Assalamu alaikum wr wb
   
  Huehehhehehe... yang ini saya senang nih..mas ulil
  Mas Ulil sudah bisa membaui kyai...yang politisi dan yg bukan. Saya masih 
belum sampai ke maqom itu he3x Saya juga cium tangan kyai, terutama cium tangan 
guru saya Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani, main2 di amerika mas Ulil, beliau 
tinggal di Fenton Michigan. 
   
  Mas Dani Ahmad DEWA ketika ke state juga pernah berkunjung dan saya kasih no 
telnya Mawlana. Alhamdulillah Syaikh Hisyam senang dan Mas Dani Ahmad dikasih 
jubah yang sangat indah. Insya Allah bila Mas Ulil kesana beliau juga pasti 
senang. Mungkin juga karena bisa membaui orang baik dan buruk, jadi tergantung 
baunya nanti mas..he3x
   
  Politik dan agama, bagaikan penipuan dan iman demikain dikatakan Mawlana 
Syaikh Nazim. Sehingga beliau heran di Indonesia kok ya banyak ulama yang 
ikutan politik he3x..
  Banyak orang yg benci dani ahmad karena katanya dekat dengan amerika dan 
katanya berdarah yahudi. Padahal Dani Ahmad ini bahkan pernah bermimpi dicium 
oleh Rasululah saw dan bertemu Syaikh Abdul Qodir Jailani. yang bahkan belum 
tentu dialami oleh kyai2 yg hapal quran ataupun banyak tahajud. Itulah sebabnya 
ketika saya memperkenalkan pertama kali Dani Ahmad dengan Mawlana Syaikh Hisyam 
di Airport th 2006, Mawlana sangat sayang dengan Dani Ahmad. Dan cintanya dani 
juga tulus ke Mawlana Syaikh Hisyam sehingga Mawlanapun menghadiahi Dani dengan 
jubah yang sangat indah ketika berkunjung ke Fenton Michigan USA. Insya Allah 
di bostonpun ada cabangya Naqshbandi Haqqani. Silahkan akses 
www.mevlanasufi.blogspot.com alamat dan no telpnya
   
  Lain memang antara  kyai berkunjung ke Presiden dan kyai berpolitik. 
Berpolitik itu terjun langsung dan berkutat disitu hingga baunyapun bau politik 
he3x, embuh baunya kaya apa...
  Tetapi orang seperti Dani Ahmad meskipun berkecimpung diseni tapi 
spiritualnya tinggi. Makanya berani main didaerah bahaya..he3x sudah takdirnya 
begitu. Saya sendiri belum bertemu Mas Ulil, permainannya jua permaninan 
tingkat tinggi he3x, tapi denger sampeyan dihujat berbagai milist sudah 
sering... wah pahalanya tambah banyak. Wong saya juga mainnya dimilist wahabi 
dan dihujat habis2an , biar saja. Tapi cari pahala dari orang bodoh yang suka 
menghujat juga kasian yg menghujat he3x...umumnya wahabi.. yang nantinya juga 
berantem sama islam tradisional, islam klasik, tariqah, sufi dll
   
  salam buat mas ulil dan teman2, salam sufi
   
  wasalam, arief hamdani
  President Rabbani Sufi Institute of Indonesia
  www.rabbani-sufi.blogspot.com
  HP. 0816 830 748, 0888 133 5003
   
  ulil wrote :
  Mas Anam, Komentar anda kok "baunya" kayak suara Ahmad Baso sih.
Bilang sama Ahmad Baso, yang memusuhi tradisi itu bukan kapitalisme, bukan pula 
liberalisme, tetapi orang-orang Wahabi. Mana ada kapitalisme anti cium tangan. 
Ndak ada urusannya itu. Kapitalisme sih seneng sekali dengan tradisi. Apalagi 
kalau tradisi yang laku
di pasar.  Sudah ndak saatnya lagi sekarang mengkontraskan antara modernisasi 
dengan tradisi. Ini tema lama tahun 60-an. Kalau Ahmad Baso mengangkatnya 
sekarang, itu kayak
bangun kesiangan.

Kalau hanya soal cium tangan, saya juga cium tangan, dari dulu hingga sekarang. 
Buat saya ndak ada pertentangan antara paham Islam liberal saya dengan mencium 
tangan kiai. Wong memang ndak ada kaitannya. Kalau saya mencium tangan kiai, 
berarti dengan
sukarela saya mengakui otoritas moral dan sosialnya. Tentu ndak semua kiai saya 
cium tangannya. Saya pasti ndak mencium tangan kiai-kiai yang sekarang sudah 
menjadi "politisi" (termasuk kiai-kiai di pucuk PBNU sekarang). Soalnya, kalau 
kiai udah jadi politisi,
baunya lain.

Ulil


 
---------------------------------
Need Mail bonding?
Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo! Answers users.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke