Sebenarnya mau no comment.
Tapi begitu disebut nama mbak Nina, saya langsung
teringat beliau sewaktu sekitar 10 tahun yl saya masih
dosen muda berdampingan dengannya yang lebih senior
menatar mahasiswa baru.

Buat mas Ade, salam buat mbak Nina ya, sampai sekarang
saya sangat mengagumi kualitas intelektualitas dan
caranya bertutur. Jujur, 10 yl lalu itu saya minder
abis. Tapi mbak Nina sedikitpun tidak memandang
sebelas mata kepada saya.
Sukses buat mbak Nina selalu. 
Semoga masih di FISIP UI bersama mas Ade...:)

asep


--- Kinantaka <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>
http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=perspektif%7C-49%7CX
> 
>  Berpoligami di Hari Kasih Sayang
> 
> 
> Oleh: Adriana Venny
> 
> Berikut adalah sms saya terakhir kepada Ade Armando,
> Dosen FISIP UI, salah
> satu anggota Komisi Penyiaran Indonesia, penulis
> Jurnal Perempuan,
> narasumber dalam sosialisasi YJP tentang "Remaja
> Perempuan Melek Media" dan
> narasumber kampanye 16 hari "Anti Kekerasan terhadap
> Perempuan":
> 
> Selasa, 13 Februari 2007: sms ke No. HP Ade Armando:
> 0818-1794…
> 
> *Halo Mas Ade, ini Venny dari YJP, maaf saya mau
> nanya apa benar Mas Ade
> berpoligami?*
> 
> *Dijawab dari No. HP Ade Armando:*
> 
> *Benar.*
> 
> Sms saya selanjutnya:
> 
> *Sejak kapan? Kok Mas Ade tega banget sih? Apa itu
> berarti anda tidak akan
> memperjuangkan lagi isu perempuan di KPI?*
> 
> ….
> 
> Rabu pagi, 14 Februari 2007
> 
> *Jawaban dari No.HP Ade Armando:*
> 
> *Maaf baru baca. Kalau anda menganggap saya jahat,
> tentu saya nggak bisa
> bilang apa2. Masing2 orang punya jalan hidup
> masing2. Oh ya saya dalam waktu
> dekat nggak di KPI lagi.*
> 
> Sms saya selanjutnya:
> 
> *Bukan salah anda Mas. Ini salah UU Perkawinan di
> Indonesia yang tidak
> seperti di negara2 lain melarang poligami untuk
> melindungi hak perempuan.
> Doakan perjuangan kami Mas. Salam untuk Mbak Nina.*
> 
> *Jawaban dari No.HP Ade Armando:*
> 
> *Terimakasih. Saya doakan anda semua.*
> 
> Sms saya selanjutnya:
> 
> *Mudah-mudahan amandemen UU Perkawinan berhasil dan
> kami tidak perlu lagi
> kehilangan penulis JP yang bagus seperti anda.*
> 
> ….
> 
> Nampaknya itulah salam perpisahan kami dengan
> seorang ex feminis laki-laki,
> meski itu bukan perpisahan yang pertama. Beberapa
> tahun lalu kami juga
> terpaksa mengucap selamat jalan kepada Masdar
> Mar'soedi, seorang *public
> figure* laki-laki yang memahami gerakan perempuan,
> namun lalu memutuskan
> untuk berpoligami.
> Kenapa kami terpaksa harus mengucapkan selamat
> tinggal adalah karena
> kepercayaan gerakan perempuan bahwa praktek poligami
> melanggar hak-hak
> perempuan dan hak asasi manusia secara universal.
> Yakni bahwa:
> 
>  *Negara harus membuat peraturan-peraturan yang
> tepat termasuk pembuatan
> undang-undang untuk mengubah dan menghapuskan
> undang-undang,
> peraturan-peraturan, kebiasaan-kebiasaan, dan
> praktek-praktek yang
> diskriminatif terhadap wanita.*
> 
> (Pasal 2f UU RI No.7 tahun 1984 tentang Pengesahan
> Konvensi mengenai
> Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap
> Wanita-CEDAW)
> 
> *Negara peserta wajib membuat peraturan yang tepat
> untuk mengubah pola
> tingkah laku social dan budaya pria dan wanita
> dengan maksud untuk mencapai
> penghapusan prasangka-prasangka, kebiasaan-kebiasaan
> dan segala praktek
> lainnya yang berdasarkan atas inferioritas atau
> superioritas salah satu
> jenis kelamin atau berdasarkan peranan stereotip
> bagi pria dan wanita.*
> 
> (Pasal 5a UU RI No.7 tahun 1984)
> 
> *Setiap manusia dilahirkan bebas dan sama
> kedudukannya dalam martabat dan
> hak.*
> 
> (Pasal 1 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia)
> 
> Pertanyaan selanjutnya: bagaimana dengan orang biasa
> jika seorang yang
> sehari-harinya mengajar di universitas terkemuka,
> mengenyam pendidikan
> tinggi di manca negara, bahkan ahli di isu
> kesetaraan gender pula, menjawab
> alasan berpoligami yang paling dangkal yaitu bahwa
> masing-masing orang punya
> jalan hidup sendiri-sendiri.
> 
> Hal lain yang biasanya yang menjadi alasan laki-laki
> Indonesia untuk
> berpoligami adalah ingin punya anak atau anak
> laki-laki. Seolah-olah
> komitmen, cinta, kesetiaan, bukanlah satu hal yang
> layak diperjuangkan. Dan
> tidak ada apa-apanya dengan obsesi punya anak
> kandung atau bahkan dibanding
> nafsu syahwat yang paling-paling cuma 2 menit
> berereksi: tidak beda jauh
> dengan kambing atau monyet.
> 
> Pertanyaan yang lalu menjadi absurd di hari kasih
> sayang: Apakah kita memang
> tidak bisa menuntut kesetiaan laki-laki, sementara
> perempuan justru selalu
> dituntut untuk setia? Lalu cinta macam apa yang
> seperti itu? Cinta yang
> selalu menuntut pengorbanan perempuan tapi tidak
> menuntut apapun dari
> laki-laki, adalah cinta yang mengerikan.
> 
> Jika demikian, waspadalah wahai para perempuan.
> Karena ternyata konsep cinta
> yang selama ini kita pahami adalah timpang dan
> merugikan. Cinta yang menjadi
> dasar perkawinanpun tidak cukup melindungimu dari
> praktek ini, buktinya UU
> Perkawinan di Indonesia memperbolehkan kali-laki
> berpoligami, itu mengapa UU
> tahun 1970 ini sangat mendesak untuk diamandemen.
> Sebelum kekasihmu yang
> sekarang ini suatu saat akan menuntut untuk boleh
> berpoligami.
> 
> Namun sayapun salut karena masih ada beberapa
> laki-laki Indonesia yang
> selalu setia dengan pasangannya sampai selamanya
> apapun yang terjadi, meski
> tidak punya anak, bahkan meski pasangannya sakit
> keras. Sayangnya jumlahnya
> hanya satu dari sejuta. Namun satu dari sejuta itu
> lalu memberi makna yang
> terdalam bagi kita sebagai manusia. Bahwa
> nilai-nilai cinta, kesetiaan, rasa
> hormat dan saling menghargai jauh lebih berharga
> ketimbang nafsu untuk kawin
> lagi.
> 
> Karenanya tidak terlalu berlebihan jika hari kasih
> sayang tahun ini kita
> persembahkan bagi para laki-laki yang masih
> menggunakan akal sehatnya, yang
> tetap berkomitmen untuk setia, menghormati
> pasangannya dan percaya bahwa
> jalinan kasih sayang hanya bisa terwujud dalam
> relasi yang setara.*
> 
> 
> 
> Adriana Venny, Direktur Eksekutif Yayasan Jurnal
> Perempuan
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 
> 
>
______________________________________________________________________
> http://www.numesir.org untuk informasi tentang
> Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau
> info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
>
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika
> karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini
> silakan kirim email ke: 
> [EMAIL PROTECTED] 
> 
=== message truncated ===


&#3626;&#3635;&#3632; &#3607;&#3635; &#3649;&#3649;&#3634;


 
____________________________________________________________________________________
Never miss an email again!
Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives.
http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/

Kirim email ke