Salam kenal buat mas Nasrulloh,

Mengenai ICIS 2 di PBNU, saya tertarik sekali untuk ikut, cuman
sekedar mustami', bagaimana ya...caranya? Saya mahasiswa The Centre
for Religious and Cross-cultural Studies UGM Yogyakarta dan sekarang
udah mau selesai. mungkin tement-tement milister yang budiman ada
yang bisa membantu saya untuk sekedar bisa jadi Mustami' di ICIS PBNU
Juni yang akan datang?

Terimkasih

Sholah




--- In [email protected], Nasrulloh-Afandi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Sekilas Info:
>   
>   Salam.
>   
>   Sesuai dengan rencana PBNU, yang akan melaksanakan ICIS II
(International  Conference for Islamic Scholars) pada tdl 20 s/d 22
Juni 2006 di Hotel Borobudur Jakarta. Insya Alloh untuk ICIS yang
kedua ini, ada tiga Ilmuan Maroko yang diundang dan menyatakan
berkenan akan hadir.
>   
>   1. Prof. Dr. Muhammad Yusif, adalah anggota musytasyar Kerajaan
Maroko, mantan MENAG Maroko, Sekjen Majlis Ilmi a'la Kerajaan Maroko,
juga pengajar di beberapa universitas kenamaan di Maroko.
>   
>   2. Dr. Idris Kholifah, adalah anggota Musytasyar Kerajaan Maroko,
Pengurus Majlis Ilmi a'la Kerajaan Maroko, dekan fakultas Usuluddin
universitas al-Qurawiyien(biasa disebut oleh orang-orang Eropa
Karaouiyine) Maroko, juga penulis buku produktif.
>   
>   3. Dr. Muhammad Rouhi, parktisi akademisi Maroko, selain mengajar
di universitas Muhammad Chomis Rabat Maroko(Universitas tempat Dr.
Abid Jabiri dan Dr. Fatima Mernissi Meraih gelar doktor). Beliau juga
mengajar di beberapa universitas kenamaan di Maroko. Juga penulis
buku produktif.
>   
>   Tiga tokoh tersebut, adalah juga yang diundang pada ICIS PBNU I
pada tahun 2004 lalu. Tapi untuk Dr. Roughi berhalangan hadir.
>   
>   Insya Alloh, sehabis acara ICIS NU II nanti. Secara pribadi(di
luar tanggung jawab panitia ICIS) tokoh-tokoh Maroko itu, telah
menyatakan bersedia akan bersilaturrahim ke Pesantren Kedungwungu
Krangkeng Indramayu Jawa Barat. Sebagaimana ketika beliau-beliu
menghadiri ICIS NU ke 1 2004 dulu. 
>   
>   *****
>   Untuk NU Maroko, secara organisatoris, kiranya belum bisa
mengirimkan delegasi, sebagaimana yang ketentuan diminta oleh pihak
panitia ICIS. Hal itu, tiada lain karena belum terbentuk secara resmi
keorganisasian NU di Maroko, baik KMNU atau PCI NU.
>   
>   Memang, pada ICIS NU I 2004 dulu, "teman saya'' bisa mengikuti
acara tersebut sebagai peserta aktif sampai acara rampung. Tetapi,
bukan berposisi delegasi dari NU Maroko. Melainkan karena
menjadi "body guard setia" dari beberapa tokoh NU. Juga sekaligus
meng-guide tokoh-tokoh Maroko yang hadir waktu itu.
>   
>   Insya Alloh dan mudah-mudahan, ''teman saya'' itu, untuk ICIS
PBNU ke-2 ini, juga akan bisa dapat kesempatan hadir sebagai peserta
dalam forum tersebut. Amin
>   
>   Demikian sekilas Info: dari berbagai sumber.
>   
>   by. Nasrul Muda, di Maroko
>   
>   =============================
>   
>   note: Ini ada arsip berita menarik yang saya dapat di google,
tentang ilmuan Maroko dan PBNU: http://www.nu.or.id/data_detail.asp?
id_data=5757&kategori=WARTA
>   
>     Kang Said Dijadwalkan Isi Pengajian Kehormatan di Maroko
>
>
>      Maroko, NU Online
> Salah seorang Ketua PBNU, KH. Prof. Dr. Said Aqiel Siradj,
dijadwalkan akan mengisi acara Durus Hasaniah di Istana Raja Maroko.
Kyai kelahiran Cirebon itu diperkirakan mengisi pada minggu kedua
Bulan Ramadhan 2005.
>   
>   Durus Hasaniah, adalah pengajian rutin yang dilaksanakan setiap
hari menjelang Maghrib, selama bulan Ramadhan (tiap tahun), bertempat
di Istana Raja Maroko, yang biasanya menampilkan ilmuan papan atas;
seperti Dr. Yusuf Qardhawi, Dr. Abid Jabiri dan orang-orang sekelas
mereka.
>   
>   "Kalau memang Said Aqiel Siradj jadi mengisi acara tersebut,
berarti ia  patut diacungi jempol, sebagai orang Indonesia yang
pertama kali tampil di majlis ilmiah bergengsi tersebut," ujar Nasrul
Afandi, salah seorang  aktivis NU di luar negeri.
>   
>   Dulu, lanjut Nasrul, Dr. Said Aqiel al-munawwar, ketika menjabat
Menag, ia pernah hadir di acara tersebut, tapi hanya sebagai
mustami'  dan hanya diberi kehormatan untuk tilawatul Qur'an sebelum
acara dimulai.
>   
>   Jaringan Said Aqiel Siradj di Maroko, cukup banyak, di kalangan
instansi pemerintahan ia dekat dengan Dr. Mohammad Yusif (Mantan
Menag Maroko, Musytasyar Kerajaan Maroko, Sekjen Majlis Ilmi a'la
Maroko).
>   
>   Di kalangan akademisi ia kenal baik dengan Dr. Idris Khalifah
(Dekan Fakultas Usuluddin Universitas al-Qurawiyien, yang juga
anggota musytasyar kerajaan Maroko). Dua orang Maroko tersebut pernah
ke Indonesia ketika menghadiri ICIS (International Conference of
Islam Scholarship) yang diselenggarakan oleh NU pada tahun 2004.
>   
>   Termasuk, bila Said Aqiel siradj berada di Maroko, ia berlama-
lama di rumah Dr. Abid Jabiri (pemikir asal Casablanca Maroko) yang
dianggap "dewa" oleh fans-nya di berbagai negara itu. Tahun lalu,
tutur Nasrul, menurut mas Munib (sekpri Gus Dur), Gus Dur juga
mendapat undangan dari raja Maroko untuk mengisi acara tersebut, tapi
Gus Dur berhalangan hadir.
>   
>   "Kalau Said Aqiel Siradj jadi hadir di forum itu, berarti Ia wong
Indonesia sekaligus "tulang punggung NU" pertama kali yang tampîl
sebagai pemakalah di majlis pengajian yang digagas oleh raja Hasan
Dua sang pendiri kerajaan Maroko itu," tandas Nasrul Affandi. (NA/cih)
>
>
>
> 
>
>
>            
> ---------------------------------
> Get amazing travel prices for air and hotel in one click on Yahoo!
FareChase
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>








______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Corporate culture Corporate culture change Business culture of china


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke