Kembali ke Alam
  Mawlana Syekh Nazhim Adil al-Haqqani qs
  Dari buku The Path to Spiritual Excellence

  www.mevlanasufi.blogspot.com
   
  
Bismillah hirRohman nirRohim
   
  Manusia sekarang dipaksa untuk kembali ke alam.  Peradaban di abad kedua 
puluh membuat mereka lari dari alam, bahkan melawannya dengan merusaknya. 
Antara lain dengan pabrik-pabrik yang bodoh yang menghamburkan sumber daya alam 
dengan bodohnya.  Sekarang Tuhan menghukum umat manusia, cukuplah sudah!  
Samudra telah mati, apa itu?  Untuk apa?  Untuk pemborosan segala macam.  Itu 
adalah prinsip dasar ekonomi: suplai cepat, pemborosan cepat.  Alam tak lagi 
dapat mensuplai manusia yang bodoh sekarang ini. 
   
  Oleh sebab itu, Tuhan akan menghukum mereka, sehingga orang harus menghemat
  bahkan untuk segelas air, dan tidak memboroskannya.  Ini akan terjadi di masa 
kita.  Untuk mencuci satu gelas mereka membuka keran dan memboroskan setengah 
galon air. 
  Mereka harus belajar. Kalian harus menerapkan hal ini untuk segala hal: 
jangan boros dengan segala sesuatu.  Kalian harus belajar dan berusaha untuk 
kembali ke alam, sehingga alam tidak menentang kalian.  Bila kalian membuat 
perdamaian dengan alam, alam akan membantu hidup kalian.  Kemudian 
penyakit-penyakit yang fatal yang mereka klaim belum ada obatnya nanti akan 
hilang.  
   
  Lihatlah kota-kota yang padat di mana-mana.  Di milenium ketiga akan mustahil 
untuk tinggal di kota-kota itu.  Orang harus pergi ke daerah pedesaan, gali 
sumur dan gunakan sumur itu.  Dan kalian tidak boleh membuang lemak binatang, 
karena kalian dapat membuat lilin darinya.  Listrik tidak akan ada lagi, kalian 
tidak lagi dapat menggunakan lampu, tidak ada parafin (lilin).  Hanya obor, 
seperti sebelumnya, dibakar dan
  memberikan cahaya.  Dan tempat pembakaran harus digunakan untuk memasak dan 
menghangatkan ruangan.  Kalian akan menggunakan pakaian kalian lebih lama, 
tidak memakai pakaian baru setiap hari atau setiap minggu.  Industri akan 
berakhir.  Kalian harus memikirkannya.  Ini adalah penting bagi setiap orang.  
Jika tidak, begitu banyak orang akan meninggal.
   
  Bahkan sekarang, ketika kadang-kadang mereka mematikan aliran listrik selama 
dua jam atau bahkan hanya satu jam, orang-orang menjadi gila.  Bagaimana jika 
listrik dimatikan selama berhari-hari dan tidak ada harapan untuk menyala 
kembali?  Jika ia hanya dimatikan selama satu jam, kita berharap itu akan 
berakhir dan mereka akan menyalakan kembali.  Tetapi pada saat itu, tidak ada 
lagi harapan listrik itu kembali, habis!  Itu mengerikan.  Kalian tidak bisa 
lagi menggunakan apa-apa.  Orang-orang yang hidupnya pada komputer, TV, radio, 
akan menjadi mati karena mereka tidak mempunyai harapan untuk masa depan.   
   
  Kita memiliki harapan, kita adalah orang-orang yang beriman; kita tahu bahwa 
ini hanyalah sebuah jembatan dari satu sisi ke sisi yang lain.  Materialisme 
akan berakhir, dan kita akan melewati jembatan menuju sisi lain dari kehidupan 
ini.  Siapa yang
  meraih kehiduapan kedua dari dunia ini akan menemukan sumber kekuatan yang 
lain
  yang akan bekerja.  Oleh sebab itu, kita tidak putus harapan, tetapi justru 
penuh harapan!  Hanya untuk jarak yang pendek kalian harus memberi perhatian 
sehingga kalian dapat menyebrangi lembah itu dengan bebas.
   
  Segala sesuatu tergantung pada iman.  Siapa yang tidak beriman, kalian tidak 
dapat membuat mereka menjadi beriman.  Jika mereka percaya dalam spiritualitas 
dalam
  Islam, itu akan berguna untuk mereka.  Jika mereka adalah orang-orang yang 
materialistis, hanya tergantung pada materi dan teknologi, kita tidak akan 
menggunakannya di sisi yang lain, jadi tidak ada harapan bagi mereka.
   
  Kalian bertanya tentang keluarga dan teman-teman kalian.  Mereka akan membawa 
lebih banyak kesulitan dalam hidup mereka.  Nasihat saya adalah pergi ke daerah 
pedesaan, di sana lebih aman.  Daerah yang padat, perkotaan, akan lebih 
berbahaya.  Kalian harus mempunyai sebuah sumur karena hidup tergantung pada 
air.  Tanpa air tidak ada kehidupan.  Peliharalah beberapa hewan, agar kalian 
bisa menggunakannya sebagai bahan makanan kalian.  Tinggallah di rumah yang 
sederhana.  Berusahalah untuk hidup sederhana, tidak menggunakan TV dan 
instrumen-instrumen teknologi yang lain, karena mereka semua akan berakhir.  
Kalian harus menjaga segala sesuatu dengan baik, sehingga kalian tidak 
memboroskan apa yang kalian miliki.  Siapa pun yang boros, ia akan berakhir.  
   
  Bila kalian berada di pedesaan, kalian tidak perlu berada di rumah seharian.  
Kalian dapat pergi ke sekeliling kalian, sebagaimana Allah telah memerintahkan 
kita melakukannya.    Jangan pergi ke kota besar, banyak masalah di sana: 
perampok, kelompok-kelompok setani yang tak terhitung jumlahnya.  Setiap orang 
yang memasuki rumah mereka dan menutup pintu dengan Bismillaahir rahmaanir 
rahiim akan dilindungi.
   
  Ada suatu hadis Nabi Muhammad saw yang mengatakan bahwa  akan ada suatu masa 
di mana matahari akan terbit dari Barat, kemudian bergerak ke tengah hari dan 
tenggelam sebagaimana ia terbit, sehingga selama tiga hari tidak ada sinar 
matahari.  Itu akan menjadi titik terakhir bagi orang untuk bertaubat, pintu 
terakhir, dan kemudian pintu itu akan ditutup.  Semoga Allah swt mengampuni 
kita dan memberkati kalian.  Fatiha.
   
  Wa min Allah at Tawfiq

  Wassalam, arief hamdani
HP. 0816 830 748, 0888 133 5003
   
  Note : dapatkan Ceramah Mawlana Syaikh Hisham Kabbani dalam bentuk DVD, VCD, 
CD dan buku-buku Best Seller di www.mevlanasufi.blogspot.com  


 
---------------------------------
Have a burning question? Go to Yahoo! Answers and get answers from real people 
who know.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke