Saya berharap kepada kawans tidak terlalu mengabiskan energinya, hanya untuk membahas poligami yang sudah jelas hukmnya, teori dan praktiknya sudah disyariatkan. Jangan kayak orang yahudi... (Afatu'minuna biba'dhil kitabi, watakfuruna biba'dh?) Kerjaan kita masih banyak.... Bijaklah jadi generasi pengawal masyarakat.... Menilai keadilan tidak cukup pakai perassan, Teks Tuhan lebih doninan... Tidak usah melawan Tuhan, juga tidak usah membelaNya.. Prioritaskan yang aulawiyat dan mendesak.... Fiqh kontemporer, ekonomi masyarakat, kemiskinan, busung lapar, pengangguran warga NU, lumpur, gempa, dll. Yang sudah menjalankan agamanya, sudahlah biarkan ibadah dan menjalankan syariatnya menurut kepercayaan masing-masing. Tugas kalian untuk menyerukan yang belum beragama, untuk masuk agama yang damai, dan menjalankan semampunya... TITIK.
Anehnya kasus DPR yang jelas terbukti ada vedionya dan mengaku berbuat haram, melanggar HAM, merendahkan martabat manusia serta menyakiti hati isteri si pelaku, tetapi tidak begitu menarik bagi media masa, juga bagi para aktivis pembela wanita? Sebaliknya Aagim yang jauh lebih terhormat menjalankan syariat malah di hujat, dibahas dan si pertanyakan hukum poligaminya? Kayaknya kita ini kurang bisa menilai prioritas, dan mudah ketipu dengan tren berita, benar-benar kader yang mudah dipecah belah dan dibawa tren opini buta.... Saya berharap kita cukupkan postingan poligami, kalau ada yang mempunyai konsep kekinian, pemikiran dan orientasi maju bukan menekan dan membubari barisan, marilah kita teruskan diskusi..... Wassalam. Cairo, Fadlolan Musyaffa ____________________________________________________________________________________ Yahoo! Music Unlimited Access over 1 million songs. http://music.yahoo.com/unlimited
