Silarurrahim “Kiai Kampung” Dihadiri Ribuan Warga 
Ahad, 18 Februari 2007 13:13 
  Jakarta, NU Online
Lebih dari empat ribu warga masyarakat menghadiri acara silaturrahim yang 
digelar oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan bangsa (DPP PKB) di 
komplek Pesantren Ciganjur, Jakarta Selatan, yang diasuh oleh Ketua Dewan Syuro 
DPP PKB KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Ahad (18/2). Forum yang sebelumnya 
disebut sebagai pertemuan para kiai kampung itu dihadiri oleh para pengurus 
masjid, musholla dan majelis ta’lim se-Jabotabek dan perwakilan dari pengurus 
wilayah PKB Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogyakarta dan Jawa Timur.
   
  “PKB melayani para kiai-kiai kampung yang selama ini tidak didengarkan. Kita 
berharap pertemuan semacam ini berlanjut sampai ke cabang-cabang,” kata Ketua 
Dewan Tanfidz DPP PKB Muhaimin Iskandar saat memberikan sambutan.
   
  Acara silaturrahim itu diberi tajuk “Majelis Silaturrahim Ulama Rakyat dan 
Ngaji Bersama Gus Dur.” Sejumlah kiai hadir memimpin istighatsah dan doa 
bersama antara lain KH Nuril Huda yang juga ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul 
Ulama (LDNU), KH Lukman Hakim, KH Ali hanafiyah, KH. Hamdun, KH Abdul Aziz 
Mansyur, KH Jamaluddin Bustomi, KH Manarul Hidayat, dan KH Aminullah Muchtar. 
Sementara doa pamungkas dipimpin oleh Tuan Guru Turmudzi dari Nusa tenggara 
Barat.
   
  Beberapa artis ibu kota seperti Rano Karno, Basuki dan Akri Patriyo juga 
hadir memeriahkan acara dan menghibur hadirin. Acara inti “Ngaji bersama Gus 
Dur” dipandu oleh pelawak Akri Patrio yang tampil dengan guyonan-guyonan 
andalannya. “Saya ini memang pelawak tapi Gus Dur itu embahnya pelawak,” kata 
Akri mengawali pengajian. 
   
  Istilah kiai kampung itu sendiri, kata Gus Dur saat memberikan pengajian, 
tidak dibuat secara khusus untuk acara silaturrahim kali ini. Menurut Gus Dur 
iatilah kiai kampung itu muncul saat digelar pengajian di Nganjuk, Jawa Timur, 
beberapa hari yang lalu yang juga dihadiri oleh ribuan warga dan para kiai 
kampungnya.
   
  “Bukan saya yang mengatakan ada kiai begini dan begitu. Kalau ada yang 
menganggap saya membuat dikotomi antara kiai kampung dan kiai sepuh itu konyol. 
Itu namannya tidak tahu asbabun nuzul-nya. Kalau ada istilah kiai kampung dan 
kiai sepuh ya memang sudah ada begitu,” kata Gus Dur disambut tawa hadirin.
   
  Dikatakan forum silaturrahim di Pesantren Ciganjur yang rencananya akan 
diadakan tiga bulan sekali itu bertujuan untuk menampung aspirasi masyarakat 
terutama dari para kiai dan pemimpin masyarakat yang selama ini hampir tidak 
didengar suaranya oleh para wakil rakyat. Sementara, kata Gus Dur, para ulama 
kenamaan yang sering muncul di televisi telah dikapitalisasi oleh industri 
hiburan sehingga lebih sering menjadi tontonan dari pada menjadi penyampai 
lidah ummat. (nam)

                
---------------------------------
 All New Yahoo! Mail – Tired of unwanted email come-ons? Let our SpamGuard 
protect you.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke