Koran ยป Dunia Islam
Jumat, 29 September 2006 9:39:00
CMM Kairo Gelar Seminar `Masa Depan Islam Moderat`
Center for Moderate Moslem (CMM) Cabang Kairo, Mesir, menyelenggarakan
seminar umum bertajuk Masa Depan Islam Moderat di Indonesia, Jumat (22/9).
Seminar yang menandai persmian cabang baru CMM ini dihadiri sekitar 500
mahasiswa Indonesia di Mesir, dengan pembicara Ketua Dewan Direktur CMM, KH
Dr dr Tarmizi Taher, dan intelektual Muslim Mesir, Dr Muhammad Imarah.
Menurut Tarmizi, masa depan Islam di Indonesia akan ditentukan
sejauhmana umat Islam di negeri ini mampu menterjemahkan dan mengamalkan
ajaran Islam secara benar dan cerdas. Ini penting dikemukakan, papar
Tarmizi, lantaran dunia saat ini yang kian mengglobal, sementara umat Islam
tidak lepas dari situasi dan kondisi tarik-menarik antara satu kepentingan
dengan kepentingan lain, dan satu aliran dengan aliran lain.
Ini fakta yang tidak bisa kita hindari. Karena itu, kita mau tidak mau
harus menghadapinya dengan cerdik dan rasional. Salah mensikapinya, bisa
fatal dampaknya, jelas Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini. Ia
menambahkan, bahwa salah satu tantangan berat yang dihadapi umat Islam
Indonesia kini adalah kenyataan radikalisme beragama dan kemiskinan umat.
Radikalisme, dalam pandangan mantan menteri agama ini, muncul bukan
tanpa sebab. Menurutnya, sebab utamanya tak lain karena pemahaman terhadap
ajaran Islam yang salah, selalu hitam-putih. Pola pemahaman semacam itu,
lanjut Tarmizi, menihilkan fakta sosial, kemodernan dan kemajuan zaman yang
ada, selain dapat menjerumuskan orang kepada tindakan anarkhis dan
terorisme. Padahal Islam dituntut untuk terus eksis betapapun kondisi dan
tantangan yang ada. Ini tidak lepas dari peran intelektual dan tokoh Islam,
selain umat Islam itu sendiri, tokoh Muhammadiyah ini menjelaskan.
Sementara Muhammad Imarah menegaskan, moderatisme dalam Islam
landasannya jelas, yakni wahyu dan akal. Karena itu, Islam dapat bertahan,
dalam amatan Imarah, karena menggabungkan antara keduanya. Sementara Barat
timpang kemajuannya lantaran menumpukan modernitas dan kemajuan material
mereka hanya pada akal, sementara menafikan wahyu. Itu yang menyebabkan
agama di Barat menjadi terpinggirkan, ia memaparkan.
Lebih jauh, penulis lebih dari 150 buku ini mengatakan, bahwa
moderatisme Islam mengusung di dalamnya keadilan, kesejahteraan, dan hidup
saling menghormati antara satu dengan yang lain, menghargai pluralisme agama
langit, dan kebudayaan yang beragam. Karena itu, Islam di masa mendatang
akan dapat menemukan kejayaannya justru bila umat Islam secara sadar dan
serius mengaplikasikan pola dan ajaran Islam yang moderat. Sejarah
membuktikan hal itu, bahwa moderatisme menjadi pilihan utama dalam berislam,
paparnya.
Pusat Studi Quran Membedah Jilbab
Pusat Studi Quran (PSQ) dan Lentera Hati mengadakan bedah buku Jilbab
Pakaian Wanita Muslimah, Kamis (21/9). Sejumlah pakar tampil sebagai
pembicara dalam forum ini, yaitu Prof Dr M Quraish Shihab MA (penulis buku
dan direktur PSQ), Prof Dr Djalaluddin Rahmat (pakar komunikasi massa), Dr
Eliwardah Maliki (dosen konsentrasi fikih, Universitas Al-Azhar, Mesir), dan
Adian Husaini MA (Ketua Dewan Dakwah Islamiyyah).
Antusiasme peserta sangat tinggi terlihat dari membludaknya jumlah
peserta yang mencapai 250 orang. Peserta yang hadir terdiri dari berbagai
kalangan, baik dari wilayah Jakarta dan sekitarnya bahkan banyak juga yang
khusus datang dari Bogor, Bandung, dan Cilegon.
Acara dipandu oleh Dr Muchlish M Hanafi, doktor konsentrasi tafsir
hadis dari Universitas al-Azhar Kairo, Mesir. Pembicara pertama, M Quraish
Shihab yang tetap berpendirian bahwa hukum jilbab adalah adalah khilafiah
(perbedaan pendapat), sehingga implikasi hukumnya hanya dianjurkan bagi
kalangan Muslim. Tapi, kata dia, Bukan berarti yang sudah berjilbab boleh
menanggalkannya hanya karena buku ini.
Sementara Jalaluddin menyoroti kapan waktu tepat untuk menanggalkan
jilbab, dengan analisis ayat yang mendukung status hukum jilbab lewat kajian
usul fikih dan alasan darurat dapat menggugurkan kewajiban penggunaannya.
Dalam hal ini ia menceritakan kisah putrinya yang tinggal di Amerika, yang
telah menanggalkan jilbabnya karena intimidasi sosial-politik pascatragedi
9/11 (11 September).
Lain lagi dengan Dr Eliwardah Maliki, yang menetapkan hukum jilbab
sudah jelas dalam Alquran, dengan kewajiban menutup seluruh aurat kecuali
wajah dan telapak kaki. Kalaupun ada dharuurat tetap melihat batas
kewajaran. Saat ini banyak alasan yang tidak proporsional ketika banyak
orang dengan gampang menanggalkan jilbabnya, ujar dia.
Sementara Adian Husaini lebih menyoroti sisi sosiologi dakwah dari
kesan orang atas pendirian M Quraish Shihab yang seolah-olah membolehkan
wanita Muslimah untuk tidak berjilbab. Karena menurutnya, M Quraish Shihab
telah janggal menetapkan hukum jilbab sebagai khilafiah yang berbeda dengan
arus dominan ulama klasik. Kecuali itu, status anjuran yang akan mengukuhkan
anggapan bahwa berjilbab pun belum tentu terhormat.
Diskusi ini lebih memperlihatkan argumentasi dari tiap pembicara. Pada
penutupnya, moderator mengingatkan perbedaan pendapat yang ada, sekiranya
disikapi sebagai khazanah dari fikih yang mempunyai ragam pendapat dalam
melahirkan formulasi hukumnya. Semua diserahkan kepada umat yang memililih
mana yang paling mendekati kebenarannya.
http://www.republika.co.id/koran.asp?kat_id=217
______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/