Haji Baiknya Dilakukan Sekali Saja 
Senin, 12 Maret 2007 07:01 
  Jakarta, NU Online
Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni mengimbau agar ibadah haji dilakukan hanya 
sekali seumur hidup sesuai dengan kewajiban setiap umat Islam. Menurut dia, 
naik haji berkali-kali bisa memunculkan perasaan sombong atau riya'.

"Saya khawatir surganya kelewatan. Karena tiap tahun dilakukan terkesan angkuh 
dan sombong. Kita lihat seperti pembuktian terhadap tetangga," kata kata Menag 
pada evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 1427 H di Jakarta, Ahad (11/3).

Walau demikian, Maftuh menambahkan ada pihak-pihak yang diperbolehkan naik haji 
berkali-kali. Contohnya adalah petugas haji, muhrim dan undangan.

"Petugas memang kita prioritaskan bagi yang pernah. Sebab kalau belum kan 
kurang pengalaman. Sedang muhrim itu misalnya suami isteri sudah naik haji, 
tapi lalu suaminya pergi lagi bersama anaknya. Lalu saya tidak bisa melarang 
kalau ada yang mengundang. Itu hak tuan rumah," jelasnya.

Menurut Maftuh, kewajiban haji hanya sekali, bila dilakukan berkali-kali maka 
hukumnya adalah sunnah. Oleh karena itu, Maftuh ia bermaksud mengubah 
interpretasi tentang ibadah haji dengan mengeluarkan himbauan agar tidak perlu 
naik haji setiap tahunnya.

Ditambahkan, pihaknya berupaya untuk meningkatan pelayanan terhadap jamaah haji 
pada musim haji tahun 1428 Hijriyah atau 2007. Karena itu persiapan haji 
berikutnya akan lebih matang dan mengusahakan kenyamanan jamaah.

Menag tidak ingin kasus kelaparan jamaah di Arafah dan Mina terulang lagi. 
“Semua akan dibenahi, sehingga tidak terjerumus untuk kedua kalinya,” katanya.

Langkah awal yang diambil lanjut Menag, adalah mengecek dan mempersiapkan 
perumahan bagi jamaah haji mendatang. Kini dia tengah mempersiapkan tim dan 
segera mengirimkannya ke Arab Saudi.

"Kita akan kirim dalam waktu dekat seusai evaluasi," kata Maftuh seraya 
berjanji tidak akan menyewa perumahan yang berjejal-jejal. "Supaya kita tidak 
mengalami kesulitan," ujarnya.

Selain penginapan, menteri agama juga akan membereskan katering yang bermasalah 
pada musim haji 1427 H. Hal itu sedang dipersiapkan pemerintah Indonesia 
bekerjasama dengan pemerintah Arab Saudi. “Kita tetap berusaha untuk lebih 
baik, dan tidak ingin mengecewakan pengorbanan jamaah," katanya. (dpg/nam)    
  « Kembali ke arsip Warta 
  Berita Terkait:
    
   Perubahan Paradigma LDII Dipertanyakan   
   Aliran Sesat Sedot Perhatian Warga   
   Kang Said Sampaikan Konsep Islam Rahmatan lil Alamin di Qatar   
   NU-Muhammadiyah Serukan Perkuat Ukhuwah Islamiyah   
   MUNAS DAN KONBES NU
Para Ulama Keluhkan Liberalisme di Kalangan Anak Muda NU 

                
---------------------------------
 All New Yahoo! Mail – Tired of unwanted email come-ons? Let our SpamGuard 
protect you.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke