Kiai Sahal: Pancasila Sudah Final
Jum'at, 28 Juli 2006 11:54 WIB
Jakarta, NU Online
Nahdlatul Ulama berkeyakinan bahwa syariat Islam dapat diimplementasikan tanpa
harus menunggu atau melalui institusi formal. NU lebih mengidealkan substansi
nilai-nilai syariah terimplementasi di dalam masyarakat ketimbang
mengidealisasikan institusi.
NU sudah berkesimpulan bahwa NKRI dengan dasar Pancasila sudah merupakan
bentuk final bagi bangsa Indonesia, Demikian diungkapkan oleh Rais Aam PBNU KH
Sahal Mahfudz dalam pidato iftitah munas dan konbes NU di GOR Kertajaya
Surabaya, Jumat (27/7).
Menurut Pengasuh Ponpes Maslahul Huda Pati tersebut Kehadiran institusi
formal bukan suatu jaminan untuk terwujudnya nilai-nilai syariah di dalam
masyarakat. Apalagi Mengingat kondisi obyektif bangsa Indonesia yang
ditakdirkan Allah swt, dengan penduduk dan masyarakat yang majemuk.
Karena itulah, universalitas Islam tidak mesti harus berhadap-hadapan dengan
budaya lokal atau nilai-nilai yang berasal dari luar dirinya. NU juga sejak
awal mengusung ajaran Islam tanpa melalui jalan formalistik, lebih-lebih dengan
cara membenturkannya dengan realitas secara formal, tetapi dengan cara lentur,
tegasnya.
NU lahir dan berkembang dengan corak dan kulturnya sendiri. NU menampilkan
sikap akomodatif terhadap berbagai mazhab keagamaan. Dan sebagai organisasi
kemasyarakatan, NU menampilkan sikap yang tolerans terhadap nilai-nilai lokal.
Ditandaskan bahwa dalam lintasan sejarahnya, NU tidak pernah berfikir untuk
menyatukan apalagi menghilangkan mazhab-mazhab keagamaan yang ada. Demikian
pula NU sejak awal berdirinya tidak pernah berfikir untuk menyingkirkan
nilai-nilai budaya lokal, yang berbeda dengannya.
NU berakulturasi dan berinteraksi secara positif dengan tradisi dan budaya
masyarakat setempat. Proses akulturasi tersebut telah melahirkan Islam dengan
wajah yang ramah terhadap nilai budaya setempat, serta menghargai perbedaan
agama, tradisi dan kepercayaan, yang merupakan warisan budaya Nusantara,
tuturnya.
Dengan sendirinya NU memiliki wawasan multikultural. Kebijakan sosialnya
bukan melindungi tradisi atau budaya setempat, tetapi mengakui manifestasi
tradisi dan budaya setempat yang memiliki hak hidup seperti inti dari paham
keislaman NU itu sendiri.
Karena itulah NU mampu menerapkan ajaran teks keagamaan yang bersifat sakral
di dalam konteks budaya yang bersifat profan. NU dapat membuktikan bahwa
universalitas Islam dapat diterapkan tanpa harus menyingkirkan budaya lokal,
katanya.
---------------------------------
See the all-new, redesigned Yahoo.com. Check it out.
[Non-text portions of this message have been removed]
______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/