Satu lagi gerakan cantik Gus Dur. "Kiai Kampung" berkumpul di Pesantren
Ciganjur, Minggu 18 Februari 2007

Secara pragmais pertemuan itu bisa disebut "politik membela kaum lemah" atau
cari kawan kaum tertindas. (Lihat juga bagaimana Gus Dur membela PDI dan
megawati pada akhir masa orba, pembelaan Gus Dur terhadap kalangan minoritas
eks tapol napol, juga minoritas kristen dan tionghoa. Lihat bagaimana Gus
Dur memfungsikan para "kiai sepuh" secara terhormat dalam jagat politik.)
Namun, kampung lebih hebat, dan merakyat.

Pada aspek "ideal" pertemuan itu menjadi ajang bagi para pemuka masyarakat
yang terjun langsung di grass root untuk turut memikirkan negara; turut
prihatin pada keadaan. Pihak penyelenggara (PKB) bilang: maunya acara itu
menjadi penyampai lidah para kiai kampung, pemimpin musholla, dan langgar
yang kata mereka selama ini kurang didengarkan. Katakan Gus Dur adalah orang
yang seba tahu yang maunya dijadikan sosok untuk menjawab berbagai persoalan
negara, memberikan solusi, mendamaikan hati para kiai kampong.

Sebagai catatan penting, untuk sekedar menjadi "isu publik" sepertinya cukup
berhasil terutama karena sebab Gus Dur memang adalah "news maker". Kiai
kampung telah melanglang di berbagai media massa. Namun untuk menjadi
kekuatan politik sepertinya sangat sulit paling tidak karena dua hal:

Pertama, massa yang datang meskipun mencapai angka 5000 orang bukanlah massa
riil yang diharapkan, yakni kiai kampong, langgar dan mushalla. Lebih banyak
mereka didatangkan daripada datang sendiri.

Kedua, mereka yang datang hanya sekedar untuk mempertanyakan ihwal
perpecahan PKB daripada ikut berembug memikirkan kondisi bangsa sebagaimana
diharapkan Gus Dur. PKB memang punya massa loyal yang banyak dan gratis,
beda dengan partai lain-lainnya. (Ada yang bilang harusnya PKB cukup merawat
massa loyal itu saja, tidak perlu berkampanye pun menang) Nah, forum itu
menjadi ajang para "pengikut setia" PKB untuk memohon dengan hormat lagi
sangat kepada Gus Dur agar mengakhiri konflik yang terjadi di PKB dan segera
membuktikan janji-janjinya saat kampanye.

Dalam sesi tanya jawab Ngaji Bersama Gus Dur itu Ketua Syuriah PCNU Kota
Bekasi waktu itu mengajukan dua pertanyaan penting untuk Gus Dur. 1)Kenapa
dan ada apa dengan konflik PKB. 2)Kenapa PKB tidak seperti PKS yang sering
melakukan kegiatan-kegeana sosial?

Gus Dur waktu itu menjawab: Kalaupun ada konflik itu antara yang jujurur dan
yang tidak jujur. Gus Dur kemudian mengelak kalau dikata ada konflik.
Katanya yang ada bukan konflik, tapi perbedaan pendapat. Sepertinya Gus Dur
tidak terlalu terganggu dengan adanya konflik yang sangat membikin
masyarakat PKB bingung itu. Dari pertemuan itu terkesan Gus Dur merestui
bahkan memberikan sengaja memasang ipul untuk menjadi kutu loncat di PPP.
"Ipul sama Muhaimin itu sepupu tapi mereka musuhan itu ya gak tahu lah yang
penting kita tidak," kurang lebih begitu kata-kata Gus Dur kepada para orang
tua keduanya dan diceritakan kepada hadirin.

Akan hal Muhiyyidin Arubusman ketua panitia acara itu berharap acara semacam
itu bisa berlanjut sampai ke cabang-cabang, kita lihat saja nanti!! Sudah
ada rencana mempertemukan Kai Kampung se-'Supagobang': Surabaya, Pasuruan,
Probolinggo, dan Bangkalan (Supagobang).

Salam hangat,
Anam


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke