Keluarga Yang Tentram Dan Bahagia

Kualitas manusia akan diketahui dan teruji hanya setelah mereka hidup 
berpasangan, karena dalam hidup berpasangan akan dapat diketahui 
kualitas, kapasitas dan sifat-sifat kemanusiaannya. Dalam hidup 
pernikahan itulah seseorang teruji kepribadiannya, tanggung jawabnya, 
keibuannya, kebapakannya,  perikemanusia­annya, ketangguhannya, 
kesabarannya dan seterusnya. Begitu besar makna hidup berumah tangga 
sampai Nabi mengatakan bahwa di dalam hidup berumah tangga sudah 
terkandung  separuh urusan agama. Separoh yang lainnya tersebar pada 
berbagai bidang; sosial, ekonomi, politik, kebudayaan dst.

Dalam surat ar Rum 21 tadi disebutkan bahwa Allah menciptakan manusia 
dengan setting berpasangan dalam hidup perkawinan agar pasangan itu 
memperoleh ke­tenteraman, memperoleh sakinah.

Dalam al Qur'an manusia disebut dengan istilah basyar dan insan. 
Basyar artinya manusia dalam pengerti­an persamaan fisik. Sedangkan 
insan mengandung pengertian psikologis. Kata insan terambil dari kata 
nasia yansa yang artinya lupa, dari kata `uns yang artinya mesra, 
juga dari kata anasa  yanusu yang artinya bergejolak. Jadi manusia 
pada dasarnya adalah makhluk yang memiliki tabiat mesra, tetapi suka 
lupa dan memiliki gejolak ke­inginan yang tak pernah berhenti. Selagi 
manusia dalam keadaan lupa diri dan dalam pengaruh gejolak ke­
inginannya, maka ia tidak dapat merasakan ketenangan dan ketenteraman 
hidup. Nah dalam hidup berpasangan suami isteri itulah dimaksud 
supaya manusia me­nemukan  ketenteraman, yang diperindah dengan 
kemesraan. Rumah tangga yang ideal itu bagai­kan lautan tak  bertepi, 
segala ketegangan, kegelisahan, kecemasan, kesepian dan kelelahan 
akan hilang jika orang berlabuh dalam pelabuhan cinta mesra suami 
isteri.

Apakah otomatis? tidak, sudah barang tentu tidak, tergantung apakah 
persyaratannya itu dipenuhi atau tidak. Menurut hadis Nabi, suatu 
rumah tangga akan mem­peroleh ketenteraman dan kebahagiaan manakala 
dipenuhi pilar-pilarnya: 
Artinya : Jika Allah menghendaki suatu rumah tangga itu baik, maka 
Allah akan memudahkan terciptanya ke­adaan-keadaan sebagai  berikut:
1. Ada kecenderungan kepada  agama di dalam rumah tangga itu,
2. Yang muda menghormati  yang tua, 
3. Di dalam kehidupan sehari-hari mereka  bergaul secara lemah 
lembut, 
4. Sederhana dalam membelanjakan harta,
5.Mau interospeksi sehingga mereka mudah bertaubat. (H.R. Dailami)

Wassalam,
agussyafii
http://agussyafii.blogspot.com


Kirim email ke