Menurut pengamatan saya yang banyak "meledek" NU dengan TBC itu bukan partai da'wah tapi sebuah jama'ah yang mengaku paling ASWAJA dan PALING SALAF. Bahkan kelompok ini justru menganggap partai itu BID'AH juga.
Memang dalam penampilan luar mirip, seperti jenggot, celana dan jilbab. Sebaiknya kita (NU)terutama para kyai intropeksi diri, jangan rebutan jabatan melulu. Sekarang saja di NU terdiri banyak partai ada PKB, PPP, PKNU, PBR dan entah apa lagi Ayo... bersatu rek..., setelah itu satukan umat Islam Indonesia kemudian umat Islam sleuruh dunia Kagak mungkin bisa menyatukan umat Islam kalau kita sendiri saja kagak bersatu --- Mukhlisin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Buat Kang Agus Budi Rahardjo yang kemarin > meledek...dan ketika dikasih bukti otentik tidak > pernah mau (pura2) tidak tau...bahwa pihak2 yang sok > merasa paling ISLAM dan menganggap NU TBC itu jelas2 > adanya..bukan cuma bayangan dan khayalan...sampean > mau ngeles lagi...pake gaya apa silahkan memang itu > sudah tipikal kelompok sampean kan? > > Salam, > Mukhlisin > > Selebaran Perusak Citra NU Masih Beredar > Senin, 18 Desember 2006 19:17 WIB > > > Surabaya, NU Online > Rupanya masih saja ada orang yang tidak suka > Nahdlatul Ulama (NU) besar. Salah satu indikasinya, > selebaran Mimbar Dakwah yang berisi 'Fatwa Ulama > Jombang' masih saja beredar, terutama di daerah luar > Jawa. Padahal Pengurus Cabang NU Jombang sudah > seringkali membantah, bahwa isi maupun selebaran itu > tidak ada kaitannya dengan NU Jombang. Justru ia > yakin kalau ada pihak lain yang sengaja ingin > mengacaukan NU. > > Pengurus Wilayah NU Jawa Timur sebagai tuan rumah, > juga sudah seringkali menanggapi persoalan itu > melalui pengajian-pengajian. Namun sayang, selebaran > lebih banyak beredar di luar Jawa. > > Sementara, mereka yang menerima selebaran biasanya > menelepon ke Kantor PWNU Jatim. "Selebaran itu > bertujuan merusak citra NU. Semoga mereka segera > sadar," kata Dr H Ali Maschan Moesa MSi, Ketua PWNU > Jatim, kepada NU Online di Surabaya, Selasa (18/12). > > H Zaini Ilyas, Staf Sekretariat PWNU menuturkan, > maraknya selebaran itu sudah terjadi sejak awal > September lalu. Selain menerima pengaduan via > telepon, ia juga mendapatkan kiriman faksimili > contoh selebaran dari kerabatnya di Hulu Sungai > Utara, Kalimantan. Pengaduan serupa juga diterima > dari Lampung, Banjarmasin dan Kepulauan Riau. > "Bahkan seminggu lalu masih saja ada laporan yang > masuk," tuturnya. > > Selebaran yang meresahkan itu, seperti yang > ditunjukkan pada wartawan situs ini, bernama Mimbar > Dakwah asuhan H Muhammad Abduh SH, berisi tentang > Fatwa Ulama Jombang dalam Berbagai Amalan > Ibadah/Amalan. Tapi aneh. Isinya malah bertolak > belakang dengan amaliah para kiai Jombang. Di > antaranya tidak boleh membaca usholli dalam shalat, > tidak boleh baca wirid dengan bersuara sesudah > shalat, tidak perlu qunut subuh, tidak boleh membaca > tahlil, tidak mengenal shalat qabliyah Jumat, > tarawih hanya delapan rakaat, dan sebagainya. Masih > banyak lagi. > > "Saya juga heran, kok masih ada orang yang suka > berbuat seperti itu. Apa untungnya?" Zaini tak habis > mengerti. > > "Semoga mereka segera sadar dan segera menghentikan > perbuatannya," imbuh Pak Ali. Yang jelas, kata dosen > IAIN Sunan Ampel Surabaya itu, "Selebaran itu > menyesatkan, berpotensi mengadu-domba, dan tidak ada > kaitannya dengan NU, baik PCNU Jombang maupun PCNU > Jombang." (sbh) > > Cetak | Kembali ke Arsip Warta > -------------------------------------------------------------------------------- > > Komentar > > Masukkan komentar anda > > NU di kerdilkan > Warga NU - (Senin, 18 Desember 2006 22:49 WIB) > > Sudah bukan rahasia lagi, NU di jadikan ledekan > dimana mana, terutama di kalangan pemuda partai yang > menamakan diri nya partai da'wah. Buntut nya warga > NU bisa mengalihkan suaranya ke partai tersebut > untuk pemenangan pemilu 2009. Jadi pentolan NU > jangan mau dikibulin terus, mereka sok silahturahmi, > tapi dijadikan kampanye untuk merebut simpati warga > NU. Hati-2 dengan gerakan tersebut, gerakan musang > berbulu domba. > > > -------------------------------------------------------------------------------- > > Memang meresahkan > Fariz Affandi - (Senin, 18 Desember 2006 21:21 WIB) > > Yap betul! meresahkan! Saya juga pernah dapat > forward email berisi selebaran itu. > > > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > ____________________________________________________________________________________ Do you Yahoo!? Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. http://new.mail.yahoo.com
