Salam

Ya, matur suwun sekaligus mohon maaf sedalam-dalamnya
ustadz. Sebab saya bingung,"Lho kenapa email ini
ditujukan kepada saya [pribadi], bukankah saya sudah
baca postingan ni dalam bentuk lain di milis KMNU?".
Saya hanya merasa terganggu jika harus menerima banyak
email, soalnya harus milihin satu2 n ngedeletenya.
kecuali jika hal itu antum beri muqaddimah dahulu.

Ya, Saya sebenarnya tidak suka alias buenci dengan
kebijakan politik AS yang bersifat otoriter dan cara
standart ganda AS dalam menghadapi the otherness
(dunia Islam secara khusus dan dunia ketiga secara
umum). Makanya saya salut banget dengan Iran yang
sangat berani menghadapi Barat, dalam hal ini
khususnya AS. Tapi Kalau boleh saya berpendapat,
sebagai gerakan Islam apapun wujudnya seharusnya tidak
selalu bercorak anti-BArat. Peradaban Barat harus
disikapi dengan terbuka, bukan sebagai halangan dan
dengan demikian bukan untuk dihindari. Tetapi malah
menjadi panduan belajar untuk membangun masyarakat
Muslim yang lebihbaik dan kuat. Perlu diperhatikan
bahawa dalam menyikapinya itupun tetap dengan
pemikiran yang kritis, dipilah-pilah mana yang baik
untuk masyarakat kita dan buang mana yang buruk, dan
bukan hanya membeo.

Itu sahaja dan terima kasih ustad ya...Maaf sekali
lagi saya postingkan di sini. Sebab saya malas jika
diskusi sendirian masalah ini...:-))))dan biar
ditanggapi rame2. tengkyu

Wassalam,
Fath

NB: Untuk mba' Ena Terima kasih, nanti saya jawab
japri ya...

--- Machfudz Noor <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Nyuwun ngapunten,
>   Inilah namanya perkenalan yg saya coba se-ihlas
> mungkin, bukan untuk memuji atau mengeritik. Saya
> tidak akan dan tidak ingin menyangka rendah bahwa
> sahabat emil ini kurang cerdas, kurang berhidayah
> daripada saya. Above all saya gandrung supaya
> standard pikir kmnu2000 semakin menajam kelubuk
> Qura'ni, terutama pada saat semakin burengnya
> Halal/Haram , burengnya Hak/Bathil.
>   In short, dgn surat Iran, saya berkesan amat sedih
> sekali, bahwa setengah abad lewat, baru sekarang ada
> yg berani buka kedok tentang Kebohongan Global. (ie
> Israel,US,UN etc). Surat ini atau Thesis ini, akan
> bertahan lama selagi US tidak bisa menjawab, dan UN
> tidak membenahi posisinya (membela yg benar dan
> mengutuk salah).
>   Nyuwun pandongane.
>
> "Fathonah K. Daud" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   Khusus untuk Ust. Machfudz,
>
> Maaf saya postingkan ke sini. Habis saya tak faham
> "Entah email ini salah kirim atau sengaja"...tak ada
> komen apa2 lagian topiknya kenapa tak diganti? Kalau
> sekiranya ditujukan ke pribadi, tolong mboyoho
> dikasih
> pengantar dikit gitu lho...biar gak membingungkan.
> Sehingga saya bisa ngresponsnya secara japri juga.
>
> Mohon maaf juga untuk member lain di sini
>
> Salam,
> Fath
>
> --- Machfudz Noor wrote:
>
> >
> > Tuan George. W. Bush Presiden Amerika Serikat...
> >
> > Dalam beberapa waktu Saya sempat berpikir,
> bagaimana
> > bisa kontradiksi yang tidak dapat diingkari dalam
> > kancah dunia internasional ini, di mana masyarakat
> > dan pada khususnya di kalangan politik dan
> > mahasiswa, dapat di benarkan. Banyak sekali
> > pertanyaan-pertanyaan tentang hal ini yang tak
> > terjawab. Karena itu saya kemudian memutuskan agar
> > sebagian dari kontradiksi dan
> pertanyaan-pertanyaan
> > itu bisa saya tanyakan. Mungkin akan ada
> kesempatan
> > untuk membenarkan masalah tersebut.
> >
> > Apakah bisa; pengikut Nabi Isa A.S. sebagai salah
> > satu Nabi besar ilahi dapat berpegang teguh dengan
> > hak-hak asasi manusia dengan menjadikan
> Liberalisme
> > sebagai model peradaban dengan memperluas
> > persenjataan nuklir dan pembunuhan massal untuk
> > menunjukkan ketidaksetujuannya dan menjadikan
> > peperangan melawan terorisme sebagai slogannya?
> >
> > Pada akhirnya, untuk membentuk masyarakat yang
> satu
> > dan universal tetap harus diusahakan. Sebuah
> > masyarakat yang akan diperintah oleh Nabi Isa A.S.
> > dan orang-orang baik di muka bumi.
> >
> > Namun pada saat yang sama;
> >
> > Negara-negara diserang. Jiwa, kehormatan,
> keberadaan
> > orang-orang dan nilai-nilai kemudian runtuh.
> Sebagai
> > contoh, hanya dikarenakan adanya sebuah
> kemungkinan
> > keberadaan beberapa orang pelaku kriminal di
> sebuah
> > desa, kota atau bersama sebuah iring-iringan,
> > seluruh desa, kota dan iring-iringan harus dibabat
> > habis.
> >
> > Atau dengan kemungkinan keberadaan senjata
> pemusnah
> > massal di sebuah negeri lalu negeri tersebut
> > dikuasai? Sekitar ratusan ribu masyarakat negara
> itu
> > harus tewas. Sumber-sumber air, pertanian dan
> > industri rusak dan sekitar 180.000 pasukan militer
> > tinggal di sana.
> >
> > Kehormatan yang dimiliki oleh rumah-rumah
> masyarakat
> > telah dihancurkan dan mungkin sekitar lebih dari
> 50
> > tahun sebuah negara menjadi terkebelakang. Dengan
> > anggaran belanja seperti apa? Dengan menghabiskan
> > miliaran dolar dari harta kekayaan sebuah negara
> dan
> > sebagian negara yang lain atau dengan mengirimkan
> > puluhan ribu pemuda sebagai pasukan penyerang.
> > Meletakkan mereka di tempat pembunuhan serta
> > menjauhkan mereka dari keluarganya, mengotori
> tangan
> > mereka dengan darah orang lain, menekan jiwa
> mereka
> > sehingga setiap hari sejumlah dari mereka
> melakukan
> > tindakan bunuh diri. Ketika mereka kembali ke
> negara
> > mereka masing-masing tersiksa dan tertekan di
> sertai
> > dengan penyakit yang beragam. Sebagian lainnya
> telah
> > terbunuh dan jenazah mereka telah diterima oleh
> > keluarga mereka.
> >
> > Hanya dengan alasan adanya senjata pemusnah
> massal,
> > sebuah tragedi besar telah tercipta baik untuk
> > masyarakat yang negaranya dijajah atau penjajah.
> > Sementara pada akhirnya jelas bahwa senjata
> pemusnah
> > massal tidak pernah ada.
> >
> > Namun tetap saja bahwa Saddam Husein adalah
> seorang
> > diktator dan pembunuh. Namun tujuan peperangan
> yang
> > dilakukan bukan untuk menumbangkannya tapi usaha
> > untuk menemukan senjata pembunuh massal yang sudah
> > diumumkan sebelumnya. Saddam dalam rangkaian ini
> > telah tumbang. Masyarakat sekitarnya merasa senang
> > dengan tumbangnya Saddam. Pada peperangan yang
> > dipaksakan kepada Iran, Saddam di bantu dan dibela
> > oleh Barat.
> >
> > Tuan Presiden...
> >
> > Mungkin Anda telah tahu bahwa saya hanya seorang
> > dosen. Mahasiswa saya sering mempertanyakan
> > bagaimana aksi-aksi yang ada ini disesuaikan
> dengan
> > nilai-nilai yang telah disampaikan di awal surat
> > saya dengan agama Nabi Isa A.S. seorang Nabi
> > perdamaian dan kasih sayang?
> >
> > Mereka yang tertuduh dan dipenjara Guantanamo yang
> > tidak bakal diadili secara adil, tidak memiliki
> > akses untuk mendapat pembelaan dari seorang
> > pengacara. Keluarga mereka tidak diperkenankan
> untuk
> > melihat mereka dan di luar dari negaranya sendiri
> > diisolir sementara tidak ada pengawasan
> > internasional untuk mereka. Tidak jelas posisi
> > mereka; apakah mereka adalah dipenjara, tawanan
> > perang, tertuduh ataukah orang-orang yang telah
> > dihukum?
> >
> > Para pengawas Uni Eropa mengakui adanya
> > penjara-penjara misterius di Eropa. Saya tidak
> dapat
> > menerima penculikan dan penahanan orang-orang di
> > penjara-penjara misterius itu tanpa adanya sebuah
> > sistem peradilan yang berlaku di dunia. Dan saya
> > tidak pernah mengerti bagaimana aksi-aksi yang
> telah
> > dilakukan sesuai dengan nilai-nilai yang telah
> saya
> > sebutkan di atas. Dengan ajaran-ajaran Nabi Isa
> A.S.
> > ataukah hak-hak asasi manusia ataukah dengan
> > nilai-nilai Liberalisme?
> >
> > Para pemuda, mahasiswa dan masyarakat banyak
> > mempertanyakan tentang fenomena bernama Israel.
> > Pasti sebagian dari pertanyaan-pertanyaan itu
> telah
> > Anda dengar. Dalam sejarah tercatat banyak negara
> > yang telah dijajah. Namun salah satu fenomena
> > kontemporer masa kita adalah sebuah pembentukan
> > negara baru dengan masyarakat yang baru pula.
> >
> > Para mahasiswa berkata, 60 tahun yang lalu tidak
> > pernah ada negara dengan nama ini. Dokumen-dokumen
> > dan peta geografi dunia yang lama ditunjukkan oleh
> > mereka sambil berkata, kami telah berusaha
> > sedemikian rupa mencarinya namun kami tidak
> > menemukan sebuah negara yang bernama Israel.
> >
> > Saya terpaksa menuntun mereka agar mempelajari
> lagi
> > tentang perang dunia pertama dan kedua. Sekali
> waktu
> > seorang mahasiswa berkata, pada perang dunia kedua
> > puluhan juta manusia tewas. Berita-berita perang
> > dengan cepat disebarkan dari kedua belah pihak
> yang
> > berperang. Masing-masing memberitakan
> kemenangannya
> > dan kekalahan lawan. Setelah perang dunia kedua
>
=== message truncated ===


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com


______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke