Jakarta, NU Online
Selama Ramadhan, Lajnah Ta'lief wan Nasyr (LTN-NU) bersama NU Online
akan mengkaji kitab "Manahijul Imdad" karya Kiai Ihsan Jampes Kediri
(alm.) yang baru diterbitkan tahun lalu dan belum popular dikalangan
pesantren. Pembukaan pengajian akan diadakan Kamis (28/9) besok oleh
Ketua PBNU KH. Said Aqil Siradj di ruang rapat NU Online, Lt. V. Gd.
PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat.

Kitab Manahijul Imdad (pencapaian yang terus-menerus: red) merupakan
syarah (komentar) dari kitab Irsyadul Ibad (petunjuk bagi para hamba:
red) karya Syekh Zainuddin Malibari. Kitab setebal 118 halaman itu
diulas kembali oleh Kiai Ihsan dalam kitab setebal 1050 halaman yang
terdiri dari dua juz. Kitab ini berada dalam jalur kajian fikih namun
berbeda dengan kitab fikih formal lainnya sebab lebih condong ke
ajaran tasawuf dan pada bab-bab tertentu banyak menunjukkan
fadhilah-fadhilah (keutamaan) melakukan ibadah.

Manahijul Imdad merupakan karya besar keempat yang ditulis oleh kiai
Ihsan sebelum meninggal tahun 1952 pada usia 52 tahun. Karya ini
sempat mengeram di perpustakaan Kairo selama bertahun-tahun hanya
dalam bentuk manuskrip. Fihak keluarga Kiai Ihsan yang menerbitkan
karya itu memperolehnya dari salah seorang murid Kiai Ihsan yang
tinggal di Semarang.

Pada 1936 karya Kiai Ihsan di bidang tasawuf dengan judul Sirajut
Thalibin (lentera umat: red) diterbitkan oleh penerbit Musthafa Babi
Al Halaby Cairo dan sempat menggemparkan dunia intelektual di sana.
Kiai Ihsan sendiri langsung diminta oleh Raja Faruk untuk menjadi
warga kehormatan Mesir sebagai syeikh pengajar di Universitas Al
Azhar, tetapi permintaan tersebut tidak dikabulkan, ia lebih senang
mengajar di Pesantren Jampes di luar kota Kediri yang sepi.

Hingga kini kitab Sirajut Thalibin digunakan sebagai rujukan wajib di
beberapa universitas di Mesir dan berbagai universitas di Barat
seperti Eropa, Amerika dan Canada pada jurusan teologi dan teosofi.

Kitab kiai ihsan yang lain adalah Tashrihul Ibarat dalam bidang ilmu
falak (astronomi) yang ditulisnya ketika masih berusia 30 tahun. Lalau
Irsyadul Ikhwan (nasihat untuk para kawan) tentang hal-hal yang remeh
seperti minum kopi dan merekok yang hingga saat ini belum diterbitkan
secara luas namun sangat dikenal oleh para santri salaf.

Kiai Ihsan tidak pernah belajar ke Mekah tetapi kemampuan
berbahasa-Arabnya sangat sempurna, sehingga bisa menulis kitab sangat
mengagumkan, dengan bahasa yang indah dan padat sekaligus mendalam.
Pemimpin utama Nahdlatul Ulama (NU) Kiai Hasyim Asy'ari waktu itu
sangat mengaguminya dan menempatkannya sejajar dengan ulama mujtahid
yang lain, sehingga menyarankan santrinya untuk mengkaji
kitab-kitabnya. (nam)





______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke