http://www.suaramerdeka.com/ Gus Mus: Kiai Sebaiknya Istiqamah, Tak Pindah Profesi a.. Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Dur MRANGGEN - Ribuan orang dari berbagai daerah kemarin mengikuti Haul Ke-66 KH Abdurrahman bin Qosidilhaq (Mbah Dur) di halaman Pondok Pesantren Futuhiyyah, Suburan, Mranggen, Demak. Mereka yang kebanyakan jamaah tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah dengan khusyuk duduk lesehan mendengar tausiyah yang disampaikan KHA Mustofa Bisri, pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibien, Leteh, Rembang.
Hadir pada kesempatan itu Wagub Jateng Ali Mufiz dan Wakil Bupati Demak Moh Asyiq. Silsilah riwayat hidup Mbah Dur dibacakan alumnus santri Futuhiyyah KH Muslih Abdurrochim. Pada saat yang bersamaan ribuan orang berzikir di makam KH Abdurrahman yang terletak di tengah-tengah pesantren tersebut. Menurut KH Hanif Muslih Lc, cucu KH Abdurrahman, kakeknya belajar pada Kiai Sholeh Darat. Kemudian mengaji pada KH Abu Mi'roj Sapen, Penggaron. Ia kemudian dijodohkan dengan putri Kiai Mi'roj Nyai Sofiyah dan mendirikan pesantren di Suburan Mranggen. Ulang Tahun Wafat Gus Mus dalam dalam tausiyahnya mengingatkan, umat agar meniru sepak terjang ulama terdahulu yang selalu istiqamah dalam bidang tugasnya. ''Istiqamah itu artinya tidak pernah bergeser sedikit pun dari tugas dan tanggungjawabnya sampai meninggal dunia. Sekali kiai mengasuh santri ya selamanya jadi kiai tidak pindah profesi,'' katanya. Haul menurut Gus Mus adalah memperingati ulang tahun wafat. ''Mengapa kalau Rasulullah yang diperingati kelahirannya, bukan wafatnya? sedangkan ulama diperingati wafatnya bukan kelahirannya,'' kata Gus Mus. Di Indonesia hanya ada dua figur yang diperingati hari lahirnya yaitu Rasulullah SAW pada 12 Rabiulawal dan RA Kartini 21 April. Mereka diperingati hari lahirnya karena menandai sejarah kehidupan. ''Supaya kiai-kiai diperingati haulnya sebaiknya istiqamah jangan pindah-pindah profesi,'' katanya disambut tawa hadirin. Ketika muncul berita jamaah haji di Arafah kelaparan, Gus Mus mengaku mendapat kiriman banyak SMS. Tapi di antara yang mengeluh, protes bahkan demo, ada juga jamaah haji yang istiqamah. ''Ya mungkin karena hajinya akbar sehingga ujiannya juga akbar. Jadi di Tanah Suci pun masih banyak yang istiqamah,'' katanya. Senada dengan Gus Mus, Wagub Ali Mufiz mengajak umat untuk meneladani perjuangan KH Abdurrahman dalam memimpin umat. Mengasuh pondok pesantren secara turun temurun seperti di Futuhiyyah menurutnya bukan pekerjaan yang gampang. (B13-64) [Non-text portions of this message have been removed]
