginda Nabi SAW yang
mulia. Sayidah Fathimah menyampaikan maksud tujuan kedatangannya untuk minta
Ayahadanya Rasulullah SAW dibagikan seekor kambing kepadanya. Lalu dengan
tersenyum Rasulullah mengajarkan sebuah doa, Yaa Awal Awalin, Yaa Akhir
Akhirin, Yaa Quwwata al-Matin, yaa malikal masakin, yaa Hayyu yaa Qayyum, yaa
arhamar rahimin. jika dibaca pada awal sebelum berdoa, maka Allah akan
mengabulkannya. Ini adalah lebih baik dari apa yang engkau minta. Kemuliaan
bukan teletak pada pemberian.
Rasulullah SAW pun telah mengajarkan kepada kita memberi contoh suri teladan,
pernah mengutarakan kepada para Sahabat, yang suatu ketika pernah terjadi
keributan antara para Sahabat yang terdiri dari kaum Muhajirin, Anshor, Yaman,
Syam dsb. Rasulullah SAW ketika itu membagikan ghanimah (harta rampasan perang)
kepada para sahabat, selain Sahabat Anshor, para sahabat ada yang mendapat kuda
dari Rasulullah, harta dari Rasulullah, pakaian dari Rasulullah, sarung dari
Rasulullah dll. Bayangkan mendapat sesuatu dari Rasulullah SAW. Tetapi kaum
Sahabat Anshor tidak dibagikan sedikit pun, sehingga terjadi salah paham
diantara para Sahabat Anshor. Mendengar berita ini, Rasulullah keluar dan
mengumumkan kepada Sahabat Anshor, Apakah kalian lebih senang akan harta dunia
yang aku bagikan itu, mereka (sahabat yang lain) membawa pulang barang
sesuatu dari aku (Rasulullah SAW), sedangkan kalian pulang membawa diriku.
Ketika mendengarkan penjelasan ini para Sahabat Anshor menyambut dengan
suka cita. Karena harta dunia tentunya lebih kecil sekali dibandingkan dengan
membawa pulang bersama Baginda Nabi SAW. Mereka mengutamakan keridhoan Allah
dan Rasul-Nya atas segalanya.
Al-Habib Umar bin Hafidz bercerita pula bahwasanya pernah suatu ketika di
Masjid, ada seorang Badui terlihat sangat gusar dan sedih sekali, sehingga
nyata tampak jelas kesedihannya itu dalam raut muka dan lahiriahnya. Maka
bertanyalah Rasulullah SAW, Hai kenapa gerangan si-fulan? kepada para
Sahabat. Maka dijelaskan oleh Sahabat, bahwa orang badui tersebut habis
kehilangan seekor untanya. Maka Rasulullah menjawab, Oh gara-gara kehilangan
seekor unta, aku kira ia bersedih seperti itu karena kehilangan kesempatan
untuk bisa bertakbiratul ihram (takbir pertama) bersama imam. Seketika
mendengar penjelasan Rasulullah SAW tersebut, sang badui terperanjat dan
bertanya kepada Rasulullah SAW. Yaa Rasulullah SAW, apakah sholat berjamaah
bisa takbiratul ihram dengan imam lebih baik dari hilangnya seekor unta?. Maka
Rasulullah SAW menjawab sambil tersenyum, Ketahuilah bahwa Takbiratul ihram
bersama mengikuti imam (sesudah imam, langsung menjawab) dalam sholat berjamaah
adalah lebih
baik jika dibandingkan seluruh dunia ini dipenuhi oleh unta-unta. Ketahuilah
jangan lalai dari sholat berjamaah , menjawab panggilan adzan, mengikuti
Tabiratul Iharam bersama mengikuti Imam. Karena dengannya kita akan
diselamatkan oleh Allah dari 2 hal, yakni Selamat dari Api Neraka dan Selamat
dari sifat Munafik. Tidak berkah harta tanpa agama. Dan ketahuilah bahwa harta
yang terbaik adalah harta yang dimiliki oleh orang-orang yang sholeh.
Sayyid Alwy al-Manshur termasuk orang yang mengagungkan Sunnah Nabi SAW,
sehingga ALLAH dan Rasul-Nya pun ridho. Diceritakan bahwasanya suatu ketika
sayyid Alwy al-Manshur kehilangan karung yang berisi hartanya yang merupakan
modal dari seluruh perniagaan/usahanya di dunia ini. Sehingga seluruh anggota
keluraga dan kerabat sibuk mencarinya. Anaknya akhirnya menemukan harta ayahnya
tersebut, sayyid Alwy al-Manshur. Ketika itu ayahnya selepas sholat Maghrib
sedang membaca Al-Quran, lalu datanglah sang putera tergopoh-gopoh untuk
memberitahukan ayahnya berita gembira tersebut. Tetapi bukanlah pujian yang
didapat oleh anaknya, melainkan amarah ayahnya yang ia dapatkan. Beliau
berkata, hai puteraku, engkau mengganggu awradku (wirid membaca al-Quran)
hanya untuk menyampaikan berita ini. Sehingga engkau merusak amalanku kepada
ALLAH, di waktu yang mulia ini antara Maghrib dan Isya. Di waktu yang syarif
ini engkau sibuk-lalai hanya untuk masalah dunia ini? Pergi engkau dari negeri,
kota ini, perbaikilah adab akhlakmu terlebih dahulu baru kau kembali selama
setahun. Aku tidak sudi melihat wajahmu. Maka diusirlah anaknya tersebut
selama setahun dari kota Tarim, Hadhramaut, karena adab dan akhlaknya tersebut,
yang mana pada saat itu jika diusir dari kota Tarim merupakan suatu musibah
yang luar biasa. Lihatlah akhlak mereka dalam memegang teguh dan mengagungkan
Sunnah Nabi SAW. Orang tua bukannya bangga dengan keberhasilan anak-anaknya
yang menjadi insinyur, kontraktor, pengusaha sukses dsb, tetapi mereka justru
malah akan bangga, senang dan ber-syukur kepada ALLAH, jika melihat
anak-cucu-turunannya dalam mengikuti Sunnah Nabi SAW, bersholat Jamaah,
menghidupkan waktu yang syarif (mulia) antara maghrib-Isya dengan berbagai
bentuk amalan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, membaca Al-Quran,
bershalawat, berdzikir, berakhlak beradab mengikuti Baginda Nabi SAW, dsb.
Dicontohkan pula akhlak yang luar biasa oleh Sayidina Ubaidullah bin Ahmad
al-Muhajir bin Isa ar-Rumi bin Muhammad An-Naqib bin Ali al-Uraidhi bin Jafar
Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Sayidina Husein Al-Sibth
bin Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib ibin Sayidah Fathimah Al-Batul binti
Rasulullah Muhammad SAW. Adalah beliau nama sebenarnya adalah Abdullah (hamba
Allah) tetapi karena tawadhunya, beliau tidak mau diapanggil namanya Abdullah,
karena beliau mengatakan bahwa yang namanya Abdullah itu orang besar sedangkan
aku adalah orang yang kecil bukan apa-apa maka aku ini Ubaidullah, karena sifat
tawadhunya.
Bukan berarti tidak boleh kita mengejar dan mencari dunia, tetapi contohlah
akhlak mereka para kaum salaf Shalihin. Seperti Imam Husein bin Abu Bakar bin
Salim, yang kekayaannya yang dilimpahkan oleh Allah SWT mungkin belum ada
tandingannya untuk orang-orang sekarang. Beliau hampir tiap harinya bersedah
1000 makanan untuk para fuqara fakir miskin. Beliau sangat melimpah harta
kekayaannya, suatu ketika ditanya oleh seorang ulama. Bagaimana mungkin engkau
termasuk kekasih Allah seperti yang banyak dibicarakan oleh orang. Sedangkan
lihatlah dirimu dikelilingin oleh kekayaan dunia? Dijawab oleh Habib Husein bin
Syekh Abu Bakar bin Salim, ketahuilah wahai saudaraku bahwasanya niscaya jika
seluruh kekayaan yang aku miliki ini hilang seketika dalam sekejap, maka tidak
sedikit pun hatiku berubah kepada Allah SWT. Disinilah letaknya keberkahaan
dari ALLAH SWT. Tidak berkah harta tanpa agama. Dan harta yang terbaik adalah
harta yang dimiliki oleh orang-orang yang sholeh. Yang hatinya tetap
selalu tetap terpaut mengagungkan kebesaran anugerah ALLAH SWT. Tidak terlena
akan dunia yang akan kita tinggalkan kelak. Selalu-lah bersyukur kepada segala
pemberian Allah SWT baik yang besar maupun yang kecil. Contoh yang diajarkan
Baginda Nabi SAW seperti menjilati tangan sehabis makan adalah merupakan salah
satu bentuk perwujudan syukyur kita kepada Yang Khaliq. Tidak menyisakan nasi
atau mengambil sebutir nasi yang terjatuh untuk dimakan adalah juga suatu adab
akhlak syukur kepada Allah SWT. Sangat bersyukur walau makan hanya dengan kuah
air sop yang hambar. Karena janjiNya bahawa barangsiapa bersyukur atas
nikmat-Ku maka Aku akan tambahkan nikmatnya. Aku, disini adalah dari ALLAH SWT
sendiri yang akan menambahakan, memberi, menganugerahi tambahan nikmatNya atas
orang yang mau bersyukur tersebut. Sungguh Agung dan Suci anugerahNya.
Dikatakan bahwa barangsiapa yang taat dan tunduk kepada ALLAH, maka ALLAH
memerintahkan dunia untuk tunduk dan mendatanginya serta melayani hambaKu
tersebut. Seperti halnya Al-Imam Al-Habib Husein bin Syekh Abu Bakar bin Salim
tersebut......
==============
Alhamdulillah wa Syukurillah
.bi Rahmatillah, Insya Allah, inilah sekelumit
yang bisa Fidri sampaikan, semoga bisa menjadi pelipur hati dan semoga ada
manfaatnya. Untuk diketahui Habib Umar bin Hafidz memberikan tausiah (ceramah)
yang panjang lebar kepada jamaah hadirin di rumah kediaman Al-Habib Umar bin
Muhammad bin Umar Maulakhilleh di jl.Kemang Timur V no 38-39 Jakarta Selatan,
lebih dari 1,5 jam, mulai dari jam 19.30 sampai jam 21an serta memanjatkan doa
yang cukup panjang pula; setelah melakukan sholat maghrib berjamaah, pembacaan
maulid Nabi lalu tausiah dari beliau. Diterjemahkan oleh Jindan bin Novel bin
Ahmad bin Salim bin Jindan, seorang murid senior kepercayaan al-Habib Umar bin
Hafidz. Yang mana Habib Jindan pun karena mengingat waktu, sehingga beliau
menterjemahkan sebagian besar saja dari keterangan Al-Habib Umar bin Hafidz.
Insya ALLAH jika Allah mengijinkan kita bisa mendapat keterangan langsung dari
apa yang disampaikan Habib Umar dalam hasil rekaman VCD-nya.
Alhamdulillah wa Syukurillah yang hadir diantaranya Pak Aman, Mas Tonka dan
Chiko. Mungkin untuk yang lebih lengkap bisa diminta penjelasannya kepada yang
bersangkutan. Ada cerita menarik, bahwa kita waktu makan nasi kebuli berempat
sama ada seorang habib anak muda dari Bangil, menyadarkan kita. Fidri bilang
dengan Pak Aman, dari Bangil aja sengaja datang untuk bisa hadir di tempat ini,
katanya rombongan dengan teman-temannya, bertemu bermuwajaah dengan Habib
Umar, mencari berkahnya serta termasuk taat akan perintah Allah, Duduklah
bersama maal shodiqqin
Masya Allah
.
---------------------------------
Yahoo! Autos. Looking for a sweet ride? Get pricing, reviews, & more on new
and used cars.
[Non-text portions of this message have been removed]
______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/