ya.. sukur.. semoga semua ini bukan sebuah inkonsistensi oleh sebagian 
kelompok, melainkan sebuah modifikasi positif ke arah hadapan, karena dulu juga 
kita melihat bagaimana teman2 muda memberangus kultur2 primitif yang dianggap 
primitif (kiai-santri, gender dll) dengan wacana2 yang oleh mereka diklaim 
sebagai wacana pencerahan. jadi ruu app adalah sebagai pelajaran bagi sebagian 
kelompok yang mengklaim dirinya sebagai pembawa pencerahan untuk melihat lebih 
objektif lagi terhadap budaya kita. memang taqlid buta terhadap pencerahan 
eropa adalah dengan sendirinya bertentangan dengan semangat pencerahan itu 
sendiri..
   
  mari kita bangun NKRI dengan budaya sendiri, bukankah itu yang tumbuh merekah 
di bumi pertiwi..

   
   
   
  
-MGR- <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Nis,

saya mendukung pendapatmu ini, kita harus kritis membaca tradisi,
tidak serta-merta berkutat pada konservasi tradisi saja, saya kira,
Hasan Hanafi sudah bicara panjang lebar tentang tradisi dan pembaruan,
dan menggiurkan teman-teman nu di indonesia, sehingga melahirkan apa
yang mereka sebut sebagai postra islam: kemana wacana ini sekarang?
selain itu, kita juga harus kritis dan arif membaca sejarah pencerahan
di eropa, saya lihat ada semangat membaca pencerahan itu sebagai
sejarah yang statis, saya memang tidak bisa menafikan, pencerahan dan
moderenisme menjadi sasaran kritik yang tidak pernah habis, kalau
memakai istilah el messiri ada problem bias (isyakaliyah
al-tahayyuz),imperealisem juga sering didakwakan sebagai keserakahan
modernisme, demikian juga masalah "beradab" dan "primitif" semangat
kelompok yang saat ini mengusung ruu app, sebenarnya seperti semangat
'keberadaban' yang dibawa belanda dahulu ketika melihat pertunjukan
dan budaya rakyat indonesia sebagai kebudayaan yang najis, tidak
beradab dan primitif. 

saya kira banyak hal keuntungan yang bisa dipetik dari buah
modernisme, namun banyal hal pula yang perlu dikritik.
nah saya lihat, ada semangat tidak arif dalam melihat sejarah ini,
seolah moderisme acuh tak acuh dengan anasir negatif yang
mengitarinya, seolah-olah tidak kritik yang muncul dari dalam,
seolah-olah modernisme seperti ideologi yang dikemas tak lekang oleh
panas, tak lapuk oleh hujan.  

saya melihat ada semangat mengkritisi modernisme yang muncul dari
lembah yang sama tanpa harus berada di lembah lain, penolakan pada
modernisme, hemat saya adalah semangat antipencerahan,
antirasionalitas, saya tidak ingin mengatakan bahwa, tidak ada tempat
bagi selain rasionalitas yang sering dipamahami sebagai semangat
modernisme "ortodoks"; tapi dengan tetap melakukan kritik terhadap
rasionalitas, bukan menolaknya, kita tidak bisa kembali pada era yang
dipenuhi mitos dan irrasionalitas sebagai standar ilmu pengetahuan,
kecuali mendudukkannya pada ranah multikulturalisme, pada pluralisme
budaya, atau pada ruang kajian lingustik dan sastra. 

Untuk itulah, saya mengamini pendapat hashim soleh, ketika
mengomentari, ide-ide postmodernisme, yang menurutnya terlalu wah bagi
dunia islam saat, kita belum saja melampui dan melewati era pencerahan
dan modenisme, bagaimana kita sudah merasa dan harus berpijak pada
postmodernisme,

lagi-lagi, saya menduga-duga, mana yang disebut 'kanan' dan 'kiri' di
sini, modernisme kanan, postmodernisme kiri? jika modernisme yang
tetap bersemangat mengkritisi dirinya sendiri tetap dianggap kanan, 
mungkin ini 'kekananan' saya juga.

terima kasih

-GuN-

Nis, untuk konteks buku shatibi, ada ketidakjujuran intelektual, atau
tidak kritis membaca buku shatibi itu, yang tidak saya suka dari cara
pembacaan itu adalah menjadikan tradisi sebagai kekuatan ataupun
legislasi tanpa kritik, sekedar mengutip al-kulliyah al-khams
shathibi, kemudian, ngelantur bicara kemana-mana, membela prinsip
kebebasan agama dengan prinsip hifdz al-din? baca baik-baik, "hadd
al-riddah" 'pidana mati bagi yang murtad' justeru hifdz al-din menurut
shathibi hehehe.. bukan pengakuan untuk murtad :)

--- In [email protected], "Anis Masduki" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Salam Mas Aji dan semua,
> 
> Saya kira kita harus membagi "local culture" itu menjadi dua; yang 
> bertentangan dan yang tak bertentangan dengan idea of progress. 
> Apabila "local culture" dimungkinkan mendukung dan memperkuat idea of 
> progress maka ia sebaiknya diberikan tempatnya, akan tetapi apabila 
> ia justru mengandung elemen regresif dan rigiditas maka tidak ada 
> perlunya dihidupkan...karena 'habitat'nya memang sudah berbeda. Soal 
> seni dan budaya, jika ia memang mengandung nilai eksotis dan 
> filosofis khusus, tentu layak untuk ditampilkan. 
> 
> Soal metodologi, saya kira itu lebih menjadi pilihan personal 
> daripada kesepakatan semua komunitas pembaharu. Makanya, proyek 
> pembaruan bisa memproyeksikan banyak sekali corak pembaruan 
> diakibatkan varian metodologi. Diantara pembaharu justru terjadi 
> saling kritik menunjukkan titik kelemahan metodologi tertentu. Jabiri 
> misalnya, mengkritik pendekatan marxis terhadap tradisi Islam.
> 
> Seorang pemikir Islam, ketika mendekati tradisi Islam dengan 
> melakukan kritik epistimologis, historis dan ideologis dengan 
> semangat rasionalitas Eropa misalnya, maka akan terlihat tegas sekali 
> mendukung nalar rasionalis-argumentatif Ibn Rusd, Ibn Hazm, Syatibi 
> dan kemudian menganggap kemenangan nalar retorik dan imajinatif yang 
> digawangi Syafi'i dan Ghazali sebagai kemenangan politik.
> 
> Sekedar catatan, untuk Syatibi ini saya mulai ragu jika ia memang 
> benar-benar sosok rasionalis-argumentatif sehingga bisa 
> dikatakan 'pembaharu' pada masanya, mengingat banyak sekali pandangan 
> teologis ia yang mu'tazilah bukan, asy'ariah pun bukan. Sebagian 
> asy'ariah itu sudah 'lumayan' karena banyak yang terpengaruh 
> paradigma berpikirnya mu'tazilah. 
> 
> Nah, setelah saya membaca banyak insigth Syatibi dalam isu-isu inti 
> teologis, especially, tahsin wa taqbih saya kemudian mengalami 
> keraguan. Karena perlu diingat, kemungkinan besar wawasan teologis 
> ini kemudian berpengaruh kepada pandangan usul fikih dan fikihnya. 
> Akibatnya, pandangan Syatibi kurang menyediakan banyak ruang bagi 
> akal dan terkesan tekstualis bahkan arabis.  
> 
> Alam dan kesadaran yang dihasilkan dua fase dunia modern dan 
> posmodern memang berbeda. Meski saya lebih setuju dengan Habermas, 
> untuk mengatakan bahwa posmodern sebetulnya hanya merupakan 
> kelanjutan dari modernisme yang belum selesai. Nah, sekarang Islam 
> itu masuk dalam modernisme yang sebenarnya saja saya kira belum, 
> bagaimana ia mampu masuk dalam rimba postmodernisme? Itulah mengapa 
> Arkoun mengatakan bahwa modernisme adalah jalan yang harus ditapaki 
> Islam lebih dulu untuk menyusul modernisme Barat.
> 
> Akan tetapi, metodologi yang lahir dari rahim posmodern sudah banyak 
> diaplikasikan para pemikir Islam. Abu Zaid dengan hermeneutikanya, 
> begitupun Hassan Hanafi meminang fenomenologi ketika membedah 
> historisitas ushul fiqh klasik dan konsep pembaruannya......
> 
> 
> 
> Wassalam,
> AM
>  
> 
> 
> 
> 
> --- In [email protected], Aji Hermawan <ajiher@> wrote:
> >
> > Gun dkk,
> > 
> > Saya sudah di tanah air, kemarin cuma sebentar ke Portland, Oregon. 
> Maaf 
> > karena kesibukan baru kali ini sempat buka email.  dan karena masih 
> juga 
> > terburu-buru saya jawab singkat saja ya.
> > 
> > Saya sebenarnya tak peduli kiri-kanan dan tak percaya adanya ta'rif 
> tunggal 
> > yang mampu memisahkan kiri-kanan dengan baik.  Sekarang ini bahkan 
> mungkin 
> > semakin tidak relevan, sebagaimana disinyalir Anthony Gidden.  
> Kalau itu 
> > masih dianggap operasional ya monggo saja.  Namun yang perlu sadari 
> ya itu 
> > bahwa pemakaian term kiri-kanan itu problematik dan beragam.  
> Misalnya, 
> > kalau mau ngikut ta'rif Hasan Hanafi ya monggo.  Kalau bener-bener 
> ngikuti 
> > ta'rifnya kan ndak perlu lagi ada pertanyaan apa aswaja/NU itu 
> kanan-opo 
> > kiri to? ;-))  Atau kita kembalikan kepada historical root-nya pada 
> > revolusi Perancis dulu, dimana istilah kiri dan kanan itu konon 
> > berasal.  (catatan: istilah liberal juga begitu, betapa ini 
> digunakan 
> > secara berbeda di US dan di Eropa misalnya)
> > 
> > Kritik saya ke temen-temen lebih kepada metodologi.  Ada banyak 
> ragam 
> > metodologi yang lahir dari rahim modernisme.  Kita dapat 
> menyederhanakannya 
> > menggunakan berbagai tipologi.  Unfreezing konservatisme dalam 
> agama is OK, 
> > tapi kesan yang saya proses refreezing/alternatif yang ditawarkan 
> tidaklah 
> > memakai metodologi yang sama ketika malakukan yang pertama.  
> Gampangnya, 
> > ketika mengkritik meminjam metodologi mana saja (critical theory, 
> > postmodernisme, misalnya), ketika memberikan jawaban lupa dengan 
> metodologi 
> > awalnya, sumbernya kesitu-situ juga..ha..ha..ha....
> > 
> > Untuk lebih jelasnya kita memang perlu dilihat bagaimana posisi 
> sebuah 
> > pendapat pada isu-isu khas misalnya demokrasi, private-public 
> sphere, 
> > liberalisasi ekonomi, globalisasi, perburuhan, feminisme, 
> > multikulturalisme, dll.  Saya kok semakin menangkap kesan itu, Gun, 
> setelah 
> > lama mengikuti pendapat rekan-rekan.  Anak-anak muda NU yang 
> proklaim diri 
> > sebagai kiri, liberalis, emansipatoris, hanya tampak kiri ketika 
> mengkritik 
> > agamanya, tapi sebenarnya sedang memberikan jawaban-jawaban kanan 
> juga 
> > dalam domain ilmu sosial.  Contoh yang paling hangat, betapa "anak 
> muda NU" 
> > teriak pentingnya "multi-kulturalisme" dalam konteks RUU APP 
> misalnya; it's 
> > OK, tapi dalam sisi lain senang membabat dan melibas "local 
> culture" dan 
> > lebih silau bahkan mengimpor akan idea of progress dari "hegemonic 
> cuture" 
> > tanpa kritik yg berarti ha..ha..ha..........
> > 
> > itu dyulu, dah panjang nih.
> > 
> > Salam
> > Aji
> > 
> > >   Date: Sat, 01 Apr 2006 14:03:37 -0000
> > >    From: "-MGR-" <indunisi@>
> > >Subject: Re: NU Mulai Miring ke Kanan?
> > >
> > >Mas Ajie yang baru datang dari Amerika, apa sudah tiba di tanah 
> air?
> > >
> > >Mas sebenarnya saya perlu mengklarifikasi terlebih dahulu 
> pengertian
> > >'kiri' dan 'kanan' yang Mas Ajie maksudkan,
> > >
> > >Tapi, sementara dulu, hal yang biasa anak-anak muda NU merasa kiri
> > >ataupun menghasilkan pemikiran "kiri" meskipun perspektif yang
> > >digunakan juga "kanan", saya ingin menyodorkan misal kecil, melalui
> > >fikih yang secara umum dituduh sangat 'kanan' dalam arti pro
> > >ortodoksi, dan otoritas teks tapi ide-ide yang keluar 
> justeru 'kiri'
> > >padahal belum memakai kesadaran perspektif Hasan Hanafi yang
> > >mengatakan ada 'kanan' dan 'kiri' dalam fikih, mashalih al-mursalah
> > >imam maliki menurutnya 'kiri' sementara "qiyas" Syafi'i menurutnya
> > >'kanan' tapi menurut saya, a'maal ahl madinah (tradisi masyarakat
> > >madinah) yang dijadikan salah satu sumber hukum imam maliki sangat 
> kanan,
> > >
> > >Contoh lain, Gamal Al-Banna, yang menafikan "historitas teks" tidak
> > >percaya asbab al-nuzul, nasikh wal-mansukh, memiliki kritik yang
> > >sangat tajak terhadap metode takwil, nashr hamid, shahrur, mahmud
> > >thaha, dalam ranah ini ketika gamal al-banna menolak "historitas 
> teks"
> > >sebenarnya menggunakan perspektif kanan, tapi, yang keluar ide-ide
> > >'kiri' dan 'liberal', contoh, jilbab tidak wajib, boleh ciuman,
> > >menerima sekularisme, pluralisme, perang bukan jihad.
> > >
> > >Dan apakah perspektif-perspektif yang lahir dari rahim modernitas 
> bisa
> > >disebut "kanan" karena saat ini produk-produk modernitas itu 
> didakwa
> > >    menjadi kekuatan-kekuatan kelompok "kanan".
> > >
> > >benarkah para filosof era pencerahan, dan modern merupakan 
> pemikiran
> > >"kanan" dan apakah hanya pemikir post-cultural studies saja 
> yang "kiri"?
> > >
> > >Terima kasih
> > >
> > >-GuN-
> > >
> > >
> > >--- In [email protected], "Aji Hermawan" <ajiher@> wrote:
> > > >
> > > > Saya kira NU memang miring ke kanan, semua, termasuk yang 
> mengkritik
> > > > kekananan NU dan merasa diri berada di kiri.  Bagi saya, sangat 
> sulit
> > > > mencari yang miring ke kiri di NU.  Karena yang merasa kiri, 
> progresif,
> > > > liberal, dan emansipatoris dalam ber-Islam pun membawa panji-
> panji
> > > > kanan dalam perspektif sosiologisnya.
> > > >
> > > > Saya kira sudah saatnya NU, terutama anak-anak muda yang merasa 
> di
> > > > kiri, membongkar kembali diskursus kiri-progresif-emansipatoris-
> liberal-
> > > > pembebasan dan sebangsanya.  Bukan asal melawan konservatisme 
> agamanya
> > > > terus merasa KIRI.
> > > >
> > > > I think they feel driving on the left but in fact they are 
> DRIVEN to
> > > > the right. Ha..ha...ha......
> > > >
> > > > Salam
> > > > Aji Hermawan
> > > > Changi Village, Singapore
> > > >
> > > > --- In [email protected], "Mukhlisin" <mukhlisin@> wrote:
> > > > >
> > > > > NU Mulai Miring ke Kanan?
> > > > >
> > > > > Oleh M. Mas'ud Adnan
> > > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > 
> >_____________________________________________________________________
> ___
> > 
> >_____________________________________________________________________
> ___
> > >
> > >Message: 2
> > >    Date: Sat, 01 Apr 2006 14:15:37 -0000
> > >    From: "-MGR-" <indunisi@>
> > >Subject: Re: NU Mulai Miring ke Kanan?
> > >
> > >--- In [email protected], asep saefumillah <asep_03@> wrote:
> > >
> > >  Sallie McFague adalah contoh
> > > > seorang teolog posmodernis yang saat ini sedang
> > > > bekerja keras menyikapi problem ekologi.Buku-bukunya
> > > > tentang models of god atau metaphorical theology
> > > > berisi penjelasan bagamaina realitas yang tak terbatas
> > > > dan diluar bahasa itu dibahasakan,
> > > > dikonseptualisasikan untuk mencapai tujuan kemanusiaan
> > > > ditengah problem jaman yang dihadapi. Tentu selalu
> > > > saja bisa menuai kritik. Tapi itulah usahanya yang
> > > > patut dihargai.
> > > >
> > >
> > >Mas Asep,
> > >Sebenarnya saya sangat menunggu-nunggu dari Mas Asep tentang konsep
> > >teologi yang memiliki kepedulian terhadap problem ekologi, lompatan
> > >jauh yang ingin dilakukan oleh seorang seperti hasan hanafi dalam
> > >bukunya 'min al-aqidah ila al-twawrah'--yang saya kutip di milis
> > >JIL--adalah meloncat dari teologi yang berkait-erat dengan
> > >teosentrisme menuju pada antroponsentrisme, namun, konsep ini
> > >kan--kalau meminjam pengertian Mas Ajie--produk modernisme, sudah
> > >usang, sudah lama, dan memang benar, ide-ide Hasan Hanafi lebih 
> dekat
> > >pada modernisme Eropa.
> > >
> > >Nah, tawaran teologi ekologis (?) ini menjadi menarik, saya pernah
> > >membaca dalam teologi pembebasan di asia, sebuah konsep teologi 
> yang
> > >tidak lagi berkutat pada "salah-benar" "rasional-irrasional" tapi 
> pada
> > >problem ekologi, dan agama-agama primitiflah yang memiliki 
> kesadaran
> > >sangat nyata. Misalnya, masyarakat dayak di kalimantan tidak 
> mungkin
> > >melakukan pengrusakan alam, menebang pohon, meledakkan bukit untuk
> > >tambang, jika mereka melihat anasir-anasir alam itu tuhan-tuhan
> > >mereka. Pengrusakan pada alam, berarti penodaan terhadap tuhan, 
> dalam
> > >konsep teologi yang 'rasional' 'teologi' masyarakat primitif 
> dianggap
> > >sangat ekstrim, tapi, yang harus diakui, kesadaran terhadap alam,
> > >merekalah yang punya.
> > >
> > >Terima kasih
> > >
> > >-GuN-
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > 
> >_____________________________________________________________________
> ___
> > 
> >_____________________________________________________________________
> ___
> > >
> > >Message: 3
> > >    Date: Sat, 01 Apr 2006 15:11:47 -0000
> > >    From: "Anis Masduki" <duky19@>
> > >Subject: Re: Anak Muda NU. kemana kalian?
> > >
> > >Mas Selamet yang baik,
> > >
> > >Saya kira jalan keluarnya adalah supaya generasi NU konsen pada
> > >bidangnya dan berlomba memupukkan komitmen memberdayakan NU. 
> Biarkan
> > >anak muda NU yang konsen pada pemikiran itu mengembangkan NU dalam
> > >ranah pemikirannya. Anda sudah bagus mempunyai paradigma berpikir
> > >yang terbuka, toleran, kontekstual dst, itu sudah cukup.
> > >
> > >Saya kira NU memang sudah harus berkembang di segala lini, tidak
> > >hanya dalam lini pemikiran an sich. Tapi kendalanya saya kira 
> memang
> > >pada faktor elit NU yang belum bisa sepenuhnya meninggalkan godaan
> > >politik. NU dengan grassroot yang berjuta tapi awam memang empuk
> > >untuk dimanfaatkan secara politik. Yang terjadi adalah benturan,
> > >konsentrasi yang terbuang, dan warga tidak bisa merasakan secara
> > >nyata kehadirannya...
> > >
> > >Kita bisa rasakan sekarang NU semakin banyak disebut dalam konteks
> > >politik praktis, tapi bukan dalam konteks pemberdayaan umat....
> > >
> > >
> > >Salam,
> > >AM
> > >
> > >
> > >--- In [email protected], "Slamet Thohari" <sepertiair@>
> > >wrote:
> > > >
> > > > Salam.
> > > >
> > > > Saya secara kebetulan dibesarkan di keluarga NU. Saya
> > > > kuliah di UGM, alhamdulilah sekarang sudah selesai tinggal
> > > > wisuda. sampai saat ini, saya merupakan korban dari genre
> > > > "gelombang liberalisme Pemikiran Islam" dalam tubuh NU.
> > > > saya tidak mengerti kenapa anak-anak muda NU "pating
> > > > clekutis" mikirin tafsir agama. padahal tema-tema yang
> > > > lain sedemikian banyak. Islam ya Islam yang penting
> > > > toleran, menghormati, kontekstual itu sudah cukup. apakah
> > > > mau itu "islam kiri", Islam Liberal, Postra dan lain
> > > > sebagainya itu tidak penting bagi NU. yang dibutuhkan bagi
> > > > NU sekarang adalah Pakar Komputer, pakar Pertanian (kayak
> > > > pa Dr Maksum yang sekjend NU jogja), Ekonom ( Kayak Prof
> > > >  Mas'ud Mahfudz, ketua NU Jogja), pakar politik, otonomi
> > > > daerah, sejarahawan, pakar kedokteran dll.
> > > >
> > > > banyak teman-teman kuliah saya di UGM yang secara umum
> > > > memiliki dasar ilmu tersebut. tapi mereka merasa tidak
> > > > nyaman di NU, karena anak mudanya selalu sibuk ngurus
> > > > tafsir agama.
> > > >
> > > > kepada teman-teman NU, tahun lalu, ada anak dari Tuban,
> > > > dia orang NU. dia diterima di ilmu komputer UGM. tapi dia
> > > > tidak kuat mbayar SPP. lalu drop out, baru masuk satu
> > > > semester.
> > > >
> > > > di daerah saya mayoritas petani, mereka pusing mikir harga
> > > > pupuk, danb tanah mereka yang tidak subur lagi karena
> > > > bahan kimia. mereka ini orang NU. lalu apakah tafsir agama
> > > > dapat menjawab permasalahan ini. tentu tidak, apa lagi
> > > > tafsir agama tersebut dibincangkan di kafe-kafe, di ruang
> > > > seminar yang megah dll.
> > > >
> > > > saya lemas, saya agak kecewa, kenapa anak muda Nu "belum
> > > > beres" dengan agamannya. mereka yang sudag toleran,
> > > > kontektual, pro demokrasi berhentilah membincang
> > > > perdebatan teologis. urus lah orang-orang NU yang mlarat
> > > > itu, kerjakanlah untuk NU yang memang dibutuhkan NU ke
> > > > depan.  Maaf sebelumnya
> > > >
> > > > Slamet Thohari
> > > > ===========================================================
> > > > Ikuti Lomba Puisi Online Jawa Timur, dapatkan
> > > > hadiah menarik setiap bulannya
> > > > dan hadiah total senilai 60 juta rupiah hanya di
> > >http://www.plasa.com
> > > > (Khusus Jawa Timur)
> > > > ===========================================================
> > > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > 
> >_____________________________________________________________________
> ___
> > 
> >_____________________________________________________________________
> ___
> > >
> > >Message: 4
> > >    Date: Sun, 2 Apr 2006 08:29:59 +1000 (EST)
> > >    From: Suaidi <sudi531@>
> > >Subject: Fwd: [yimsa-net] Rekaman mp3 seminar RUU APP
> > >
> > >Salam,
> > >   Berita lebih lengkap menyusul. Informasi pandangan mata, insya 
> Allah 
> > > akan disampaikan oleh kiai Yasir. Untuk sementara bisa didengar 
> di bawah ini.
> > >   Wassalam
> > >   Suaidi
> > >
> > >
> > >tarwadi tarwadi <ttarwadi@> wrote:
> > >   To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
> > >[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
> > >From: tarwadi tarwadi <ttarwadi@>
> > >Date: Sat, 1 Apr 2006 21:10:33 +1000 (EST)
> > >Subject: [yimsa-net] Rekaman mp3 seminar RUU APP
> > >
> > >Assalamu'alaikum wr.wb.
> > >
> > >Dear all,
> > >
> > >Pertama, saya ingin memberikan ucapan selamat, great
> > >salute, kepada Pak Suadi dkk atas suksesnya acara
> > >seminar. Meski dikerjakan oleh Pak Suadi 'seorang
> > >diri', acara ini terbilang sangat sukses setidaknya
> > >dari antusiasme peserta yang hadir.
> > >
> > >Bagi kawan-kawan yang ingin mendengarkan rekaman mp3,
> > >silahkan klik link berikut ini. Sebelum mendengarkan,
> > >silahkan klik kanan mouse anda dan simpan dulu file
> > >ini di PC anda. Semoga bermanfaat.
> > >
> > >Anna Lumban Gaol:
> > >http://www.megaupload.com/?d=0LCZ9F76
> > >
> > >Yasir Alimi:
> > >http://www.megaupload.com/?d=AK8N4CQU
> > >
> > >Atip Latiful Hayat:
> > >http://www.megaupload.com/?d=D2CSUB8I
> > >
> > >Prof Tim Linsdey:
> > >http://www.megaupload.com/?d=R8DK42PM
> > >
> > >Emha Ainun Nadjib:
> > >http://www.megaupload.com/?d=8F8AZNT3
> > >
> > >Sesi dialog(1):
> > >http://www.megaupload.com/?d=1KRMYAZ0
> > >
> > >Sesi dialog(2):
> > >http://www.megaupload.com/?d=J0JSFRF1
> > >
> > >wassalam,
> > >tarwadi
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >____________________________________________________
> > >On Yahoo!7
> > >Messenger - Make free PC-to-PC calls to your friends overseas.
> > >http://au.messenger.yahoo.com
> > >
> > >
> > >
> > >------------------------------------------------------------
> > >YIMSA (Young Indonesian Muslim Students' Association)
> > >mailing-list: [EMAIL PROTECTED]
> > >website     : http://yimsa.isnet.org & http://yimsa.20m.com
> > >library     : http://perpus-yimsa.20m.com
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >   SPONSORED LINKS
> > >         True religion   Religion   Religion book     Bad 
> > > religion   Belief net   Christian religion
> > >
> > >---------------------------------
> > >   YAHOO! GROUPS LINKS
> > >
> > >
> > >     Visit your group "yimsa-net" on the web.
> > >
> > >     To unsubscribe from this group, send an email to:
> > >  [EMAIL PROTECTED]
> > >
> > >     Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
> Service.
> > >
> > >
> > >---------------------------------
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >Suaidi Asyari
> > >MIALS
> > >The University of Melbourne
> > >Victoria Australia
> > >
> > >---------------------------------
> > >On Yahoo!7
> > >   Messenger: Make free PC-to-PC calls to your friends overseas.
> > >
> > >[Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> > >
> > >
> > 
> >_____________________________________________________________________
> ___
> > 
> >_____________________________________________________________________
> ___
> > >
> > >Message: 5
> > >    Date: Sun, 2 Apr 2006 08:31:11 +1000 (EST)
> > >    From: Suaidi <sudi531@>
> > >Subject: komentar ttg seminar RUU APP
> > >
> > >
> > >
> > >Minarwan <rodinia@> wrote:  Date: Sat, 1 Apr 2006 19:19:36 +1000
> > >From: Minarwan <rodinia@>
> > >To: Suaidi <sudi531@>
> > >Subject: Re: SEMINAR RUU APP Reminder
> > >
> > >Pak Suaidi,
> > >
> > >Selamat atas kesuksesan acara seminar tadi sore.
> > >Seminarnya menarik sekali, walaupun sayang waktu diskusi sangat
> > >terbatas, saya tetap menikmatinya.
> > >
> > >Salam
> > >Minarwan
> > >
> > >On 3/30/06, Suaidi wrote:
> > > >
> > > > Dear all,
> > > > Semoga email ini mendapatkan anda semua berada dalam
> > > > keadaan sehat dan sejarhtera selalu.
> > > > Panitia Seminar RUU APP hanya ingin mengingatkan bahwa
> > > > acara seminar tersebut dilaksanakan tepat jam 2pm,
> > > > sementara Gedung Carrilo Gantner Theatre sudah dibuka
> > > > sejak jam 1.30 bahkan lebih awal. Karena itu di depan
> > > > ruangan Panitia telah menyediakan selected kliping
> > > > diskusi, opini dan berita Pro-Kontra RUU dari berbagai
> > > > Media dan Milis. Bagi anda yang tidak sempat membaca
> > > > informasi ini sebelumnya, waktu sebelum seminar bisa
> > > > anda gunakan untuk itu.
> > > > Sampai jumpa pada acara seminar.
> > > > Terima kasih
> > > > Panitia Seminar RUU APP 1 April 2006
> > > > NU ANZ-KJRI Melbourne dan Indonesian Program
> > > > PS:
> > > > Dalam hal 5-6 dari Panduan Acara terdapat Visi dan
> > > > Misi berdirnya NU ANZ. Jika anda simpati dengan visi
> > > > dan misi NU ANZ, Kami membuka pintu bagi anda untuk
> > > > bergabung dalam rangka membangun kerja sama dengan
> > > > berbagai pihak di Australia untuk membangun masa depan
> > > > Bangsa Indonesia melalui NU. Silakan kirim informasi
> > > > anda ke nu_victoria@ Rasa simpati anda
> > > > sangat kami hargai.
> > > >
> > > >
> > > > Suaidi Asyari
> > > > MIALS
> > > > The University of Melbourne
> > > > Victoria Australia
> > > >
> > > >
> > > >
> > >
> > >
> > >--
> > >My blog at: http://decartenz.blogspot.com
> > >
> > >
> > >
> > >Suaidi Asyari
> > >MIALS
> > >The University of Melbourne
> > >Victoria Australia
> > >
> > >---------------------------------
> > >On Yahoo!7
> > >   Messenger: Make free PC-to-PC calls to your friends overseas.
> > >
> > >[Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> > >
> > >
> > 
> >_____________________________________________________________________
> ___
> > 
> >_____________________________________________________________________
> ___
> > >
> > >
> > 
> >_____________________________________________________________________
> _
> > >http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU 
> Mesir 
> > >dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
> > >~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> > >Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal 
> Anda 
> > >harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
> > >[EMAIL PROTECTED]
> > >
> > >-------------------------------------------------------------------
> -----
> > >Yahoo! Groups Links
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >-------------------------------------------------------------------
> -----
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >--
> > >No virus found in this incoming message.
> > >Checked by AVG Free Edition.
> > >Version: 7.1.385 / Virus Database: 268.3.3/298 - Release Date: 
> 3/30/2006
> >
>






______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 



    
---------------------------------
  YAHOO! GROUPS LINKS 

    
    Visit your group "kmnu2000" on the web.
    
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
    
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 

    
---------------------------------
  



                
---------------------------------
Blab-away for as little as 1ยข/min. Make  PC-to-Phone Calls using Yahoo! 
Messenger with Voice.

[Non-text portions of this message have been removed]



______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke