Review media ini terselanggara berkat kerjasama Lafadl-Jogjakarta
dengan Urban Poor Consortium (UPC)-Jakarta dan Urban Poor Lingkage
(UPLINK)
Lebih jauh mengenai Lafadl-Jogjakarta, kunjungi: lafadl.atspace.org
dan lafadl.wordpress.com
(Arsip Review Media  bisa diakses di www.urbanpoor.or.id dan www.uplink.or.id)



PENGGUSURAN: RIBUAN ORANG TERANCAM KEHILANGAN TEMPAT TINGGAL
PENGGUSURAN: PEMBATASAN HAK MENCARI NAFKAH
JUMLAH WARGA MISKIN KIAN BANYAK, MEREKA TINGGAL DI KUBURAN DAN BANTARAN SUNGAI
RIBUAN ANAK INDONESIA KEKURANGAN GIZI



PENGGUSURAN: RIBUAN ORANG TERANCAM KEHILANGAN TEMPAT TINGGAL
Ribuan warga di Kecamatan Mariso, Makassar, Sulawesi Selatan, terancam
digusur. Pemerintah Kota Makassar berencana menata pemukiman di
Kecamatan Mariso menjadi sentra ekonomi dan sentra lingkungan hidup.
Wali Kota Makassar Ilham
Arief Sirajuddin mengatakan bahwa Pemkot  menyediakan sarana
permukiman yang layak huni bermodel rumah susun sewa.Namun, minimnya
jumlah unit yang disediakan (300 unit) menimbulkan pertanyaan warga.
Pasalnya, jumlah keluarga di Kecamatan Mariso mencapai ribuan orang
(Kompas 6/4/05)
        Sementara itu, seminggu setelah penggusuran, nasib warga Cakrawala
Baru masih terkatung-katung. Sedikitnya 80 sampai 100 kepala keluarga
masih bertahan di sekitar lahan Cakrawala Baru yang sudah rata dengan
tanah.Warga yang masih bertahan sebagian kecil tetap tinggal di kolong
jembatan layang, tetapi sebagian besar mendirikan tenda darurat atau
gubuk di tepi Kali Banger.Mengenai pemberian beasiswa, menurut Budi,
pemberian itu baru sebatas janji, tapi secara teknis belum ada
penjelasan (Kompas-jateng 5/4/06). Warga juga mengeluh karena sejumlah
barang berharga miliknya hilang saat terjadi penggusuran. Barang
berharga itu hilang saat rumah mulai dirobohkan.Seorang warga
Cakrawala Baru yang rumahnya digusur, Subsianto (40) hari Jumat (31/3)
di Semarang, mengaku kehilangan barang dagangan dari
warungnyan(Kompas-jateng 1/4/06). Pengosongan lahan yang dilakukan
Pemkot bisa menimbulkan dampak cukup serius pada warga Cakrawala Baru.
Selain berpengaruh terhadap kesehatan tubuh, juga pada kondisi psikis
mereka. Depresi yang dialami warga membutuhkan penanganan serius.
Apalagi hal itu tidak hanyadialami orang dewasa, tetapi juga
anak-anak."Beberapa anak usia sekolah sudah mulai menunjukkan gejala
depresi. Halitu tidak bisa dibiarkan,'' kata Ketua Yayasan
Pemberdayaan Konsumen dan Kesehatan Indonesia (YPKKI), dokter Taufik
Kresno SpPD.Dia menuturkan, selain masalah psikis, masyarakat juga
perlu mewaspadaiberbagai macam penyakit yang muncul di daerah
pengungsian. InfeksiSaluran Pernafasan Akut (ISPA) dan gangguan
pencernaan adalah penyakityang sering muncul di daerah pengungsian
(Suara Merdeka 5/4/06).

PENGGUSURAN: PEMBATASAN HAK MENCARI NAFKAH
Pedagang kaki lima di Terminal Joyoboyo tetap digusur oleh Satuan
Polisi Pamong Praja Surabaya, Senin (3/4). Padahal, tempat relokasi
yang ditawarkan Pemerintah Kota Surabaya untuk PKL dinilai tidak
strategis. Kios tempat PKL hancur setelah dibongkar dengan alat berat
milik Dinas PU Binamarga dan Pematusan Surabaya. Saat pembongkaran,
sekitar pukul 07.00, sempat terjadi dorong-mendorong. Namun, usaha
para PKL sia-sia. Akhirnya 43 kios PKL dibongkar. Alasan Satpol PP
Surabaya menggusur adalah untuk mengembalikan fungsi tempat yang
dipakai PKL, yakni sebagai trotoar dan palung sungai. Penggusuran ini
melibatkan lima peleton Satpol PP Pemkot Surabaya, satu peleton Satpol
PP Pemprov Jatim, satu peleton Bakesbanglinmas Surabaya, dua peleton
petugas Polwiltabes, dan dua peleton petugas Polres Surabaya Selatan.
Kepala Seksi Operasi dan Pengawasan Satpol PP Kota Surabaya Brahma
mengatakan, penggusuran dilakukan atas perintah Wali Kota Surabaya
Bambang DH. Salah satu pengurus Paguyuban PKL Joyoboyo, Latif,
mengatakan, pasar yang disediakan tidak strategis.    Ia mengatakan,
sebenarnya para PKL sudah merancang model penempatan yang pas bagi
mereka di Joyoboyo. Model yang ditawarkan adalah PKL mundur dari
tempatnya sekarang sehingga ada ruang untuk trotoar. Namun, konsep ini
ditolak Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Surabaya (Kompas
Jatim 4/5/06). Sekitar 40 PKL didampingi aktivis dari Paguyuban Stren
Kali Surabaya Wawan Some, dan Direktur LBH Surabaya Saiful Aris,
nglurug ke Balai Kota. Mereka ditemui Asisten Bidang Administrasi
Pemerintahan, Sutadi. Pertemuan yang berlangsung selama 20 menit ini
berakhir dead lock. Sutadi menolak memberikan jawaban atas tuntutan
warga. "Saya tidak berwenang memberikan jawaban," ungkapnya (Jawa Pos
4/4/06).
Sementara itu, belasan perempuan pekerja seks komersial (PSK) yang
beroperasi di sejumlah lokasi pinggir jalan Kota Bekasi bersama tiga
orang waria ditangkap aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)
Pemerintah Kota Bekasi pada Rabu (5/4) malam. Salah satu perempuan
malam itu diketahui sedang hamil muda. Sebagian dari PSK, yang
terjaring operasi penertiban itu, direncanakan dikirim untuk menjalani
pelatihan di panti sosial Palimanan, Cirebon, sebelum dipulangkan ke
tempat asal mereka. Sehari sebelumnya, aparat Satpol PP Pemkot Bekasi
juga melakukan garukan terhadap puluhan gelandangan dan pengamen cilik
di seputar wilayah Kota Bekasi. Para gelandangan itu kemudian
diserahkan ke Yayasan Galuh, Bekasi (Kompas 7/4/06).
        
JUMLAH WARGA MISKIN KIAN BANYAK, MEREKA TINGGAL DI KUBURAN DAN BANTARAN SUNGAI
Kendati trilyunan rupiah diangarkan untuk proyek pengentasan
kemiskinan, nyatanya junlah penduduk miskin di negeri ini terus
melambung. Untuk semua proyek itu, pemerintah menganggarkan dana Rp 37
triliun.Sebanyak 55 proyek sudah berjalan sejak 2005 hingga sekarang.
Proyek itu menghabiskan dana Rp 23 triliun. Sisanya, 17 proyek,
menyedot dana APBN Rp 14 triliun. Proyek-proyek baru tersebut belum
direalisasikan karena menunggu koordinasi dari instansi
terkait.Masalah kemiskinan itu ditangani sebuah tim khusus bernama Tim
Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan yang diketuai Menko Kesra
Aburizal Bakrie. (Jawa Pos 8/4/06). Hasil pendataan dari Badan Pusat
Statistik (BPS) bekerjasama dengan Pemkab Bulungan belum lama ini,
jumlah warga miskin di Kabupaten Bulungan mencapai 12.718 KK atau 49
persen dari total jumlah penduduk 111 ribu jiwa (data pertengahan
2005) (Kaltim Pos 1/4/06)
Sementara, jumlah warga miskin (gakin) di Balikpapan ternyata semakin
meningkat dari tahun ke tahun. Meski, peningkatannya tidak drastis
hingga puluhan ribu warga. Sejak tahun 2003 lalu, terjadi peningkatan
jumlah keluarga miskin dari 8.306 menjadi 8.334   kepala keluarga (KK)
atau 27.859 jiwa (Kaltim Pos 5/3/06).
        Di Nusa Tenggara Timur Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rumah
tangga miskin di daerah itu terus bertambah. Hingga 17 Januari
keluarga miskin di 16 kabupaten dan   kota sebanyak 718. 640 rumah
tangga meningkat 75,45 persen dari tahun sebelumnya sebanyak 554.045
(TempoInteraktif 5/4/06).
        Sementara itu, ratusan warga miskin di Jakarta terpaksa tinggal di
kuburan karena tidak mampu mengontrak rumah. Mereka lebih
memprioritaskan uang yang terbatas yang didapat setiap hari untuk
biaya makan dan uang sekolah anak-anak.Warga miskin yang  tinggal di
kuburan umumnya bekerja sebagai pemulung atau buruh kasar lainnya
dengan penghasilan Rp 20.000-Rp 30.000 per hari (Kompas 1/4/06). Di
tempat lain, bantaran atau jalur tanah yang diapit Cakung Drain dan
Kali Gendong, Cilincing, Jakarta Utara, saat ini bertumbuh menjadi
permukiman padat penduduk. Meski tercatat sebagai penduduk Daerah
Khusus Ibu Kota Jakarta, mereka tetap dicap sebagai penduduk liar,
tidak diberi struktur pemerintahan desa, dan karena itu pula
terabaikan dalam program bantuan sosial.Mereka umumnya dari kalangan
tidak mampu, seperti pemulung, pekerja serabutan, dan penganggur
musiman. Permukiman ini tidak diberi struktur organisasi pemerintahan
desa atau kelurahan. Setelah tidak diizinkan membentuk rukun tetangga
(RT) dan rukun warga (RW), mereka berinisiatif membentuk struktur
sosial sendiri.Struktur setingkat RT disebut blok dan paling tinggi
setingkat RW disebut kelompok, yang dipimpin seorang ketua.
Perkampungan di punggung bantaran Cakung Drain dan Kali Gendong itu
dibagi ke dalam tiga blok dengan satu kelompok. Camat Cilincing Suroto
mengatakan, permukiman liar tidak mungkin dibentuk RT dan RW. Meski
demikian, pemberian KTP bisa dibantu lewat RT sekitarnya.Kepala
Subbagian Pemberitaan Humas Pemerintah Kota Jakarta Utara Bambang
Haryadi mengakui, penanganan penduduk liar itu cukup dilematis. Tidak
mesti selalu memakai pendekatan aturan karena mereka adalah manusia
yang berhubungan erat dengan hati nurani (Kompas 6/4/06).

RIBUAN ANAK INDONESIA KEKURANGAN GIZI
Sebanyak 1.095 anak balita di Sumatera Selatan menderita kekurangan
gizi. Hal ini akibat rendahnya asupan gizi dan protein anak-anak yang
hidup di provinsi yang dijuluki lumbung pangan tersebut.Kepala Badan
Ketahanan Pangan Sumatera Selatan (Sumsel) Qolyubi Nawawi, mengatakan,
70 persen dari 1.095 anak balita itu dalam kategori gizi kurang dan 30
persen lainnya dalam status gizi buruk. Jumlah itu tersebar di 14
kabupaten/kota di Sumsel.Diperkirakan, jumlah anak balita penderita
kurang gizi ini bertambah karena pendataan belum dilakukan terhadap
seluruh anak balita di Sumsel yang mencapai 700.000 orang.Berdasarkan
data Badan Pusat Statistik Sumsel, jumlah rumah tangga miskin di
Sumsel tahun 2005 mencapai 689.676, setara dengan 2,75 juta jiwa atau
sekitar 41,17 persen dari 6,7 juta penduduk Sumsel. Jumlah penduduk
miskin ini meningkat dibandingkan dengan tahun 2004 yang sebanyak 1,3
juta jiwa(Kompas 5/4/06).
Hingga Maret 2006 di Provinsi Jambi tercatat 399 penderita gizi buruk.
Sebanyak 85 orang di antaranya berada di Kota Jambi.    Tingginya
jumlah penderita gizi buruk, tambah Oskar, Karim, Kepala Dinas
Kesehatan Jambi terkait erat  dengan semakin banyak dan meningkatnya
jumlah pengangguran-terutama bekas penebang kayu secara ilegal-di
tengah masyarakat. Bekas penebang liar itu kini tidak memiliki
penghasilan sehingga tidak mampu memberikan makanan bergizi kepada
anak mereka.
Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher, Kota Jambi,
misalnya, pada akhir Maret juga dirawat seorang anak balita penderita
gizi buruk, yakni warga Rantau Benar, Kecamatan Merlung, Tanjung
Jabung Barat.
Di Kabupaten Batanghari, pemerintahan setempat kini terus mendata
penderita gizi buruk menyusul ditemukannya 13 penderita yang tersebar
di sejumlah kecamatan. Ke-13 penderita itu berada di Kecamatan Muara
Bulian (7), Pemayung (2), Maro Sebo Ulu (2), dan Muaratembesi
(2).(Kompas 6/4/05).


Review media ini terselanggara berkat kerjasama Lafadl-Jogjakarta
dengan Urban Poor Consortium (UPC)-Jakarta dan Urban Poor Lingkage
(UPLINK)
Lebih jauh mengenai Lafadl-Jogjakarta, kunjungi: lafadl.atspace.org
dan lafadl.wordpress.com
(Arsip Review Media  bisa diakses di www.urbanpoor.or.id dan www.uplink.or.id)



--
Lafadl
lafadl.atspace.org
Jl. Dayu Baru no.1A.
Jogjakarta


______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke