PKB, Kiai, Apa Yang Dicari? http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=230162
Oleh Jabir Alfaruqi * Bila ditanya partai apakah yang sekarang tidak jelas mau ke mana dan maunya apa, jawabannya adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Partai yang dideklarasikan PB NU itu semakin lama semakin semrawut. Konflik intern terus-menerus terjadi dan tidak tahu kapan berakhir. Bila satu kelompok sedang memenangkan gugutan atas yang satunya dalam hal tertentu, yang menang melakukan syukuran dan yang kalah melakukan upaya hukum selanjutnya. Sikap demikian terus-menerus terjadi dan silih berganti. Dengan terus-menerus melakukan upaya hukum untuk menyelesaikan konflik di intern PKB, diharapkan ada putusan yang adil, kuat, dan memiliki ketetapan hukum. Tetapi, harapan itu akan sulit dicapai. Sebab, untuk mendapatkan putusan yang adil dan bisa diterima kedua pihak, itu sebetulnya merupakan mimpi di siang bolong. Tak akan ada putusan pengadilan yang benar-benar adil dan bisa diterima kedua pihak. Yang ada adalah memenangkan satu pihak dan mengalahkan pihak lain. Mengapa kedua pihak tidak memiliki kesadaran bersama bahwa hakim itu juga manusia yang sangat dipengaruhi hal-hal di luar peradilan? Singkatnya, pengadilan juga bisa bersandiwara. Siapa yang mampu membikin skenario, berarti dialah yang akan mampu memberikan arahan ke mana putusan akan dijatuhkan. Kemunduran Sepengetahuan saya dari kisah, pengalaman, dan wawancara dengan tokoh-tokoh NU pada awal republik ini berdiri, pemerintah sering berkonsultasi dengan kiai-kiai NU dalam mencari solusi hukum atas masalah-masalah kebangsaan. Menurut beberapa riwayat, para kiai NU selalu bisa memberikan pertimbangan-pertimbangan hukum yang pas. Era itu disebut era para kiai mampu memadukan antara hukum fiqh dan politik kebangsaan. Perkembangan terakhir ini dalam konteks konflik internal PKB, justru para kiai dan pengurus PKB sedang mengalami kemunduran (set back). Mereka sekarang berbalik arah menambatkan harapan kepada para penegak hukum positif yang sudah diketahui publik sering memberikan putusan yang kurang berpihak kepada keadilan serta kebenaran. Jika demikian adanya, berapa kali pun kasus PKB diajukan ke pengadilan, hasilnya akan tetap berputar-putar saja. Untuk kasus tertentu, satu pihak menang, tetapi dalam kasus yang lain kalah. Begitu juga sebaliknya. Jika kedua pihak menyadari masalahnya seperti itu, lalu untuk apa berlama-lama saling bergantian mengajukan gugatan? Apa sebenarnya yang ingin dicari? Mau ke mana sebetulnya partai tersebut dikemudikan, lebih-lebih untuk menghadapi Pemilu 2009? Bukankah itu merupakan perbuatan yang mubazir saja? Solusi Ada ungkapan, kalau ada problem di NU atau PKB yang merupakan partai para kiai, tidak usah dipikirkan sampai pusing kepala. Dibiarkan saja, nanti para kiai mampu menemukan solusinya. Pertanyaannya, terkait dengan perkembangan waktu, apakah istilah itu masih bisa dipegang? Apalagi, yang sedang berseteru adalah para kiai. Selain itu, konflik yang terjadi adalah konflik politik praktis, bukan sekadar perbedaan pendapat dan berada pada jalur luar politik. Dari fakta seperti yang ada, tampaknya, sulit istilah tersebut dijadikan acuan. Mengingat, situasi konflik semakin lama tidak semakin dingin, tetapi semakin panas. Menurut saya, masalah konflik di PKB adalah masalah politik. Politik adalah sesuatu yang rasional dan bisa diketahui indikasi-indikasinya. Karena itu, penyelesaiannya harus melalui pendekatan politik dan rasional, tidak perlu menyeret masalah tersebut ke ranah irasional. Itu bukan urusan irasional. Di sinilah tantangan yang harus dihadapi para petinggi PKB. Kebekuan, ketegangan, dan prinsip yang kaku harus dicarikan terobosan agar bisa dicairkan. Sesuatu yang musykil harus bisa diubah menjadi mungkin. Membiarkan konflik semakin panas dan berkepanjangan hanya akan merugikan kedua pihak. Bila saatnya tiba dan hanya salah satu yang dianggap sah secara hukum serta diakui negara, yang dianggap sah pun akan mengalami kerugian. Sebab, selama ini yang ditebar hanyalah luka. Tak ada kasih dan sayang, saling menghormati, dan bisa memahami satu sama lain. Keduanya hanya akan mengalami cendera dalam menghadapi kompetisi politik ke depan. Dengan posisi saling berseberang dan prinsip sama-sama mengusung kebenaran, tetapi hakikatnya tidak menemukan kebenaran, kedua pihak akan mudah dipermainkan pihak luar. Hal itulah yang sangat disayangkan. Sebab, PKB yang dilahirkan dari rahim komunitas yang memiliki akar demokrasi kuat diharapkan bisa mempercepat demokratisasi di negeri ini. Namun, dengan berlarut-larutnya kedua pihak dalam konflik, demokrasi yang akan dibangun menjadi pincang. PKB berbicara demokrasi akan ditertawakan orang lain. Konflik yang berkepanjangan akan menjadikan konsolidasi partai terbelah. Yang lebih dinamis, di beberapa kabupaten dan kota di Jawa Tengah, para kiai yang awalnya menjadi pendukung berat PKB kini mulai ingin pulang kandang untuk mendukung PPP lagi. Jika keinginan tersebut akhirnya menjadi kenyataan, PKB kubu mana pun akan sangat dirugikan. Karena itu, mudah-mudahan dua kubu PKB yang berseteru segera kembali ke pangkuan ibu pertiwi dan bersatu kembali. Jabir Alfaruqi, wakil ketua PW GP Ansor Jawa Tengah <<:: Kembali ---------------------------------------------- Best View : 1024 x 768 with IE 5.5 or above © 2003, 2004 Jawa Pos dotcom. Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> You can search right from your browser? It's easy and it's free. See how. http://us.click.yahoo.com/_7bhrC/NGxNAA/yQLSAA/.DlolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
