Bismilahirrahmanirrahiim.
Untuk mencari kebenaran yang hakiki, seharusnyalah kita umat islam 
merujuk kepada Al Quran,bukankah begitu? Kalau kita merujuk kepada 
penadpat masing2, mana yang benar, dan diskusi tidak habis habisnya, 
sehingga hidup kita menjadi tidak produktif. Karena selalu 
menyalahkan pihak lain.

Sekarangmari kita buka Al Quran.QS.49:13(makna umum)
Akujadikan manusia bersuku suku bengsa bangsa(bermacam bahasa, 
agama,budhaya dll) agar kamu satu sama lin salingkenal mengenal,( 
saling bersahabat dan saling berdagang dll)

Jadi ALLAH mewajibkan umat islam(pemimpinnya) untuk menjalain 
persahabatan dan perdagangan dgn Amerika.

Semua bangsa mengakui bahwa Amerika adalah negara yang kuat 
ekonominya,maju industrinya, negara demokrasi, menjujung kemerdekaan 
beragama dan berdagang bebas.

Ternyata negara2 yang dulunya musuh bubutan amerika (china dan 
Soviet) menjalin persahabatan dgn Amerika, hasilnya masarakatnya 
menjadi masarakat yang produktif, banyak lapangan kerja terbuka 
untuk pemuda2nya, pendidikan masrakat bertambah baik sejalan dengan 
kemakmuran masarakat.

Kedua, negara2 Japan dan germani,yang kalah perang, mendidik 
masarakatnya agar tidak dedam dan membenci amerika. Lebih baik 
menjalin persahabatan dengan musuh dari pada melawan dan dedam.
Cara berpikir seperti ini sejalan dgn Syariat islam. Akirnya dgn 
persahabatan masarakatnya menjadi masarakat yang produktif,maju 
ekonomi,technologi dan pertahanan.

Dari contoh2 diatas dan dari perintah ALLAH kepada kita umat islam, 
seharusnyalah kita menjalin persahabatan dengan negara 2 yang maju 
ekonominya,technologinya dan aman negerinya.

Masarakat2 international yang selalu membenci Amerika dan mejauhi 
persahabatan dgn Amerika, ternyata masarakatnya tidak produktif 
alias miskin,karena kurangnya lapangan kerja.

Kita lihat negara2 Arab seperti Emirat Arab,Kuwait yang menjalin 
persahabatan perdagangan dgn Amerika, Masya ALLAH negara 
danbangsanya menjadi negara yangmakmur di Timur Tengah.

Jadi saya mengajurkan kepada pemuda2 islam yang selama ini membenci 
Amerika secara streriotype, mari kita perbaiki niat kita,mari kita 
taati perintah ALLAH QS.49:13 diatas tadi,semoga masarakat islam 
mempunyai lapangan kerja yang banyak.Kita memerlukanlapangan kerja 
yang banyak setiap tahun untuk pemuda2 yangleapas sekolah.

Sekarang ini,Raja Saidi Arabia, mengirim 10 000 pemuda2nya ke 
Amerika pada tahun 2006 ini, agar nanti pulang bisa membuka lapangan 
kerja.

Tidak ada pilihan kita, kecuali membangun dan mengolah bahan2 baku 
yang diberikan oleh ALLAH di bumi Indonesia ini untuk mesejahterakan 
umat islam yang terbanyak.

Puasa adalah salah satu latihan dari ALLAH untuk menjadikan manusia2 
orang yang bertaqwa,artinya orang2 yang sukses membangun dan 
mengolah bahan2 baku yang ada dalam bumi Indonesia ini.

Semoga pemerintah yang kita sudah Pilih,mari kita berikan dukungan 
dan doa yang suci agar mereka sukses. Mereka sukses artinya kita 
semua sukses.

Yangperlu kita lakukan adalah jangan samapai ada pemimpin2 Indonesia 
yang Korupsi, tapi tidak boleh berprasangka,harus dapat dibuktikan.

Demikian semoga ada manfaatnya,sebagai respond untuk tulisan ini.
Wassalamu'alaikum wrwb




--- In [email protected], "Umar Said" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> (Tulisan ini juga disajikan dalam website
> http://perso.club-internet.fr/kontak.)
> Usaha Jusuf Kalla menggadaikan bumi kita
>
> Di antara berbagai langkah-langkah yang diambil oleh para pemimpin 
negara
> kita ada yang menarik dan sekaligus juga mengkuatirkan bagi 
kepentingan
> seluruh bangsa kita dewasa ini dan bagi generasi kita yang akan 
datang. Dan,
> di antara langkah-langkah  itu adalah kunjungan rombongan Wakil 
Presiden
> Jusuf Kalla (terdiri dari sekitar 40 orang dan dengan biaya 
sekitar Rp 3
> milyar) untuk berkunjung selama 12 hari ke AS, Spanyol, dan Arab 
Saudi.
> 
> 
> 
> Tulisan kali ini merupakan ajakan kepada para pembaca untuk ikut
> merenungkan bersama-sama hal-hal yang berkaitan dengan kunjungan 
Wakil
> Presiden Jusuf Kalla beserta sejumlah menteri-menteri dan pejabat 
tinggi
> negara kita di Amerika Serikat. Karena, kunjungan ini mengandung 
berbagai
> hal, yang berhubungan erat sekali dengan banyak masalah negara dan 
rakyat di
> Indonesia.  Menurut harian Media Indonesia (22 September), 
kunjungan kerja
> ini diagendakan membahas masalah ekonomi dengan para pemuka bisnis 
di negeri
> Paman Sam tu. Selain bertemu dengan Wakill Presiden AS Dick Cheney 
dan
> Menteri Luar Negeri AS Condoleza Rice, Kalla juga betemu dengan 
sejumlah
> pimpinan perusahaan AS yang telah berinvestasi di Indonesia.
> 
> 
> 
> "Serangkaian pertemuan bisnis tersebut diharapkan menarik 
investasi asing
> khususnya di sektor minyak dan gas (migas), manufaktur dan 
pertambangan.
> Bagaimana pun, saat ini,  pmerintah harus meyakinkan investor 
asing, kondisi
> di Indonesia sudah kondusif bagi pengembangan usaha. Perusahaan-
perusahaan
> mereka hampir tidak ada yang rugi di Indonesia, semuanya 
menguntungkan",
> kata Kalla.
> 
> 
> 
> Sekretaris Wapres Gembong Supriyono menjelaskan selama di AS 
rombongan akan
> mengadakan serangkaian pertemuan di Washington, New York, dan 
Chicago.
> Kunjungan itu disertai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral 
Purnomo
> Yigiantoro, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Ketua Badan 
Koordinasi
> Penanaman Modal (BKPM) Muhammad Lutfi, dan ketua KADIN MS Hidayat. 
Menteri
> Luar Negeri Hassan Wirayuda dijadwalkan bergabung di New York.
> 
> 
> 
> Dalam acara makan malam di Wisma Indonesia di Washington dengan 
anggota
> delegasi dan tokoh-tokoh masyarakat, Menteri Energi dan Sumber 
Daya Mineral
> Purnomo Yugiantoro mengatakan bahwa "pemerintah Indonesia akan 
menghormati
> kontrak-kontrak yang telah disepakati dan tidak akan sewenang-
wenang
> memutuskan secara sepihak. Hal ini akan ditegaskan Wapres dalam 
pertemuan
> dengan para pemimpin perusahaan besar As seperti Exxon, Chevron,
> Halliburton, General Electrics, Newmont dan Freeport McMoran"
> 
> 
> 
> "Kita menghormati kesucian sebuah kontrak," tegas Purnomo yang 
diamini oleh
> Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Lutfi. Purnomo 
mengatakan
> kontrak-kontrak migas umumnya berlaku 20 sampai 30 tahun. "Dalam 
kurun waktu
> sejak ditandatangani banyak sekali perkembangan dan perubahan yang 
terjadi
> dalam pelaksanaannya. Namun, kesucian kontrak sangat dihormati" 
(kutipan
> dari Media Indonesia 25 September).
> 
> 
> 
> Ucapan-ucapan yang memancing banyak komentar
> 
> 
> Kiranya, ucapan-ucapan Jusuf Kalla dan  Purnomo seperti yang 
tersebut di
> atas sudah bisa mengundang banyak komentar keras atau reaksi 
kritis dari
> berbagai kalangan pakar ekonomi dan politik, atau kaum intelektual 
pada
> umumnya, atau kalangan LSM dan partai politik, atau berbagai ormas 
di
> Indonesia.
> 
> 
> 
> Tetapi,  apa yang dikatakan oleh Wapres Jusuf Kalla mengenai 
masalah
> demokrasi dan stabilitas keamanan di Indonesia, mungkin akan 
membikin
> kemarahan lebih banyak orang lagi. Sebab, apa yang dikatakannya di 
depan
> masyarakat Indonesia di kantor Kedutaan Besar  RI di Washington 
adalah
> hal-hal, yang betul-betul senafas dengan apa yang sering sama-sama 
kita
> dengar semasa  rejim militer Orde Baru. Dari berbagai ucapannya itu
> nampaklah "belangnya" sebagai Ketua Umum Partai Golkar, suatu 
partai
> pendukung politik Suharto dkk yang selama pukuhan tahun (!!!) 
telah membikin
> banyak kesalahan dan dosa terhadap rakyat dan negara kita.
> 
> 
> 
> Menurut harian Media Indonesia (25 September), Jusuf Kalla 
mengatakan bahwa
> "stabililitas politik dan  keamanan lebih penting untuk mendukung 
ekonomi.
> Saat menanamkan modal, investor asing lebih memilih negara yang 
stabil
> daripada yang demokratis. Bagi pengusaha, demokrasi itu nomor dua. 
Sebab,
> kalau demo terus, anggota DPR marah terus, capek juga pengusaha. 
Apalagi,
> pejabat kasih surat terus". Bagi Kalla, demonstrasi merupakan 
bagian dari
> demokrasi. Tetapi, kalau demo di Indonesia tidak habis-habis, itu 
justru
> kontraproduktif, kata Kalla.
> 
> 
> 
> Dalam kesempatan tersebut, dia juga menjelaskan berbagai persoalan 
yang
> terjadi di tanah air. Misalnya, soal kontrak karya pemerintah 
dengan
> ExxonMobil untuk eksplorasi minyak di Blok Cepu. "Itu untuk 
kepetingan
> nasional. Exxon memang untung. Tapi,Indonesia lebih untung. Kalau 
tidak
> dieksplorasi, minyaknya tetap ada di tanah" ungkapnya.
> 
> 
> 
> Dubes Sudjadnan dalam laporan tertulis menyatakan kalangan 
pengusaha AS
> mempunyai komitmen untuk menempatkan Indonesia sebagai salah satu 
pilihan
> untuk melakukan investasi. Saat ini terdapat lebih dari 300 
perusahaan AS
> yang telah melakukan investasi di Indonesia dengan total investasi 
lebih
> dari 12 miliar dolar AS. (kutipan selesai).
> 
> 
> 
> 
> 
> Demokrasi nomor dua ?
> 
> 
> Sebelum menjadi Wapres dan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla adalah 
pengusaha
> besar. Jadi, ketika ia mengatakan bahwa demokrasi itu nomor dua, 
dan bahwa
> investor asing memilih negara yang stabil daripada yang 
demokratis, itu
> sepenuhnya pencerminan isi lubuk hatinya sebagai pengusaha besar 
dan juga
> membuka telanjang bulat-bulat dasar fikirannya sebagai pimpinan 
negara.
> Bahwa stabilitas politik dan keamanan itu  diharapkan oleh oleh 
investor
> asing, itu adalah sudah jelas. Semua orang di Indonesia juga 
menginginkan
> adanya stabilitas politik dan keamanan. Bukan hanya para pengusaha 
saja.
> Tetapi, soalnya, stabilitas atas dasar apa dan bagaimana? Kita di 
Indonesia
> sudah terlalu kenyang dan, karenanya,  juga mengetahui dengan 
jelas sekali
> apa artinya "stabilitas politik dan keamanan" selama 32 tahun Orde 
Baru!
> 
> 
> 
> Ucapannya bahwa bagi pengusaha lebih memilih negara yang stabil 
daripada
> yang demokratis juga bisa sangat menyesatkan. Sebab, bisa 
diartikan bahwa
> negara yang demokratis itu tidak disukai oleh pengusaha atau 
investor.Bahwa
> para pengusaha besar atau investor asing menyukai atau bisa 
bekerjasama erat
> dengan para penguasa berbagai negara yang tidak demokratis ini 
sudah
> ditunjukkan oleh pengalaman di Indonesia dan berbagai negara di 
Amerika
> Latin dan Asia-Afrika. Rejim militer Orde Baru (dan pemerintahan 
diktatorial
> di banyak negeri lainnya) adalah contoh yang gamblang tentang  
adanya
> persekongkolan antara modal besar dan para penguasa yang tidak 
demokratis.
> 
> 
> 
> Adalah sangat menarik (dan patut dicatat baik-baik oleh kita 
semua) bahwa
> dalam membicarakan masalah perlunya "di nomor-dua-kan demokrasi" di
> Indonesia, disebut-sebut tentang demo yang tidak habis-habisnya  
di negeri
> kita yang, menurutnya, adalah kontraproduktif. Ucapannya ini 
menunjukkan
> bahwa bagi Kalla demo-demo yang dilancarkan kaum buruh, kaum tani, 
dan
> berbagai kalangan masyarakat (termasuk terutama pemuda dan 
mahasiswa) adalah
> sesuatu perbuatan yang tidak menguntungkan negara dan  bangsa. Ini 
bisa
> ditafsirkan bahwa bagi pengusaha besar, yang sekarang menjadi 
Wakil Presiden
> RI dan Ketua Umum Golkar ini, demo-demo di Indonesia sebaiknya 
ditiadakan
> atau dihentikan, supaya  investor-investor besar (terutama AS) 
makin krasan
> di Indonesia.
> 
> 
> 
> Rupanya, Kalla (dan orang-orang sejenisnya) tidak mau mengerti 
bahwa
> demo-demo yang dilancarkan oleh berbagai kalangan di Indonesia 
adalah suatu
> tindakan yang pada akhirnya  - dan  pada intinya – justru untuk 
kebaikan
> bangsa dan negara. Demo-demo terpaksa dilancarkan, karena berbagai 
saluran
> untuk menyampaikan perasaan dan pendapat sudah buntu atau 
dibuntukan, atau
> kurang efektif. Banyak demo atau aksi yang diselenggarakan oleh 
berbagai
> kalangan adalah justru untuk mengingatkan para pejabat yang 
bertanggungjawab
> terhadap pengeleloaan negara bahwa ada hal-hal yang tidak beres dan
> merugikan banyak orang.
> 
> 
> 
> Di banyak negeri demokratis di dunia, demo-demo atau berbagai 
macam aksi dan
> kegiatan masyarakat, masih diperlukan sebagai alat tambahan 
masyarakat untuk
> membela diri dan mengkontrol pemerintah, disamping adanya bermacam-
macam
> perlengkapan demokrasi, seperti pers yang bebas, dewan-dewan 
perwakilan
> rakyat yang bersih, dan lembaga-lembaga lainnya. Contohnya, di 
Prancis
> sendiri, yang merupakan negara demokrasi yang sudah terkenal di 
dunia,
> setiap hari ada demonstrasi! Jadi, fikiran yang menganggap serba 
negatif
> saja terhadap adanya demo-demo atau aksi-aksi masyarakat dari 
orang-orang
> semacam Kalla adalah sangat membahayakan demokrasi di Indonesia.
> 
> 
> 
> 
> 
> Pertemuan dengan gembong-gembong besar AS
> 
> 
> Soal lain yang perlu diamati dengan teliti dan kewaspadaan yang 
tinggi
> adalah pertemuan Jusuf Kalla dengan Wapres AS Dick Cheney dan 
Menlu AS
> Condoleza Rice dan sejumlah besar tokoh-tokoh tinggi dunia bisnis 
AS. Tidak
> tanggung-tanggung, para pemimpin  perusahaan maha-besar AS seperti 
Exxon,
> Chevron, Halliburton, General Electrics, Newmont dan Freeport 
McMoran" juga
> ditemui oleh Jusuf Kalla beserta delegasinya, termasuk Menteri 
Energi dan
> Sumber Daya Mineral, Purnomo.
> 
> 
> 
> Kiranya, mudah diduga oleh banyak orang, bahwa pertemuan-pertemuan 
ini
> adalah untuk menawarkan atau menjajakan fasilitas-fasilitas atau 
kemudahan
> bagi perusahaan besar AS untuk terus beroperasi di Indonesia dan 
bahkan
> menambah investasinya dalam projek-projek baru. Rupanya, bagi 
Jusuf Kalla
> (dan pejabat-pejabat tinggi pemerintahan lainnya) jumlah 300 
perusahaan AS
> (dengan investasi sebesar 12 miliar dollar AS) tidaklah cukup. 
Lebih banyak
> perusahaan-perusahaan besar AS diundang untuk beroperasi di 
Indonesia, untuk
> mengeduk dan menguras bumi kita.
> 
> 
> 
> Padahal, negara kita sudah punya cukup pengalaman pahit dengan 
praktek
> berbagai perusahaan besar AS, antara lain PT Freeport di Papua 
yang sejak
> puluhan tahun sudah mengeduk mas dan bahan-bahan tambang berharga 
lainnya,
> dengan keuntungan maha-besar, sedangkan negara dan rakyat kita 
hanya
> "kecipratan" sedikit saja. Kasus kontrak-karya pengeboran minyak 
blok Cepu
> dengan ExxonMobil adalah masalah terbaru, yang menyebabkan 101 
tokoh
> masyarakat (antara lain Dr Kwik Kian Gie) mengajukan gugatan ke 
Pengadilan
> Negeri Jakarta Pusat dan menuntut dibatalkannya kontrak dengan  
Exxon
> (Jawapos, 3 Agustus 2006)
> 
> 
> 
> Dilihat dari segi perkembangan situasi internasional, ketika 
gelombang besar
> anti perusahaan besar multi nasional dan perlawanan terhadap neo-
liberalisme
> makin memuncak dimana-mana, maka dapat ditafsirkan bahwa kegiatan 
Jusuf
> Kalla beserta delegasinya di AS merupakan kejanggalan. Apalagi 
kalau
> dibandingkan dengan apa yang terjadi di berbagai negeri Amerika 
Latin.  Apa
> yang dilakukan oleh Jusuf Kalla dkk selama kunjungannya di AS 
adalah
> bertolak belakang dengan apa yang dilakukan di Venezuela dan 
Bolivia. Di
> berbagai negeri Amerika Latin kontrak dengan perusahaan-perusahaan 
besar
> Amerika dipaksa dirobah,  karena dianggap tidak adil dan tidak 
menguntungkan
> rakyat banyak. "Kontrak suci" (istilah Purnomo) yang tidak adil 
perlulah
> dan, bahkan,  haruslah dirobah, demi kepentingan orang banyak!
> 
> 
> 
> 
> 
> Perlu front persatuan dari semua golongan
> 
> 
> 
> Oleh karena itu, dapat dimengerti bahwa banyak kalangan di 
Indonesia
> menjadikan masalah neo-liberalisme ini sebagai titik perjuangan.
> Neo-liberalisme juga sudah beroperasi sejak lama di Indonesia,
> an  -sayangnya, atau hélas ! – juga mendapat dukungan atau 
kerjasama dari
> pejabat-pejabat tinggi dan negara. Kunjungan Jusuf Kalla ke AS 
adalah salah
> satu di antara bukti-buktinya yang nyata.
> 
> 
> 
> Karena modal asing besar (terutama modal  AS) di Indonesia ini 
merupakan
> kekuatan  - politik dan ekonomi - yang tidak kecil, maka untuk 
menghadapinya
> juga diperlukan kekuatan yang besar. Modal asing (terutama AS) ini 
mempunyai
> "orang-orangnya" di berbagai badan dan jawatan negara dan 
pemerintahan kita,
> sehingga pemerintahan kita dalam waktu hampir 40 tahun tunduk atau
> bersekongkol untuk menguras kekayaan bumi kita. Karena itu, untuk 
melawan
> praktek-praktek mereka, diperlukan adanya suatu front persatuan 
dari
> berbagai golongan yang tidak menyetujui dijadikannya negara kita 
sebagai
> ajang kiprahnya neo-liberalisme.
> 
> 
> 
> Dalam rangka ini,  suara perlu diserukan sekeras-kerasnya  - dan
> sebanyak-banyaknya ! - oleh berbagai kalangan masyarakat, melalui 
berbagai
> jalan dan cara (antara lain : diskusi, seminar, artikel dalam 
media pers,
> lewat E-mail di Internet, aksi-aksi di jalanan dan tempat-tempat 
kerja,
> demo-demo oleh para mahasiswa dan golongan pemuda lainnya).
> 
> 
> 
> Kita tidak boleh diam, ketika sekelompok oknum yang menamakan diri 
pemimpin
> atau pejabat tinggi negara terus membikin kerusakan-kerusakan yang
> menyebabkan kesengsaraan banyak orang, termasuk  generasi kita 
yang akan
> datang. Negara dan bumi kita ini bukan hanya milik mereka saja, 
melainkan
> milik kita semua. Karena itu, adalah wajib bagi kita untuk 
bersuara dan
> bertindak.
> 
> 
> 
> Kita tidak boleh membiarkan Jusuf Kalla, tidak peduli apa sebagai 
Wakil
> Presiden RI, apa sebagai Ketua Umum Golkar, atau apa sebagai 
pengusaha besar
> "kelas kakap" , untuk menggadaikan kekayaan bumi kita.  Sejarah 
bangsa kita
> akan membuktikan, bahwa melawan praktek-praktek rakus dan tidak 
adil dari
> perusahaan-perusahaan asing adalah benar  dan mulya. Demi 
kepentingan bangsa
> kita keseluruhan dan anak-cucu kita di kemudian hari.
> 
> 
> 
> Paris 28 September
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> --
> No virus found in this outgoing message.
> Checked by AVG Free Edition.
> Version: 7.1.407 / Virus Database: 268.12.9/458 - Release Date: 
27/09/2006
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>







______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke