Bismillahirrahmanirrahiim
Walhamdulillah, wassholatu wassalamu 'ala Rasulillah wa 'ala ahli baytihi wa
dzurriyyatihi wa sahbihi wa man tabi'ahum bi ihsaanin ilaa yaumiddin
Assalamu 'alaykum wr wb
Teman-teman yang punya [atau tepatnya mau meluangkan] waktu, untuk berkumpul
dengan ulama' yang salih dan siddiq, ini ada kesempatan. Habib 'Umar bin Hafidz,
seorang waliyyullah, 'aalim pimpinan Madrasah Dar al-Mustafa di Tarim,
Hadramawt, Yaman, tengah berkunjung ke Indonesia. Silakan mencari kesempatan
untuk bertemu beliau dan menimba ilmu dan barakah lewat beliau.
Berikut jadwal kunjungan beliau di Indonesia. Detail tempat dan kunjungan mohon
dapat dimintakan infonya ke Habaib di sekitar Anda, atau ke sekretariat
Jamiyyah Ahlut Tariqah Al-Mutabarah an-Nahdiyyah terdekat.
Waktu Tempat
Kamis 9 Feb 2006 Tiba di Indonesia malam hari & Istirahat.
Jumat 10 Feb 2006 Solat Jumat dan Khutbah di Istiqlal magrib Majilis di Habib
Umar Maulakheilah.
Sabtu 11 Feb 2006 pk 11.00 Maulid di gg Amil/jl. Siaga.Maghrib Rouhah Houl di
rmh akhina Muhsin Alhamid.Malam Ziarah ke Luar Batang.
Ahad 12 Feb 2006 pk 09.00-12.00 Khaul Syeh Abu Bakar bin Salim.pk 15.00
menghadiri Rohah & Maulid di AlFachriyah.
Senin 13 Feb 2006 pk. 06.00 Ke Cirebon naik KA Cirebon Expres.pk 10.00 diskusi
di IAIN pk 18.00 Ijtima Ulama.
Selasa 14 Feb 2006 pk 08.00 Ijtima Ulama di Brebes, ke Tegal dan Cirebonmalam
ke Solo
Rabu 15 Feb 2006 Acara di Solo, tempat Hb. Anis bin Alwy Al-Habsyi
Kamis 16 Feb 2006 pk 10.00 Ke Jogja acara di UGM. siang kembali ke Solo
Jumat 17 Feb 2006 pagi ke Surabaya - langsung ke Madura
Sabtu 18 Feb 2006 pagi di Surabaya pk 9.00 Maulid dan Khaul di tempat akhina
Ahmad b. Zen pk 14.00 Ijtima Ulama di Langitan. pk 20.00 Kembali ke Jakarta.
Ahad 19 Feb 2006 pk 08.00 Menghadiri Majlis Kwitang.pk. 11.00 di Masjid Jamik
Tebet Mas. Ijtima Ulama di Jakarta
Senin 20 Feb 2006 pk 10.00 Rauhah di rumah Habib Husin b. Ali AlAttas, gg
Bulu-Condet. pk 21.00 menghadiri Jalsah Hb Mundzir AlMusawa(di Masjid AlMunawar
-
Pancoran)
Waktu Tempat
Selasa 21 Feb 2006 pk 5.30 Ke Gorontalo.
Rabu 22 Feb 2006 pagi ke Makasar sore ke Surabaya - Malang - Batu
Kamis 23 Feb 2006 pagi di Batu dan Silaturahmi dgn KH Hasyim Muzadi. Maghrib
menghadiri Burdah di Surabaya
Jumat 24 Feb 2006 pagi Ke Palembang.pk 17.00 Kembali Jakarta.
Sabtu 25 Feb 2006 pk 10.00 Rouhah di Habib Abdurrahman bin Syekh Alatas.
Minggu 26 Feb 2006 pk 07.00 Ke Semarang - Pekalongan.pk 10.00 Houl Hubabah
Khodijah di Pekalongan(KH Asrori).siang kembali ke Jakarta -Singapore
Perlu diketahui, tidak tertutup kemungkinan perubahan
dari jadwal tsb.
Demikianlah, semoga bermanfaat.
Wassalam, dari saya
dedy van delft
===========================
Tentang Habib 'Umar bin Al-Hafidz
Al-Habib 'Umar bin Hafiz.
Beliau adalah al-Habib 'Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafiz bin Abd Allah bin
Abi Bakr bin 'Aidarous bin al-Hussain bin as-Shaikh Abi Bakr bin Salim bin
'Abd-Allah bin 'Abd-al-Rahman bin 'Abd-Allah bin al-Shaikh 'Abd-al-Rahman
Al-Saqqaf bin Muhammad Maula al-Daweela bin 'Ali bin 'Alawi bin al-Faqih
al-Muqaddam Muhammad bin 'Ali bin Muhammad Sahib al-Mirbat bin 'Ali Khali'
Qasam bin 'Alawi bin Muhammad bin 'Alawi bin 'Ubaidillah bin al-Imam al-Muhajir
ila Allah Ahmad bin 'Isa bin Muhammad bin 'Ali al-'Uraidi bin Ja'far al-Sadiq
bin Muhammad al-Baqir bin 'Ali Zain al-'Abidin bin Hussain putra 'Ali bin Abi
Thalib dan putra Fatimah binti Muhammad SAW, cucu Rasulullah Salla-Allahu
'alaihi wa aalihi wasallam.
Al-Habib 'Umar bin Hafiz qs adalah salah seorang 'ulama ahl-sunnah wal jama'ah
dari Hadramaut, Yaman. Beliau adalah termasuk Ahl l-Bait, keturunan langsung
dari Rasulullah salla-Allahu 'alayhi wasallam dari Sayyidina Husain
'alaihissalam. 'Ulama-ulama Hadramaut telah banyak mempengaruhi perkembangan
Islam di Indonesia, termasuk terkait dengan masuknya Islam di Indonesia lewat
praktik tasawwuf.
Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafizh bin Syeikh Abu Bakar ini sungguh
merupakan hadiah dari Allah untuk kaum muslimin. Beliau adalah pendidik,
sekaligus ahli dakwah. Tahun 1993, beliau berdakwah ke berbagai kota di
Indonesia. Usia beliau saat itu 32 th. Masyarakat Indonesia terpesona melihat
kesalehan, keluhuran pekerti dan keluasan ilmunya. Beberapa orang tua, sebagian
dari kalangan pondok pesantren, lalu
mempercayakan pendidikan anak mereka kepada beliau.
Tahun 1998, beliau kembali ke Indonesia menyerahkan sendiri 30 anak yang telah
dititipkan kepada beliau setelah dididik dan digembleng di pondoknya.
Murid-murid Habib Umar ini sekarang terlibat aktif dalam berbagai kegiatan
dakwah: mengajar, berceramah, membuka majelis taklim, mengadakan berbagai
pendidikan kilat, mencetak buku-buku pedoman pengajaran, dll. Mereka mengadakan
pertemuan secara periodik untuk mengembangkan dakwah dan menjaga kekompakan.
Mereka saling berkomunikasi dan menjaga hubungan dengan almamaternya, Darul
Musthafa, yang sekarang menampung kurang lebih 200 pelajar Indonesia.
Meski Habib Umar berasal dari tempat yang terpencil, Tarim, Hadhramut, namun
gema dakwahnya sampai ke Mekah, Madinah, Oman, Bahrain, Yordania, beberapa
negara di Afrika, India, Malaysia, Amerika, Inggris, Kanada, dll. Dalam
sebagian kunjungan itu, CNN, BBC, stasiun TV Bahrain mengambil kesempatan untuk
mewawancarainya.
Kendati masih muda, beliau disegani para ulama, tua maupun muda. Beliau juga
dikenal sebagai pemuda yang tak kenal lelah. Setiap tarikan nafas, setiap
energi yang dikeluarkan tubuhnya digunakan untuk mengajar, berdakwah dan
beribadah. Kader-kader Darul Musthafa terus mengalir ke berbagai belahan dunia.
Dan kehadiran mereka selalu disambut gembira.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan Darul Musthafa memiliki nama harum dan
berkembang pesat, tetapi faktor yang paling menonjol adalah karena pondok ini
dikelola oleh seorang pengasuh yang memenuhi segala persyaratan. Habib Umar
adalah seorang alim yang mengamalkan ilmunya. Beliau memiliki visi jauh ke
depan; menerapkan dengan ketat managemen dakwah dan pendidikan. Beliau sangat
dicintai murid-muridnya
sehingga memudahkan beliau untuk mengolah, menempa, dan mencetak kader-kadernya
sebelum diterjunkan dalam masyarakat. Beliau menjaga murid-muridnya, dekat
maupun jauh, seperti seorang ayah terhadap anak-anaknya.
Diantara Nasihat dan kalam beliau
Janganlah kalian menyia-nyiakan persahabatan dengan orang-orang mulia, yaitu
orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi [di sisi Allah, red.], orang-orang
yang cahayanya berkilauan. Demi Allah, memisahkan diri dari mereka merupakan
suatu kerugian, bagaimana sifat kerugian tersebut jika pemimpin mereka
(Rasulullah) bersabda, Celakalah orang yang pada hari kiamat tidak melihatku.
Sesungguhnya orang yang tidak melihat kaum sholihin tak akan bisa melihat
beliau. Orang yang tidak memandang mereka, tidak akan bisa memandang beliau.
Dan orang yang tidak menjalin hubungan dengan mereka tidak akan bisa
berhubungan dengan beliau. Karena kaum sholihin adalah bagian dari beliau,
pewarisnya, para khalifahnya, pemegang sir-nya.
Merekalah pemegang sir setelah nabi.
Merekalah pewaris, semulia-mulia pewarisnya.
Mereka itu seperti Sayidina Al-Haddad yang telah disifatkan oleh Sayidina Ali
bin Muhammad Al-Habsyi dalam qashidahnya:
"Karena dia sejuklah mata hati Nabi Muhammad.
Bagi beliau ia adalah sebaik-baik keturunannya,
panutan para pengikut, kabah orang yang meniti jalan,
dan kebanggaan penduduk desanya.
Nasihat-nasihatnya menebarkan pengetahuan.
Menghinakan si sesat dan si pembuat kerusakan.
Kasih sayangnya meliputi semua umat.
Darinya mereka mengambil manfaat
dengan sebaik-baik pengambilan manfaat."
"Dialah cucu yang bersambung nasabnya dengan
orang-orang mulia yang kemuliaan mereka
dikenal para pejuang dan pemberani.
Dialah penyalur asrar dan ilmu mereka
kepada keluarga dan anak keturunannya.
Maka semua yang bersuluk setelahnya
bersinar dengan cahaya beliau yang benderang."
Cahaya ini tak akan padam. Mengapa? Sebab Allah-lah yang menyalakannya! Itulah
sebabnya! Tak ada sebab lain. Siapakah yang mampu memadamkan cahaya yang telah
dinyalakan oleh Allah SWT? Demi Allah, cahaya itu tak akan padam! Tetapi,
betapa menyedihkan, di antara kita terdapat orang-orang yang terhalang dari
cahaya itu, yaitu orang-orang yang enggan masuk ke dalam golongan mereka.
Mereka masuk ke dalam kelompok lain. Habib Ali berkata:
"Siapa tak menempuh jalan leluhurnya
pasti kan bingung dan sesat.
Wahai anak-cucu nabi, tempuhlah jalan mereka.
tapak demi tapak
dan jauhilah segala bidah."
Siapakah yang lebih mengenal Allah dibanding kaum arifin? Dibanding para imam
kita? Siapakah yang lebih mengenal Rasul SAW dibanding mereka?
Wahai hamba-hamba Allah, pelajarilah riwayat hidup kaum sholihin. Jalinlah
persaudaraaan dan kasih sayang di antara kalian. Bersiaplah menolong jalan
mereka.
Demi Allah, jalan mereka tersebar, bendera mereka berkibar, bukan di negara
kalian saja, namun di seluruh penjuru dunia, timur maupun barat, Arab maupun
Ajam, Amerika, Eropa maupun Rusia.
Di sana bendera keluarga Habib Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir akan
berkibar, bendera ahli thoriqoh ini. Mereka memiliki para penolong yang
berkedudukan tinggi. Namun mereka yang tidur, nyenyak dalam tidurnya; yang
duduk berpangku tangan, terus duduk saja. Cukup sudah orang yang terlambat dan
tertinggal. Bangkitlah dengan sidq. Amatilah, apakah perjalanan hidup mereka
telah diterapkan di rumah kalian.
Bagaimana kalian ini?! Kalian mengaku cinta dan memiliki ikatan dengan mereka,
namun di rumah kalian tiap hari yang terdengar hanya berita mengenai
orang-orang kafir, orang-orang fasik dan para bintang film?! Setahun penuh
tidak pernah ada berita mengenai salaf!
Namun saat ini sinetron, wanita-wanita fasik dan kafirlah yang mendidik
anak-anak kita. Betapa banyak anak perempuan kita yang meniru wanita-wanita
fasik di TV sehingga mereka tak kenal lagi Fatimah Zahra, bagaimana beliau,
bagaimana pakaiannya, bagaimana kezuhudannya, bagaimana ibadahnya. Mereka tidak
lagi mengenal putri-putri nabi: Zainab, Ummu Kultsum, Ruqayyah. Mereka juga
tidak tahu istri-istri nabi: Khodijah binti Khuwailid, Aisyah As-Shiddiqah, dll.
Kalian meniru orang-orang durhaka padahal kalian muslim, mukmin, memiliki
kebesaran, kebanggaan dan kemuliaan. Kalian mengganti teladan yang telah
diridhoi Allah untuk kalian:
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik. (QS
Al-Ahzab, 33:21)
Apakah kalian berniat mengganti Rasulullah dengan mereka? Teladan apakah yang
telah kalian berikan kepada keluarga dan anak-anak kalian?
Wahai saudaraku, dalam buku catatan amal tertulis kata-kata yang tidak patut,
pandangan yang tidak layak, dan niat yang tidak pantas, siapakah yang akan
menghapusnya? Bertobatlah kepada Allah.
Dan Dia-lah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan
kesalahan-kesalahan. (QS Asy-Syuura, 42:25)
---------------------------------
Brings words and photos together (easily) with
PhotoMail - it's free and works with Yahoo! Mail.
[Non-text portions of this message have been removed]
______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/