Berperang bukanlah Membunuh
Ketika saya melihat fenomena perang yang terjadi antara Israel dan Hisbullah,
terbesit tanda tanya yang agak buram dalam otak saya, dalam media yang saya
lihat ada istilah al harb as sâdisah, perang ke enam, bukan perang sadis, namun
yang terjadi seolah bukan perang yang keenam antara Lebanon dengan Israel, akan
tetapi mengarah pada perang antar dua pemeluk agama yang sama-sama punya
keyakinan melakukan tugas dari langit.
Tentunya masyarakat kedua pemeluk agama ini akan mendapat informasi yang
telah dibulatkan menjadi satu kesimpulan, bagi yang Muslim akan mendapat
informasi sedemikian sehingga menghakimi kalau Yahudi itu semuanya keji dan
beberapa provokasi untuk menjadikan dunia berperang secara global antar dua
peradaban yang berbeda, dan memendam segala sesuatu yang menjadikan dunia damai
dan sejahtera, ayat-ayat Tuhan pun hanya diambil yang mendukung tentang perang
dan melupakan ayat-ayat perdamaian, fatwa-fatwa perang pun berhamburan dari
hati yang sok suci tokoh-tokoh yang punya pemikiran bahwa cara penyelesaian
masalah adalah dengan peperangan dan kekerasan, yang mana hal ini dulu menjadi
tabiat bangsa arab pra Islam.
Kaum Yahudi pun tak jauh berbeda, mereka pun akan memandang Islam dan
menghakimi bahwa seluruh umat Muslim adalah seperti Hizbullah semua, mereka pun
merasa bahwa perang terhadap kaum muslim adalah mengemban amanat langit yang
harus dilaksanakan sekuat tenaga, terlebih mereka merasa bahwa agama mereka
adalah agama samawi yang lebih tua dari Kristen dan Islam, mereka tak pernah
mau menerima kritik kontruktif syariat mereka dengan syariat yang di bawa Isa
dan disempurnakan Muhammad, yang mana sebenarnya sudah mereka ketahui akan
kehadiranya, mereka berusaha membasmi nabi akhir itu sejak lahirnya, namun
sayang nabi Akhir itu lahir di makkah yang waktu itu sangat terpencil dan
dipisah dengan padang sahara yang begitu luas sehingga mereka tak bisa
mendeteksi hadirnya nabi Akhir ini.
Dalam Al quran Allah berfirman : Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah
kepada suatu kalimat yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa
tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan
sesuatupun dan tidak sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan
selain Allah". Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka:
"Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri ".QS: Ali
Imron:64
Yahudi, Kristen dan Islam pada dasarnya terdapat satu titik temu yaitu untuk
menyembah Allah semata, dan tidak mempersekutukan-NYA, akan tetapi hal itu
telah berubah menjadi titik pisah antar ketiganya akibat penyelewengan yang
terjadi dalam masing-masing pemeluk dari tiga agama samawi tersebut, ini
terjadi sebab ketidakmampuan manusia memahami kehendak Sang Esa, setiap dari
pemeluk agama melahirkan pemeluk yang radikal seperti, zionis Yahudi, radikal
Kristen, dan radikal Islam, nah ketika dua diantaranya atau bahkan ketiganya
bertemu maka akan terjadi pertentangan dan bahkan peperangan yang sama-sama
menjeneralisasi agama masing-masing.
Disisi lain ketiga agama itupun melahirkan pemeluk-pemeluk yang Liberal, atau
pemeluk yang ingin merubah tatanan agama mereka sesuai dengan kemampuan kerja
otak mereka yang masih belum pasti benar, membuat legitimasi hukum dengan dasar
akal, serta sedikit mereka-reka ayat tuhan demi kepentingan tertentu, bahkan
meninggalkan ritual agama mereka dan membiarkan agama mereka tinggal nama tanpa
wujud yang nyata. Radikal kanan adalah radikal yang terlalu memaksakan
kehendaknya dengan penyutiran ayat-ayat serta teks suci masing-masing mereka,
radikal kiri adalah mereka yang terlalu membuang teks suci mereka dan mengganti
dengan akal mereka. Dua kubu radikal ini pun jika ditemukan akan mengalami
pertentangan dan sama-sama ngotot untuk menyatakan dirinya adalah kebenaran
yang benar menurut Tuhan, disini terlihat keduanya menganggap tuhan tak berdaya
dan perlu bagi mereka untuk memilih sebuah kebenaran untuk Tuhan mereka.
Dalam sebuah hadist qudsy, bisa anda ceck di tahrij ahâdith al kasyâf fi
suratt an Nur, al hâfid ibnu hajar, ketika Allah berkata pada orang yang
memukul seorang pezina melebihi batas normalnya, yaitu 100 kali pukulan bagi
masing-masing perjaka dan perawan, serta rajam bagi yang bersuami atau
beristri..
Allah berfirman : abdy, lima dlorobtahu fauqo al had? Fayaqul: godloban laka,
fayaqul akana godlobaka asaddu min godlobi? Hambaku, kenapa kau memukulnya
melebihi batas?orang itu berkata : marah demi engkau, lalu Allah berfirman :
apakah marahmu melebihi marahku?
Sudah sejak kecil kita tahu kalau Allah itu Rahman dan Rahim, maka dari itu
tak perlu kiranya kita menghukum lebih melebihi batas yang ditetapkan Allah,
terlebih memberikan cap kafir pada orang yang berbeda dengan kita, sebab orang
kafir adalah orang yang tidak percaya pada Allah, dan selagi mereka percaya
bahwa Allah adalah tuhan yang esa maka mereka termasuk mukmin, atau alladzina
amanu
, meskipun toh orang-orang yang beriman itu melakukan maksiat mereka
bukan kafir, akan tetapi mukmin asy, orang mukmin yang maksiat, dan pintu
taubat masih terbuka selama hayat masih dikandung badan mereka.
Lanjutan hadith qudsy itu untuk orang-orang yang mengurangi batasan hukum,
Allah berfirman: Abdy lima qosorta? Fayaqul: rahimtuhu ,fayaqul akanat
rohmataka asaddu min rohmati? Tsuma yumar bihima jamian ila an Nar. Hambaku
kenapa engkau kurangi, orang itu berkata :aku menyayanginya, lalu Allah
berfirman: apa sayangmu bisa melebihi sayangku?lalu diperintahkan untuk
memasukkan dua orang itu dineraka semuanya.
Jadi kalau perang tidak boleh membunuh anak kecil, orang tua, serta wanita,
kecuali wanita itu menjadi tentara atau ratu dari musuh kita, perang bukan
membunuh yang jadi tujuannya, akan tetapi bertujuan mengalahkan, lebih lanjut
lihat sejarah nabi dalam berperang, nabi hampir tak pernah membunuh orang, tapi
mengalahkanya, hanya beberapa orang saja karena dia melakukan hal yang tak bisa
ditolerir, Islam mengajari kita menjadi satria bukan menjadi pembunuh, nah
kalau konsep perang dalam islam adalah defensive bukan opensif, kalau kita
diserang maka kita wajib mengimbanginya.
Nah sudah jelas khan? Kalau marah jangan melebihi marahnya Allah, dan kalau
sayang jangan merasa bisa menyayangi melebihi Allah, jadi tempatkanlah segala
sesuatu pada porsinya, dan tak perlu terlalu sibuk mengoreksi orang lain, dan
melupakan mengoreksi diri, udu ila sabili robbika bil hikmah wan mauidlotil
hasanah wajadilhum billati hia ahsan, ajaklah kejalan Tuhan-mu dengan hikmah
dan pelajaran yang baik dan debatlah mereka dengan cara yang baikQS:An
Nahl:125
Alliem,
Kamis, 10 Agustus 2006
Tuhan lebih sayang dari aku
Kunjungi
http://www.muallim.tk
kritik anda harapan kami
---------------------------------
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates
starting at 1¢/min.
[Non-text portions of this message have been removed]
______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/