(Tulisan ini juga disajikan dalam website
http://perso.club-internet.fr/kontak)






                Reaksi terhadap tulisan

                Hari Buruh Internasional 1 Mei







Tulisan yang berjudul “Gejala yang menggembirakan  dari Hari Buruh
Internasional 1 Mei”, yang disalurkan lewat berbagai mailing-list dan juga
dipasang di website http://perso.club-internet.fr/kontak)  telah mendapat
sejumlah reaksi. Di antara reaksi-reaksi itu terdapat yang dibuat oleh Sdr.
Yap Hong Gie, yang disiarkan, antara lain, oleh Tionghoa-net. Untuk
diketahui oleh para pembaca, berikut di bawah ini disajikan tulisannya
selengkapnya. Dengan membacanya secara cermat, para pembaca bisa menarik
kesimpulan sendiri atau mempunyai pendapat tentang isi dan cara atau gaya
penulisannya.



Mengenai tulisan Sdr Yap Hong Gie ini,  pada saat ini, dan untuk sementara,
dari saya sendiri  tidak ada atau belum ada niat untuk membalas secara
langsung tentang hal-hal yang ditulisnya, baik yang mengenai diri saya
maupun mengenai soal-soal lainnya. Barangkali, di kemudian hari, kalau saya
merasa perlu,  saya akan memberikan pendapat atau reaksi tentang pendapatnya
mengenai berbagai hal. Sebab, selama lebih dari 20 tahun saya sudah sering
mengutarakan pendapat saya melalui tulisan-tulisan mengenai banyak soal yang
berkaitan dengan masalah PKI, tentang buruh,  tentang G30S, tentang Angkatan
Darat, dan tentang pengkhianatan terhadap negara dan rakyat, tentang rejim
militer Orde Baru, tentang Suharto, tentang Bung Karno dll dll dll.



Sebagian dari tulisan ini dapat disimak oleh siapa saja, termasuk oleh Sdr
Yap Hong Gie dan orang-orang lain sejenisnya, dalam rubrik “Daftar kumpulan
tulisan” dalam website. Atau, dapat juga dibaca dari tulisan-tulisan di
berbagai saluran lewat Internet, dengan membuka Google dan meng-klik kata
kunci A. Umar Said.



Memang,  setiap orang mempunyai hak yang sah untuk menyatakan pendapatnya
tentang apa saja, seperti halnya setiap orang pun berhak secara sah juga
untuk memberikan balasan, jawaban, penjelasan, atau bantahan, kalau
beranggapan bahwa dirinya “diserang” oleh orang lain, apalagi dengan cara
atau isi yang terasa kurang mengena atau bisa dianggap menyesatkan opini
umum.



Namun, tentang reaksi Sdr Yap Hong Gie terhadap tulisan “Gejala yang
menggembirakan  dari Hari Buruh Internasional 1 Mei” ini adalah menarik
adanya tanggapan-tanggapan, seperti yang disajikan berikut di bawah ini.



A. Umar Said



====================







   From: Yap Hong Gie

   To: Posting Tionghoa-net

   Sent: Wednesday, May 03, 2006 8:42 PM

   Subject: [t-net] Gejala yang menggembirakan dari Hari Buruh 1  Mei =HKSIS





   Propaganda dan provokasi massa Bpk A. Umar Said --dalam hal ini

memanfaatkan aksi kaum "buruh"-- masih saja seperti gaya PKI tahun 60an.



   Manifestopolitik para elite PKI untuk menggerakan revolusi

rakyat, sekarang ini menggunakan istilah "modern" seperti a.l.: "class

action", "peoples power" dlsb, tapi intinya sami-mawon: Revolusi!



   Aksi "buruh", yang ditunggangi elemen-elemen oposisi seperti PRD

dll, berlangsung brutal dan anarkhis; melakukan sweeping ke pabrik-

pabrik, melempari aparat dengan batu (melukai 3 anggota Brimob)

merobohkan pembatas jalan tol dan pintu gerbang DPR/MPR, menghancurkan halte
bus

serta merusak segala fasilitas umum sepanjang jalan.



   Empat puluh tahun lalu, PKI juga meng-claim beranggotakan 3 juta

orang, sedangkan angkatan ke-5; kaum Buruh dan Tani akan

dipersenjatai.  Tapi, ketika Angkatan Darat bangkit dan melakukan gebrakan
balik,

para elite PKI kabur tunggang langgang meninggalkan dan mengorbankan massa
simpatisannya.



   Mirip seperti paska kejadian G30S-PKI, sore tadi 30 ribuan

orang "buruh bayaran" dalam waktu singkat bisa dibubarkan aparat kepolisian.



   Namun apabila kalangan oposisi mengingingkan Revolusi; seperti

pengulangan peristiwa G30S atau peristiwa Mei'98, maka untuk memancing

kemarahan massa perlu jatuh korban "martir".

   Dan bilamana itu terjadi, saya mendukung slogan: "Aparat militer

jangan ikut campur urusan buruh", sehingga kerusuhan bisa berlangsung selama
seminggu atau lebih.

   Setelah itulah TNI keluar barak untuk melakukan "cleaning

service".



   Sejarah akan mencatat kembali pembuktian siapa-siapa

mengkhianati negara ini dan siapa yang menanggung "the cost of the
revolution" ....





   Wassalam, yhg.

   --------------------







   From: "HKSIS" <SADAR@

   Date: Wed May 3, 2006  1:56 am

   Subject: Fw: Gejala yang menggembirakan dari Hari Buruh 1 Mei

hksis_99



   Catatan A. Umar Said

   (tulisan ini juga disajikan dalam website

   http://perso.club-internet.fr/kontak)



                Gejala yang menggembirakan dari

                Hari Buruh Internasional 1 Mei

   -----------------------------------------------------------------

-



Dari Sub Rosa II (Odeon Café), Nasional List, 5 Mei 2006



Saya cukup heran kenapa Oom Chan CT masih mau saja meladeni fosil

McCarthyisme zaman paleotikum seperti Bpk. Yap Hong Gie ini.



Pertama, dengan tanpa etika sedikit pun Bpk. Yap Hong Gie menuduh

Bpk. Umar Said melakukan "provokasi massa". Apa yang beliau maksud

dengan "provokasi massa"? apa mungkin `provokasi massa' itu via

media internet? Dia juga mesti mempertanggung-jawabkan omongannya

bahwa Pak Umar Said itu anggota PKI.



Kedua, Seorang pengusaha spt Yap Hong Gie mana pernah ngerti

penderitaan kaum buruh. Bahkan apa arti "kaum buruh" pun amat

diragukan. Dari komentarnya yang membabi buat itu, tampak beliau

ingin mengatakan bahwa kaum buruh itu identik dengan paham

komunisme. Komentar ini akan membuat marah kaum buruh. Jelas, Bpk.

Yap Hong Gie tidak tau kalau begitu banyak buruh yang berafiliasi ke

PPP, PDIP atau bahkan PKS.



Ketiga, Bpk. Yap HG itu benar-benar tidak mengerti apa arti

kata `revolusi'. Tampaknya, di alam pikirannya, REVOLUSI itu identik

dengan huru hara. Tragedi Mei 98 bisa dia sebut sebagai REVOLUSI.

Aneh betul. Saran saya, lebih baik Pak Yap Hong Gie belajar

linguistik dulu sehingga dapat mengerti apa arti evolusi, revolusi,

run-amock, suksesi, anarkisme dsb. Baru bicara...



Dalam kesempatan ini, bpk Yap Hong Gie juga memberi tudingan pedas

untuk PRD yang ia katakan `menunggangi aksi buruh'. Padahal, pada

demonstrasi hari kedua di depan gedung DPR itu tidak ada elemen PRD.

PRD baru muncul di aksi 1 mei.



Sebagai sebuah partai politik, maka PRD memiliki platform dan visi

tersendiri. Kebetulan PRD memperjuangkan nasib dan perbaikan

kesejahteraan kaum pekerja. Persis sama dengan PKS yang

memperjuangkan kaum islam. Sehingga apabila PRD terlihat amat

concern terhadap kaum buruh maka hal tersebut bukan sesuatu yang

luar biasa. Sama wajarnya apabila PKS terlibat dalam pengajian-

pengajian tilawatil quran. Lewat pernyataan sembarangan ini, pihak

PRD bisa menuntut lewat jalur hukum legal.



Keempat, dengan brutal Pak Yap Hong Gie ngomong kalau 30 ribu massa

buruh itu adalah `buruh bayaran'. Buset….!!! Siapa yang bisa bayarin

30 ribu massa buruh? Nominal kaum buruh yang aksi di depan DPR itu

sekitar 100 ribu orang. Dari sini saja terlihat pengamatan minim Yap

Hong Gie. Lantas dengan tanpa bukti berani menuduh adanya pihak yang

membayari aksi buruh sejumlah 30 ribu orang. Benar-benar ngelantur.



Memangnya, aksi ribuan buruh itu sama dengan aksi beberapa puluh

mahasiswa??



Sub-Rosa II





--- In [EMAIL PROTECTED], "ChanCT" <SADAR



Bung YapHG yb,



     Entah bung sedang kena penyakit trauma berat atau kebencian-

berat pada komunis-PKI, sehingga apa juga dihubung-hubungkan dengan

PKI. Saya hanya mengenal Umar Said sebagai redaksi Harian "Ekonomi

Nasional" di tahun 60-an, saya tidak jelas apakah Umar Said seorang

komunis atau bukan, tapi yang jelas termasuk orang yang di-"PKI-kan

oleh penguasa Orba, sehingga menjadi manusia-manusia yang "klayaban"

di-Paris karena dicabut kewarganegaraan RI-nya. Namun, saya tertarik

dengan gaya tulisannya dalam membela kebenaran dan keadilan yang

seringkali terinjak-injak itu. Itulah sebab, saya ikut

menyebarluaskan agar lebih banyak orang bisa ikut membacanya.



     Bisakah bung Yap membuktikan Umar Said adalah seorang komunis,

bahkan anggota PKI, misalnya? Sehingga mengambil kesimpulan

tulisannya itu merupakan "Propaganda dan provokasi" gaya PKI tahun

60an. Padahal tulisan itu hanya mengkomentari aksi buruh 1 Mei yang

berlangsung secara damai dan tertib itu. Bagaimana bisa dikatakan

tulisan tersebut yang provokasi membuat aksi massa puluhan ribu

mengamuk marah sampai menimbulkan kerusuhan-kerusakan kemarin itu?

Benar, yang provokator adalah Wapres Kalla itu, tuding Ketua Komisi

IX Ribka Tjiptaning.



     Sebenarnya saja, saya juga tidak bisa menyetujui sikap-

tindakan massa yang anarkis, yang merusak begitu, ... apa yang

hendak dicapai dengan merusak? Tapi, kita juga harus mengerti mereka

betul-betul terjepit, meledak dengan kemarahan yang tak tertahankan

menghadapi pejabat pemerintah yang tidak bijaksana.



     Dimana masalah sesungguhnya? Saya sependapat bahwa kontradiksi

antara majikan-pengusaha dengan kaum buruh harus dibuat ketentuan-

ketentuan yang bijaksana dan relatif adil. Artinya, disatu pihak

ketentuan itu harus bisa menguntungkan majikan-pengusaha, tapi

dipihak lain kesejahteraan buruh harus dijamin lebih baik. Si

majikan ingin mendapatkan keuntungan lebih besar, si buruh juga

ingin menikmati kesejahteraan yang lebih baik. Pada saat ketentuan

itu dirasakan lebih berat memperhatikan kepentingan buruh dan tidak

menguntungkan majikan, tentu harus dirubah agar lebih baik suasana

penanaman modal di Indonesia. Tapi, kenyataan massa buruh yang

sedang terhimpit masalah hidup dengan kenaikan ongkos hidup,

Pemerintah boleh menundanya lebih dahulu, dan tidak memaksakan

sekarang juga dirubah. Sedang, untuk mencapai tujuan semula

menciptakan suasana yang lebih baik dan menguntungkan bagi majikan-

pengusaha, boleh menempuh jalan lain lebih dahulu.



     Apa itu? Sementara pengusaha melaporkan (termasuk pengusaha

Jepang) bahwa pungutan-liar yang terjadi di Indonesia, yang berlapis-

lapis dari berbagai birokrasi Pemerintahan, bisa mencapai 30% ongkos

produksi. Luar biasa! Masukilah dari sini lebih dahulu, untuk

meringankan beban pengusaha. Pemerintah harus bertindak tegas,

jangan biarkan pejabat-pejabat hidup menjadi parasit,

mendapatkan "penghasilan" tambahan tanpa berkeringat, yang kenyataan

sangat-sangat menghambat kelajuan perkembangan ekonomi nasional.

Tulisan bung Harsutejo kemarin ini, juga menunjukkan hal ini.



     Dilain pihak, Pemerintah juga boleh menjalankan kebijaksanaan

pengurangan pajak, bahkan menghidupkan kembali apa yang dinamakan

Holiday-tax bagi penanam modal di Indonesia yang telah lama

ditiadakan itu. Sebagai upaya menarik lebih banyak modal asing

menanamkan modalnya di Indonesia. Begitulah kenyataan pajak di

Indonesia dirasakan tinggi dibanding negara-negara tetangga dan

adanya pungli sangat tidak menguntungkan penanaman modal di

Nusantara ini.



     Bukankah dengan cara demikian, Pemerintah bisa membuat massa

buruh tidak usah marah, dan majikan-pengusaha juga bisa bernapas

lebih lega? Kenyataan yang dihadapi Indonesia dimana ekonomi masih

terpuruk, tanpa menciptakan syarat-syarat yang lebih baik, yang

menguntungkan bagi penanaman modal di Indonesia, tidak hanya modal

asing tidak akan tergiur masuk, modal domestik juga akan melarikan

modalnya keluar, mencari tempat penanaman modal yang bisa lebih

menguntungkan, dan, .... kalau keadaan jelek demikian yang terjadi,

akibatnya ekonomi nasional makin terpuruk dan massa buruh lebih

banyak yang jatuh menganggur, dan mati kelaparan terus berlangsung

menjadi-jadi.



     Mudah-mudahan Pemerintah bisa bertindak bijaksana dan kita

semua bisa menyaksikan perkembangan ekonomi-nasional menjadi lebih

baik dan kehidupan rakyat banyak terangkat lebih makmur.



     Salam,

     ChanCT











--
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.392 / Virus Database: 268.5.4/332 - Release Date: 04/05/2006


[Non-text portions of this message have been removed]



______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Corporate culture Corporate culture change Business culture of china
Corporate culture training


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke