Apakah para kiai itu terlalu ikhlas sehingga tidak perlu publikasi ?
apakah para kiai itu terlalu ikhlas sehingga tidak perlu orang lain tahu.
yang penting memberi terbaik untuk ummat & selanjutnya terserah gusti Allah
?

ataukah

para kiai (dan kita) tidak bisa mempublikasikan kegiatan sehingga sering
luput dari publikasi publik ?

sebagai pembanding, belum lama ini banyak sekali pemberitaan di
detik.comtentang aksi sosial PKS di daerah banjir. atau juga Indopos
yang berjalan
bareng dengan PKPU.

On 2/14/07, kader cikarang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Silaturahmi Kiai kiai Pesantren
>
> Oleh: KH. A. Mustofa Bisri
>
>
> Silaturahmi Kiai-kiai Pesantren bersama KH. DR. MA. Sahal Mahfudz di
> pesantren Edi Mancoro desa Gedangan Tuntang Salatiga, pada hari Sabtu 10
> Februari 2007 yang lalu, selain dihadiri oleh sekitar 200 kiai pesantren
> dari berbagai daerah di Indonesia, juga dihadiri oleh Menteri Agama RI dan
> Gubernur Jawa Tengah. Dari tokoh pesantren yang kebetulan menjadi pengurus
> PBNU, selain KHM DR Ahmad Sahal Mahfudz, hadir KH DR Hasyim Muzadi, KH DR
> Maghfur Usman, KH Sadid. Dari Jawa Timur, tampak hadir antara lain KH
> Masduqi Mahfudz dan KH Miftahul Ahyar. Beberapa kiai sepuh lain yang siap
> hadir seperti KH Abdullah Faqih Langitan, KH Idris Marzuqi Lirboyo, dan KH
> Nurulul Huda Ploso, berhalangan hadir karena sakit.
>
>
>
> Dari Jawa Barat hadir antara lain KH DR Thonthowy Djauhari Musaddad dan
> KH.
> Aqshal Amri. Dari Jawa Tengah, selain shahibul bait KH Machfudz Ridwan,
> hadir antara lain pemimpin tertinggi Thariqah Mu'tabarah Indonesia KH.
> Habib
> Luthfi bin Yahya, KH Sya'roni Ahmadi Kudus, KH. Dimyathi Rois Kaliwungu,
> KH.
> Zaim Achmad yang kebetulan ketua RMI Jawa Tengah; dll. Juga hadir
> kiai-kiai
> pesantren dari DIY, Lampung, Aceh, Sulawesi, dan NTB.
>
>
> Silaturahmi dengan tema "Ulama sebagai Penggerak Simpul Panduan Utama
> Bangsa
> bagi Kemaslahatan Umat" itu luput dari liputan pers. Hal ini mungkin
> karena
> tempatnya yang di pelosok desa; mungkin juga karena dianggap kurang
> menarik
> dibanding banjir di Ibu kota, flu burung, dan protesnya anggota-anggota
> DPRD
> terhadap pembatalan rapelan mereka.
>
>
> Pertemuan para kiai pesantren yang sengaja tidak mau mengganggu dan
> mengundang mereka yang masih sedang sibuk urusan politik praktis itu,
> ternyata mengeluarkan taushiah yang sarat dengan nuansa 'politis'.
> Taushiah
> ditujukan kepada berbagai pihak.
>
>
> Kepada Pemerintah, meminta perhatian terhadap hal-hal sebagai berikut:
>
>    1. Pendidikan Nasional selama ini dirasa masih lebih menekankan kepada
>    sisi intelektual dan kurang memperhatikan nilai-nilai moral dan
> sendi-sendi
>    akhlakul karimah. Hilangnya rasa malu, merebaknya rasa tega, maraknya
> tindak
>    kekerasan, serta kenakalan orangtua dan remaja; merupakan sebagian
> indikasi
>    dari hal tersebut. Karena itu hendaknya menjadi perhatian yang serius
> dari
>    pemerintah.
>    2. Banyaknya bencana alam dan sosial hendaknya dimaknai sebagai
>    peringatan keras dari Allah SWT dan ini mestinya mendorong semua pihak
> untuk
>    kembali kepadaNya, bertobat, mawas diri, dan lebih mendekatkan diri
>    kepadaNya. Pemerintah, di samping upaya meningkatkan managemen
>    penanggulangan bencana dan pendidikan sadar bencana, juga perlu
> melakukan
>    tobat nasuha secara nasional.
>    3. Kerusakan alam karena ulah manusia telah mencapai tingkatan serius
>    dan membahayakan. Pemerintah diminta untuk lebih tegas menegakkan
> peraturan
>    dan perundang-undangan yang ada untuk memberikan kesempatan bagi bumi
>    menyembuhkan luka-lukanya, menjamin kelestarian alam, dan keselamatan
>    manusia.
>    4. Penegakan hukum seharusnya dipelopori dan diteladankan oleh penegak
>    hukum dan orang-orang yang mengerti hukum, sehingga supremasi dan
> kepastian
>    hukum menjadi nyata bagi senua pihak.
>
>
> Kepada Nahdlatul Ulama, badan otonom, lembaga, dan lajnahnya, diingatkan
> bahwa situasi masyarakat dan bangsa seperti sekarang ini, membutuhkan
> khidmah dan kiprah semua jajaran Nahdlatul Ulama secara jelas dan terarah
> dengan antara lain:
>
>    1. Menegaskan posisinya sebagai pembawa missi Islam yang rahmatan lil
>    'aalamiin dan menegaskan kembali pemihakannya kepada umat.
>    2. Mengkaji dan meneliti produk kebijakan publik dan implikasinya bagi
>    masyarakat untuk menjamin terpenuhinya hak rakyat dan tidak adanya
> kebijakan
>    publik yang merugikan umat.
>    3. Mengambil posisi dan peran dalam memperbaiki keadaan (istishlaahu
>    an-naas) dengan lebih mementingkan tindakan konkret katimbang sekedar
>    wacana.
>
> Mengenai NU yang didirikan oleh para kiai pesantren, Silaturahmi Kiai-kiai
> Pesantren mengharapkan sinergi yang lebih baik antara NU dan pesantren
> dalam
> rangka mendayagunakan khidmah terhadap umat, bangsa, dan Negara. NU dan
> pesantren juga diharapkan membuka diri tanpa harus kehilangan prinsip yang
> diyakini.
>
>
> Kepada kiai, da'i/mubalig, Silaturahmi Kiai-kiai Pesantren memberi
> taushiah
> antara lain:
>
>    1. Selain menelaah kitab Allah SWT, Sunnah Rasulullah dan kitab-kitab
>    mu'tabarah, hendakna mengembangkan pemahaman yang kontekstual.
>    2. Menghadapi budaya local, kiai dan da'i/mubalig hendaknya mengikuti
>    pola-pola dan gerakan yang telah dipraktekkan oleh Walisongo dalam
> melakukan
>    dakwahnya. Hal ini penting antara lain untuk menghindari benturan
> antara
>    Islam di satu sisi dan budaya local di sisi lain.
>    3. Para kiai dan da'i/mubalig hendaknya terus menerus melakukan
>    muhasabah, mawas diri, terutama mengenai kedudukan dan peran utama
> mereka
>    dalam masyarakat pada khususnya. Perlu diingatkan bahwa kondisi
> sekarang ini
>    sangat membutuhkan uswah hasanah, keteladanan terutama dari mereka.
>    4. Para kiai dan da'i/mubalig hendaknya terus menjalin silaturahmi
>    dengan senantiasa mengupayakan adanya tafahum, saling memahami, dan
> kesatuan
>    langkah antar mereka; menghindarkan diri dari pilihan sikap yang dapat
>    membingungkan dan meresahkan umat.
>
>
> Kepada masyarakat dan para pemimpin, Silaturahmi Kiai-kiai Pesantren
> mengingatkan bahwa:
>
> 1.        Hubbuddunya ra'su kulli khathii'atin, kecintaan yang berlebihan
> kepada dunia (materi/kedudukan) terbukti menjadi sumber kesalahan dan
> kerusakan (KKN, keserakahan, pertikaian, dsb). Karena itu, semua pihak
> –khususnya para pemimpin—diminta segera mengoreksi dan mengubah pandangan
> mereka terhadap dunia (materi/kedudukan) tersebut menjadi lebih
> proporsional
> dengan menempatkannya sebagai sekedar fasilitas bagi membangun
> kemaslahatan.
>
>
> 2.        Keteguhan pada Ke-Indonesia-an hendaknya lebih dikuatkan dengan
> mengembangkan prinsip ukhuwwah Islamiyah baik dalam ranah keagamaan,
> kebangsaan, dan kemanusiaan, dengan mengembangkan sikap kemasyarakatan:
> tawasshuth (sikap tengah), i'tidal (jejeg; menegakkan ukuran obyektif),
> tasamuh (tenggang rasa; toleransi), ta'awun (gotong-royong), tawazun
> (keseimbangan), serta amar makruf-nahi munkar secara makruf.
>
> 3.        Menyikapi tekanan hidup yang berat dewasa ini, para kiai
> Pesantren
> mengajak masyarakat dan para pemimpin untuk meningkatkan kesabaran dengan
> bekerja bersungguh-sungguh di jalan yang halal, tidak gampang marah, dan
> menghindarkan tindak-tindak kekerasan apa pun alasannya. Selalu menjaga
> kerukunan dengan memahami bahwa perbedaan pendapat dan sikap adalah fitri
> dan manusiawi; jangan sampai dijadikan alasan untuk bermusuhan.
>
>
> Para kiai pesantren yang umumnya orang desa dan jauh dari pusat
> komunikasi,
> minimal mereka yang berkumpul di desa Gedangan Tuntang Salatiga, telah
> menyampaikan urun rembug. Suara mereka mungkin dianggap kurang penting
> untuk
> didengarkan, namun melihat keikhlasan mereka terhadap negeri ini dan
> umatnya
> serta keprihatinan mereka terhadap kondisi carut marut dewasa ini, saya
> terdorong untuk menjadi 'pengeras suara' mereka. Siapa tahu ada
> manfaatnya.
> []
>


[Non-text portions of this message have been removed]



______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke