Tulisan ini bagus karena sudah mengacu pada Pedoman Kaderisasi NU yang
merupakan hasil keputusan Konbes & Munas NU Th. 2002 di Asrama Haji Pondok
Gede.
Kebetulan draft Pedoman Kaderisasi NU ini dulu yang memfasilitasi
pembuatannya adalah PP. Lakpesdam NU. jadi kami tahu persis. Kalau
temen-temen ingin lebih tahu tentang prinsip-prinsip dasar kadersiasi di NU
bisa baca buku Pedoman Kaderisasi NU yang di terbitkan oleh PP. Lakpesdam
NU.
Jangan khawatir Mas Hakim. Kalau kaderisasi di laksanakan dengan serius
pasti akan menghasilkan kader yang konsisten dalam berfikir dan militan
dalam bertindak dan bersedia berkorban untuk menggolkan cita-cita
organisasi. dengan kader seperti di harapkan akan ada tranformasi.
Persoalannya, adalah konsistensi dari pengurus organisasi dalam menjalakan
dan melaksanakan program.
Miftah (PP. Lakpesdam NU)
----- Original Message -----
From: "ahmad hakim" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Wednesday, April 26, 2006 3:49 PM
Subject: Re: [kmnu2000] Mempertajam Misi Gerakan Ansor
> WAH....SIP!!!!!
> but, jangan dipersempit hanya kaderisasi donk!!
> ANSOR didirinya melekat nilai transformatifnya
> tersendiri selain dari kaderisasi !! itulah yang harus
> kita eksplor lebih jauh. gimana, OK.
>
>
> --- Mukhlisin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> > http://www.suaramerdeka.com/harian/0604/25/opi04.htm
> > Mempertajam Misi Gerakan Ansor
> > Oleh Munawar AM
> > TANGGAL 24 April 2006, Gerakan Pemuda (GP) Ansor
> > genap berusia 72 tahun. Dalam usianya yang ke-72 ini
> > organisasi tersebut masih menghadapi banyak
> > tantangan. Di antaranya soal kaderisasi.
> >
> > Ada empat prinsip dasar kaderisasi yang meliputi
> > teologis, kosmologis, epistemologis dan ideologis NU
> > yang perlu dielaborasi kembali sebagai pegangan
> > operasionalisasi program yang lebih teknis.
> >
> > Pertama, tentang prinsip teologi Aswaja. Masyarakat
> > NU menetapkan Ahlussunnah wal Jamaah (aswaja)
> > sebagai akidah resmi. Aswaja ini secara teologi
> > bermazhab pada Asyíariyyah dan Maturidiyyah. Artinya
> > teologi NU adalah teologi yang berusaha mengenalkan
> > adanya Allah dan ke-Esa-an-Nya dengan mengenal
> > adanya sifatdan asma Allah.
> >
> > Pemahaman aswaja dalam kecenderungannya saat ini
> > tidak lagi bertolak dari perspektif doktrinal dalam
> > bingkai dikotomis antara firqah dhalalah (kelompok
> > sesat) dan firqah najiyah (kelompok yang benar dan
> > selamat) tetapi langsung ke persoalan tauhid yang
> > lebih diarahkan pada analisa sejarah sosial politik
> > yang melatarbelakanginya. Artinya tilikan doktrinal
> > terhadap Aswaja disempurnakan dengan tilikan
> > historis sebagai manhaj dalam pemikiran keagamaan.
> > Dengan demikian dalam konteks kekinian aswaja harus
> > merupakan refleksi iman atas berbagai problem
> > konkrit yang dihadapi umat.
> >
> > Aswaja yang demikian itu kemudian menjelma menjadi
> > praksis iman yang nyata danbergerak melampaui Aswaja
> > ketika pada saat awal sekali diadaptasi. Di manapun
> > Aswaja memiliki prinsip yang sama yaitu moderasi,
> > toleransi, keadilan dan kerakyatan. Kehadiran NU
> > telah memberikan wajah Islam yang lebih moderat dan
> > toleran. Dalam kenyataannya komunitas Islam model
> > itulah yang mampu menciptakan kerukunan sosial
> > sehingga kemudian tercermin dalam sikap berpolitik
> > dan bernegara yang lebih demokratis.
> >
> > Kedua, kosmologi NU. Kosmologi adalah kesadaran
> > tentang realitas dan cara memahami realitas
> > tersebut. Kosmologi sangat mempengaruhi cara pandang
> > warga NU terhadap realitas di sekelilingnya.
> > Kosmologi sering dikaitkan dengan realitas
> > keteraturan alam (kosmos) yang komprehensif dalam
> > matra pertumbuhannya.
> >
> > Tertib kosmos diatur oleh hukum sosial yang dibangun
> > oleh masyarakat. Dengan demikian kosmologi memiliki
> > arti sosial yang berarti terciptanya kehidupan
> > sosial yang mantap dan stabil.
> >
> > Perspektif kosmologis menegaskan alam raya bukan
> > benda mati melainkan komprehensifitas makhluk hidup
> > yang selalui mengabdi kepada Allah.
> >
> > Ini akan berbanding terbalik dengan kosmologis
> > kapitalis yang memandang alam raya materialis semata
> > yang halal dieksploitasi untuk kepentingan
> > hedonistis sesaat. Kosmologi kapitalis telah
> > merasuki cara berpikir dan bertindak manusia yang
> > sering berujung pada ketidaktertiban sosial. Sebab
> > parameternya yang konsumtif di satu sisi dan di sisi
> > lain telah meninabobokan kemiskinan yang berarti
> > juga menghancurkan kosmologi masyarakat tradisional
> > seperti warga NU.
> >
> > Ketiga, epistemologi NU. Epistemologi lazim juga
> > disebut sebagai filsafat keilmuan. Epistemologi
> > tidak hanya menyangkut bagaimana cara berfikir,
> > tetapi juga membicarakan sumber pengetahuan sampai
> > ke masalah metode memperoleh pengetahuan.
> >
> > Bagaimana sebenarnya epistemologi NU? Seperti halnya
> > kosmologi, epistemologi NU belum banyak dielaborasi.
> > Komunitas NU memiliki basis keilmuan yang unik,
> > yaitu pesantren. Sampai kurun waktu saat ini
> > pesantren sering ìdituduhî sebagai kelompok
> > irasional oleh modernisasi yang mengusung
> > epistemologi model rasionalisme, empirisisme dan
> > positivisme. Padahal sumber pengetahuan bagi
> > komunitas NU tidak hanya akal dan indera tetapi juga
> > hati atau intuisi.
> >
> > Dengan bantuan sumber pengetahuan tersebut metode
> > iluminatif dikembangkan.
> >
> > Disadari atau tidak komunitas NU tidak mungkin
> > bertumpu hanya pada epistemologi yang tunggal
> > melainkan perlu melengkapi diri dengan metode
> > modern. Ini sebangun dengan munculnya kecenderungan
> > epistemologi modern yang gencar melirik kepada
> > epistemologi dengan metode intuitif yang mereka
> > sebut sebagai pengetahuan lokal. Keempat ideologi
> > NU.
> >
> > Dari Khitah NU yang berlandaskan akidah Ahlussunnah
> > Wal Jamaah kemudian dirumuskan ideologi NU didukung
> > dengan pengalaman kesejarahan NU sendiri. Ideologi
> > NU adalah kebangsaan yang berorientasi kerakyatan
> > yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan keadilan.
> > Rumusan ideologis semacam ini masih harus
> > dielaborasi agar lebih bersifat operasional.
> >
> > Ideologi yang demikian itu yang masih mungkin untuk
> > disempurnakan. Bukan tidak mungkin akan memiliki
> > peluang tampil sebagai ideologi alternatif. Watak
> > ideologi NU yang berorientasi kerakyatan bisa
> > menjadi kontrol utama bagi kecenderungan ideologi
> > yang elitis dan oligarkis.
> >
> > Yang Dibutuhkan
> >
> > Tidak bisa dipungkiri Ansor sangat membutuhkan kader
> > yang handal yang memahami nilai dasar NU.
> >
> > Memiliki wawasan luas, komitmen kuat, kecakapan
> > teknis organisasi. Penanaman nilai dasar NU penting
> > dilakukan agar kader Ansor memiliki kemampuan
> > memahami nilai-nilai dasar pergerakan.
> >
> > Juga memiliki pandangan keagamaan yang pluralis dan
> > bersikap toleran. Hal ini sangat penting ditekankan
> > karena prinsip dasar dikembangkannya agama Islam
> > menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan
> > perdamaian. Perlu pula memiliki keterampilan
> > managerial.
> >
> > Hanya dengan organisasi yang teratur dan solid, visi
> > dan misi Ansor bisa dikembangkan secara masif.
> > Bersamaan dengan itu ideologi NU harus benar-benar
> > dirumuskan untuk tujuan operasional yang lebih nyata
> > dalam kehidupan.
> >
> > Ada banyak wawasan yang perlu dimiliki oleh kader
> > Ansor. Seorang kader diharapkan memiliki wawasan
> > dasar yang meliputi kemampuan menganalisa
> > perkembangan sosial, politik dan ekonomi. Memiliki
> > kemampuan mengartikulasikan perkembangan situasi
> > sosial politik. Ini penting agar kader mampu
> > mengambil posisi strategis dan jauh dari benturan
> > kepentingan di antara kekuatan kapitalisme global.
> > Mampu melakukan analisa historis dan sosiologis
> > terhadap perkembangan Aswaja, kesadaran kosmologis
> > NU, dan analisa filosofis terhadap epistemologi
> > serta proses pembentukan ideologi.
> >
> > Dan kader yang dibutuhkan muntlak memiliki kecakapan
> > teknis. Kecakapan teknis yang dimaksud antara lain
> > menguasai dasar perjuangan NU. Memiliki kemampuan
> > melakukan analisa terhadap situasi dan memiliki
> > kemampuan menggerakkan organisasi dan massa.
> >
> > Pada dasarnya kader adalah kelompok
> > aktivis-intelektual NU yang mengemban tugas serta
> > bertanggung jawab atas kontribusi organisasi
> > terhadap kebijakan publik yang menyangkut
> > pengembangan pemuda. Segmentasi pengembangan pemuda
> > sebenarnya memberikan ranah yang jelas terhadap
> > komprehensifitas GP Ansor pada setiap ritme
> > gerakannya. Ritme
> >
> > GP Ansor yang dinamis memberikan peluang
> > seluas-luasnya untuk mengakomodasi setiap matra
> > kehendak yang harus disalurkan pada model-model
> > kegiatan yang bersifat kontributif langsung terhadap
> > kebutuhan GP Ansor.
> >
> > Lantas bagaimana seharusnya figur kader GP Ansor?
> > Kader tidak lain adalah kader yang dibutuhkan NU.
> > Menyadarai bahwa NU sebenarnya membutuhkan banyak
> > sekali kader maka spesifikasi kader harus
> > diketengahkan ke arah mana kader GP Ansor bisa
> > memberikan kontribusinya kepada NU. Di sini kader GP
> > Ansor muntlak memiliki minimal dua orientasi,
> > struktural dan keahlian. Struktural berarti kader
> > dipersiapkan untuk menyongsong estafet kepemimpinan
> > NU di semua tingkatannya.
> >
> > Sementara orientasi keahlian berarti bahwa kader
> > harus memiliki kecakapan yang bisa dikontribusikan
> > langsung kepada NU, masyarakat, bangsa dan negara.
> >
> > Kebutuhan untuk memunculkan kader-kader yang memilki
> > keahlian dan konsentrasi langsung dengan segmen
> > kebutuhan NU dan masyarakat pada umumnya sangat
> > mendesak.
> >
> > GP Ansor sangat menyadari hal ini. Kita menyadari
> > mayoritas warga NU adalah kelompok masyarakat yang
> > berbasis pertanian, maka GP Ansor membutuhkan kader
> > yang memiliki keahlian di bidang pertanian. Ketika
> > NU bermaksud mengawal tanggung jawab dan program
> > politik kebangsaan, kerakyatan dan kemaslahatannya,
> > maka
> >
> === message truncated ===
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
>
>
>
>
> ______________________________________________________________________
> http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir
dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda
harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
> [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Corporate culture | Corporate culture change | Business culture of china |
| Corporate culture training |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "kmnu2000" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
