Sohbat Sulthanul Awliya' Mawlana Syaikh Nazim 'Adil Al-Qubrusi Al-Haqqani 
Ar-Rabbani
Lefke, Cyprus
 hari Ahad, 22 Oktober 2006, 30 Ramadan 1427H
 
 Tak ada kesedihan di Surga!
 
 As-salamu alaikum!
 Audhu bi-llahi mina shaitani rajim
 Bismillahir Rahmanir Rahim,
 La haula wa la quwatta illa bi-llahi-l ‘Aliyu-l ‘Adhim
 
 Selamat datang pada kalian semua, wahai hamba-hamba dari Tuhan kami, 
hamba-hamba Allah Ta'ala! Madad, Yaa Sulthanu l-Awliya'!
 Bulan suci ini adalah bulan paling suci - untuk apakah? Untuk membersihkan! 
Untuk pembersihan, karena manusia makin bertambah kotor setiap harinya, setiap 
jamnya, dan setiap saatnya...
 
 Mengapa? Karena mereka mengikuti Syaithan dan mengejar Dunya. Itulah yang 
membuat manusia makin kotor. Dan Allah Ta'ala menjadikan bulan Ramadan ini 
untuk pembersihan, untuk mensucikan hamba-hamba-Nya. Karena kebersihan serta 
kesucian adalah hal-hal utama yang diminta dari manusia.
 
 Adam 'alayhissalam, mengapa ia sampai terusir dari Surga? Karena Surga adalah 
tempat bagi orang-orang yang bersih! Orang-orang yang kotor tak dapat 
memasukinya; mereka harus dikeluarkan darinya! Dan kekotoran apakah yang dapat 
membuat diri kita terlempar dari Hadirat Ilahi?
 Mereka pernah berada di Hadirat Ilahi, di Surga, saat itu mereka bersih dan 
suci, sehingga mereka berada di Hadirat Ilahi, (tetapi) saat mereka kehilangan 
kebersihan dirinya, turunlah perintah: "Keluar!"
 
 Tempat ini, adalah sebuah masjid, sebuah Jami' - kalian tak dapat memasukinya, 
jika kalian kotor. Kalian harus bersih terlebih dahulu, dan barulah kalian 
dapat memasukinya. Ini hanyalah suatu tempat kecil, sebuah masjid, Jami', Haram 
as-Syarif - tak seorang pun dapat memasukinya (dalam keadaan kotor), tidak, 
tidak! Harus bersih terlebih dahulu, baru dapat masuk.
 (Jadi) bagaimana dengan ia yang menginginkan untuk masuk ke Hadirat Ilahi? 
Bagaimana pendapat kalian? - bahwa kalian dapat masuk ke dalamnya dalam keadaan 
kotor? Tentu saja tidak!
 
 Saat mereka melakukan sesuatu, mereka pun menjadi kotor di Hadirat Ilahiah 
Allah, dan Perintah Suci pun turun: "Keluar! Keluar, wahai Adam! Kau tidak 
menjaga Aturan suci-Ku, ini membuatmu kotor, dan karena itu kau tidak bisa 
berada di sini! Siapa yang tidak mengindahkan aturan-aturan-Ku, siapa yang 
tidak mematuhinya dan tidak mau menjadi hamba yang patuh, tak boleh berada di 
Hadirat Ilahiah-Ku. Haram! Terlarang!"
 
 (Prinsip) Ini adalah sesuatu yang sederhana. Di semua agama, prinsipnya adalah 
sama; semua kitab-kitab suci mengatakan bahwa Adam melakukan sesuatu yang 
membuatnya keluar dari Surga, karena Surga adalah tempat bagi mereka yang 
bersih.
 
 Apakah kekotoran itu, sebenarnya? Hal apakah yang menjadikan Adam tak patut 
berada di Surga, sehingga ia mesti terusir darinya?
 
 Ketakpatuhan! Ketakpatuhan adalah kekotoran! Jika seseorang bersikap tak 
patuh, menjadi seseorang yang durhaka dan tak patuh, ia pun menjadi seseorang 
yang kotor, siapa pun juga, bahkan Adam - 'alayhi s-salat wa s-salam wa 'alan 
nabiyyi salat wa salam! Allah tak pernah menerima; tak pernah Ia membiarkan 
kekotoran di dalam Surga-Nya. Allah tak pernah menyukai seseorang yang tak 
patuh berada dalam Surga-Nya, hingga Ia memerintahkan: "Ambil orang itu, 
keluarkan!" Injil, Taurah, Zabur, Al-Quran, Quran Suci mengatakan, sebagaimana 
 Perjanjian lama dan Perjanjian Baru serta Psalms, semua menyatakan dan seluruh 
Nabi-nabi pun mengatakan kepada manusia, "Wahai manusia! Kalian tak dapat 
memasukinya, kalian tak dapat berada di Surga, jika kalian tidak menjadi orang 
yang bersih!" Apa yang dimaksud dengan kekotoran? Mereka menjawab: 
"Ketakpatuhan!"
 
 Adakah yang tidak kalian pahami? Sangat sederhana! Kalian sudah tahu akan hal 
ini! Seluruh Kitab suci dan seluruh Nabi menasihati manusia untuk mengindahkan 
hal itu: Jadilah Bersih! Siapa yang bersih, pintu-pintu Surga pun terbuka 
baginya. Dari pintu mana pun ia meminta untuk masuk, ia diperbolehkan untuk 
masuk, karena bersih!
 Ada 40 pintu Baitullah, rumah Allah. Dan seseorang yang bersih - mereka dapat 
memasuki Surga dari pintu masuk mana pun yang ia suka, karena ia bersih - bagi 
orang-orang yang bersih, 40 pintu masuk terbuka lebar bagi mereka.
 
 Surga, aslinya hanya memiliki 8 pintu masuk utama. Tapi, melalui pintu-pintu 
utama itu terdapat pintu-pintu masuk yang tak terhitung jumlahnya yang dapat 
dimasuki mereka yang bersih, sebagai jalan masuk mereka menuju Surga mereka.
 
 Orang-orang yang akan memasukinya - Mu'min dan orang-orang yang beriman - 
berada di depan Surga. Mereka adalah orang-orang yang bersih, akan berada dalam 
satu baris. Saat Sayyiduna Muhammad -sallalLahu álayhi wasallam - tiba, 
pertama-tama beliau akan mengetuk pintu surga, dan Sang Penjaga Surga, 
Sayyiduna Ridwan - alayhissalam - bertanya, "Siapa itu yang mengetuk pintu?" 
Kemudian seorang Malaikat akan menjawabnya mewakili Nabi (saw), mengatakan, 
"Wahai Ridwan, Penjaga Surga-surga, yang barusan mengetuk pintu agar ia 
terbuka, adalah Penutup dan Stempel (Khatm) para Nabi, hamba Allah Ta'ala yang 
paling terpuji dan wakil-Nya dari zaman pra-azali hingga pasca-abadi, Muhammad 
- sallalLahu 'alayhi wasallam. Ia-lah yang barusan mengetuk pintumu!" Dan sang 
penjaga pintu Surga, Ridwan, pun berkata, "Oohhh, buka!" dan datang, serta 
memberikan Salut, mempersilakan masuk Sayyidina Muhammad - sallalLahu 'alayhi 
wasallam - sambil berkata, "Ooh, Wahai ia yang terpuji, ia yang paling
 dicintai di Hadirat Ilahiah Tuhan kami! Aku telah diperintahkan untuk tidak 
membuka pintu-pintu Surga kepada siapa pun sebelum dirimu! Engkau-lah yang akan 
memasukinya pertama kali, dan baru kemudian yang lain!" Dan Nabi pun menapakkan 
kaki suci beliau di pintu surga tersebut, dan setiap orang pun menaruh kaki 
mereka untuk memasukinya, dan setiap orang begitu melangkahkan kaki mereka satu 
langkah akan segera mendapati surga yang diperuntukkan bagi mereka 
masing-masing!
 
 Jangan berpikir bahwa Surga adalah seperti di dunia ini dimana ketika 
orang-orang diundang (seorang) Sultan/Raja, dan mendatangi istananya, mereka 
akan masuk satu demi satu! Mereka mengawasinya di dunia ini: Satu orang masuk, 
kemudian yang kedua, dan seterusnya. Itu adalah di Dunia, Protokoler Dunia. 
Tapi protokol Surga berbeda: tidak masuk satu demi satu, melainkan semuanya 
masuk sekaligus dalam satu barisan!
 
 Dan kemudian, saat Penutup para Nabi - ia yang paling terpuji dan hamba 
tercinta serta khalifah-Nya dari zaman pra-azali hingga pasca-abadi, Sayyiduna 
Muhammad - sallalLahu 'alayhi wasallam - menaruhkan langkahnya ke dalam dan 
setiap orang pun yang berada di barisan itu bakal melangkahkan kaki mereka dan 
mendapati diri mereka berada dalam Surga-Surga mereka, wilayah-wilayah yang 
dikaruniakan Allah bagi diri mereka.
 
 Setiap orang memasuki Surga mereka, Surga pribadi bagi setiap orang! Kalian 
tak dapat melihat Surga orang lain, dan orang lain pun tak dapat melihat apa 
yang kau miliki di Surgamu, tidak! Setiap orang memasuki Surga-surga pribadinya 
masing-masing! Tak seorang pun dapat melihat atau masuk ke Surga yang bukan 
diperuntukkan bagi mereka. Setiap orang mendapatkan Surganya sendiri-sendiri, 
dan mereka berucap: "Oohh, Alhamdulillah wa Syukurlillah!" Dan Para Malaikat 
pun mengucapkan: "Salaman salaamaa, salaman salaama, wahai Mu'min!" dan Tuhan 
sekalian alam, Allah SWT berkata, "Salamun qaulan min Rabbin Rahiim, Salamun 
Salaam!" -
 
 Tak seorang pun berbicara seperti itu saat ini di masjid-masjid! Mereka saat 
ini malah berbicara: "Yahudi seperti ini", "Kurdish seperti  ini", "Turkish 
seperti ini" dan "Demokrasi seperti itu" dan "Seluruh manusia mereka seperti 
satu sama lain, sama!" Hahaha! Tidak sama!
 
 Saat kalian berada di mimbar - apakah kalian sama dengan mereka yang duduk di 
situ? Kalian ada di mihrab - setiap orang sama dengan kalian? Tidak! Kebodohan 
semacam itu yang kini tengah dipelajari orang untuk diucapkan! Tak bermakna. 
Kata-kata yang tidak hidup! Mereka mengatakan sesuatu yang klise, kata-kata 
yang sama. Mengatakan: "Demokrasi, demokrasi..." dan Setan membuatnya... Setan 
menggunakan demokrasi sebagai WC, berkata, "Kalian mesti memasukinya juga, 
masuklah!" Allah memerintahkan (tentang) Sultan! Harus ada Sultan, bukan 
demokrasi! -
 
 Dan setiap orang yang memasuki Surga pribadi dan spesial bagi diri mereka 
masing-masing, mereka pun berpikir bahwa tak seorang pun lainnya yang 
dikaruniai serupa dengan apa yang telah dikaruniakan baginya! Karena jika 
seseorang melihat dan menyaksikan apa yang telah dikaruniakan bagi kalian, ia 
pun mungkin akan berkata, "Ohh, ia diberi lebih daripada yang telah diberikan 
padaku" dan kemudian menjadi sedih. Tak ada kesedihan di Surga! Karena itu 
siapa pun yang memasuki Surga akan berterima kasih dan bersyukur pada Allah 
Ta'ala dan berkata, "Oohh, tak seorang pun diberikan seperti apa yang diberikan 
padaku!" Dan tak seorang pun dapat melihat dan menyaksikan Surga milik yang 
lain!
 
 Eeh, orang ini tengah membangun... (Jika orang lain melihatnya akan berkata): 
"Rumahnya, istananya, lebih dari punyaku", ia pun bersedih hati. Tidak, tidak 
ada kesedihan di Surga! Di Surga, segala sesuatunya menjadikan orang untuk 
bahagia, untuk menikmatinya, dan untuk terpuaskan serta berada dalam kedamaian, 
untuk berada dalam kenikmatan tanpa batas! Oh, oh, oh!
 
 Dan saya memohon, "Wahai Tuhan kami, biarkanlah kami bahkan untuk menjadi yang 
terakhir memasuki Surga!" Dan orang terakhir, orang terakhir- orang terakhir 
itu yang akan dipanggil dari Neraka dan keluar darinya, Syafa'at Nabi pun 
diberikan baginya- dan ia melihat, ia baru saja mencapai pintu gerbang Surga, 
dan memandang ke dalamnya. Dan perintah pun datang baginya, "Masuklah, wahai 
hamba-Ku!" Ia masuk, melihat, dan nampak olehnya bagaimana Surga telah penuh, 
penuh! Dan ia pun malu untuk masuk ke dalamnya, mundur balik ke belakang lagi. 
Perintah kedua pun datang baginya: "Wahai hamba-Ku, masuklah, masuklah ke dalam 
Surga!" Ia masuk dan melihat: "Surga telah penuh, ke mana aku mesti masuk?" 
Khitab ketiga datang, berbicara padanya dari Langit, "Wahai hamba-Ku, masuklah, 
dan Aku karuniakan bagimu sepuluh surga yang satu surga memiliki luas bagaikan 
sepuluh tanah-tanah di dunia!" Sepuluh bagi ia yang masuk terakhir ke dalam 
Surga! 
 
 Jangan meminta... "Wa li kullin darajatin", kalian tak akan menjumpai dua 
orang Ahli Surga yang dikaruniai Surga yang sama, karena Allah Ta'ala tidak 
membuat rumah serial, tidak!....X. sangat bahagia... (Allah) tidak membuat 
photocopy, tidak! Setiap Surga adalah berbeda sama sekali, 100% berbeda! Allahu 
Akbar! Dialah Allah, dan jika Dia berkehendak menjadikan sesuatu untuk wujud, 
cukuplah untuk mengatakan "Jadilah" dan terjadilah!
 
 Sepuluh seperti dunia ini,suatu tanah, yang dipenuhi berbagai barakah, 
kenikmatan, dan kebahagiaan di dalamnya yang tidak dapat kalian bayangkan 
'Hayyal'! Kalian tak dapat membayangkannya, kalian belum pernah melihatnya, 
kalian belum pernah mendengarnya, kalian belum pernah membayangkannya!
 
 Dan jangan pikir bahwa di hari kedua di dalam Surga, kalian akan melihat surga 
yang sama seperti yang kalian lihat di hari pertama ketika kalian memasukinya! 
Tidak, Surga itu berubah! Suatu perwujudan (Tajalli) agung yang lain akan 
muncul ke Surga mereka, dan membuatnya lebih besar, lebih indah! Allahu Akbar!
 
 Wahai manusia, kalian tak dapat memasukinya, jika kalian bukan orang-orang 
yang bersih! Kebersihan adalah alat utama bagi kalian untuk memasuki Surga. 
Jika kalian tidak sepenuhnya bersih, kalian tak akan mampu memasukinya, karena 
itu Allah Ta'ala meminta hamba-hamba-Nya untuk menjadi bersih dalam kehidupan 
ini.
 
 Dan bulan Ramadan ini adalah bulan paling suci yang di dalamnya manusia dapat 
mencapai kebersihan diri dan kesucian. Karena itulah, bulan ini adalah bulan 
palng penting bagi orang-orang yang beriman. Dan mereka dapat meraih kebersihan 
diri itu melalui puasa di siang hari dan bersalat di malam hari.
 
 Wahai manusia, sebagaimana kita saat ini berada di hari terakhir bulan suci 
ini. Selama 1400 tahun lebih manusia berpuasa dan memohon kebersihan diri, 
memohon ampunan dan memohon barakah dari Tuhan sekalian alam.
 
 Wahai manusia, menangislah dan bersedihlah bahwa bulan suci ini kini tengah 
berlalu; dalam tiga atau empat jam lagi, akan selesai. Bagaikan kemarin hari, 
ketika bulan ini bermula, dan sekarang telah berakhir. Dan siapakah yang tahu 
apakah dirinya akan mencapai Ramadan berikutnya?! Suatu kesempatan yang besar 
bagi manusia, di bulan suci ini, untuk mencapai barakah Tuhan, tapi manusia 
mereka adalah orang-orang yang mabuk dan mereka tak mau meminta untuk menjadi 
orang yang bersih. Karena itu, kutukan tengah menimpa mereka...
 
 Semoga Allah mengampuni diri kita dan melindungi serta menanungi diri kit di 
sini dan di Akhirat. Demi kehormatan ia yang paling terhormat di Hadirat 
Ilahiah-Nya, Sayyidina Muhammad -sallalLahu 'alayhi wasallam.
 
 Fatiha... Oh, Ya Rabbi!....
 
 
---------------------------------
Low, Low, Low Rates! Check out Yahoo! Messenger's cheap  PC-to-Phone call rates.

[Non-text portions of this message have been removed]



______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke