Wa'alaikum Salam Biarin saja dech, etis dan tidak yang menilai adalah umatnya yang mengikuti ceramah, sedangkan urusan pahalanya terserah sama Gusti Alloh. Lagian banyak juga ustadz atau kyai yang nyambi dagang juga, dagang partai, dagang produk seluler, dagang baju koko dsb Para Ustadz kan juga manusia butuh uang untuk makan anak istri, buat biaya dakwahnya dan kalau lebih bisa buat poligami hehehe, kan sudah jarang ada kyai - kyai yang nggak perlu kerja tetapi nggak pernah kesulitan untuk hidup karena dijamin oleh Gusti Alloh, sekarang yang banyak mereka butuh jaminan kehidupan dari umatnya.
Regards -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Kinantaka Sent: Monday, December 18, 2006 3:27 PM To: undisclosed-recipients: Subject: [kmnu2000] Pak Ustadz dan Kambing Assalamu'alaikum... Saya mau sharing dan sedikit minta pendapat berkenaan aktifitas seorang ustadz di lingkungan saya. Di daerah saya, ada seorang ustadz (sebutlah "H") yg sangat laris. Ceramah ceramah agamanya banyak ditunggu2 oleh para jamaah. Nah, beberapa waktu belakangan ini, karena emang momenya atau bagaimana, hampir bisa dipastikan materi ceramahnya pasti berhubungan dengan kambing. Pentingnya berkurban dan lain sebagianya. Pokoknya, kalau bicara soal kambing pada saat ceramah sepertinya selalu ada dalam materinya. E.... usut punya usut, ternyata doi jualan kambing untuk aqiqah, kurban dan sebagianya.... Pertanyaannya adalah: Etiskah seperti itu? Karena seakan akan mempromosikan dagangannya dengan dibungkus dalil2 dan agama. Saya jadi ingat waktu di kampung dulu, guru ngaji saya konon punya toko grosiran di pasar. Tapi hampir semua orang tidak ada yg tahu, yang mana tokonya. Orang2 hanya meraba2 kira2 ini atau itu. Coba kalau guru ngaji saya itu secara demonstratif menyebutkan bahwa tokonya yg sebelah situ misalnya, pasti dijamin laris manis. Salam, Kinantaka [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
