Reposting artikel lama saya --------- Ketika Masjid (kembali) Menjadi Menara Gading
oleh Herri Permana Peristiwa perebutan kekuasaan oleh aktivis harokah ekstrim di YISC Al Azhar mengingatkan saya akan peristiwa serupa di Salman tahun 1994 dimana aktivis masjid yang concern pada masalah remaja kemudian disingkirkan dan dibersihkan hanya karena mereka bukanlah orang harokah. Gerakan remaja masjid mulai tumbuh pada era akhir 70 an yang diawali oleh keprihatinan para aktivis masjid terhadap remaja yang sangat jauh dari agama.Dan mereka pun bergerak untuk merubah masjid yang sebelumnya hanya sebuah menara gading yang berdiri angkuh tanpa memiliki kepedulian pada kondisi masyarakat sekitar untuk menjadi sebuah tempat yang ramah dan menarik bagi remaja. Berbagai acara pun dilakukan untuk menarik minat para remaja ke masjid , bahkan juga para aktivis masjid melakukan aksi jemput bola dengan keluar dari sarang mereka yang hangat dan nyaman untuk menemui dan memasuki lingkungan anak-anak remaja "gaul" yang hobby dansa dansi , balapan liar , gangster dll. Dan wajah masjid pun berubah , pada saat sholat berjamaah yang sebelumnya cuma didominasi orang-orang tua dan anak-anak kecil tiba-tiba terselip satu dua anak muda berambut gondrong , berpakaian kumal dengan tubuh penuh aksesoris bahkan tattoo ikut sholat bersama. Tidak berapa lama kemudian halaman parkir masjid penuh dengan motor trial dan balap dimana pemiliknya sibuk mengaji dan berdzikir di masjid. Ketika itu jumlah aktivis masjid melonjak pesat dari cuma puluhan membengkak menjadi ribuan orang.Dan masjid pun menjadi tempat yang ramah bagi remaja.Pada tengah malam terdengar beberapa pemuda dan remaja dengan tindik di telinga sibuk menangis setelah sholat malam , para remaja putri yang hamil di luar nikah tanpa ragu mencari perlindungan ke masjid.Masjid yang sebelumnya merupakan tempat angker dan dijauhi remaja sontak menjadi tempat gaul dan berlindung bagi remaja. Tidak ada yang pernah ditolak masuk masjid waktu itu, para aktivisnya selalu menyambut dengan senyuman ramah pada siapapun yang masuk, mereka bahkan tidak pernah memperlihatkan kesan jijik ketika bergaul dengan para junkies , anggota gank , penggemar musik metal dll, bahkan mereka diperlakukan sebagai seorang blood brothers dan siap membantu apapun yang mereka butuhkan. Tapi petaka kemudian datang.Kelompok radikal islam mulai menyusup, pertama sedikit lama-lama membesar lalu kemudian mencoba mendominasi. Perang pun terjadi antara para aktivis gaul dengan para aktivis harokah dimana kemenangan silih berganti diantara mereka.Tapi akhirnya satu demi satu masjid jatuh ke tangan mereka, lalu mereka pun mulai kembali menutup pintu masjid rapat-rapat dengan berbagai macam jenis rantai dan gembok. Dress code yang digunakan sebagai politik identitas pun digalakkan, aktivis muslimah yang jilbabnya kurang panjang jangan harap dapat jabatan dan dibolehkan ikut aktif, aktivis yang pikirannya "kurang islami" diusir semua dari masjid. Dan masjid pun menjadi tempat angker bukan cuma bagi remaja yang nyentrik tapi juga bagi remaja dan aktivis yang nyantri.Paham ukhuwah digantikan paham ashobiyah yang sempit, kelompoknya lah yang dianggap paling islam sementara fraksi lain dianggap menyimpang sehingga seluruh pengikutnya harus ditendang dan diusir dari masjid walaupun mereka itu rajin sholat , selalu bangun untuk sholat malam dll. Lalu mereka pun dengan enteng mengklaim sebagai aktivis dakwah, padahal mereka tidak pernah lagi mengajak orang ke masjid malahan mengusir orang dan memasang sekat yang tebal dengan selain anggota kelompoknya apalagi dengan masyarakat.Mereka mengklaim sebagai pejuang dakwah padahal mereka tidak pernah merasakan masa ketika menjadi remaja masjid lebih parah jadi anggota gank karena selalu diawasi aparat bahkan sesekali harus mampir ke kantor polsek atau koramil untuk ditanyai bahkan ditendangin. Bahkan mereka sekarang bersorak gembira merayakan kemenangan aktivis dakwah dengan mengusir dan menyingkirkan saudara mereka sendiri.Padahal para "leluhur" mereka lebih rela mukanya lebam oleh pukulan untuk pasang badan kalau ada yang diusir dari masjid atau dihalangi masuk masjid.Jadi klaim mereka justru perlu dipertanyakan , benarkan mereka aktivis dakwah atau aktivis penghancur dakwah.Dakwah itu artinya menyeru bukan mengusir * Penulis adalah mantan Sekretaris II Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Wilayah Jawa Barat (2000-2003) ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
