Assalamualaikum Teman-teman yang lagi pada bersemangat membicarakan kehadiran "milis khusus NU" atau milis terbatas dengan diskusi yang lebih terarah atau fasilitas milis yang lebih "aman" atau apapun namanya,...
Menurut saya yang terpenting adalah diskusinya, informasi, atau silaturrahmi itu sendiri; yang terpenting bukan lembaganya tapi kulturnya. Boleh diingat bahwa NU bertahan karena kultur pesantren itu sudah ada jauh sebelum NU didirikan. Jadi diterjang badai apapun NU (tradisinya) tetap akan tegar. Khusus soal diskusi. Belajar dari pengalaman di KMNU, mungkin juga NU Network, kita sebenarnya tidak begitu terbiasa atau berpengalaman dalam berdiskusi. Para milister berbicara sendiri-sendiri, tidak ada dialog, tidak ada dikusi. Kalaupun ada tanggapan, paling paling itu sepintas lalu saja. Iseng-iseng saja.... Jadi begitu, Salam sayang semuanya, Anam [Non-text portions of this message have been removed]
