to KH Anam,

Orang buku kacangan saja dibangga-banggakan. Hartono Ahmad Jahil itu bukan
sedang berdakwah, tapi sedang berbisnis. Bikin buku cukup seminggu, langsung
jual. Dan laku, hanya dengan modal fitnah sana, fitnah sini. Orang-orang NU
sekarang ini hanya tidak tahu siapa Hartono Ahmad JAHIL. Mereka sedang
dibutakan untaian kalimat Hartono di bukunya yang semuanya sesat. Tidak ada
kata sesat kecuali dirinya sendiri.Semua orang disesatin. Cak Nur sesat, Gus
Dur sesat, siapa yang gak sesat ya si Jahil itu sendiri.
Coba bayangkan Harton A. Jahil itu memutarbalikkan apa yang dilakukan KH.
Wahab Hasbullah. Saya kutipkan tulisannya:

Tetapi pada tahun berikutnya Nahdlatul Ulama mengutus delegasi ke Mekkah.
Pada tanggal 27 Maret 1928 Nahdlatul Ulama mengumumkan bahwa Abdul Wahab dan
Ustadz Ahmad Ghanaim Al-Amir (Al-Misri) akan pergi ke Mekkah sebagai
perutusan mereka. Dalam bulan itu juga keduanya berangkat; Abdul Wahab
singgah di Singapur untuk mempropagandakan pendiriannya di kalangan orang
Islam di Pulau itu, dan sampai di Tanah Suci tanggal 17 April 1928. Pada
tanggal 13 Juni 1928 mereka diterima oleh Raja. Pada kesempatan ini kedua
utusan tersebut juga meminta Raja Ibnu Sa'ud agar membuat hukum yang tetap
di Hijaz. Mereka mohon jawaban terhadap seruan mereka.

Dia juag bilang kyai itu dukun:

 Seandainya para ulama yang kini digelari Kiyai itu ikhlas mencopot gelar
Kiyainya dan tak mau lagi disebut Kiyai, maka biar sekalian ketahuan bahwa
Kiyai yang masih rela disebut Kiyai adalah Kiyai Dukun saja.. Sebutan Kiyai
di sini sudah ada gejala terbukanya kejahatan-kejahatan, baik tersamar
maupun bisa terasakan secara umum. Oleh karena itu, perlu ditutup pintu
kejahatan itu. Di antara jalan yang praktis adalah membuang sebutan Kiyai
itu sendiri, dari khazanah istilah Islam, kemudian dikembalikan kepada
istilah Islam, yaitu ulama atau alim atau 'allamah, atau syaikh seperti yang
berlaku di dunia Islam.

Dan masih banyak lagi, ada Kyai Siddiq yang dicela karena mengganggap
Pancasila sudah final.

Masa orang seperti ini dibangga-bangkan oleh KH. Anam. Coba baca dulu semua
bukunya. Jangan hanya baca buku Al-Qur'an dihina Gus Dur. Kalau saya nulis,
Hartono menghina Qur'an pun tetap laris manis. Tapi itu khan tidak bermoral.



Khamami Zada

Lakpesdam NU


----- Original Message -----
From: "kh anam" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Wednesday, July 05, 2006 9:19 PM
Subject: [kmnu2000] Buku Hartono Ahmad Jahil Laris di Pesantren2


> Kabar baik, buku hartono ahmad jahil "Al-qur'an dihina Gus Dur" telah
sampai
> di pesantren Lirboyo dan ternyata laris. Kabarnya juga buku itu juga lari
di
> Ploso dan Langitan. Wah.. selamat buat Harto. Banyak sekali pesantren yang
> saat ini kebetulan tidak ngeh dengan Gus Dur.
>
> Kabar baik lagi, ternyata buku-buku ringan seperti "Kiat Menjadi Wanita
> Muslimah" atau "Sepuluh kunci sorga" yang terjemahan dari "dunia
> kegelapan timur tengah itu", atau novel dan majalah islami ala "Annida"
> bahkan muuuajalah "Sabili" juga disambut baik di pesantren-pesantren
salaf.
> Saya berfikir begini: Adik perempuan saya aja beli itu, apalagi adik
> perempuan orang lain.
>
> Lalu. kabar buruknya saya peroleh dari pak Ahmad Tohari saat mengikuti
> diskusi Sastra Pesantren di NU Online PBNU. Katanya, "sebagai orang Islam,
> orang pesantren, kita nggak harus menulis buku/novel/cerpen/artikel/puisi
> yang ada kata islam, alqur'an atau pokoknya yang islami lah, agar karya
kita
> bisa diterima semua kalangan."
>
> Saya katakan, sebenarnya para santri yang hobbi menulis atau bebisnis
> tulisan selama hanya berasyik di dunianya sendiri dengan menulis yang
> ndakik-ndakik, yang rumit, yang ilmiyah bangetlah, yang nggak banyak
dikenal
> umumnya orang pesantren. Tak sekedar acuh terhadap sebuah "potensi pasar
> besar" tapi dengan begitu mereka sebenarnya telah meninggalkan
komunitasnya
> sendiri di suatu jalan yang menurut mereka sendiri masih gelap. Jika ada
> yang nggak seneng hartono dan sejenisnya, misalnya, mestinya orang-orang
itu
> tak hanya dihujat lewat milis ini. Menulislah! Kreatiflah! Dan Hartono
> membuktikan bahwa menjadi penulis yang profesional dan kaya itu tak harus
> menunggu pinter: Asal tahu pasar, dan insyaallah sambil berdakwah bilisani
> qoumihi. Atau kita menunggu saat-saat kecewa bahwa ternyata pada suatu
waktu
> orang-orang pesantren telah berubah menjadi orang lain. Allahuakbar.
>
> Jadi begitu.
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
>
> ______________________________________________________________________
> http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir
dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda
harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
> [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>
> --
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG Free Edition.
> Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.10.1/389 - Release Date: 7/14/2006
>
>





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke