http://swaramuslim.net/more.php?id=5273_0_1_0_m
Sahal Mahfudz Tak Layak Memimpin MUI
MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) nampaknya belum bisa diharapkan menjadi lembaga
keagamaan yang independen. Juga, tidak menjadi jaminan bahwa pengurus MUI
pastilah orang-orang yang saleh, beriman dan berilmu, serta istiqomah.
Sahal Mahfudz adalah pimpinan tertinggi MUI yang saat ini sudah menduduki
kursinya selama dua periode. Periode pertama menduduki kursi puncak MUI, konon
merupakan 'hadiah' dari Gus Dur atas jasa-jasa Sahal Mahfudz membela Gus Dur
tanpa reserve selama ini.
Salah satunya, pada tahun 1994 di Muktamar Cipasung yang salah satu agendanya
memilih Ketua PBNU, terdapat dua calon kuat, yaitu Abu Hasan dan Gus Dur.
Akhirnya Abu Hasan kalah tipis, karena kubu Gus Dur didukung mati-matian oleh
duet Sahal Mahfudz dan Ulil Absar Abdalla. Sahal mewakili komunitas Ulama dan
Ulil ketika itu mewakili generasi muda NU.
Pada gilirannya, ketika Gus Dur jadi Presiden, Sahal Mahfudz pun didudukkan
sebagai Ketua MUI, sedangkan Ulil mendapatkan jabatan sebagai Koordinator JIL.
Selain dikenal sebagai pembela Gus Dur yang paling konsisten, Sahal Mahfudz
juga dikenal sebagai pembela Ulil yang gigih. Ketika pada Munas Ulama di Jatim,
sekitar tahun 2003, ulama dan komunitas NU ingin mempersoalkan Ulil, Sahal
melakukan pembelaan, dengan mengajukan alasan, karena Ulil bukan pengurus
struktural NU maka ia tidak perlu diapa-apakan. Padahal, banyak pernyataan Ulil
yang melecehkan Islam.
Sehingga sejak saat itu hingga kini, Ulil aman-aman saja mensosialisasikan
kesesatannya. Demikian juga dengan Gus Dur yang tetap aman-aman saja meski
telah sering menghina Islam dan Al-Qur'an, antara lain melalui situs JIL Gus
Dur pernah mengatakan bahwa Al-Qur'an merupakan Kitab Suci paling porno di
dunia.
Sahal Mahfudz dalam kapasitasnya sebagai Rois Am PB NU, saat menyampaikan
amanatnya dalam pembukaan acara Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU,
menegaskan bahwa NU menolak formalisasi Syariat Islam dan tidak menyetujui
adanya Perda Syariat Islam. Pernyataan tersebut dilansir elshinta.com edisi 28
dan 29 Juli 2006.
Dengan demikian, bisa disimpulkan Sahal Mahfudz tidak layak memimpin MUI,
karena ia bukanlah ulama pewaris nabi yang konsisten dan istiqomah. Masyarakat
juga bertanya, apakah di MUI masih ada ulama pewaris nabi, jangan-jangan
kebanyakan ulama di MUI tergolong ulama su'.
Pertanyaan masyarakat itu cukup beralasan, mengingat MUI tidak pernah bereaksi
terhadap aneka perbuatan musyrik yang dikemas dalam kegiatan pariwisaata dan
budaya, seperti ruwatan, sedekah bumi, larung buto ke laut kidul, sesaji untuk
arwah leluhur dan sebagainya. Padahal, perbuatan musyrik merupakan bentuk
kedzaliman yang paling tinggi dan besar serta sangat tidak disukai oleh Allah.
H. UBAIDILLAH, SH
Menteng Wadas RT 01/010
Pasar Manggis, Setiabudi
Jakarta Selatan 12970
[Non-text portions of this message have been removed]
______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/