Memburu Makna Cinta
Sudah tentu ketika kita membaca, mendengar, atau merasa tentang cinta akan
rela meninggalkan segalanya, berusaha sekuat tenaga untuk tidak terlambat
sedikit pun, konsentrasi pada apa yang dibicarakan, sampai bangga meski menjadi
hamba-hamba sang kekasih, mendengar suaranya saja, seolah pikiran secara
otomatis mereduksi segalanya tentang kekasih, mari tersenyum sejenak sembari
berfikir sedikit, adakah kita telah mengingat kekasih kita (?), tentunya apa
yang ada diotak penulis dan otak pembaca ada perbedaan, sesuai dengan file-file
yang telah terdata. Namun kalau terjadi kesamaan kita harus bersaing dengan
sehat, bukankah persaingan itu mendidik kita untuk lebih bermutu dan
berkualitas.
Kepada apa atau siapa kita cinta? tentunya rasa cinta, seperti rasa manis
gula, gula satu sendok akan manis untuk satu cangkir kopi, kurang manis untuk
dua cangkir kopi, tidak manis jika untuk tiga cangkir atau selebihnya, Cinta
yang tak terbagi akan lebih manis, tapi asyiknya rasa itu tidak seperti rasa
manis pada kopi-kopi dalam cangkir itu, akan tetapi ada naik turun, kadang
manis, kadang juga masam, kadang juga pahit, hanya ada satu cinta yang selalu
manis, cinta apakah itu?
"mailul qolb ila syai'in" condongnya hati pada sesuatu, anak kecil biasanya
suka terhadap mainan, gara-gara mainan saja, anak itu nggak bisa tidur, apalagi
mainannya itu diambil orang, biasanya anak kecil itu akan menangis, memarahi
ibunya, bahkan dibelikan yang baru nggak mau, pokoknya harus yang itu,
terkadang dipinjam orang nggak boleh, (maklum saking cintanya), disebut orang
lain saja, matanya melotot seperti kepalan tangan, bahkan tidur pun harus dekat
dengan mainan itu.
Agak besar dikit anak itu, kini mulai suka sama lawan jenisnya, dan ketika
melihat anak kecil seperti diatas dia bilang, "ngapain suka sama mainan, nggak
asyik tahu nggak?", gara-gara lawan jenis itu, anak ini kini rapi, necis,
kemana-mana bawa sisir rambut, sesekali membuat jalan tol yang akan dilalui
kutu yang ada dikepalanya, wajahnya nempel pada cermin, sepatunya menkilap
dengan memendam kakinya yang berbau, hatinya dag dig der, tiap hari ada aja
kegiatan, kalaupun nggak ada hal itu diusahakan ada, sms tiap menit, telpon
tiap hari, melamun tiap malam, pokoknya beda deh dengan anak yang suka mainan
tadi.
Namun ternyata kalau dipikir tak jauh beda dengan anak kecil, coba kalau
lawan jenisnya diambil orang, mungkin bisa nangis kayak anak kecil yang
mainannya hilang, dicarikan yang baru juga nggak mau, nggak bisa tidur, bahkan
namanya disebut orang saja, matanya merah seperti api. Kalau mainan anak kecil
tadi kan nggak punya hati, jadi santai saja, mainan itu nggak bakalan serong,
atau tertarik pada yang lain, tapi kalau mainan anak besar, dia punya hati,
apalagi punya budaya nomad, suka pindah-pindah tempat, wow...mungkin lebih
perih dari luka yang tersiram air garam, belum lagi persaingan ketat, dan suhu
udara persaingan yang tidak sehat, bisa-bisa menjadi bomerang bagi jiwanya.
Huh, mungkin kita pernah merasakan hal demikian, entah sekarang masih
berlanjut atau ganti model, yang jelas kita pernah mengalami kondisi anak kecil
dan anak besar diatas dengan standar yang berbeda. Baik dalam lawan jenis,
lowongan kerja, politik, dan sebagainya.
Begitulah kalau kita mengagumi mainan, kita dipermainkan, dibuat tertawa
sejenak, lalu dibuat menangis, dibuat bahagia sejenak lalu menderita lebih
lama, menjadi Raja yang diperlakukan seperti budak, ditipu dengan puja-puji,
dihina namun bangga, diadu domba dengan hadiah pahlawan. Itu baru menyukai
mainan, apalagi menyukai yang beneran tentunya lebih dasyat, makanya kita harus
terampil dan terdidik, serta tahan banting jika ingin menjadi pecinta tangguh.
Makanya kawan, jangan terlalu suka sama mainan, biar nanti kalau hilang kamu
nggak terlalu sedih, bukankah kawan ingat bahwa, "likulli syaiin idza faroqtahu
'iwadlun, wa laisa lillahi in faroqta min 'iwadli" bagi segala sesuatu jika
kamu berpisah dengannya pastilah ada gantinya, namun tiada bagi Allah, jika
kamu berpisah denganNYA suatu ganti.
Nah, kalau kamu suka disimpan aja, misalkan kamu suka sama penulis he he he,
yach disimpan aja nggak usah pasang baliho, atau pasang spanduk, kalau kata
orang arab, "aisyna'ul bahibbak leih? Bahibbak bas si miss 'aila" nggak faham
yach, limadza turidu an aqula uhibbuk? Uhibbuk lakin lastu qo ila, masih belum
faham, why you want me to say "i love you"? i love you, but i don't say it,
udah faham khan? Kalau masih belum, ngapain sih kamu pengen aku bilang, aku
suka padamu? Aku suka padamu, tapi aku tak mengatakannya.
Begitu pula jika kita mencintai Allah, nggak usah bilang siapa-siapa, sebab
jika kita katakan pada orang lain kadar cinta kita akan berkurang, coba lihat
aja orang-orang yang mengaku dengan berteriak kalau dia cinta Allah, biasanya
cintanya tak dalam, dia hanya ingin orang lain beranggapan bahwa dia cinta
Allah, padahal perintah dan larangan Allah di langgar dan terjang, padahal
konsep cinta adalah melakukan segala yang diperintah dan menjauhi segala yang
dilarang, mungkin itu hanyalah ketidak beranian dalam bersaing secara sehat,
sebagai mana aturan main, "inna akromakum indallahi atqokum" Sesungguhnya
kemulyaan kalian dihadapan Allah adalah kwalitas taqwa kalian.
"Jika kau datang padaku dengan berjalan, maka AKU datang kepadamu dengan
berlari", "Cintailah AKU niscaya aku mencintaimu melebihi cintamu kepadaku" ,
"Mintalah kepadaKU niscaya AKU mengabulkannya", Itu firman Allah. Cinta yang
selalu manis hanyalah cinta pada Allah, hanya saja kita lebih suka pada mainan,
dan sibuk mencintai mainan yang tak bisa memberikan cinta yang lebih dari cinta
kita padanya, bahkan sering merasakan pahitnya.
Hanya Allah lah pecinta sejati, belum diminta sudah memberi, senakal apapun
manusia, kalau taubat diampuni, Bijaksana, Adil, dan Maha mengetahui, maha
luhur dan maha tinggi, yang punya langit dan bumi, semoga kita menjadi
kekasihnya seperti para nabi, rela berkorban demi kekasih yang maha suci.
Alliem
Selasa, 26 September 2006
Butuh Mainan yang bagus
masih ada dua judul bisa dibaca di sini
Kunjungi
http://www.muallim.tk
kritik anda harapan kami
---------------------------------
How low will we go? Check out Yahoo! Messengers low PC-to-Phone call rates.
[Non-text portions of this message have been removed]
______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/