http://www.suaramerdeka.com/ Said Aqil : Infotainment Haram a.. Jelang Munas Alim Ulama dan Konbes NU SURABAYA - Konflik internal di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tak akan dibahas sama sekali dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU.
Hal itu ditegaskan Ketua Panitia Munas Alim Ulama dan Konbes NU, Dr KH Said Aqil Siradj, kepada wartawan di Surabaya, Rabu (26/7). Kegiatan tersebut akan digelar mulai Kamis (27/7) ini hingga Minggu (30/7), di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Tak diagendakannya konflik PKB di forum itu, karena NU telah menegaskan diri terikat khittah 1926, yaitu ormas Islam yang didirikan KH Hasyim Asy'ari itu meneguhkan jati dirinya sebagai ormas Islam dan menjaga jarak yang sama dengan semua kekuatan politik. "Munas dan Konbes itu sama sekali tak ada kaitannya dengan perpecahan PKB. Pertemuan tersebut murni membahas kepentingan umat, bukan politik,'' kata Said Aqil Siradj. Dia mengemukakan, meski PKB didirikan oleh tokoh-tokoh NU, seperti KH Abdurrahman Wahid, KH Muchit Muzadi, KH Munasir Ali (almarhum), KH Mustofa Bisri, dan KH Iljas Ruhijat, namun ormas Islam tradisional itu tak ada kaitan struktural dengan PKB. Antara NU dan PKB memang ada kaitan kultural dan kesejarahan. Said Aqil mengatakan, NU memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pihak yang berkonflik di PKB untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. NU tak ingin dilibatkan, apalagi membawa masalah konflik partai berlambang bola dunia dikelilingi bintang sembilan itu ke ranah forum tersebut. Rencananya, munas tersebut dibuka oleh Wakil Presiden (Wapres), M Jusuf Kalla pada Jumat (28/7). Cukup banyak persoalan aktual di masyarakat sekarang yang bakal dibahas secara intensif dalam forum yang diikuti sekitar 200 kiai itu. Persoalan tersebut antara lain, hukum operasi wajah total atau face off, undian berhadiah, dan hukum infotainment. Masalah Infotainment Tayangan infotainment akan menjadi sorotan dalam forum tersebut, sebab dinilai menceritakan kelemahan dan keburukan orang atau rumah tangga pribadi orang, terutama selebriti. "Sebelum masuk di sidang pleno munas, saya menegaskan bahwa tayangan infotainment hukumnya haram. Tak boleh. Masak rumah tangga orang diceritakan ngalor-ngidul, sehingga membuat semua orang jadi tahu. Suami itu punya selingkuh, istrinya juga punya selingkuh. Itu kan luar biasa, kok nggak malu disiarkan," katanya. Dubes Palestina Di sisi lain, tambah Said, kegiatan tersebut juga membahas kuis SMS berhadiah. Menurutnya, kuis yang dinilai haram atau tidak boleh adalah kuis yang sifatnya merugikan, sedangkan kuis yang tidak merugikan hukumnya boleh. Sementara itu sebagai bentuk persaudaraan sesama muslim, Dubes Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdawi, akan menghadiri undangan pembukaan kegiatan itu.Demikian dikatakan Wakil Sekjen PBNU Syaiful Bahri Anshori, di Jakarta. Syaiful mengatakan, undangan untuk Dubes Palestina tersebut merupakan salah satu bentuk solidaritas Nahdlatul Ulama (NU) terhadap penderitaan umat Islam di Palestina yang terus dibombardir Israel. (G14,di-60,48an) [Non-text portions of this message have been removed] ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
