Kisah Para Pencemburu
Oleh : Mochammad Moealliem
http://www.muallimku.com
Pernah lihat orang yang cemburu? Kalau belum cukup anda bercermin ketika
cemburu, ha ha ha, memang sangat menarik untuk dipandang tingkah laku orang
yang sedang cemburu, baik dalam bicara, gerak tubuh, lirikan mata, atau raut
muka yang dilipat-lipat. Bahkan terkadang menyulut emosi, anarkis, perang,
pembunuhan, dan berbagai macam model yang lain.
Kata orang cemburu tandanya cinta, kalau nggak cemburu maka cintanya cuman
isapan jempol, atau mungkin cuma jadi halte yang bukan tempat tujuan. Diakui
atau tidak kita pernah cemburu meskipun terkadang kita tidak punya kekasih,
alias orang jomblo pun bisa cemburu. Orang yang cemburu jarang yang mengakui
kalau mereka sedang cemburu, bahkan biasanya mereka bilang "siapa yang
cemburu?" meskipun dalam hatinya menahan beban dadakan yang bisa merobohkan
kekuatan dalam tubuhnya dalam beberapa saat kemudian.
Efek dari cemburu sangat bervariasi, tergantnng dalam hal apa cemburu itu
muncul, bisa jadi karena lawan jenis, tahta, harta, strata sosial, atau hal-hal
yang memungkinkan untuk dicemburui, sejarah manusia telah mencatat banyak kisah
para pencemburu dan berbagai sebab-akibat serta solusi-solusi yang perlu
ditempuh untuk mengarahkan rasa cemburu itu pada efek positif, dan memberikan
kontribusi positif bagi perkembangan hidup manusia.
Siapakah manusia pertama yang cemburu soal lawan jenis, yang mengakibatkan
jatuhnya korban dari orang yang dicemburui? Anda saya beri waktu untuk memutar
ingatan dalam otak anda, dari berbagai pengetahuan yang telah bersemanyam
bahkan tidur berselimut tebal layaknya musim dingin didalam otak anda. Namun
kalau memang database otak anda belum mencatat file-file tersebut, mari kita
extract bersama dari file tulisan ini.
Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut
yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima salah
seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain(Qabil). Ia
berkata (Qabil):"Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil:"Sesungguhnya Allah
hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertaqwa". (QS. 5:27)
Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku
sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu.
Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam". (QS. 5:28)
Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh) ku
dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni nereka, dan yang demikian
itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim". (QS. 5:29)
Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya,
sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang
merugi. (QS. 5:30)
Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk
memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat
saudaranya. Berkata Qabil:"Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat
seperti burung gagak ini lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini" Karena
itu jadilah dia seorang di antara orang-orang yang menyesal. (QS. 5:31)
Setelah kita extract, ternyata banyak foder didalam file-file ini, baiklah
kita akan buka folder pertama dulu, masalah cemburu dalam ayat diatas, tentang
sebab terjadinya pembunuhan terhadap Habil, karena kita disuruh ceritain kisah
itu, jadinya ceritanya kususun seperti ini :
Ketika Adam dan Hawa turun ke bumi, dengan bekal yang telah cukup mereka
dapat dari pendidikan yang ia tempuh selama disurga, dan mereka telah
diberitahu segala macam nama-nama dan pengetahuan yang lain untuk menjadi
khalifah di bumi, sebagaimana firman Allah "Dan Dia mengajarkan kepada Adam
nama-nama (benda-benda) seluruhnya,..." turunlah mereka berdua di dunia, dan
tentunya rizqi kehidupan mereka lebih dulu ada didunia, sebagaimana rizqi bagi
si bayi untuk menyusu lebih dulu ada sebelum bayi keluar dari perut ibunya,
begitu pula rizqi kita tentunya, asalkan si bayi mau menangis pastilah sang ibu
tahu maksudnya.
Hawa selalu melahirkan keturunan yang kembar, setiap kandungannya melahirkan
satu putra dan satu putri, bukan kemauan Hawa melahirkan kembar seperti itu,
akan tetapi memang sudah design Sang Pencipta, dalam sejarah saya pernah
membaca umur Adam sekitar 950 tahun, dalam tafsir baghawi disebutkan bahwa Adam
meninggal dunia ketika keturunannya mencapai 40.000 orang, dalam riwayat lain
disebutkan putra-putri Adam sebanyak 80 orang, lahir dari 40 kehamilan ibu
Hawa. Kalau bisa saya gambarkan dari 40 keluarga putra adam, melahirkan 40
orang lagi tiap keluarga dan seterusnya dalam masa satu melinium kurang 50
tahun, tentunya sudah mencapai angka yang millestone.
Indonesia pada tahun 1050, jumlah penduduknya paling cuman berapa, coba lihat
pada tahun 2000, udah berlipat ganda, atau kalau kurang puas, lihat populasi
manusia sedunia, sejak tahun 1050 sampai 2000, kalau ingin lebih valid, carilah
40 keluarga kelahiran tahun 1050, dan hitung anak turunnya sampai tahun 2000,
penulis pikir sudah cukup bukti rasional ini untuk pembaca sekalian.
Kelahiran atas kandungan Hawa adalah Qobil dan Iqlima, kelahiran kandungan
kedua adalah Habil dan Labudza, dalam riwayat disebutkan bahwa Iqlima lebih
cantik dari pada Labudza, dan mungkin sudah menjadi kodrat manusia tercipta di
dunia ada yang jelek, seperti para pembaca, ada juga yang cakep seperti penulis
ini, he he he. Makanya kalau pengen cakep jadilah penulis, bisa suka-sukanya
menentukan siapa yang cakep dan siapa yang jelek, sebab penulis itu kan paling
cakep sendiri katika sendirian, sebab penulis nggak tahu wajah pembaca, kalau
toh ada yang cakep coba buktikan mana tulisanmu?
Pada masa-masa pernikahan nabi Adam menyampaikan peraturan bahwa untuk zaman
ini pernikahan harus dilakukan secara silang kandungan, alias tidak boleh
menikahi saudara sekandung, jadi Qobil boleh menikah dengan Labudza dan Habil
boleh menikah dengan Iqlima, sebab mungkin putra Adam yang sudah berumur cukup
untuk berkeluarga baru mereka berempat, jadi tak ada pilihan lain bagi Qobil
yang kebetulan harus berpasangan dengan Labudza yang dalam standar kecantikan
di bawah Iqlima, saudari sekandungan.
Kalau kita sedikit membaca tentang ilmu kedokteran, kita jadi tahu agar tidak
terlalu dekat gen-gen antara suami dan istri, demi terciptanya keturunan yang
baik dan sempurna tanpa cacat, dan setelah masa nabi-nabi selanjutnya,
peraturan selalu di-update, dan peraturan updete paling akhir adalah peraturan
yang disampaikan lewat nabi terakhir, agar sesuai dengan zamannya, yaitu nabi
Muhammad SAW.
Qobil menolak putusan ayahandanya, dan merasa itu bukan aturan yang
ditentukan oleh Allah, sebab Qobil merasa lebih berhak untuk menikahi Iqlima,
karena dia dan Iqlima adalah anak-anak surga, hanya saja lahir di bumi,
sedangkan Habil dan Labudza adalah anak-anak bumi. Hampir mirip kisah pribumi
kawin dengan gadis eropa, kalau dalam cerita pramoedya dalam tetraloginya, saya
teringat minke dan anneliss, ibarat Habil dan Iqlima, mungkin Qobil mirip
dengan Robert sourhoffnya, setidaknya sama-sama cemburu melihat orang jelek
dapat pasangan cakep. Kira-kira para pembaca pun begitu atau tidak? jika berada
diposisi Qobil?.
Adam sebagai orang tua pertama didunia, serta pemegang monogami award
pertama, dan lelaki setia pertama, meskipun harus turun ke bumi karena rayuan
Hawa sang kekasih penghibur kesepiannya menghuni surga, dan lupa dengan
larangan yang telah ditetapkan baginya didalam surga, akhirnya harus menjalani
hukuman untuk hidup dibumi, namun Allah menerima taubatnya atas
kesalahan-kesalahan yang telah dilakukannya, ketika Adam mengakui dan memohon
ampunan tuhannya, begitupun manusia sesudahnya, Allah akan mengabulkan
permohonan hambanya dengan cara-Nya, bukan cara kita. "Ud'uny astajib lakum".
Kemudian Adam menyuruh kedua putra (Qobil dan Habil) agar mempersembahkan
korban, dan barang siapa diterima korbannya, maka dia berhak menikahi Iqlima,
mirip dongeng jawa, siapa yang dapat membuat 1000 candi satu malam bolehlah
menikahi Roro Jongrang, mungkin kalau cerita saat ini, seperti menikahi miss
universe, atau putri Indonesia, perlu pengorbanan tentunya, namun berbeda
konteks dengan korban yang dilakukan Qobil dan Habil. Dan ternyata qurban yang
diterima Allah adalah korban dari Habil, dalam riwayat disebutkan bahwa
persembahan Habil dilalap api, sebagai bukti diterimanya korban waktu itu.
Lalu Qobil bilang pada Habil : "Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil :
"Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertaqwa".
Bersambung....
Alliem
Selasa, 13 Maret 2007
Yang Pernah Cemburu
Kunjungi
http://www.muallimku.com
Kritikmu harapanku
Pingin jadi kawanku, silahkan gabung di
http://tech.groups.yahoo.com/group/kang_guru/
Bersama menuju bahagia
[Non-text portions of this message have been removed]