Media Indonesia, 03 September 2006
RESENSI ยป Buku
Menelisik Jejak Rekam Bangsa Yahudi
Oleh: Syaiful Bari
Judul : The Underground Reporter
Penulis : Kathy Kacer
Penerbit : Kanisius, Yogyakarta
Cetakan : Pertama, 2006
Tebal : 216 halaman
MAZ I Dimont dalam karyanya God, Jews, and History menyatakan bahwa sejarah
Yahudi adalah sejarah penderitaan dan penindasan. Tidak ada bangsa di dunia
yang mengalami perjalanan sejarah seburam Yahudi. Meminjam istilah Ibnu Burdah,
sejarah Yahudi adalah struggle for survive.
Novel The Underground Reporter ini menyajikan kisah nyata penderitaan
orang-orang Yahudi di Kota Budejovice, 150 km sebelah selatan Praha, ibu kota
negara yang dulu bernama Cekoslovakia (sekarang Cheska). Penderitaan itu
berawal ketika ribuan tentara Nazi yang terkenal sangat kejam memasuki
kota-kota di Cekoslovakia dan menyatakan bahwa negara itu menjadi bagian
pendudukan Jerman di bawah pimpinan Adolf Hitler. Peristiwa itu terjadi pada
tanggal 15 Maret 1939.
Kathy Kacer, penulis kisah nyata ini, menceritakan bahwa sejak saat itulah
keluarga-keluarga Yahudi di Budejovice ketakutan setengah mati. Sebab, Hitler
dan pasukan Nazi terkenal sangat membenci orang-orang Yahudi. Jerman telah
mengalami kesulitan ekonomi yang parah sejak kalah pada Perang Dunia I. Saat
itu, banyak orang dipecat dari pekerjaannya dan mereka harus berjuang keras
mencari nafkah.
Hitler menuding orang-orang Yahudi sebagai penyebab seluruh kesulitan yang
dialami bangsa Jerman.
Di Budejovice, seperti halnya di semua tempat lain di wilayah Eropa, siaran
radio hanya berisi pidato-pidato Hitler. Ia menyatakan bahwa orang-orang Yahudi
adalah setan yang harus dienyahkan dari muka bumi. Hasilnya, banyak orang
Jerman yang terbujuk oleh Hitler, yang menjanjikan kemakmuran dan kesempatan
kerja yang lebih baik, tentu kalau mereka berhasil menyingkirkan orang-orang
Yahudi. Apalagi, bagi yang tidak mendukung Hitler, akan terancam keselamatannya.
Setahun sebelum tentara Nazi masuk ke Cekoslovakia, Hitler pernah mengancam
akan mengobarkan perang di Eropa, kecuali jika sebuah wilayah di perbatasan
Cekoslovakia yang bernama Sudetenland diserahkan kepadanya. Dengan kekuatan
yang kecil, Cekoslovakia tidak mampu mempertahankan wilayah tersebut. Untuk
keperluan
itu, para petinggi Inggris dan Prancis mengadakan konferensi di Munich,
Jerman pada tanggal 29 September 1938 untuk membicarakan masalah tersebut.
Seperti yang dikisahkan Kathy Kacer, tidak ada satu pun negara yang
menginginkan perang. Karena itu, mereka yakin jika menyerahkan Sudetenland pada
Jerman, Hitler akan merasa puas. Sudetenland akhirnya diserahkan kepada Hitler
dengan perjanjian damai yang diberi nama Perjanjian Munich. Hanya, Hitler tidak
mau begitu saja menaati perjanjian itu. Ia terus menginginkan semakin banyak
daerah jajahan yang tunduk di bawah kekuasaannya, termasuk seluruh wilayah
Cekoslovakia (hlm 45).
Pusat otoritas
Jatuhlah Cekoslovakia ke tangan Nazi. Berbagai aturan dan larangan
diberlakukan. Swastika, lambang Nazi, tampak di depan setiap gedung untuk
memperingatkan orang Yahudi supaya menjauh. Simbol dengan warna gelap itu
adalah kekuatan untuk mengucilkan orang Yahudi di berbagai tempat di wilayah
itu. Bersamaan dengan tanda Swastika, di toko-toko dan gedung-gedung
perkantoran terpampang spanduk dengan tulisan Juden Eintrit Verboten! (orang
Yahudi dilarang masuk).
Lebih dari itu, dimulailah jam malam, di mana sejak jam delapan malam
orang-orang Yahudi dilarang berkeliaran. Sekolah diliburkan, saluran radio
dikuasai Nazi, orang-orang Yahudi tidak boleh pergi ke luar negeri, apartemen
milik orang Yahudi diambil alih, sinagoga dihancurkan, semua alat-alat musik
milik orang Yahudi
diserahkan kepada penguasa Nazi, dan orang-orang Yahudi tidak boleh bekerja
mencari nafkah. Yang menyedihkan, tempat bermain anak-anak pun ditutup.
Di setiap kota yang didudukinya, Nazi selalu membentuk pusat otoritas
komunitas Yahudi untuk mengawasi orang-orang Yahudi. Di Budejovice, pusat
otoritas itu disebut dengan Dewan Kile. Kile sendiri berasal dari bahasa
Yahudi, kehilot yang berarti komunitas. Anggotanya juga terdiri dari beberapa
orang Yahudi yang berwibawa. Kile mengorganisasi kegiatan sosial orang-orang
atau komunitas Yahudi
di Budejovice. Setelah kedatangan Nazi tahun 1939, Kile menjadi dewan yang
bertanggung jawab menyampaikan pesan-pesan Nazi kepada orang-orang Yahudi (hlm
65).
Melalui Dewan Kile inilah, para orang tua Yahudi meminta agar anak-anak
mereka kembali diizinkan bermain di tempat khusus. Tak disangka-sangka,
ternyata permintaan mereka dikabulkan. Mungkin Nazi berpikir bahwa kalau hanya
memberi anak-anak tempat bermain pasti tidak akan membahayakan. Tempat bermain
itu berupa sebidang tanah kosong dekat Sungai Vltava. Tempat inilah yang
menjadi pusat bermain dan berkumpul anak-anak Yahudi. Hubungan persaudaraan
antaranak Yahudi
terbentuk di situ.
Yang menarik, di tempat inilah perlawanan terhadap kediktatoran Nazi dimulai.
Di bulan Agustus 1940, di tempat ini, Ruda Stadler memberanikan diri membuat
majalah tiga halaman yang kemudian diberi nama Klepy (gosip). Awalnya majalah
yang digarap sendiri oleh Ruda ini hanya diorientasikan untuk mengusir
kejenuhan anak-anak
Yahudi yang hanya bermain dan bermain. Tapi, lama kelamaan majalah ini
mendapat respons positif dan memiliki banyak reporter. Seperti, Karli Hirsch,
Rudi Furth, Jiri Furth, Reina Neubauer, John Freund, dan lainnya.
Perubahan orientasi
Berubahlah majalah Klepy yang awalnya hanya bertujuan untuk mengusir
kejenuhan anak-anak Yahudi menjadi majalah yang bertujuan membangun solidaritas
orang-orang Yahudi, mengungkapkan kebanggaan menjadi anak muda Yahudi,
memotivasi perjuangan, dan mengkritisi aneka kebijakan Nazi yang represif. Tapi
akhirnya, majalah ini harus gulung tikar pada bulan September 1941 karena
kekuasaan Nazi makin represif.
Para reporter bawah tanah dibuat takut dengan kekejaman Nazi yang makin hari
bertambah meningkat.
Kondisi makin buruk ketika musim gugur tahun 1941, Hitler menetapkan
rencananya untuk membunuh semua orang Yahudi yang ada di Eropa. Kamp-kamp
konsentrasi didirikan di Jerman dan Polandia. Kamp-kamp tersebut digunakan
sebagai penjara untuk membunuh orang-orang Yahudi sebanyak dan secepat mungkin.
Kalau sebelumnya
orang-orang Yahudi di Budejovice hanya mendengar pembantaian Nazi dari
tempat-tempat yang jauh, maka di tahun itu mereka harus mengalami sendiri
penderitaan. Penderitaan itu terus berlanjut sampai tahun 1945 saat Nazi
dipukul mundur oleh Amerika Serikat dan sekutunya.
SYAIFUL BARI, peminat buku, tinggal di Yogyakarta.
---------------------------------
Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited.
[Non-text portions of this message have been removed]