----- Original Message ----- From: "Martin Widjaja" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Friday, September 08, 2006 6:22 PM Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Separah itukah ? [ was ] :Re: Hasyim Muzadi: Khilafah Islamiyah bukan Gerakan Agama, tapi Politik
> Dear Mas He Man dan Kel FPK-ku, > > Saya agak kaget membaca posting anda, separah itukah situasinya ? > Apakah bisa disimpulkan dengan kesuksesan kaum harokah yg eksklusive itu, sebenarnya masyarakat Indonesia lebih menyetujui ajaran kaum harokah itu ? > Kalau nggak , susah dong dapat pengikut yg notabene sebelumnya masyarakat NU atau Mohammadiyah ? > Atau mereka begitu kualified seperti Hezbollah di Lebanon yg militan dan banyak uangnya ? > > Kalau NU sekarang mengungkapkan kekuatiran ttg KI ini, bisakah diprediksikan prestasi KI ini masa datang , mungkin akan seperti Lebanon juga ..? > Apakah mayoritas masyarakat Jerman pada masa lalu setuju pada Hitler dan NAZI..? tidak kan , tapi kenapa Hitler dan NAZI bisa berkuasa. Ini sama aja dengan yang terjadi di masjid-masjid. Anda harus mengetahui dulu psikologi para aktivis dakwah termasuk aktivis masjid.Seluruh orang yang dekat dengan agama pastikan akan lebih mengutamakan masalah moral , etika , baik-buruk , halal-haram dll daripada masalah kepentingan. Itulah sebabnya kaum harokah menang , karena mereka bukanlah aktivis dakwah tapi hanya aktivis politik. Kaum moderat jumlahnya tidak sedikit , waktu saya aktif di masjid Al Falah Surabaya di Jl Raya Darmo , saya memegang bidang Data dan Informasi dan anggota Remas Al Falah waktu itu mencapai 3000 an orang dimana lebih separuhnya anggota aktif.Makanya masjid itu tidak pernah tidur bahkan saat tengah malam dan dini hari pun banyak orang yang beraktivitas di masjid itu dari melakukan ibadah malam sampai kelompok-kelompok debat/diskusi meramaikan masjid itu sampai waktu subuh. Bagi kaum moderat mereka tidak akan terlalu memikirkan siapa yang memegang kendali masjid , yang mereka pikirkan kan cuma dakwah , bagaimana masjid bisa melayani masyarakat, makanya ketika orang-orang harokah ini ngotot untuk mengambil alih masjid rata-rata kaum moderat ini cenderung untuk mundur dan mengalah. Untuk apa sih rebutan kekuasaan di masjid , masjid kan tempat ibadah bukan tempat cari kekuasaan.Dan ini terlihat misal seperti di Salman 1994 ketika harokah menang anggotanya langsung terjun bebas dari 2000 an jadi tinggal 200 an orang saja.Jadi kaum moderat bukanlah kaum minoritas. Tapi ketika mereka sadar semuanya sudah terlalu terlambat. Sebagai sebuah gerakan politik kaum harokah itu tidak terlalu memikirkan masalah moral , etika , baik-buruk , benar-salah , halal-haram dsb.Bagi mereka yang utama hanya kepentingan mereka hal-hal seperti itu bagi mereka bisa dilanggar atau diabaikan apabila itu menghalangi kepentingan mereka. Dan kepentingan mereka yang utama adalah kekuasaan, karena itulah mereka gak akan mempedulikan apapun termasuk ajaran moral dan agama demi untuk meraihnya.Jadi jangan heran kalau dalam proses-proses perebutan kekuasaan di masjid orang harokah itu sering melakukan tindakan di luar batas misal penyebaran fitnah dan black propaganda pada lawan termasuk dengan menyalahgunakan ayat-ayat Al Qur'an, bahkan tindakan kasar seperti penculikan , intimidasi , teror , pencegatan secara ramai-ramai pada aktivis bahkan juga aksi pemukulan dll.Kalau aktivis dakwah moderat pasti akan berpikir 1000 kali untuk melakukan hal-hal macam gini. Konsep kekuasaan dalam pandangan harokah ini sama dan sebagun dengan konsep kekuasaan versi kelompok fasis yaitu totaliterisme. Konsep negara (dalam lingkup kecil : organisasi) dalam wacana harokah berbeda dengan konsep demokrasi dimana negara ada untuk rakyat , sementara konsep harokah rakyat ada untuk negara. Jadi negara dalam pandangan mereka adalah kekuasaan pemaksa untuk mengontrol , menguasai dan mengawasi orang lain.Jerman di masa Nazi misalnya dengan siapa anda menikah atau dimana anda bekerja ditentukan oleh negara.Konsep serupa ini juga diaplikasikan kelompok fundies islam ketika berkuasa misal menetapkan pakaian termasuk mode dan warnanya yang harus dipakai semua warga.Di masa era Taleban bahkan permainan pun dikontrol negara misal larangan main layang-layang , catur , gitar dll. Dan kekuasaan bagi mereka dipandang sebagai satu-satunya cara saya ulangi satu-satunya cara jadi bukan salah satu cara dimana mereka bisa mengaplikasikan ide-ide mereka. Karena itulah mengapa mereka ngotot untuk memperoleh , membangun dan mempertahankan kekuasaan. Dan ini juga di aplikasikan dalam lingkup kecil seperti organisasi dakwah kampus , pengajian kantor dll Dikalangan mereka dibangun lah semacam kesadaran kolektif untuk membedakan "kita" dengan "yang lain".Jadi kalau anda seorang muslimah berjilbab tapi bukan pake jilbab lebar dan pakai busana muslimah sopan two pieces bukannya jubah , ketika berpapasan dengan aktivis muslimah harokah jangan harap akan mendapatkan sekedar anggukan dan senyuman ramah. Anda tidak akan dianggap sebagai seorang saudara , tidak akan disapa dengan panggilan akhi/ukhty kalau anda bukan "kita".Jadi konsep persaudaraan mereka adalah konsep persaudaraan ashobiyah. Ukhuwah bagi mereka bukan penghormatan terhadap keberagaman dimana semua muslim adalah bersaudara, bagi mereka ukhuwah berarti anda harus sama dengan kami. Karena itulah mereka ketika memperoleh kekuasaan mereka akan ngotot untuk membersihkan lingkungannya dari selain mereka, semua yang tidak sesuai dengan konsep mereka akan diberangus, mulai dari ritual keagamaan , buku sampai orangnya juga. Nah sekarang bayangkan apa yang akan terjadi kalau mereka berkuasa di level negara. Dan kelompok yang mereka jadikan idola dan rujukan adalah kelompok ekstrimis timur tengah yang menganggap orang yang tidak sepaham dengan mereka halal untuk dibunuh. Sekarang mungkin mereka belum sampai level ini tapi bersiaplah untuk melihat 5 , 10 atau 20 tahun lagi.Bukan hal yang tidak mungkin masjid-masjid akan dibanjiri oleh darah yang ditumpahkan oleh orang-orang ini. Pola-polanya sebenarnya nyaris sama semua , pertama maksain penceramah dari kalangan mereka masuk masjid lalu mereka datang dalam jumlah besar buat ngelihatin tuh penceramah bagus dan populer.Lalu mulai berusaha mendominasi imam masjid dst. Di Bandung yang saya perhatikan lagi diincar harokah adalah masjid Al Ukhuwah , akhir-akhir ini banyak penceramah yang di bawah standar disana , mereka di bawah standar karena memang kebanyakan bukan latar belakang agama.Padahal itu masjid adalah masjid raya yang harusnya cukup selektif dalam memilih pemateri.FYI ini adalah contoh terbaik kalau anda ingin melihat proses pengambilalihan masjid oleh kaum harokah, karena mereka saat ini sedang berproses belum menguasai total. -------- http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/042006/03/99suratpembaca.htm Surat Terbuka untuk DKM Al Ukhuwwah BERSAMA surat ini saya ingi menyampaikan sekaligus mewakili jemaah yang lain yang selalu setia mengikuti kegiatan di Mesjid Al Ukhuwwah terutama kultum ba'da zuhur dari Senin s.d. Kamis yang sangat menunjang pengetahuan saya dalam bidang agama. Hampir dua bulan terakhir ini timbul kekecewaan saya dan jemaah yang lain dengan banyaknya dai-dai yang latar belakang pengetahuan agamanya tidak jelas. Tanpa bermaksud merendahkan, kami menilai dai-dai itu belum layak untuk ditampilkan di masjid sebesar Al Ukhuwwah. Maka melalui surat terbuka ini saya mengusulkan: 1. Jangan jadikan Masjid Al Ukhuwwah sebagai ajang kompetisi para dai yang belum pantas untuk tampil. Karena dengan menampilkan dai yang tidak jelas pengetahuan agamanya sama dengan membodohi umat. 2. Kepada para dai yang belum siap dengan ilmunya jangan main-main dengan agama. 3. Kepada Ketua Umum yang sekaligus sebagai Sekretaris Kota Bandung dengan segala hormat, untuk sesegera mungin membenahi dan menyelamatkan nama besar Masjid Al Ukhuwwah, karena yang saya ingat instruksi dari Bapak Wali Kota Bandung selaku Pembina dalam struktur Organisasi DKM, bahwa Masjid Al Ukhuwwah selain masjid yang representatif juga menjadi mesjid percontohan. 4. Kepada Harian Umum Pikiran Rakyat terima kasih atas dimuatnya tulisan ini. Rachmat Setia Permana Jln. Cipedes Tengah RT 006/RW 001 Sukajadi, Bandung http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/032006/11/99suratpembaca.htm Untuk Masjid Al-Ukhuwah SAYA punya masalah tentang status pernikahan yang akan dilaksanakan oleh rekan saya. Pihak wanita tidak ada wali, dan kedua calon mempelai --walau jauh-- masih ada hubungan famili (hubungan darah). Kemudian saya datang ke Masjid Al-Ukhuwah (Masjid Balai Kotamadya Bandung) di Jln. Wastukencana dengan maksud untuk menanyakan masalah tersebut. Kalau boleh dinika,h dalilnya mana kalau tidak boleh dinikah, dalilnya mana. Alhasil jawaban yang mereka berikan tidak memuaskan karena tidak mampu menunjukkan dalil hadisnya. Bahkan mereka bilang saya bukan ahlinya. Selanjutnya saya disuruh bertanya ke tempat lain. Di sini saya sangat kecewa kenapa masjid yang sudah cukup dikenal oleh masyarakat Kota Bandung ternyata tidak bisa memberikan keterangan secara baik dan benar, yang sesuai dengan tuntutan agama Islam. Atas kejadian ini saya berharap agar pengurus masjid harus ada yang mampu (ahli fikih). Semoga hal ini tidak terulang lagi. Demikian surat ini saya buat untuk dapat diperhatikan. Atas dimuatnya surat ini saya ucapkan terima kasih. Mohammad Solihin Dusun Bangsri RT 01 RW 01 Bangsri Kab. Blitar ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
