NU Bangkit Melawan Kemiskinan
Ahad, 15 Oktober 2006 19:51 WIB

Jakarta, NU Online
Kemiskinan sampai sekarang masih menjadi momok yang dihadapi oleh banyak
negara. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi kemiskinan, salah
satunya dengan program Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan
oleh PBB dengan target pengurangan 50 persen tingkat kemiskinan di seluruh
dunia pada tahun 2015.

Untuk mengingatkan semua fihak untuk berjuang bersama-sama melawan
kemiskinan, PBNU bersama sejumlah elemennya menyelenggarakan kegiatan
"Bangkit Melawan Kemiskinan dengan pembacaan puisi bersama, berdiri
bersama-sama meneriakkan yel-yel melawan kemiskinan, kultum, lalu diakhiri
buka puasa bersama.

Gerakan berdiri bersama melawan kemiskinan merupakan gerakan bersama yang
berlangsung di seluruh dunia pada 16-17 Oktober yang akan dimasukkan ke
dalam Guinness Book of Record. Setiap tahun selalu dibuat model baru untuk
mengingatkan pentingnya melawan kemiskinan Periode sebelumnya, gedung-gedung
bertingkat diberi pita putih untuk mengingatan hal ini.
"Ini untuk mengingatkan kembali NU dan semua bagian masyarakat untuk bangkit
melawan kemiskinan. Terus terang pemerintah sampai sekarang kurang greget
dalam mengatasi kemiskinan" tandas Ketua PBNU HM Rozy Munir dalam acara
tersebut.

Ikut dalam acara tersebut 210 orang yang terdiri dari kalangan majlis
taklim, budayawan, santri, PMII dan masyarakat di lingkungan sekitar PBNU.
Untuk Indonesia, gerakan ini dipusatkan di Monas.

Kegiatan dimulai di PBNU pukul 17.00 WIB dengan mengajak seluruh peserta
untuk berbaris bersama-sama di tepi Jl. Kramat Raya depan PBNU, lalu membaca
puisi berjudul "Melawan Kemiskinan" secara bersama-sama. Sebagian petikan
puisi tersebut adalah:

"Di sini negeri kami
Tampak padi terhampar luas
Samuderanya kaya raya
Negeri kami subur, tuhan

Dingeri permai ini
Berjuta rakyat bersimbah luka
Anak kurus tak sekolah
Pemuda desa tak kerja
Mereka dirampak haknya
Tergurus dan lapar.

Sebagian peserta memakai topi caping yang biasa dipakai oleh oleh para
petani ketika pergi ke sawah yang melambangkan ketertindasan rakyat miskin.

Terdapat 10 program yang dicanangkan dalam MDG yang diantaranya meliputi
pembangunan ekonomi pro rakyat, peningkatan pendidikan, menekan tingkat
kemiskinan sampai 50 persen pada tahun 2015, memberantas penyakit HIV/AIDS,
malaria dan TBC dan penyelamatan lingkungan dan lainnya. (mkf)


 Cetak | Kembali ke Arsip Warta
----------------------------------------------------------------------------
----

Komentar

Masukkan komentar anda

Jangan Hanya Simbolis!
Ahmad Fahir - (Selasa, 17 Oktober 2006 12:48 WIB)

Saya menaruh simpatik terhadap gerakan kampanye bangkit melawanan kemiskinan
di dunia, yang dilakukan oleh PBNU. Namun jangan hanya lewat puisi dan orasi
saja, sebab puisi dan orasi tidak akan mampu mengatasi problem akut
kemiskinan yang melilit Indonesia. Saran saya, sebaiknya PBNU bikin agenda
pemberantasan kemiskinan yang lebih nyata dan sistematis. Jaringan yang
dimiliki PBNU hingga ke bawah, bisa dijadikan ujung tombak menggalang aksi
ini. NU juga memiliki banyak politisi lintas partai yang "manggung" di
Senayan. Kenapa mereka tidak dimanfaatkan, untuk menggoalkan agenda NU.
Politisi NU selama ini cenderung jalan sendiri-sendiri, karena PBNU memang
tidak pernah membuat agenda bersama, dan merumuskan garis-garis besar
perjuangan NU. Selain itu, orang-orang NU banyak yang kaya. Banyak birokrat,
politisi, pengusaha, dan kyai NU yang kaya. Harusnya mereka dikenakan zakat
penghasilan (profesi). PBNU mempunyai LAZIS. Kenapa lembaga ini tidak
dimanfaatkan secara optimal, untuk menggalang potensi besar yang dimiliki
NU. PBNU patut meniru gerakan Muhammad Yunus, yang menjadi bankir bagi 6,6
juta kaum papa di Bangladesh. So, jangan hanya simbolis, tapi harus diikuti
agenda yang lebih menyentuh substansi persoalan. Sebab umat butuh bukti,
bukan hanya ouisi dan orasi.


----------------------------------------------------------------------------
----

Kongkrit donk
Miftah - (Senin, 16 Oktober 2006 17:27 WIB)

Salam... Apakah hanya begitu saja yang di lakukan oleh NU dalam memerangi
kemiskinan. Hanya baca puisi dan orasi menyalahkan pihak lain, semantara
dirinya sendiri tidak pernah memulai untuk melakukan. Bukankah NU punya
lembaga LAZIS yang bisa memikirkan konsep dan melakukan eksperimen
mengurangi kemiskinan berbasis zakat, wakaf, infaq dan sadakah. Sudahkah
kita melakukan refleksi apa sih yang sudah kita lakukan dalam memerangi
kemiskinan?? Paling tidak ada dua hal yang bisa di lakukan oleh NU dalam
memerangi kemiskinan. Yang pertama adalah melakukan advokasi agar APBN/APBD
bisa lebih berpihak kepada masyarakat miskin. Yang kedua adalah melakukan
kajian, penelitian serta membuat pilot percontohan mobilisasi dana
(filantropi) berbasis agama (zakat, wakaf, dll) yang berorientasi untuk
mengurangi kemiskinan. Sudahkan praktek dan pengelolaan zakat yang di
lakukan oleh komunitas NU yang di awasi dan koordinasi oleh para ustadz dan
kyai mempunyai dampak mengurangi kemiskinan? atau malah hanya menumbuhkan
mental konsumtif di kalangan mustahik??


----------------------------------------------------------------------------
----

Lha Programnya Mana
Misbahussurur - (Senin, 16 Oktober 2006 15:52 WIB)

Kalau NU terus mengikuti program MDGs ya NU akan hanya bisa berpuisi dan
berpuisi. Kalau boleh menyimpulkan, NU belum punya program yang jelas dalam
membangkitkan warga nahdliyyin khususnya dari kemiskinan. Maaf, dibanding
organisasi Islam yang lain NU kalah dalam hal pengembangan ekonomi. Ada
banyak instrumen dalam Islam yang mestinya bisa dijadikan NU untuk membuat
"gebrakan" program bangkit dari kemiskinan, seperti zakat, infaq, shadaqah,
dan wakaf. Tidak diragukan, NU pasti kaya dan lebih mengerti hal yang
begituan. Tak usah malu belajar ke organisasi lain. Warga NU Pasuruan



______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke