Gumam Kembara 
   
   
  96.  LOKOMOTIF TANAHAIR 
   
   
  "outsider" aku dikatakan karena terpental dari negeri kampung lahir
  sungai kanak tak lagi bisa kurenangi langit kampung tak bisa kucandai
  "outsider" aku dikatakan karena dihalau di musim pembunuhan 
  tanahair jadi padang kuburan -- aku mengambil kereta ke barat jadi kembara
  kata-kataku pun dilecehkan seakan cinta monopoli "insider"
  --  tak beda dengan penjagal
   
   
  sepanjang rel kulalui dari gambir hingga gubeng melintasi tugu
  kepapaan masih saja seperti dahulu diantara demagogi pembangunan
  sedang harga diri makin asing dibicarakan di tengah gerombolan copet 
  "outsider" sepanjang rel. "outsider" di pulau-pulau seperti kepundan berapi
  orang-orang mengisyaratkan penyair jangan menulis sajak protes
  -- lebih laku nulis tentang seks adegan ranjang 
  indonesia itu sakral sementara republik dilempar di rel lokomotif melaju!
   
   
  orang-orang tak sempat belajar sungguh-sungguh diusik kemiskinan
  berlomba mencari jalan pintas tak segan menggadai diri demi rupiah
  tuhan diperjual belikan kadang lebih rendah dari harga kopi dan roti
  setara dengan nasibungkus stasiun-stasiun disinggahi atau nasikucing 
  dari jendela  kereta melaju aku lihat jutaan dan jutaan "outsider"
  terpental dari negeri dan harapan republik semula -- stasiun masih jauh dituju
   
   
  kericuhan menempatkan negeri di ujung tanduk 
  orang-orang malas serius berpikir apalagi membaca 
  drop out memperbesar barisan penganggur 
  celoteh menggantikan bahasa nasional yang makin amburadul 
  logika dimasakre!
   
   
  "outsider" ! "insider" tak lebih dari ketidakdayaan membaca sejarah 
  ketidakmampuan memahami bacaan apalagi arti republik dan tanahair
  tapi merasa diri paling indonesia dari proklamator masuk keluar penjara 
penjajah
  sementara kopi sarapannya amis darah orang sekampung
  serta darah perawan adik perempuanku semalam ia perkosa 
  -- inikah damai di bumi? inikah kerukunan negeri?  
   
   
  'outsider", kau buang aku dari negeri
  'outsider' pintu kau tutup 
  'outsider' berkecak pinggang kau dibangkaiku
  'outsider' kau tabur tuba di angkasa  
  meracuni mimpi 
   
   
  indonesia, keretaapi besi tua merangkak di rel kuna menuju jurang
  kita adalah para penumpang mabok dengan kesementaraan semu 
  oleh rabun mata kita saling berbunuhan -- ayahibu pun ditikam
  tapi di sinilah justru putera-puteri negeri sungguh-sungguh ditantang 
  'outsider" dan "insider" melebur di gelora cinta -- lokomotif tanahair  
   
   
  o, barangkali cinta ini akan membuatku makin sunyi 
  mati sendiri dengan epitaf "outsider"
  pengkhianat jadi pahlawan
  lahap memamah belulang duka cintaku
  pencinta kembali berulang kali ditikam
   
   
  'nak, di negeri ini 
  negeri ayahmu 
  paling baik
  jadilah bandit besar
  buang mimpi 
  jadilah pengkhianat dan penjilat
  jangan bicara tentang merdeka!' 
   
  indonesia
  kereta tanpa lokomotif
   
   
  Paris, Desember 2006.
  -----------------------------
  JJ. Kusni

 Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke