*AKHLAQUL MUWAHHIDIN VS AKHLAQUL MUSYRIKIN*

Sumber : *Majalah SALAFY Edisi XVI/Dzulhijjah/1417/1997*

Penulis : *Al-Ustadz Ja'far Umar Thalib*
* *
Tulisan 9 dari 9 Bagian





*AKHLAQ MUSYRIKIN*

* *

*          *Sedangkan kaum musyrikin memiliki sifat-sifat tercela. Karena
akhlaq mereka tumbuh di atas dasar yang jelek dan rusak. Bila dirinci akhlaq
mereka ialah sebagai berikut:



*1.    **Berbuat syirik*

Yaitu menyekutukan Allah dalam segala perkara yang menyangkut hak Allah.
Syirik merupakan kedhaliman yang paling besar sebagaimana yang difirmankan
Allah dari pernyataan Luqmanul Hakim :

*"Wahai anakku janganlah engkau berbuat syirik terhadap Allah, sesungguhnya
syirik itu adalah kedhaliman yang besar."* (*QS. Luqman ayat 13*)



Segala sesuatu yang mereka sekutukan selain Allah dengannya itu cenderung
menjauhkan mereka dari petunjuk Allah. Hal ini dinyatakan dalam firman
Allah:

*"Dan orang-orang kafir, para pemimpin mereka adalah para thaghut yang
mengeluarkan mereka dari petunjuk kepada kesesatan. Mereka adalah penghuni
neraka dan mereka kekal di dalamnya. *(*QS. Al-Baqarah ayat 257*)



Thagjhut, menurut keterangan para ulama adalah: "Semua yang diibadahi selain
Allah dalam bentuk:

a.     Yang diikuti, seperti tukang tenung, tukang sihir dan para ulama *su'
* (ulama yang jahat).

b.     Yang disembah, seperti berhala-berhala.

c.      Yang ditaati, seperti para pemimpin yang keluar dari ketaatan kepada
Allah" (*Al-Qaulul Mufid ala Kitabit Tauhid,* Syaikh Muhammad Shalih
Al-'Utsaimin, jilid 1 hal. 23)



*2.    **Menentang kebenaran dengan keras bila kebenaran itu bertentangan
dengan hawa nafsunya.*



Karena itu Allah *Subhanahu wa Ta'ala *berfirman memperingatkan Nabi-Nya:

*"Maka berilah peringatan, tidaklah engkau *(hai muhammad)* dengan nikmat
Tuhanmu *(yaitu wahyu) *menjadi tukang tenung dan bukan pula orang gila.
Bahkan mereka *(kaum musyrikin) *menyatakan bahwa Muhammad itu adalah
seorang penyair, kita tunggu kecelakaan menimpanya. Katakanlah: tunggulah,
sesungguhnya akupun termasuk orang yang menunggu bersama kalian. Apakah
mereka diperintahkan oleh pikiran-pikiran mereka untuk mengucapkan
tuduhan-tuduhan ini ataukah mereka kaum yang melampaui batas? Ataukah mereka
mengatakan: 'Dia *(Muhammad)* telah membuat-buatnya.' Sebenarnya mereka
tidak beriman. Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal
Al-Qur'an itu jika mereka orang-orang yang benar."* (*QS. Ath-Thur ayat
29-34*)



Syaikh Abdurrahman As-Sa'di *rahimahullah* menerangkan : "Allah
memerintahkan Rasul-Nya *Shallallahu 'alayhi wa sallam * untuk mengingatkan
manusia baik yang muslim maupun yang kafir agar hujjah Allah tegak kokoh
membantah orang-orang yang dhalim dan mendapat petunjuk dengannya
orang-orang yang mendapat taufiq (bimbingan) dari Allah. Dan agar Rasul-Nya
tidak peduli dengan gangguan mereka serta ucapan mereka yang menghalangi
manusia untuk mengikuti ajakannya, padahal mereka mengetahui bahwa Rasul itu
adalah orang yang paling jauh dari segala tuduhan itu...." *(Taisir Karimir
Rahman** *jilid 7 hal. 193)



Mereka tidak menerima hujjah atau dalil apapun yang datang dari Rasul
sehingga mereka menyatakan tantangan akan datangnya malapetaka atas
Rasulullah *shallallahu 'alayhi wa alihi wasallam* yang menerangkan hujjah
yang tidak dapat mereka bantah. Sehingga Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk
menjawab tantangan itu: "Silahkan tunggu malapetaka itu. Kami dan kamu
sama-sama menunggu!"



Tentunya penantian mereka dengan penantian Rasul terhadap malapetaka sangat
berbeda. Mereka menanti karena menolak hujjah, sedangkan Rasul menantinya
karena telah menerangkan hujjah yang tak terbantah dan dalam rangka menjawab
tantangan mereka ketika mereka tidak mau lagi menerima hujjah. Bahkan kaum
musyrikin ini terang-terangan menantang adzab atas diri mereka ketika
dibacakan kepada mereka ayat-ayat sebagai hujjah yang membantah segala
keraguan mereka terhadap kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah. Hal ini
diberitakan oleh Allah dalam firman-Nya:

*"Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka menyatakan:
'Sungguh kami telah mendengarnya, seandainya kami mau niscaya kami katakan
seperti ucapan ini. Sesungguhnya ucapan ini tidak lain kecuali cerita-cerita
orang terdahulu'. Dan ingatlah ketika mereka menyatakan: 'Ya Allah, kalau
ucapan (Rasul) ini benar dari-Mu, maka hujanilah kami dengan batu dari
langit atau datangkanlah siksaan yang pedih kepada kami'." *(*QS. Al-Anfal
ayat 31-32*)



Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad Al-Anshari Al-Qurthubi
*rahimahullah*menerangkan: "Dapat pula dikatakan bahwa mereka
mengucapkan kata-kata
seperti itu karena adanya syubhat (kesamaran) dalam hati mereka (tentang
kebenaran). Dan juga karena penentangan mereka terhadap kebenaran atau dalam
rangka mengesankan kepada manusia bahwa mereka dalam kebenaran, kemudian
terjadilah apa yang mereka minta tersebut di peperangan badar." (*Tafsir
Al-Qurthubi* jilid 4 hal. 2834)



Demikian pula keadaan sebagian kaum muslimin yang terkena syubhat ahli
bid'ah, ketika tidak mampu membela tokoh-tokoh dan pemikiran bid'ahnya
dengan hujjah dan tidak mampu membantah hujjah Ahlus Sunnah wal Jama'ah,
mereka menantang mubahalah (saling mendoakan laknat bagi yang bersalah)
seolah-olah mereka sebagai pihak yang sangat yakin dengan kebenaran. Setelah
mubahalah itu dilayani sebagai tantangan yang harus dijawab untuk membungkam
mulut ahli fitnah, mereka berkelit dari hujjah dengan alasan menunggu
datangnya adzab hasil dari mubahalah itu. Ketika adzab tak kunjung datang,
mereka berhujjah dengan mimpi-mimpi yang ditafsirkan bahwa dengan mimpi itu
mereka berada di atas kebenaran. Demikianlah ahkhlaq ahlul bid'ah amat mirip
dengan akhlaq musyrikin.



*3.    **Hizbiyyah*



Menjadikan agama sebagai alat untuk membentuk kelompok atas dasar hawa
nafsu. Hal ini telah dinyatakan oleh Allah dalam firman-Nya:

*"Sesungguhnya agama ini adalah agama yang satu dan Aku adalah sesembahan
kalian, maka bertaqwalah kepada-Ku. Kemudian mereka menjadikan agama mereka
terpecah-pecah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga
dengan apa yang ada pada sisi mereka. Maka biarkanlah mereka dalam
kesesatannya sampai waktu tertentu. *(*QS. Al-Mukminun ayat 52-54*)



Inilah keadaan para pengikut Nabi yang berpecah-belah sepeninggal Nabi-nabi
tersebut karena hawa nafsu yang menggiring mereka kepada hizbiyyah.
Demikianlah kerusakan akhlaq musyrikin yang lahir darinya berbagai kerusakan
akhlaq yang lainnya.



*PENUTUP*

* *

*          *Tentunya kaum mukminin harus berjuang mengikis dari dirinya
akhlaq musyrikin dan kemudian menghiasi dirinya dengan akhlaq mukminin. Dan
inilah perjuangan Ahlus Sunnah wal Jama'ah terhadap umat ini.



-oOo-


[Non-text portions of this message have been removed]





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/6pRQfA/fOaOAA/yQLSAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke