Pikirkan Yang Kau Lihat
Oleh : Mochammad Moealliem
Apa yang sedang anda pikirkan saat ini? Kalau boleh saya mengira anda sedang
memikirkan maksud tulisan saya ini, itupun jika anda dapat melihat tulisan saya
dan menggunakan otak untuk mencernanya, sebab belum tentu orang membaca dan
memikirkan sesuatu yang dibacanya, seperti halnya ketika anda membaca surat
cinta, padahal yang tertulis "engkaulah arjuna".
Kita semua telah tahu bahwa Jakarta kebanjiran, bahkan dunia internasional
tahu kalau ibukota Negara Indonesia dilanda kebanjiran, tapi apakah kita telah
berpikir atas hal tersebut? Tentunya jawaban kita berbeda, ada yang berpikir
ada yang tidak, dan orang yang berpikir pun berbeda, ada yang berpikir tentang
rumahnya yang tenggelam, ada yang berpikir menyewakan rumah, bahkan ada yang
berpikir menggerayangi rumah yang ditinggal ngungsi, dan lain sebagainya.
Sekarang mari kita tanya diri kita ini, apakah kita sudah berpikir atas yang
kita lihat? Ketika kita melihat sampah dikamar, apakah kita telah berpikir
bahwa sampah itu harus ditempatkan pada tempatnya? Ketika kita melihat
pengemis, sudahkah kita berpikir bagaimana memperlakukan mereka? Bukankah
dengan berpikir kita akan tahu bahwa Allah memberikan anugerah yang tak
terhingga kepada kita.
Allah berfirman : "Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap
dirinya bersih ? . Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan
mereka tidak aniaya sedikitpun. Perhatikanlah, betapakah mereka mengada-adakan
dusta terhadap Allah ? Dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata" QS :
4 : 49-50.
Mungkin sering kita melihat orang-orang yang sedang bertengkar, saling
menyesatkan antara satu dengan lainnya, bahkan mengkafirkan sesama sambil
mencuri hak tuhan, hanya demi kehormatan diri, kelompok, madzhab, partai, dan
lain sebagainya. Allah menyuruh kita melihat orang-orang yang merasa bersih
itu, padahal mereka belum tentu suci dan bersih, dan Allah mensucikan
orang-orang yang dikehendaki, maka lihatlah orang-orang yang merasa lebih baik
dan menghina orang lain, atau bahkan memaksa kita untuk mengikuti mereka.
Perhatikan dan pikirkan apa saja yang engkau lihat, namun buah pikiran itu
jangan cuma menjadi angin lalu, namun marilah kita lakukan penerapan pemikiran
kita, pernah saya membaca, hadith aw kama qola "orang yang tahu dan mengamalkan
pengetahuannya, serta mengajarkan pengetahuan itu kepada yang lain, maka Allah
akan memberi pengetahuan baru".
Banyak dari kita yang telah berpikir atas apa yang dilihatnya, namun hanya
untuk dijual demi mendapatkan duniawi semata, dan dia sendiri tak mengamalkan
pemikiran yang iya usung, ironis memang jika banyak dari kita rela menjadi
munafik, seolah-olah baik namun berhati rakus, maka tak heran jika muncul
istilah ulama' su' (Ilmuwan Busuk), bahkan mencuri titel ulama meskipun tak
memenuhi standar keilmuwan yang seharusnya.
Bangkitlah engkau wahai kawanku!
Jangan biarkan selimut menghimpit pikiranmu!
Bersihkan pakaianmu!
Sucikan hatimu!
Rapikan kamarmu!
Jernihkan pikiranmu!
Hurufkan dan amalkan idemu!
Alliem,
Selasa, 13 Februari 2007
Berusaha bangkit kembali
Kunjungi
http://k.domaindlx.com/allim/
Kritikmu harapanku
Pingin jadi kawanku, silahkan gabung di
http://tech.groups.yahoo.com/group/kang_guru/
Bersama menuju bahagia
---------------------------------
Food fight? Enjoy some healthy debate
in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A.
[Non-text portions of this message have been removed]