Dalam suatu acara yang diadakan oleh kantor saya bertemu dengan teman lama yang 
dulu pernah belajar membaca Al-Qur'an bersama. Dia melontarkan penyataan 
sebagai berikut:
   
  Orang-orang itu pada ngawut semua, masak Allah dikatakan ada di dalam hati, 
atau Allah itu ada dimana-mana, itu tidak mungkin, karena Allah itu ada di Arsy.
   
  saya tidak diam saja tidak membenarkan dan tidak menyalahkan, karena takut 
nanti akan terjadi debat kusir yang malah membawa keburukan.
   
  Sebenarnya saya ingin memberitahukan kepada teman saya itu bahwa:
  1. Benar Allah memang ada di Arsy
  2. Benar juga Allah ada dihati orang Muslim
  3. Benar juga Allah ada dimana-mana
   
  karena kata teman saya yang lain itu begini logikanya
  Allah itu seperti Pemancar Televisi, Dia Memancarkan Nur-Nya dari Arsy
  kemudian bila ada hati orang-orang yang beriman itu sering berdzikir atau 
ingat Allah,
  hati ini adalah seperti pesawat penerima TV, sehingga bila antara pemancar TV 
dan penerima TV itu pada channel yang sama maka di dalam hati orang yang 
beriman akan
  ada siaran Allah melalui Nur-Nya. Demikian juga bila kita menggunakan 
kacamata yang sudah disetel dengan channel Allah melalui Nur-Nya, maka apa-apa 
yang kita lihat akan menampakkan "Allah" ada disana, sehingga Allah ada 
dimana-mana.
   
  Nah mari kita set channel dalam hati kita channel-Nya Allah,
  dan kita set kacamata kita dalam channel-Nya Allah juga,
  sehingga kita tidak perlu bingung Allah ada dimana?
   
  salam
   
   

 
---------------------------------
We won't tell. Get more on shows you hate to love
(and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke