kmnu2000> agar memfatwakan kepada para supir taksi Muslim "kehalalan" untuk 
mengantarkan penumpang yang membawa anjing pemandu, dan mereka yang merasa 
kesulitan untuk mengantarkan penumpang yang membawa minuman alkohol yang belum 
dibuka tutupnya, silahkan saja "lain tempat cari makan." Begitu.#

=============

Sebetulnya mereka juga musti menghormati hak asasi manusia, dalam hal ini 
keyakinan agama sopir. Para sopir seharusnya juga diberi hak untuk menerima 
atau tidak menerima seorang penumpang, sebagaimana para penumpang sendiri yg 
diberi hak untuk ingin naik atau tidak naik taksi tertentu.
Kasihan para kiai harus dipaksa untuk berfatwa ini itu sesuai pesanan.
Di Balipun, kalau lagi hari raya Nyepi, para penduduknya jangan sampai dipaksa 
untuk bekerja. Mereka berhak menentukan kapan bekerja dan libur sesuai 
keyakinannya.
Jadi, hanya karena untuk membela orang yg suka minum bir, jangan sampai para 
sopir apalagi pak kiainya dimarah2in begitu.
Kalau anjing sih, masih mungkinlah dibuatkan tempat khusus, agar save dan 
najisnya tidak kemana2. Lagian siapa yg berani menjamin, seekor anjing itu 
tidak berbahaya bagi sopir.

Banyak sekali orang Jepang yang mengajak tamunya atau mahasiswanya minum sake 
(bir) khususnya saat pesta. Sebab sake itu minuman lumrah bagi mereka (walau 
ada aturannya). Kalau menolak, maka bisa dibayangkan efeknya, bgm mgk diberi 
kehormatan kok ditolak. Tapi kalau sdh diberi tahu oleh si murid, bahwa sake 
itu haram (menurut keyakinannya), ya sudah (Insya Allah tidak akan memaksa), 
walaupun kebanyakan dari mereka tetap terheran2, kenapa sake yang menurut 
mereka sangat enak begitu kok diharamkan. Apalagi kalau si murid sdh bilang 
bahwa dia alergi minuman beralkohol, maka masalahnya biasanya akan langsung 
beres.
Hal serupa juga terjadi di sekolah anak2, dimana lunch hampir pasti akan 
mengandung babi (daging / ekstrak / minyaknya / dll) yg sdh kita yakini haram. 
Alhamdulillah, para guru saya lihat tidak ada satupun yg rewel, semuanya 
menghormati, sebab walaupun anak2 wajib makan di sekolah, tapi karena kita sdh 
punya keyakinan, Alhamdulillah mereka membolehkan kita bawa bekal sendiri. 
Resiko kita sendiri akhirnya agak repot memasak untuk lunch ini ya jelas 
konsekwensinya. Hal serupa juga untuk jadwal shalat, Jumatan, dsb.

Demikianlah, sekelumit cerita tentang saling menghormati. Mohon maaf kalau 
tidak berkenan.

[Non-text portions of this message have been removed]



______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke