Salam,

Sekedar pertanyaan, apa relevan yah menjustifikasi wiridan, tahlilan 
dst dengan menggunakan istiqra'? Dan jika relevan, apa memang 
seperti itu yah penerapannya?

Mohon pencerahannya?


wassalam,
anismasduki


--- In [email protected], "Mukhlisin" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> http://www.suaramerdeka.com/
> Hizbut Tahrir Dikritisi Kaum Muda NU
> Surabaya, CyberNews. Keberadaan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) 
mendapat krikikan keras dari anak-anak muda Nahdhatul Ulama (NU). 
> "Kelompok radikal, termasuk HTI, umumnya memandang NU sebagai 
kelompok yang sesat, bahkan HTI menilai NU sudah keluar dari Al-
Qur`an dan Hadits Nabi serta tokoh-tokoh NU pun sering disudutkan," 
tegas aktivis Lakpesdam PBNU, Zuhaeri Misrawi.
> 
> Hal itu disampaikan dalam diskusi di NU Center untuk menyemarakkan 
Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Surabaya, 
Minggu. Diskusi itu menampilkan tokoh muda NU Jatim Dr KH Imam 
Ghazali Said MA, aktivis Lakpesdam PBNU, Zuhaeri Misrawi, dan Humas 
HTI Jatim dr H Usman itu, diantaranya membedah pandangan HTI 
terhadap NU.
> 
> Lain halnya dengan Imam Ghazali Said. "HTI dan NU itu memang 
berbeda metode berpikir. NU melihat dari dua sisi yakni istidlaly 
(deduktif) dan istiqroi (induktif), sedangkan HTI hanya melihat sisi 
istidlaly," katanya.
> 
> Menurut pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur, Wonocolo, Surabaya 
itu, metode berpikir istidlaly selalu membaca realitas masyarakat 
dengan Qur`an dan Hadits, kemudian yang tidak cocok dengan kedua 
acuan itu ditolak.
> 
> "Sebaliknya, metode berpikir istiqroi itu membaca realitas 
kemasyarakatan secara dialektika dengan Qur`an dan Hadits, sehingga 
apa yang tak ada dalam kedua acuan itu tetap diterima, asalkan tidak 
ada larangan dari Qur`an dan Hadits itu sendiri, seperti wiridan 
atau tahlilan," paparnya.
> 
> NU, katanya, akan menggunakan metode istidlaly untuk persoalan 
ibadah seperti salat atau haji yang memang tak dapat diotak-atik, 
sedangkan persoalan kemasyarakatan (muamalah) dikaji secara istiqroi.
> 
> "Karena itu, pandangan HTI yang menyamakan penghormatan warga NU 
kepada kiai seperti halnya Yahudi yang menghormati pendeta adalah 
hal yang tak benar, karena memang tidak sama," ucapnya.
> 
> Dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya itu menegaskan bahwa perbedaan 
metode berpikir itu pula yang membuat NU menerima negara nasional 
(NKRI), sedangkan HTI menganggap negara nasional sebagai Jahiliyah 
yang harus diganti dengan Khilafah.
> 
> "Kalau memang tujuannya khilafah (kekuasaan), maka mereka berarti 
politis, meski mereka tidak mengakui," ungkapnya, menanggapi 
penolakan pandangan Humas HTI Jatim yang memosisikan HTI sebagai 
politis.
> 
> Ia menyatakan khilafah itu pasti politis, karena kekuasaan memang 
begitu. "Bisa saja mereka tidak mengakui, tapi apa yang terjadi di 
Yordania membuktikan hal itu. Mungkin Hizbut Tahrir di Indonesia 
tidak tahu hal itu, tapi hal tersebut adalah fakta," ungkapnya.
> 
> Sementara itu, kehadiran Alfamart di pesantren-pesantren yang 
berkedok sebagai koperasi, kembali disoal dalam sidang pleno 
pengesahan hasil komisi-komisi Munas Alim Ulama dan Konbes NU, 
Minggu malam.
> 
> "Ritel milik perusahaan raksasa AS Philip Mooris yang telah 
tersebar di seluruh wilayah Indonesia itu memusnahkan mata 
pencaharian kios-kios pracangan/kelontong. Jadi, mohon 
dipertimbangkan," kata Ketua PP Muslimat NU, Khofifah Indar 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>






______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke