Review media ini terselanggara berkat kerjasama Lafadl-Jogjakarta dengan Urban Poor Consortium (UPC)-Jakarta dan Urban Poor Lingkage (UPLINK)-Indonesia Lebih jauh mengenai Lafadl-Jogjakarta, kunjungi: lafadl.atspace.org dan lafadl.wordpress.com (Arsip Review Media bisa diakses di www.urbanpoor.or.id dan www.uplink.or.id)
I. BLT DIPAKAI BUAT MEMBELI AIR II. PKL MEMANFAATKAN BULAN ROMADLON III. PROGRAM BLT AKAN DIHENTIKAN IV. PENDERITA GIZI BURUK NAIK BLT DIPAKAI BUAT MEMBELI AIR Krisis air nampaknya semakin mendapatkan gambaran nyatanya. Di kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, warga terpaksa menggunakan uang bantuan langsung tunai (BLT) dari kompensasi BBM untuk membeli air. Hal ini mereka lakukan karena mereka mengalami kelangkaan air. Bahkan uang sisa hasil panen singkong dan ternak kambingpun mereka jual untuk memenuhi kebutuhan akan air. Harga air sudah mencapai sekitar Rp 100.000-Rp 110.000 per tangki. Dari hasil pendataan tim satlak Gunung kidul, didapati bahwa dari 201.428 jiwa yang mengalami kekurangan air, 127.034 di antaranya adalah orang miskin. Mereka sebelumnya mendapatkan air secara gratis dari pemerintah. Tapi karena kehabisan uang, pemerintahpun menghentikan bantuan air tersebut. Mereka yang mengalami krisis air adalah penduduk miskin di 11 kecamatan antara lain, Wonosari, Tepus, Rongkop, Girisubo, Tanjungsari, Ponjong, Semanu, Paliyan, Saptosari, Panggang dan Purwosari (Kompas, 27/09/06, Suara Pembaruan, 29/09/06, Suara Pembaruan, 28/09/06). Menurut UNICEF, sebuah penelitian baru menyebutkan sekitar 2,6 juta orang, dari 6,5 juta orang di dunia, masih mengalami kekurangan akses ke dua kebutuhan dasar itu meskipun selalu diupayakan untuk menyediakan air minum bersih dan sanitasi bagi negara-negara miskin. Kebanyakan orang dewasa dan anak-anak yang masih belum memiliki akses ke air berada di Asia dan Afrika (Media Indonesia, 29/09/06). PKL MEMANFAATKAN BULAN ROMADLON Dalam menghadapi bulan Romadlon, PKL mempunyai jurusnya tersendiri. Sebab dalam bulan-bulan inilah mereka menangguk banyak untung. Zul, seorang pedagang kaki lima yang mangkal di dekat Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat, menuturkan kalau selama bulan Romadlon dia menangguk untung dua kali lipat dari biasanya. Karena itu Zul memohon kepada pemerintah agar jangan menggusur mereka. Dalam rangka menghadapi lebaran mereka butuh uang lebih. Menurut Koordinator Forum Warga Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan, memberikan peluang kepada PKL beroperasi pada Ramadan ini bukan berarti mengaburkan peraturan yang ada, dalam hal ini Peraturan Daerah (Perda) No 11 Tahun 1988 tentang Ketertiban Umum. "Tetapi kita berbicara masalah ruang-ruang kehidupan. Setelah itu baru kita cari solusi lainnya," ujarmya. Dia membantah, jika keberadaan PKL merupakan salah satu faktor kesemrawutan atau kemacetan Jakarta. Menurut dia, hadirnya PKL adalah akibat dari sebuah kemacetan. "Coba lihat di jalan tol, kalau lancar tidak ada pedagang asongan yang dagang di sana. Tetapi coba lihat sebaliknya. Jadi saya tidak setuju kalau keberadaan mereka dibilang menjadi biang kemacetan," tuturnya (Suara Pembaruan, 28/09/06). PROGRAM BLT AKAN DIHENTIKAN Menteri Bachtiar Chamsyah mengatakan pemerintah tidak akan melanjutkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat karena program tersebut akan diubah menjadi program pemberdayaan masyarakat. "Program BLT akan diubah dengan pemberdayaan masyarakat, pembangunan untuk masyarakat miskin di perkotaan dan untuk peningkatan kualitas warga miskin," ujar Bachtiar Chamsyah usai meresmikan Pusat Layanan Sosial Masyarakat (Plasma) Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) di Surabaya, Selasa (3/10). Alasan dari diberhentikannya program tersebut adalah karena pemerintah tidak ingin mengajar rakyatnya menunggu belas kasihan. "Itu tidak mendidik, itu mendidik orang miskin menjadi fakir miskin," kata Bachtiar (Media Indonesia, 03/10/06). PENDERITA GIZI BURUK NAIK Gizi buruk terus menjadi momok bagi Indonesia. Di Banten, jumlah penderita gizi buruk yang meninggal dunia saat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adjidarmo Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten pada tahun 2006 meningkat menjadi 17 anak dari sebelumnya tahun 2005 hanya 7 anak. Kasus serupa juga dilaporkan terjadi di Provinsi Bengkulu dengan 192 penderita dan enam di antaranya meninggal dunia (Suara pembaruan, 28/09/06). Jumlah anak di bawah usia lima tahun atau balita yang bergizi buruk di Indonesia, menurut laporan UNICEF tahun 2006, menjadi 2,3 juta jiwa. Ini berarti naik sekitar 500.000 jiwa dibandingkan dengan data tahun 2004/ 2005 sejumlah 1,8 juta jiwa (Kompas, 27/09/06). Bertambahnya jumlah anak balita gizi buruk ini, menurut Dokter Tb Rachmat Sentika SpA MARS dari Satuan Tugas Perlindungan Anak dan Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), yang juga anggota Dewan Pakar PB IDI dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia, disebabkan menurunnya daya beli masyarakat oleh berbagai sebab dan belum dilaksanakannya desentralisasi di bidang kesehatan oleh pemerintah kabupaten dan kota. Sementara itu, Sri Palupi, Sekretaris Jaringan Solidaritas Penanggulangan Busung Lapar, mengemukakan bahwa akar persoalan gizi buruk dan busung lapar adalah kemiskinan yang tak teratasi. "Kemiskinan bukan diatasi, tetapi disembunyikan. Jumlah orang miskin sebenarnya lebih besar daripada yang diungkapkan dalam data," katanya. Ia mengatakan, sejauh ini tidak ada indikasi yang mengarah kepada adanya pengentasan rakyat dari kemiskinan, kecuali program bantuan langsung tunai (BLT). Itu pun tidak signifikan untuk mengatasi kemiskinan(Kompas, 27/09/06). -- Lafadl Jl. Dayu Baru No. 1A Telp (0274) 888726 Jogjakarta lafadl.atspace.org lafadl.wordpress.com [Non-text portions of this message have been removed] ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
